NovelToon NovelToon
Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Status: tamat
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:505.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

George Elvano Abraham pria berparas tampan dan berkarisma. Namun siapa sangka kalau di balik ketampanannya itu dia adalah seorang pria yang kejam dan tidak mengenal ampun pada musuhnya, karena memang dia adalah ketua Mafia Sisilia Italia.


Seorang wanita cantik yang terus saja menganggu dia karena kerap datang di mimpi-mimpinya yang bahkan Elvano tidak mengenal nama dan tinggal dimana wanita itu.


Karena merasa penasaran dengan wanita yang berada dalam mimpi itu, akhirnya Elvano mencoba untuk mencari tahu keberadaannya karena hatinya sudah benar-benar ingin memiliki wanita itu.


Alisha Purnama Gadis yang sangat manis juga baik hati. Bahkan ia selalu terima dengan ikhlas atas perlakuan buruk kedua orang tuanya. Ingin menghindar pun ia tidak mampu karena memang dia tidak memiliki siapapun di dunia ini kecuali mereka.


Simak ceritanya yuk. Akankah Elvano akan menemukan wanita pengganggu mimpinya itu? dan bagaimana nasib Alisha selanjutnya?


Jangan lupa! vote, komen dan likenya ya🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengaruh Besar Alish

Setelah setengah jam lamanya Alisha baru keluar dari kamar mandi. Elvano yang melihat itu hanya bisa menahan senyumnya. dia tahu kalau Alisha saat ini tengah gugup karena terlihat dari sikapnya yang salah tingkah.

''Sudah malam sebaiknya kita tidur,'' ucap Elvano.

Alisha mengerling beberapa kali, mencerna Apa yang diucapkan oleh Elvano barusan. 'sebaiknya kita tidur?' Apa maksud elvano itu tidur bersama? di kamar ini? Alisha menggeleng dengan cepat, mengusir pikiran-pikiran kotor itu.

''Iya, kamar ku dimana?'' tanya Alisha dengan lugunya.

''Kamarmu? ini kamar kita!''

Mulut Alisha terbuka lebar, Dia baru saja mengusir pikiran kotor itu yang dia kira hanya ada di otaknya tetapi memang itu yang dimaksud dengan Elvano.

''Disini?'' ulang Alisha.

''He em.''

''Lalu di mana aku tidur?'' tanyanya lagi dan elvano hanya memberikan pergerakan tangan menepuk kasur bagian sisi kanannya.

Alisha menunjuk tempat yang di tepuk Elvano, dan dia hanya memberi anggukan dengan alisnya yang digerakkan naik turun.

''Tidak!''

''Kenapa?''

Alisha menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

''Cih, percaya diri sekali kamu, Al! dalam keadaan ku yang seperti ini mana mungkin aku berbuat macam-macam seperti apa yang kau pikirkan!''

Jika dipikir-pikir memang benar apa yang dikatakan Elvano, karena, dengan kondisinya yang seperti itu Elvano tidak akan berbuat macam-macam padanya. Lalu haruskah ia benar-benar tidur di satu ranjang dengan Elvano, pria asing yang baru saja dia kenal beberapa hari ini yang sudah mencuri ciuman pertamanya itu.

''Benarkah kau tidak akan berbuat macam-macam, Tuan? apa aku bisa memegang ucapanmu?''

''Ya! tentu saja! kau bisa percayakan itu padaku. Kemarilah!''

Dengan ragu Alisa pun mendekat dan naik ke ranjang sisi kanan, mengambil satu bantal guling dan diletakkan di antara mereka untuk pembatas tempat.

''Untuk apa guling ini?'' tanya Elvano.

''Untuk berjaga-jaga, takut Tuan khilaf!''

Alisha pun merebahkan tubuhnya dan membelakangi Elvano. Jantungnya masih belum bisa berdegup normal. Dan tiba-tiba ia merasakan pergerakan dari Elvano yang mendekat ke arahnya.

Dengan cepat Alisa menghindar dan benar saja elvano sedang setengah duduk mencondongkan tubuhnya kepadanya.

''Tuan sudah berjanji kan?''

''Ck, buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu. Aku hanya berniat menyelimuti mu, itu saja!''

''Ooh!''

Dan malam itu pun terlewat begitu saja dengan Alisha yang tertidur pulas dengan membelakangi Elvano, tetapi Elvano tidak merasa kesal ataupun kecewa pada sikap Alisha, Karena baginya itu adalah sikap waspada seorang gadis suci. Dan diapun merasa bahagia karena saat ini dia tengah bersama gadis yang pure gadis bukan sembarangan gadis yang seperti ia kenal sebelum-sebelumnya.

*

*

*

Matahari sudah memancarkan warna jingganya, Alisha yang sudah terbiasa bangun awal pum mengerjapkan mata, dengan setengah mata terbuka dia melihat wajah seorang pria yang tertidur saling berhadapan dengannya.

Deru nafasnya menerpa wajah, dan bahkan dia bisa merasakan aroma mint pada nafas yang keluar itu. Dengan perlahan Alisha turun dari tempat tidur lalu menuju jendela yang ternyata bisa dibukanya tidak seperti kamar dia sebelumnya, dan dia juga bisa menikmati indahnya pagi dengan panorama yang sangat menyejukkan di atas balkon yang bisa melihat hamparan taman bunga yang sangat indah di pandangan.

Menghirup udara sejuk Alisa dapat berpikir dengan tenang dan mentransfer energi baik ke dalam dirinya.

''Haaaaahhhh... sejuk sekali!''

Serunya dengan bersandar dipembatas yang hanya setinggi perutnya saja.

Tapi tiba-tiba kakinya terpeleset dan hampir membuat ia jatuh ke bawah, kalau tidak ada tangan yang menahan bajunya hingga tubuhnya pun terpental ke belakang menabrak sesuatu.

Alisa mendongakkan kepala, dan ternyata pemilik tangan yang menariknya itu adalah Elvano yang saat ini tengah mendekatnya dengan erat dari belakang.

''Hati-hati! kau bisa kerja atau dari sini!''

Alisha hanya diam dengan menatap wajah khawatir Elvano.

Dengan tertatih Elvano menuntun Alisha untuk duduk di kursi yang ada di sana, lalu mengecek tembok pembatas itu dengan teliti. ''Aku baru menyadari kalau tembok ini ternyata berbahaya, biar Hito yang akan memperbaikinya,'' ucap Elvano dengan pelan dan terdengar oleh Alisha.

''Diperbaiki? tapi itu masih bagus.''

''Tidak, ini terlalu pendek dan berbahaya untukmu.''

Alisha hanya bisa diam dengan wajah tidak percayanya akan sikap posesif yang dimiliki oleh Elvano.

Ketika Elvano duduk di kursi bersama dengannya, Alisha justru malah bangun dari duduknya.

''Mau ke mana?''

''Membuatkan kopi, mau?''

''Oh, memangnya kamu tahu letak dapurnya dimana?''

Alisha menggeleng dan elvano hanya bisa tertawa kecil kemudian menarik tangan Alisha agar kembali dulu di tempatnya.

Alisa sedikit terkesima melihat senyuman Elvano yang sangat jarang terlihat, iya benar! Elvano benar-benar tampan, apalagi dengan tersenyum.

''Biar Hito yang mengurus keperluanku, kau hanya perlu menemaniku dan mempercayai ku, itu saja!''

Ucapnya dengan mata yang menatap jauh ke depan.

Dan benar saja beberapa saat kemudian seorang pelayan datang membawakan dua gelas minuman dengan isi yang berbeda juga dua piring roti sandwich dan sebuah desserts yaitu sebuah yogurt dan ice cream yang ditaburi serpihan emas murni diatasnya.

''Selamat menikmati Tuan, Nona.''

''Terima kasih,'' ucap Alisha dengan begitu ramahnya.

''Jangan tersenyum kepadanya!'' ucap Elvano menyela dengan tiba-tiba karena melihat Hito yang tersenyum kepada Alisha.

''Maaf Tuan!''

Elvano menggerakkan jarinya seperti memintanya agar cepat-cepat pergi dari sana. Dan melirik kesal kepada Alisha yang tidak mengerti dengan sikap Elvano itu.

''Kenapa?'' tanya Alisha.

''Kenapa apanya?''

''Kenapa kau bersikap seperti itu pada pria tadi?''

''Memangnya kenapa?''

''Aku tidak suka!''

''Baiklah, maaf.''

Hito yang baru akan keluar dari kamar mendengar pembicaraan Elvano dan Alisha, sedikit terkejut karena dia baru mendengar tuannya meminta maaf, di tambah langsung mengalah hanya dengan 3 kata dari seorang gadis. 'Aku tidak suka!' sungguh luar biasa perubahan Tuan nya ini.

1
Adila Ahmad
bgus
Rifana Sitorus
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Astaga ku pikir Vano pria yg suci,Aku pernah baca beberapa novel ttg kisah Mafia,Semua kejahatan dia lakukan KECUALI menyentuh wanita,Bahkan dia masih Perjaka,Kesucian dirinya dia persembahkan hanya utk isteri nya,Tapi Vano?? Hmm sampai di sini kekaguman ku, Sekarang aku langsung ilfil,Wakaupun wajar2 aja pria kayak Elvano celap celup,Tapi kok aku gak rela,sama pikiran ku dgn Bima..
Qaisaa Nazarudin
KIRAN?? SIAPA KIRAN??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kan Vano sudah bertanya tadi sebelum memperkosa kamu,Kamu juga sudah menjawab dgn jujur, Antara kamu dan Deva tdk melakukan apapun,Dasar Vano aja yg gak percaya..
Qaisaa Nazarudin
Bawak Alisha untuk melihat apa yg Vano lakukan sekarang..setelah itu terserah Alisha mau bagaimana..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Vano BODOH..Selamat berjuang kembali untuk memenangkan hati Alisha kembali..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Elvano jangan sampai kau menyesali nya setelah kamu memperkosa Alisha..
Qaisaa Nazarudin
Vano udah tau Deva itu orangnya seperti apa,Masa ia Vano percaya kata-kata nya begitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Nah shock kan kamu Alisha,Makanya jangan polos2 banget,baru juga ketemu,udah percaya gitu aja,Ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Garang banget babang Erik..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah semoga Elvano cepat sembuh,Dengan kejadian ini Semoga Alisha gak bikin ulah lagi ya..Kamu gak tau aja betapa takutnya Vano kehilangan kamu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Noh Erikk shock kan kamu...😂😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
ORANG BUCIN EMANG SEPERTI ITU RICK,SABAR YA..🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏 Mampos kau Jalang...
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkk Alisha mana ada MURAHAN nyerahlan dirinya kek gitu,Yang ada Vano yg Alisha tendang,Vano sadar Vano dia bukan Alisha..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Vano salah orang,Nih cewek kenapa juga berani banget masuk sarang macan,Yang ada setelah Vano sadar kamu yg di bunuh nya,Bukannya mension itu di jaga ya,kenapa orang2 gampang sekali keluar masuk tanpa perintah dari Vano?? 🤔🤔🤔🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👏👏👏Wiooww HEBAT sandiwara Deva,Langsung ketemu aja bibi nya Alisha..🤣🤣🤣🤣 Berapa tuh bayarannya??
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Alisha Bodoh..Keluar dari mulut harimau masuk ke mulut singa..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata ada CCTV nya,ku pikir gak ada CCTV,Kenapa gak di chek dari tadi,malah ngamuk di sana sini,Ogeb..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!