Saat bunda kandung dari gadis yang kamu cintai ternyata adalah calon istri papamu yang artinya juga adalah calon mama sambungmu.
Apa yang akhirnya akan kamu lakukan?
Mempertahankan hubunganmu dengan gadis yang kamu cintai dan meminta papamu yang mundur, atau mengalah demi kebahagiaan papamu?
Reza Hutomo akan menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BOLEH TIDAK?
Sudah satu minggu lebih, Nadya belum bertemu Reza lagi, meskipun keduanya masih intens bertukar pesan dan saling menelepon. Kadang Nadya juga harus kucing-kucingan dengan sang bunda saat menerima telepon dari Reza.
"Hey, Nadya Chan! Dijemput itu sana Mas Res," ucap Lita saat motor gadis itu baru keluar dari gerbang sekolah. Lita sengaja berhenti sejenak di bawah pohon rindang yang ada di dekat sekolah, saat melihat motor Vixion merah Reza beserta sang empunya yang terparkir dekat halte.
"Hai! Sekarang naik motor?" Sapa Reza yang sudah mendekat ke arah Nadya dan Lita.
"Baru semingguan, Mas! Uji coba," jawab Lita seraya terkekeh. Sementara Nadya masih diam.
"Mau jemput Nadya Chan, ya, Mas?"
"Chantengan apa chancingan," tanya Lita kepo sambil sedikit berkelakar.
"Apa, sih, Lit!" Nadya memukul bahu sahabatnya tersebut.
"Apa? Aku kan cuma tanya." Jawab Lita mencari pembenaran.
"Lagian, nama Nadya Wulandari kok ya bisa jadi Nadya Chantengan," sambung Lita seraya tergelak yang sontak berhadiah pukulan dibahu lagi dari Nadya.
"Dasar Si Lit!" Cibir Nadya merasa kesal.
"Nad!" Panggil Reza lembut.
"Turun buru, Nad!" Usir Lita seraya memukul paha Nadya yang masih nangkring di jok belakang motornya.
"Ck!" Nadya merengut dan berdecak.
"Kenapa?" Tanya Reza yang sudah mendekat ke arah Nadya dan mentowel hidung remaja itu seperti biasa.
"Kata Bunda suruh jaga jarak dari Mas Res," jawab Nadya seraya mundur dua langkah dari posisinya semula.
Lita langsung tergelak dengan tingkah konyol Nadya tersebut.
"Kenapa memang?" Reza mengernyit heran.
"Biar nggak dilabrak sama istrinya Mas Res," jawab Nadya polos yang langsung membuat tawa Lita semakin kencang. Reza ikut tertawa dengan jawaban polos Nadya.
"Istri yang mana, eh? Calon istri aku aja belum lulus SMK gini!" Reza mencubit gemas kedua pipi Nadya.
"Mas Res!" Nadya mencebik karena sikap Reza yang selalu memperlakukannya bak anak kecil.
"Liat ini!" Reza mengeluarkan dompet dari sakunya dan menunjukkan KTP-nya pada Nadya.
"Belum kawin status aku, Nad!"
"Kamu nge-gemesin banget, sih!" Reza kembali mencubit gemas kedua pipi Nadya.
Pipi putih Nadya langsung berubah kemerahan.
"Mas Res!" Nadya yang kesal karena terus dicubit-cubit oleh Reza langsung merengut dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
"Apa? Mau makan mie ayam lagi?" Tanya Reza dengan nada genit menggoda.
"Ehem! Lita nggak ditawarin makan mie ayam, Mas Res?" Protes Lita yang sejak tadi hanya jadi obat nyamuk.
"Boleh kalau mau ikut," jawab Reza santai.
"Nggak ah! Jadi obat nyamuk doang nanti," sahut Lita seraya tergelak.
"Aku balik dulu, Nad! Mau mampir beli sabun sekalian." Pamit Lita yang sudah menyalakan mesin motor matic-nya.
"Lit, aku bareng!" Nadya buru-buru naik ke atas jok motor Lita saat sahabat Nadya itu mengusir Nadya dengan galak.
"Bareng Mas Res sana!"
"Hush! Hush!" Lita mengusir Nadya seperti mengusir ayam.
Ck!
Dasar Si Lit!
"Nad!" Panggil Reza lagu pada Nadya yang terpaksa turun dari motor Lita lagi.
"Udah, ya! Aku pulang duluan!" Pamit Lita seraya melambaikan tangan dengan lebay ke arah Nadya dan Reza.
"Bhay!" Lita sudah melajukan motornya ke arah jalan raya meninggalkan Nadya yang kini hanya menundukkan wajahnya.
"Kenapa, sih?" Tanya Reza heran karena sikap Nadya yang kembali malu-malu.
"Nggak kenapa-kenapa!" Jawab Nadya masih menundukkan wajahnya.
"Aku main ke rumah kamu boleh?" Tanya Reza lagi yang bagai sambaran petir di siang bolong bagi Nadya.
"Nggak boleh!" Jawab Nadya tegas dan menatap tajam ke arah Reza. Gadis remaja itu bahkan tak lagi menunduk malu sekarang .
"Kenapa? Aku kan pengen kenalan sama Bunda kamu, biar besok-besok kalau aku jemput kamu, Bunda kamu nggak marah lagi," ujar Reza memberikan alasan.
"Nanti Bunda ngamuk, Mas! Bunda itu nglarang Nadya pacaran dan minta Nadya fokus ke sekolah!" Nadya berucap dengan nada yang sedikit lebay.
"Iya kamu fokus aja sekolah! Aku kan juga jemputnya nggak tiap hari. Ngajak kamu main keluar juga nggak tiap hari," tukas Reza pantang menyerah.
"Ck! Nadya naik angkot aja!" Ujar Nadya yang sedang malas berdebat dengan Reza.
"Nad, Nad!" Reza meraih lengan Nadya dengan cepat.
"Aku antar pulang, ya!" Bujuk Reza sekali lagi.
"Nggak!" Tolak Nadya seraya memalingkan wajahnya.
"Ayolah!" Reza tetap pantang menyerah dan terus merayu Nadya.
"Mas Res nggak ke toko?" Tanya Nadya yang malah mengalihkan pembicaraan.
"Toko tutup hari ini karena Mas Mario sedang sakit dan aku mau ketemu calon mertua," jawab Reza sedikit berkelakar.
"Ish! Apaan, sih!" Nadya merengut ke arah Reza.
"Ayo, aku antar!" Bujuk Reza sekali lagi seraya menarik tangan Nadya dan membawa gadis itu ke arah motornya.
"Sampai depan rumah saja!" Ujar Nadya mengajukan syarat sebelum gadis itu naik ke atas motor Reza,
"Ketemu bunda kamu bentar, masa nggak boleh?" Reza sepertinya benar-benar pantang menyerah.
Ada apa sebenarnya dengan mas ganteng ini?
Udah kebelet pengen kawin?
Lalu kenapa malah merayu Nadya yang jelas-jelas masih kelas sebelas SMK?
"Nggak boleh!!" Jawab Nadya tegas dan lantang.
"Baiklah! Aku antar sampai depan rumah!" Reza akhirnya mengalah.
Nadya segera naik ke atas motor Vixion Reza.
"Nanti kamu jatuh kalau posisinya begitu, Nad!" ujar Reza mengomentari cara duduk Nadya yang menyamping.
"Trus harus bagaimana?" Tanya Nadya pura-pura polos.
"Seperti itu, tu!" Reza menunjuk ke arah dua anak STM yang baru saja lewat disamping mereka. Maksud Reza tentu saja Nadya harus membonceng dengan cara mengangkang.
"Ck!" Nadya berdecak dan masih belum mengubah posisinya.
"Rok kotak-kotak kamu longgar, kan?" Ucap Reza lagi yang sepertinya hafal betul dengan bentuk rok kotak-kotak Nadya yang memang longgar dan berlipit-lipit.
"Iya! Dasar bawel!" Gerutu Nadya yang akhirnya mengubah posisi memboncengnya.
"Lebih enak pakai motornya Mas Mario kayak waktu itu!" Pendapat Nadya lagi masih menggerutu.
"Besok Vixion-nya aku tukar jadi Vario" sahut Reza sedikit terkekeh.
"Nggak kelihatan gagah lagi dong, Mas!" Timpal Nadya ikut-ikutan terkekeh.
Motor Reza sudah melaju meninggalkan sekolah Nadya.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
jiwa bar² mu hilang sudah beda sama Reza ya 😅😅
mungkin karena sifat kalian sama
sebab sy dulu gak dilamar, mas bojo datang ujuk ujuk ngajak nikah...?????
kamarnya cuma via telepon yongalahhhhhhh.....
heheeeee tp Alhamdulillah udah 8th lewat membina rumah tangga... mudah mudahan hingga akhir nafasku 🖤
aku juga pernah begitu dulu salah nomer....
lebih tepatnya sengaja ngacak nomer... terus nyambung ke nomer lelaki ya huhhuuuuyyyyy...🤭🤭🤭🤭
kalo novel yg semalam saling berhubungan, rajut merajut, kadang Ampe lupa...
yg ini anak sapa😁😁😁😁
"kadang malah bisa muter balik, flashback ke novel yg udah finis"
ahhh ..segitu gak ada kerjaan nya diriku???