Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mansion DIRGA
Angga segera melajukan mobil nya menuju ke mansion Dirga untuk menepati janji nya kepada Clara yaitu menyelesaikan masalah pertunangan nya dengan Jasmin.
"Clara aku janji tidak akan mengecewakan mu" gumam Angga
setelah beberapa menit mengendara Angga tiba di mansion namun suasana nya sangat menegangkan, di sana telah berada keluarga besar Jasmin, Angga sangat yakin bahwa Jasmin telah mengadu tentang masalah tadi pagi kepada mama nya dia sama sekali tidak merasa khawatir tentang papa nya karna dia tau papa nya tidak menyukai tuan Harun, Angga memasuki mansion dengan santai tanpa merasa bersalah, yaa memang dia tidak salah.
Jasmin hanya tersenyum receh dia merasa bahwa rencana nya akan berhasil dengan merebut hati calon mertuanya.
"wow sangat kebetulan kita berkumpul di sini, aku memang ingin mengatakan sesuatu yang penting pada kalian semua" kata Angga santai
"Angga jelaskan apa semua yang di katakan Jasmin itu benar" tanya Saras
"mama bisa kah kau santai sedikit ini masalah anak muda dan papa menyerahkan semua keputusan ini pada Angga karna Angga lah yang akan menjalani nya" jelas Agung papa Angga
"papa cukup aku tidak mau mendengar penjelasan apa pun" kara Saras
*wow ini tante ternyata sangat menyukai ku " batin Jasmin
hemm dengan dukungan Dira aku yakin bisa bergabung secepatnya ke dalam DIRGA GROUP "batin Harun
Astaga apa ini!! situasi apa ini apa keputusan kami menjodohkan Angga dengan Jasmin tidak di setujui oleh Agung" batin Wiwid*
"apa mama senang dengan keberadaan gadis ini" tanya Angga sambil menunjuk ke arah Jasmin
"apa maksud kamu" kata Saras
"ya apa mama sudah buta!! lihat lah dia bahkan belum menjadi bagian dari keluarga ini tapi dia bisa memecahkan keharmonisan keluarga kita bahkan membuat pertengkaran antara papa sama mama apa mama sadar tentang itu" kata Angga
"MANTAP KAKAK aku setuju dengan perkataan kakak, heng wanita ini wanita ular, dia bisa menjilat siapa saja tapi di keluarga ini hanya mama saja yang bisa dia taklukan" kata Anggi
Plaak... sebuah tamparan melesat di pipi cantik Anggi
"Anggi apa mama pernah mengajari mu bicara tidak sopan seperti itu" bentak Saras
heh dasar bocah kamu bukan tandingan ku "batin Jasmin
"ah Dira kamu tidak perlu sekasar itu dia adalah putri mu" kata Wiwid
"wow tante Wiwid, ternyata kalian sekeluarga pandai berakting haha kenapa kalian tidak jadi aktris saja" ejek Anggi
"ANGGI" teriak Saras
"CUKUP" Sara apa kamu sudah sangat buta dengan keputusan mu" bentak Agung
"papa apa maksud mu apa kamu juga menentang keputusan ku" kata Saras
"aku tidak menentang tapi semua itu hanya akan terjadi atas kehendak Angga mengerti" kata Agung dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu
"mama aku datang kesini hanya ingin menyampaikan keputusan ku, aku tidak akan menyetujui pertunangan ini, karna aku telah memiliki pilihan ku sendiri, aku harap mama bisa menerima keputusan ku, hanya itu yang ingin aku sampaikan Angga pergi dulu ma," pamit Angga dan segere meninggalkan mansion keluarga nya
"mama puas sudah menghancurkan keluarga ini, selamat mama atas ke egoisan mama" kata Anggi dia pun pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke kamar nya
"aah Wiwid tolong maafkan kelakuan mereka aku akan berusaha meyakinkan Angga tentang perjodohan ini" bujuk Saras ke Wiwid
"hem aku tunggu ya Saras, kamu ingat kan konsekuensinya jika pertunangan ini tidak terjadi" bisik Wiwid
Saras sangat terkejut, dan berpikir bagaimana cata nya agar Angga menyetujui pertunangan ini.
flashback on
28 tahun lalu yaa tepat nya sebelum pernikahan Agung dan Saras.
Dira dan Wiwid bersahabat sejak SMA, dan Saras menjalin hubungan dengan Agung namun diam diam Wiwid menyukai Angung dan berusaha memisahkan mereka berdua dengan berbagai macam cara.
namun selalu saja gagal, hingga puncak nya Wiwid sudah tidak tahan melihat kemesraan Saras dan Agung, dia pun merencanakan hal buruk sehari sebelum pernikahan Saras.
sehari sebelum pernikahan Saras
Wiwid menelfon Saras...
drrrt drrt..
"wiwid ada perlu apa selarut ini menelfonku" gumam Saras
"*hallo wid ada apa???
"Ras Saras tolong aku Ras, aku sekarang ada di hotel X aku terjabak di sini tolong ras"
"Wiwid!! Wid kamu kenapa apa kamu baik baik saja, kamu sabar ya aku segera ke sana kamu di kamar no berapa"
"aku di kamar 5005"
"kamu tunggu aku di sana"
tut tut*...
"Wiwid apa yang terjadi pada mu" gumam Saras sambil memgendarai mobil nya.
Saras pun sampai di hotel X dan langsung menuju kamar hotel tempat yang Wiwid beritahu.
Saras langsung masuk ke kamar tersebut dengan panik yang memang sengaja tidak di kunci, saat memasuki ruangan..
buk... seseorang menyerang nya Saras pun pingsan seketika...
Ketika pagi hari Saras terbangun dalam keadaan tanpa busana dengan tengkuk leher yang terasa sakit.
Saras sangat terkejut melihat kondisi nya dia pun bergegas mengenakan pakaian nya dan segera pulang ke rumah nya dengan perasaan yang tak jelas
"apa yang terjadi padaku, dan di mama Wiwid" gumam Saras
Saras sampai di kediaman nya saat memasuki rumah dia sangat terkejut melihat seluruh keluarga telah berkumpul.
"wah ada apa ini kenapa kalian berkumpul dan kenapa kalian menatap ku seperti itu" tanya Saras bingung
Braak... sebuah foto di lemparkan ke arah Saras ya itu foto nya bersama pria sedang berada di kamar hotel tanpa busana.
"ap.. apa ini" kata Saras bingung
"seharus nya papa yang bertanya apa itu, apa kamu masih ingat bahwa besok adalah hari pernikahan mu hah" bentak papa Saras
"pa.. papa aku sama sekali tidak melakukan itu, semalam Wiwid menghubungi ku, yaa Wiwid, aku akan menelfon nya" kata Saras dengan berlinang air mata
namun Wiwid sama sekali tidak menjawab telfon Saras justru mematikan ponsel nya.
wiwid apa kamu berusaha menjebak ku. batin saras
"apa yang ingin kamu jelas kan sekarang" kata papa nya
"Tunggu" suara seorang lelaki dari pintu yang tak lain adalah Agung
"papa tidak perlu bertanya tentang apa pun pada nya aku percaya pada nya dan akan melanjutkan pernikahan kami, aku tau dia di jebak dan aku pasti akan menemukan orang itu, papa tenang saja" kata Agung
"Agung kamu benar percaya padaku hiks hiks, aku bersumpah aku tidak melakukan nya aku tidak mengenal pria itu hiks hiks aku bersumpah" lirih Saras
"hey aku percaya pada mu aku sangat mencintai mu dan aku juga tau kamu sangat mencintaiku, aku tidak akan percaya dengan foto foto itu okey, dan ceritakan segala nya kenapa kau bisa berada di hotel itu" tanya Agung
Saras menceritakan segalanya kepada Agung, dan kini Agung yakin pelaku nya adalah Wiwid, Agung tau bahwa Wiwid diam diam menyukai nya bahkan Wiwid pernah berusaha menggoda nya.
Agung menghubungi asisten ya dan memerintahkan agar Wiwid segera di tangkap.
dan beberapa bulan sebelum perjodohan Angga dan Jasmin Wiwid bertemu dengan Saras...
"hallo nyonya Dirga" sapa Wiwid ke Saras
"Wiwid kamu apa yang kamu lakukan di sini" tanya Saras
"ha ha santai teman lama ku, aku hanya ingin menyapa mu" kata Wiwid santai
"menyapa kamu mencoba memfitnah ku dan hampir menghancurkan pernikahan ku apa kamu berpikir aku akan memaafkan mu"
"huusst jangan berisik aku tidak ingin membicarakan itu, aku hanya ingin sebuah kesepakatan,"kata Wiwid
"kamu memang gadis gila, aku tidak ada niat melakukan kesepakatan dengan mu" kata Saras dan hendak meninggalkan Wiwid
"tunggu apa kamu yakin, lihat lah vidio ini dulu" kata Wiwid memperlihatkan vidio tersebut
Mata Saras terbelalak dan meneteskan air mata Karana vidio syur dirinya bersama pria lain yang bukan suami nya.
"Wiwid kamu pasti mereka yasa ini jelas jelas aku tidak melakukan apa pun dengan pria itu, ini semua pasti ulah mu" teriak Saras
"ha ha ha, aku bisa pastikan ini akan tersebar dalam beberapa detik dan akan menghancurkan keluargamu nyonya, tapi jika kamu menyetujui kesepakatan dengan ku maka aku akan menutup rapat rapat tentang vidio ini"
"kesepakatan apa yang kamu minta dariku"
"pernikahan"
"apa!! apa kamu tidak waras kamu masih saja menginginkan suamiku"
"hah aku sudah menikah lagi pula aku tidak menginginkan suami mu, tapi aku menginginkan pernikahan putramu dan putri ku"
"tidak... aku tidak akan pernah menyetujui nya"
"itu bukan keputusan mu tapi itu adalah keputusan ku, jika kamu tidak setuju maka bersiaplah dengan kehancuran keluarga mu"
"hah hiks hiks maafkan mama Angga mama harus melakukan ini demi keluarga kita" gumam Saras
"baiklah aku menyetujuinya, aku akan bicara dengan Angga"
"bagus pilihan yang bagus, aku menunggu kabar dari mu, kalau tidak kamu tau kan apa akibat nya.
**flashback off**.
hay hay jangan lupa like nya ya and vote biar kita tetap lanjut😘😘
aku padamu thor
salam "Dady danzel."