Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ujian hidup tisya
pov Riyan
seminggu lagi adalah hari pernikahanku dengan Tisya. Tisya lagi apa ya hari ini?.. kenapa chat aku tidak dibalas ya.. emang aneh itu anak.. apa dia sibuk ya.. dengan pekerjaannya? hmmm Tisya.. tisya baru sehari saja tidak bertemu aku sudah kangen.. boring juga lama lama di rumah terus..mending aku keluar cari angin sebentar..
pov Tisya
Tisya..! panggil pak rafi. " iya ada pak"? tanyaku.. " Tisya.. nanti jangan lupa ada jadwal meeting sama klian" kata pak rafi mengingatkanku. " siap pak.."jawabku.. entah kenapa hari ini aku kelihatan lesu, dan tidak bersemangat.. kepalaku juga pusing.. " Tisya.. kamu baik baik saja kan,,?" tanya pak rafi.. " iya pak aku baik baik saja.. " jawabku.. " wajahmu pucat lo.. kalo kamu sakit mending kamu pulang, istirahat..) kata pak rafi. " nggak kok pak.. saya ga apa apa" jawabku berusaha sok kuat. " enggak.. tolong Tisya.. saya tidak mau terjadi apa apa sama kamu.. mending saya antar kamu pulang ya.. " kata pak rafi menawarkan. bagaimana ini? aku merasa tidak enak dengan yang lain.. aku takut nanti kak Riyan salah faham. " ayo Tisya.. saya antar kamu.. atau mau saya antar ke dokter? " tawarnya lagi. " nggak usah pak.. saya perlu istirahat saja. " jawabku. dan pak rafi pun mengantar aku pulang. pak rafi begitu perhatian padaku. tapi entah kenapa, kalau di dekat pak rafi aku merasa nyaman.. bahkan hangat.. berbeda kalau dekat dengan riyan.. dekat dengan Riyan kadang aku merasa, nyaman tapi seperti ada perasaan bersalah.. entahlah.. aku juga tidak tahu..
sesampainya di rumah aku melihat kak Riyan sedang berada di luar di depan pintu rumahku. " Riyan.. kamu jangan salah faham dulu ya... saya tidak bermaksud apa apa.. saya hanya mengantarkan Tisya pulang karena dia lagi sakit. " penjelasan pak rafi padanya. " oh.. iya tidak apa.. rafi.. aku berterimakasih padamu.. sudah mengantarkan tunangan ku ini.. " jawab kak Riyan.. lalu pak rafi pun pamit pulang.. dan kak Riyan memapah ku karena aku sudah sangat pusing.. dan sepertinya raut wajah kak Riyan kelihatan seperti orang cemburu.
" kakak kenapa? " tanyaku. "tidak apa apa.. enak ya.. kalau diistimewakan sama bos.. " jawabnya ketus.. " maksud kakak apa?.. jangan bilang kalo kakak cemburu.. lagian aku lagi ga enak badan" jawabku tidak mau kalah.. "mending kakak pulang aja deh sana.. " usir ku pada kak Riyan entah kenapa aku tidak suka jika dia cemburu.. perasaan bersalah ini lagi lagi muncul.. " lo.. kok jadi marah gini si.. ya wajarlah aku cemburu" jawabnya. " pulang aku bilang". usir ku lagi.. dan dengan kesal kak Riyan pun pulang.
pov Riyan
aku merasa ada yang beda dari Tisya hari ini.. atau jangan jangan.. dia ada rasa lagi sama rafi.. memangnya salah jika aku merasa cemburu.. kan wajar malah ngusir aku lagi.. Tisya.. tisya.. dasar anak aneh..
pov Rendi
hmm tunggu saja kehancuran mu tisya.. sebentar lagi di hari bahagia mu aku akan membongkar jati dirimu dan calon suamimu itu.. aku yakin.. kamu pasti sangat terpukul.. tunggu saja pembalasanku.. aku bukan benci sama tisya.. tapi aku sakit hati karena lamaran ku ditolak dulu.
pov rafi
kenapa aku merasa nyaman ya kalo dekat dengan tisya.. apa iya aku mulai suka sama tisya..?? andai saja dia masih sendiri.. sayang dia sudah jadi milik orang lain.. ya semoga saja Riyan bisa membahagiakan dia.. tapi kalau tidak bisa membahagiakan dia.. bahkan jika aku sampai melihat tisya menangis.. aku akan merebutnya..
KENYATAAN PAHIT
menjelang pernikahan yang kurang 2 hari lagi tisya dan Riyan sudah mempersiapkan semuanya.. begitu juga dengan Rendi, ika dan murni.. yang juga sudah menyiapkan rencana busuknya untuk menghancurkan tisya.
#hari H"#
semua tamu undangan sudah hadir tak terkecuali rafi bosnya tisya juga hadir waktu itu.. pak penghulu pun juga sudah hadir. tinggal menunggu tisya yang masih dirias di kamar.. dan dengan anggunnya tisya turun dari tangga.. semua tamu undangan kagum dengan keanggunan tisya.. tisya sangat cantik dengan riasan pengantinnya. kini tisya dihadapkan dengan Riyan.. tisya begitu gugup matanya berkaca kaca.. iya terharu dan bahagia.. kini iya di duduk kan berhadapan dengan penghulu.. ketika hendak mengucapkan ijab kabul.. tiba tiba seseorang menghentikannya.. iya adalah ayah angkat riyan.. " tunggu!.. jangan lanjutkan pernikahan ini.. " kata papa angkatnya dan papa angkat riyan pun menjelaskan kebenarannya. mendengar kenyataannya Tisya seperti menelan pil pahit.. ternyata laki laki yang sebentar lagi jadi suaminya itu adalah kakak kandungnya sendiri. semua ini adalah rencana Rendi dan ibunya.
maaf ya sob...jika kata katanya berantakan.. saya baru pemula..
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla