NovelToon NovelToon
GHEA: Cinta Lama Belum Usai

GHEA: Cinta Lama Belum Usai

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Ghea Adisti Biantara dan Alvino Sanjaya pernah menjalin hubungan cinta monyet yang kebablasan saat keduanya masih duduk di bangku SMA. Hingga sebuah kesalahpahaman membuat cinta monyet mereka menjadi kandas, ditambah Ghea yang berpindah kota setelah lulus SMA, membuat Ghea dan Alvin putus kontak sama sekali.

Tahun berganti dan Alvin tak sengaja bertemu kembali dengan Ghea namun di posisi yang serba sulit karena Alvin yang sudah memiliki kekasih sedangkan Ghea yang masih menunggu Alvin demi menjelaskan kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka di masa lampau.

Hingga suatu malam, Ghea melakukan satu kesalahan yang membuatnya harus mengandung anak dari Alvin. Namun karena Ghea sadar bahwa Alvin akan segera menikah dengan kekasihnya, jadi Ghea memilih untuk pergi dan tidak memberi tahu Alvin tentang kehamilannya.

Di satu sisi, Alvin yang baru saja kehilangan calon istrinya karena sebuah kecelakaan mendapat tugas dari Galen untuk mencari Ghea yang tiba-tiba menghilang dan tak bisa dihubungi

Akankah Alvin bisa menemukan Ghea kembali?
Dimana sebenarnya Ghea bersembunyi, dan bagaimana nasib Ghea beserta anak Alvin yang ada di kandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BODOH!

Ghea mengerjapkan matanya saat mendapati pemandangan yang sudah lama tak Ghea lihat. Tak banyak yang berubah dari pemandangan beberapa tahun lalu saat Ghea dan Alvin saling menghangatkan di dalam kamar ini.

Apa?

Ghea hendak bangun. Namun gadis itu merasakan kepalanya berdentum dan sebuah lengan yang melingkar di tubuhnya. Ghea segera berbalik untuk melihat siapa yang tidur bersamanya.

Alvin!

Memangnya siapa lagi?

Baju Alvin dan Ghea sudah tersebar di seantero kamar, menyisakan dua tubuh polos di atas tempat tidur yang hanya tertutupi sebuah selimut. Ghea sedikit mengerang dan segera bangun lalu duduk di atas tempat tidur Alvin. Gadis itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar Alvin yang benar-benar tak banyak berubah.

Kecuali satu foto di atas nakas yang terbingkai dengan apik.

Ghea ingat betul bingkai foto itu karena ia sendiri yang membuatnya , lalu menyisipkan fotonya bersama Alvin yang masih berseragam SMA dan meletakkannya di atas nakas kamar Alvin, sebagai hadiah anniversary jadian mereka yang pertama saat itu.

Namun kini foto di dalam bingkai itu sudah berubah menjadi gambar wajah Alvin dan Tiara.

Alvin milik Tiara.

Lalu sedang apa Ghea di kamar ini?

Menjadi selingkuhan Alvin dan penghangat ranjang pria ini?

Dasar bodoh!

Padahal Ghea hanya bermaksud mengantar Alvin pulang semalam, karena pria ini terlalu mabuk untuk mengemudi. Meskipun Ghea juga sama-sama mabuk, tapi setidaknya Ghea masih bisa menyetir mobil sampai ke rumah Alvin.

Lalu Alvin meminta Ghea mengantarnya ke kamar, dan dimulailah bujuk rayu Alvin tadi malam. Ghea yang kacau akhirnya terperdaya dan pasrah saja saat Alvin kembali menyentuhnya seperti beberapa tahun silam. Karena meskipun Ghea marah pada Alvin, dirinya tetap merindukan pria yang pernah menjadi cinta monyetnya tersebut.

"Bodoh!"

Ghea merutuki kebodohannya sekali lagi dan segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi di kamar Alvin, meninggalkan Alvin yang masih terlelap.

Ghea tak berlama-lama membersihkan diri. Jam di kamar Alvin juga sudah menunjukkan pukul enam pagi.

Ghea membuka lemari baju Alvin dan mengambil secara acak satu celana training dan sebuah hoodie warna abu-abu, lalu memakainya.

Gaun maroon yang semalam Ghea pakai, segera ia lipat kecil dan sumpalkan ke dalam sebuah paperbag.

Ponsel Ghea yang semalaman mati juga sudah menyala dan deretan pesan dari abang Galen segera menyeruak masuk. Ghea memesan taksi sebelum meninggalkan kamar Alvin dan rumah Alvin.

Masih bisa Ghea lihat sekilas, seorang wanita yang tengah berkutat di dapur. Sepertinya itu adalah tante Viola meskipun perawakannya sedikit berbeda.

Namun Ghea tak mau menyapanya dan memilih untuk pergi dengan mengendap-endap.

Taksi Ghea sudah tiba beberapa saat setelah Ghea keluar dari rumah Alvin. Ghea segera naik dan pergi ke bandara.

Ghea hanya ingin secepatnya sampai di rumah, memeluk sang Mommy, dan melupakan semuanya tentang Dean serta Alvin yang mungkin sebentar lagi akan menikah dengan Tiara.

****

"Alvin, kau sudah bangun?" Kak Audrey yang mendengar suara pintu gerbang seperti dibuka, segera memeriksa. Namun tak ada tanda-tanda keberadaan Alvin dan gerbang depan juga masih tertutup.

Aneh!

Kak Audrey baru saja akan masuk kembali ke rumah saat gerbang depan dibuka dari luar, dan Tiara masuk ke halaman rumah Alvin yag tak terlalu luas.

"Pagi, Kak Audrey! Nggak jalan-jalan pagi?" Sapa Tiara seraya melepas sepatunya di teras depan.

"Nggak. Sedang malas," jawab Kak Audrey mengendikkan kedua bahunya.

"Kau lihat Alvin di depan, Ra?" Tanya Kak Audrey selanjutnya pada pacar Alvin tersebut.

"Nggak ada siapa-siapa, Kak!" Jawab Tiara seraya menggeleng.

"Alvin udah bangun emangnya, Kak? Dari semalam Tiara kirim pesan nggak ada yang dibalas. Ponselnya ditelepon juga nggak diangkat," Tiara balik bertanya pada Kak Audrey dan sedikit memberikan laporan.

"Nggak tahu juga. Coba kamu periksa ke kamarnya!" Jawab Kak Audrey yang malah duduk di kursi teras sekarang.

Tiara meletakkan tasnya di kursi teras dan segera masuk ke rumah, lalu langsung menuju ke kamar Alvin.

"Vin!" Tiara mengetuk pintu sebelum mendorong pintu kayu coklat tersebut hingga menjeblak terbuka.

Kamar Alvin bak kapal pecah, dan baju Alvin yang tadi sempat berserakan sudah dikumpulkan oleh Ghea dan diletakkan di sudut ranjang.

"Astaga! Kebiasaan sekali tidur nggak pakai baju," gumam Tiara yang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Alvin, karena sebelumnya hanya separo tubuh pemuda itu yang tertutup selimut.

"Masih tidur, Ra?" Tanya Kak Audrey yang hanya melongokkan kepalanya di ambang pintu kamar Alvin.

"Iya, Kak! Kebiasaan sekali kalau libur kuliah bangunnya siang," sahut Tiara yang membuat Kak Audrey sedikit terkekeh.

"Sarapan dulu, Ra! Aku udah masak tadi," ajak Kak Audrey seraya berlalu dari kamar Alvin.

Tiara juga hendak menyusul sepupu Alvin tersebut, saat tiba-tiba Alvin mengigau atau mungkin sedang meracau.

"Ghe! Maafkan aku!"

"Jangan pergi lagi, Ghe! Aku mencintaimu."

Tiara menghentikan langkahnya dan berbalik untuk memeriksa Alvin yang rupanya masih memejamkan mata.

Ghe?

Siapa Ghe?

Tidak ada unsur suku kata Ghe di nama panjang Tiara.

Jadi, siapa sebenarnya Ghe?

.

.

.

Kelamaan ngedit naskah jadinya gara-gara keyboard eror 🙈

Hurufnya banyak yang nggak terketik, padahal tombol hurufnya udah dipencet 😪

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Si Memeh
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭
RithaMartinE
/Sob//Sob/
Laila Umroh
Luar biasa
Laila Umroh
Lumayan
Yeni Andiani
bagus
Saniah Wijayanti
Lumayan
Saniah Wijayanti
Luar biasa
Ran Aulia
cerita yg bikin gemes ,kok tlisipan terus 😂😂😂

terimakasih author 👍👍👍😍😍😍😍
Maria Magdalena Indarti
sedih
Maria Magdalena Indarti
jangan pisah lagi
Maria Magdalena Indarti
yeee Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
aduh... Ghea ga ktm Alvin lg. kapan donk gemes
Maria Magdalena Indarti
kpn Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
yah Ghea ga ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
Alvin & Ghea salah paham terus
Maria Magdalena Indarti
pasti Alvin kecewakan Ghea
Maria Magdalena Indarti
Juna lupa sm gadis baju Maron
Maria Magdalena Indarti
wah.,.... kl Alvin antar Yuna ktm Lily pasti ktm Ghea donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!