"Lu ngapain tidur di samping gue?"
Gimana jadinya, kalau tiba-tiba bos mu yang galak kebangun di samping kamu tidur? Nggak kebayang, kan? Mana malah disalahpahami sama warga dan dikira udah berbuat mesum. itulah yang terjadi sama Galuh. Seorang single Mom yang berjuang untuk bertahan hidup. Yuk baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
Galuh sudah siap berangkat kerja. Meski masih ada sedikit ngilu di bagian leher dan kakinya sisa jatuh dari kamar mandi beberapa hari lalu, dia nggak mau diam di rumah lagi. Rasanya kalau cuma diam, pikirannya malah makin melayang ke mana-mana.
"Kamu yakin mau berangkat? Badan kamu belum pulih sepenuhnya lho," tanya Ranu sambil menatap Galuh khawatir. Matanya menatap lekat ke arah leher Galuh yang masih ada bekas sedikit memar. "Nanti kalau sakit lagi gimana? Lebih baik istirahat dulu aja di rumah."
Galuh cuma senyum tipis sambil merapikan tas kerjanya. "Aman kok, Pak. Udah enakan banget ini. Banyak kerjaan yang harus diselesaikan, nanti malah numpuk kalau saya libur lagi."
Ranu menghela napas panjang. Dia tahu sifat Galuh keras kepala, kalau sudah bilang mau kerja, pasti nggak bisa dilarang. "Ya sudah, tapi janji ya? Kalau capek atau sakit, langsung bilang aku. Jangan dipaksa-paksa."
"Iya, siap," jawab Galuh singkat, lalu berjalan duluan ke mobil.
Sesampainya di kantor, Galuh langsung bergerak mengikuti Ranu seperti biasa. Di lobi, sudah ada Cindy yang menunggu dengan senyum paling manis. Cewek itu nggak tahu sama sekali soal hubungan rahasia mereka, dia cuma menganggap Galuh sekadar sekretaris biasa.
"Selamat pagi, Pak Ranu!" sapa Cindy riang, langsung mendekat dan menempel sedikit ke lengan Ranu. "Pak, laporan yang Bapak minta kemarin udah saya siapin lho. Saya taruh di meja Bapak ya?"
"Oke, makasih," jawab Ranu santai, tapi perlahan menggeser posisinya sedikit menjauh saat Cindy makin menempel.
Galuh yang melihat itu cuma bisa menahan napas. Dadanya rasanya panas sekali, kayak ada api kecil yang nyala di sana. Dia nggak punya hak marah, dia sadar itu. Jadi tanpa banyak bicara, Galuh langsung menunduk sedikit. "Maaf Pak, saya ke ruangan dulu ya mau ambil berkas lain."
Tanpa menunggu jawaban, Galuh berjalan cepat pergi dari situ. Cindy cuma mengangkat bahu biasa aja, pikirnya memang tugas sekretaris begitu, sibuk ke sana ke mari.
Sepanjang hari itu rasanya berat banget buat Galuh. Dia harus tetap sigap, siap sedia di samping Ranu, mengurus semua jadwal dan keperluan bosnya itu. Tapi di saat yang sama, dia harus menahan rasa sakit di tubuhnya, dan yang paling berat, menahan rasa sakit di hatinya.
Berulang kali Cindy datang ke ruangan, bertanya ini itu, bersikap manja dan ramah banget ke Ranu. Galuh cuma diam di meja kerjanya, mengetik secepat mungkin seolah sibuk, padahal telinganya menangkap setiap kata yang diucapkan Cindy.
Ranu sebenarnya nggak merespon berlebihan, kalau Cindy terlalu dekat atau terlalu manja, dia pasti menjauh atau mengalihkan pembicaraan ke soal kerjaan. Tapi bagi Galuh, itu tetap saja cukup buat bikin dia kesal.
Sampai siang, emosi Galuh mulai sedikit naik. Wajahnya yang biasanya tenang sekarang terlihat agak tegang, rahangnya mengeras menahan diri. Dia harus terus mengingatkan dirinya sendiri: Kamu cuma sekretaris, Galuh. Kalian nikah cuma karena keadaan. Pernikahan ini nggak diakui siapa pun, nggak ada yang tahu. Nggak seharusnya kamu malah baper, nggak seharusnya kamu menaruh hati sama dia.
Akhirnya, saat ada waktu senggang, Galuh cepat-cepat pergi ke pantry ruang sekretariat. Dia menutup pintu kaca itu, lalu bersandar di dinding sambil memijat pelan lehernya yang kaku.
"Dasar bodoh..." gumamnya pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "Kenapa sih kamu harus ngerasain semua ini? Harusnya kamu sadar diri dari awal. Cuma beban, cuma perjanjian, kenapa malah jadi berharap lebih?"
Galuh menunduk, menahan supaya air matanya nggak jatuh. Rasanya dia benci banget sama dirinya sendiri yang gampang sekali jatuh hati.
Tiba-tiba, suara kunci pintu diputar terdengar jelas. Klik.
Pintu pantry itu tertutup rapat dan dikunci dari luar.
Galuh langsung mendongak kaget, jantungnya berdegup kencang. Dia menatap pintu itu, dan....
eh malah bumer udah minta mantunya cepetan hamil, ayo di gas ranu jgan kelamaan 😂😂
double up