Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia tidak akan meninggal
"Bik ... mana Rainy?" tanya Arnold seraya menatap sekeliling rumah mewah tersebut.
"Nona Rainy tadi keluar, Tuan!" jawab salah satu pembantu di rumah itu.
"Oh ... Kalau begitu biar aku sarapan di kantor saja! Aku ada meeting, jadi aku buru-buru, pastikan adikku sarapan!" titah Arnold pada pembantunya.
"Baik, Tuan!" jawab pembantu tersebut.
Lalu Arnold melangkah meninggalkan tempat itu menuju pintu keluar. Namun, ia dikagetkan dengan seseorang yang sangat ia kenal dan sedang berdiri dan membelakangi pria itu.
"Kamu …!" Arnold menatap pria itu dengan wajah merah padam.
"Ngapain kamu datang ke rumahku?" tanya Arnold menatap pria itu dengan tatapan tajamnya.
Pria itu membalik badannya menatap Arnold dengan senyum tanpa semangat. "Aku hanya ingin bicara empat mata dengan Rainy, Ar!" jawab pria itu.
"Sky … Sky … ! Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu menemui adikku? Tidak semudah itu, aku tidak akan membiarkanmu melukainya, sudah cukup Bulan bertindak bodoh hanya karena mencintai pria bajingan sepertimu!" ucap Arnold dengan tangan terkepal.
"Aku tidak ingin menyakiti keduanya, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk menyakiti Bulan, begitupun dengan Rainy!" ucap Sky dengan perasaan bersalah.
Arnold bersedekap dada sambil melangkah perlahan dan mendekati Sky dengan wajah tanpa arti.
Bug
"Kamu bilang kamu tidak bermaksud? Okay aku maafin kamu tentang Bulan karena ucapan Rainy menyadarkanku, tapi kalau kau mengusir Rainy dari rumahmu apakah kamu juga tidak bermaksud?"
"Aku ... !"
Bug
Arnold tidak membiarkan Sky berbicara ia melayangkan bogem mentahnya kembali hingga membuat pria itu tersungkur.
Namun, Sky berdiri kembali dan ingin menjelaskan maksud kedatangannya, tapi Arnold tidak memberinya kesempatan.
"Aku ingin membalas sakit hatinya padamu! Tapi karena hati adikku terlalu bersih hingga dia melarangku! Dan sekarang mungkin aku bisa membalas sedikit sakit hatinya!"
Bug
"Sekarang kamu mau apa? Kau mau menjemputnya? Kemana kau selama ini? Kemana saat adikku stres memikirkanmu hingga dia kehilangan anak kalian?"
Deg
"Apa maksudmu, Ar?" tanya Sky terkejut.
"Kenapa? Kamu terkejut? Kamu tahu, adikku hamil karena perbuatan bejatmu itu, dan karena hal itu kamu mengusirnya bukan?"
"Jika saja kau benar-benar berusaha mencarinya, kau pasti akan menemukan adikku, tapi nyatanya apa? Yang datang ke rumah ini setiap hari hanya orang tuamu bukan kamu sendiri! Seandainya usahamu sama seperti orang tuamu, mungkin aku akan memikirkan untuk menyatukan kalian!"
"Tapi Ar ... "
Bug
"Semua ini tidak seberapa dengan luka yang kau torehkan pada adikku! Dia menderita karenamu. Dia menderita!" sentak Arnold dengan wajah merah padam.
"Butuh bertahun-tahun untuk membuatnya kembali bisa tersenyum seperti sekarang, dan setelah dia bisa move on, kamu datang kembali untuk menghancurkannya? Aku tidak akan membiarkan itu, aku tidak akan membiarkannya!"
Bug
Sky tidak melawan sedikitpun dengan pukulan-pukulan yang Arnold hadihkan untuknya, dan Arnold pun terus memukuli Sky tanpa henti hingga tubuh pria itu tidak bisa bangkit.
Sky larut dalam penyesalannya, dia sakit bukan karena pukulan dari Arnold melainkan sakit karena memikirkan penderitaan Rainy karena perbuatannya.
"Kakak … ! Apa yang Kakak lakukan!" teriak Rainy yang baru tiba di rumah tersebut.
Wanita itu olahraga dengan mengelilingi kompleks. Namun saat ia pulang, ia dikagetkan saat melihat sang kakak tengah memukuli seseorang tanpa ampun.
"Kakak … !" teriak Rainy.
Wanita itu lari menghampiri Arnold. Namun, Arnold seakan tuli, ia tidak mendengarkan teriakan sang adik dan memukuli Sky dengan membabi buta.
"Stop, Kak! Kau akan membunuhnya!" Rainy mencoba menarik sang Kakak, namun Arnold tetap tak mendengarkan ucapan Rainy hingga Akhirnya Rainy memegang lengan pria itu dengan begitu kuat untuk menghentikan aksinya.
Arnold yang dipenuhi dengan amarah, ia mendorong tubuh Rainy tanpa sengaja, hingga akhirnya wanita itu membentur tembok dan dahinya mengeluarkan cairan merah.
Arnold yang menyadari perbuatannya, ia langsung menoleh dan melihat Rainy yang mengusap cairan merah tersebut. Ia langsung berhenti memukuli Sky dan menghampiri sang adik dengan wajah khawatir.
"Rainy … !" teriak Arnold yang langsung beranjak dan lari menghampiri adiknya tersebut.
"Kenapa Kakak sampai se marah itu? Siapa yang Kakak pukul?" tanya Rainy dengan wajah kesal.
Wanita itu tidak mengenali Sky karena wajahnya dipenuhi dengan cairan merah hingga pria itu sulit untuk menggerakkan tubuhnya dan rambutnya menutupi sebagian wajah pria itu.
"Rain … !" gumam Sky dengan suara lemahnya.
Deg
Rainy terkejut saat mendengar suara yang tidak asing lagi baginya. Rainy mencoba mendekati pria itu, namun Arnold memegang pergelangan tangan Rainy.
Rainy pun meluruhkan air matanya setelah tahu siapa yang kakaknya pukuli hingga tidak berdaya. "Kenapa Kakak melakukan ini?" tanya Rainy seraya menatap Arnold dengan wajah sendunya.
"Ingat apa tujuanmu!" ucap Arnold menatap Rainy datar.
"Aku tahu tujuanku apa, Kak! Tapi Kakak tidak perlu berperilaku kejam seperti ini!" Rainy mengehempaskan tangan Arnold lalu menghampiri Sky yang masih memejamkan matanya dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Mas …! Apa kamu masih sadar?" tanya Rainy dengan air mata yang terus mengalir.
Wanita itu mengangkat kepala pria itu dan menaruh kepala Sky pada pangkuannya. Ia mengusap cairan merah di wajah sang mantan suami dengan tangannya, hingga ia bisa melihat wajah Sky yang tersenyum seraya mencoba membuka matanya perlahan.
Sementara Arnold mengepalkan kedua tangannya saat melihat pemandangan itu, ia sangat membenci Sky karena ia tidak terima dengan penderitaan yang dialami sang adik selama bertahun-tahun.
"Ma-ma-ma-afin, a-a-ku!" ucap Sky dengan suara terbata.
Rainy menganggukkan kepalanya dengan air mata yang jatuh pada wajah pria itu. "Iya, Mas! Aku sudah maafin kamu! Sekarang kita ke rumah sakit dulu!" ucap Rainy dengan air mata yang terus mengalir.
Sky tersenyum lemah, perlahan ia memejamkan matanya dan kehilangan kesadaran hingga membuat Rainy semakin panik.
"Kakak, cepat bantu!" teriak Rainy seraya menatap Arnold yang masih berdiri dengan bersedekap dada dan menatap Sky dan Rainy dengan wajah datar.
"Dia tidak akan meninggal hanya karena aku pukuli!" ucap Arnold memutar bola matanya malas.
Lalu, Arnold melangkah meninggalkan tempat itu menuju mobil untuk berangkat ke kantornya tanpa memedulikan teriakan sang adik.
Akan tetapi, dalam perjalanan ke kantor, pria itu menghubungi Awan untuk segera ke rumahnya dan mengobati luka Sky.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
...TBC ...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu