NovelToon NovelToon
TITISAN PUTRI KUYANG

TITISAN PUTRI KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Horor / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jumainah Sll

Menjadi kuyang bukan kemauannya, tapi darah selalu memanggilnya. Setiap malam atau siang menjelang sore, rasa sakit terus dirasakannya.
ia bertahan untuk tidak memakan bayi atau mengganggu orang di sekitarnya. bagaimana caranya ia mengendalikan emosinya dan bagaimana ia bisa mengetahui kalau ia belum membunuh seseorang, sedang saat itu ia dirasuki dan hilang kesadaran. Perang batin dengan perang bisikan terus saja membuatnya prustasi. "Bisakah ini kuakhiri, bagaimana aku mati, bisakah aku mati saja, bisakah aku dibunuh saja?"

Hak cipta oleh jumainah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumainah Sll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 TONI

Shabita mengelilingi koridor kantor di tempatnya bekerja. Ia ketinggalan sesuatu, maka dari itu ia segera kembali ke kantor untuk mengambil tasnya yang tertinggal di dalam ruangan Chang. Tanpa disadari atau memang kebetulan ia tidak sengaja melihat sebuah kepala melayang mendekati sebuah berangkas penyimpanan yang ada di tempat Chang. Kepala itu mendongak dan menatap sekilas Shabita yang juga menatapnya. Seperti takut atau malu, pemuda itu segera pergi meninggalkan Shabita yang berdiri mematung memandangnya.

"Toni," gumamnya. Shabita pernah melihat wajah pemuda itu di kantor ini. Wajah seorang lelaki yang dicurigai Sariani. "Benar dugaanku, ternyata dia palasit yang sering mencuri uang perusahaan," gumamnya. Shabita segera mengambil tasnya di meja dan segera berlari ke luar. Ia tidak mau taksi yang dipesannya menunggu terlalu lama.

Toni mengejar Shabita dari belakang. Ia melayang di udara hingga Shabita berhenti di sebuah gang dekat jalan apartemannya. Setelah taks itu berlalu. Shabita hendak melangkah, namun suasananya berubah menjadi menyeramkan. Gadis itu seperti merasakan kehadiran Toni di sekitarnya, tidak berani memandang ke sana-kemari, maka ia segera berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri dari kejaran Toni. Pemuda itu yang tahu bila gadis yang diincarnya berusaha lari darinya, ia segera melesat cepat dan membuat Shabita ketakutan setengah mati hingga gadis itu pun menangis dan berdoa. Bila roh halus ia akan mampu melawan, tetapi ini manusia hidup, katakanlah dia serupa dengan vampir yang bisa menyakiti manusia.

"Vanesa, aku di sini. Biarkan aku mengatasinya," bisik Kuyang dalam dirinya.

"Gak!" teriak gadis itu histeris sambil berlari sekuat tenaga.

Palasit Toni hampir mencapainya. Ia membuka lebar-lebar mulutnya untuk menangkap lengan gadis itu. Shabita memukulnya dengan tas yang dibawanya. Terbang palasit itu menjadi oleng, kepalanya pusing dan setelah sadar ia mengejar gadis itu kembali.

Seorang pemuda manis sedang berjalan sambil bersiul-siul. Sesekali ia tersenyum sambil bersenandung. Baju yang dikenakannya berwarna jingga dengan celana hitam. Peci yang melekat di kepalanya. "Eh, kenapa?!" tanya pemuda itu pada saat Shabita menubruk tubuhnya. Ia kaget saat melihat gadis itu datang sembari berlari kencang tanpa melihat dirinya di hadapannya. Untung saja tubuhnya langsung merespons untuk menangkap gadis itu, jika tidak Shabita dan dirinya akan jatuh ke tanah.

"To-tolong saya, Bang," mohon Shabita.

"Ada apa? Kenapa?" tanya pemuda itu panik saat melihat wajah pucat Shabita. Shabita segera bersembunyi di belakangnya dan menunjuk ke arah depan. Pemuda itu segera memandang ke arah yang dituju, betapa kagetnya ia ketika melihat sebuah kepala terbang ke arah mereka dengan wajah pucat dan bibir biru serta mata merah.  "Kenapa kamu di sini, kenapa kamu mengganggu gadis ini?" tanya pemuda itu.

"Bukan urusanmu! Menjauhlah!" perintahnya.

Shabita makin meremas lengan pemuda itu. "Kita lari saja," katanya.

Pemuda itu diam tidak menghiraukan ucapan gadis di belakangnya. Ia malah merangkul Shabita agar gadis itu tidak dijadikan sasaran ketika sedang lengah.

Melihat itu, Toni marah dan ingin menyerang Shabita di belakang pemuda itu tadi, tapi sial pemuda itu tahu apa yang sedang dipikirkannya. "Lepaskan dia, aku tidak bermaksud jahat padanya," kata Toni.

"Pergilah, jangan mengganggunya," tolak pemuda itu.

"Aku tidak akan pergi sebelum mendapatkannya," bantah Toni.

"Jangan memaksaku untuk membaca ayat suci ya," ancamnya.

Mata Toni membulat marah, ia menyerigai dan menampilkan gigi runcingnya. "Aku cuma menginginkan gadis itu. Aku tidak akan mengganggumu, atau menyakitinya. Kenapa kamu selalu membantahku?!" geramnya.

"Aku gak mau ikut kamu. Aku gak mau sama pemuda maling dan gak baik kayak kamu!" seru Shabita. Ia tahu sekarang kenapa iblis itu mengejarnya, ternyata bukan untuk dibunuh melainkan ada maksud lain yang membuat Toni ingin memilikinya.

Toni tertawa menyeramkan mendegar gadis itu menyahutinya. "Shabita, kamu ikut aku atau ikut dia, pilihanmu cuma satu. Tentu harus ikut aku," katanya.

"Kenapa kalian saling berbicara, apa kamu kenal dengannya?" tanya pemuda itu.

"Dia-" Shabita ingin bicara.

"Dia calonku," aku si Toni.

"Bohong!" bantah gadis itu. "Tolong aku," mohonnya pada pemuda itu.

"Calon makanan atau apa?" ejek pemuda itu sembari meraih tasbih yang ada di saku baju depannya. Ia mulai membaca ayat-ayat suci secara berulang.

Toni marah dan ingin menyerang, tetapi ia keburu merasakan sakit dan panas akibat suara ayat itu. "Akhh! Panas! Panas!" jeritnya seraya terbang melayang tidak beraturan. Wajahnya memerah dan asap mengepul keluar dari puncak kepalanya. "Panaaas!!" pekiknya histeris. Karena tidak tahan ia segera melesat pergi meninggalkan mereka berdua.

"Makasih," ucap Shabita tulus.

"Sama-sama. Mau pulang atau ke mana? Biar saya antar," tawarnya.

"Saya bisa pulang sendiri saja," tolak halus gadis itu.

"Oh, ya. Namamu siapa?" tanyanya.

"Shabita," jawabnya.

"Aku Zakaria. Benar tidak mau diantar pulang, soalnya kalau dia mengganggu lagi bagaimana?" tanya Zakaria sedikit menggoda Shabita agar mau diantar olehnya.

"Tempatku dekat kok. Tidak jauh dari sini. Tinggal masuk ke gang itu," tunjuknya.

"Kalau di dalam rumah ternyata dia menunggumu, bagaimana," godanya lagi.

"Maksudnya?" tanya Shabita mulai kesal karena pemuda di hadapannya secara halus memaksanya. "Jadi maksudmu aku tidur serumah denganmu malam ini?!" bentaknya.

"Eh, iyakah? Aku gak merasa kalau kata-kataku menjurus ke sana. Maaf deh kalau kamu tersinggung," kata Zakaria. "Aku cuma takut aja kalau dia mengikutimu lagi," jelasnya.

Shabita berpikir sejenak. Apa yang dikatakan Zakaria memang tidak salah, tetapi masa ia membiarkan orang lain menginap di rumahnya. Ia menggeleng lemah dan berkata, "Tidak usah, aku bisa meminta bantuan pada tetanggaku bila itu terjadi lagi," ucapnya.

"Oke, terserah. Hati-hati saja," pesan Zakaria.

Shabita tersenyum membalas senyum manis Zakaria. Ia melangkah meninggalkan pemuda itu, sedangkan Zakaria masih memandangnya hingga gadis itu tidak terlihat lagi di ujung jalan sana.

::::::

Keesokan harinya Shabita membuka pintu rumahnya untuk berangkat kerja. Ia terkejut saat melihat Anggara sudah berada di depannya, pemuda itu kini sedang memandangnya.

"Mau apa kamu kemari?" tanya gadis itu.

"Aku baru pindah kemarin. Kamu kerja sih, makanya tidak melihat aku." Anggara menunjuk pintu bangsal di sebelah kamar Shabita.

"Aku gak nanya! Kamu kenapa di depan sini, ini pintuku dan itu pintumu!" kata Shabita tegas.

"Sekadar menyapa tetangga baru saja. Kan, kita bakal jadi tetangga nih, syukur-syukur kalau sampai nikah. Amin," katanya seraya mengaminkan doanya tadi.

"Sinting," gumamnya. Kemudian gadis itu menyingkirkan tubuh Anggara yang menghalagi jalannya.

"Hey, biar kuantar," tawar Anggara seraya berlari kecil mengejar Shabita.

Shabita diam-diam tersenyum dan pura-pura jual mahal. Ia ditarik dan dipaksa untuk naik motor polisi Anggara.

1
Fitri Apriliaty
aku udah lama bgd nunggu sambungganya udah 3 tahun cerita ini hiatus 😭 thorr kamu d mna thor
Murni Banty
seruh alurx .. semangat trus mbuat cerita yg lebih menegangkan... fi tunggu ya
Kamelia Taher
ceritanya sangat bagus,,aku tunggu cerita yg selanjutnya.
Anisa Novaliza Damayanti
ini authornya kok ga ad kabar ya.. lamanya ga up..
FiaNasa
jgn bikin Anggara pisah m shabita Thor,,,bikin bagus bisa menjaga dara agar terlepas dr jerat iblis itu thor
FiaNasa
udah gatal tuh prempuan yg goda Anggara,,,klau Deket aq kasih cabe tuh prempuan biar dia hot gak kegatelan lagi
FiaNasa
aq gak rela klau Anggara harus berpisah sama shabila thor
Ikrana Mapeabang Daeng Baji
👍👍👍👍👍
Kafadzar: hai ka,maaf 🙏numpang promo novelku judulnya" kisa mistis saat tinggal dirumah panggung" jika berkenan silahkan mampir,terimah kasih😊
total 1 replies
Ikrana Mapeabang Daeng Baji
semengerikan gt kah kuyang
Arya Satrio
nih novel ga up lagi/pindah lapak?
Arya Satrio
loh kok ga up lagi?
Ririt Rustya Ningsih
turut berduka cita ya thoor 🙏
Anonim
Lebay ini anggara
Muhammad Ridho Abydzar
semangat... narai habar... sampit kal teng hadirun...
May
hlo
Lisa Citra
Thor kenapa lama banget lanjutan ceritanya
Moelyanach
setaaaaaan😂😂😂😂
Moelyanach
ngosngosan aku bacanya
Moelyanach
ko tahu?
saya g suka tahu sukanya tempe


set setaaan😂😂😂😂😂lucu plus horor
Moelyanach
sukaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!