Dian yang lagi sakit hati setelah mengetahui pacarnya berselingkuh dengan teman baiknya akhirnya pergi ke bar untuk mabuk - mabukan, setelah mabuk Dian memesan kamar hotel tapi Dian malah salah masuk kamar, Dian masuk ke kamar seorang CEO muda yang sangat tampan.
CEO yang sulit didekati oleh para wanita tapi malah jatuh cinta kepada Dian saat pertama kali melihatnya.
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutoharoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daffa Akan pindah Di samping Rumah Dian
"Ibu setuju kok kalau misalnya kamu sampai bersatu sama Daffa dan ibu tidak akan melarang hubungan kalian ." kata mamah Daffa.
Kemudian Dian langsung terdiam.
"Oh iya siapa nama kamu tadi kamu belum sempat memperkenalkan diri tapi malah langsung menuduh ibu datang kesini untuk menjauhkan kamu dan Daffa ." kata mamah Daffa.
"Nama aku Dian, Bu ." kata Dian.
"Oh ternyata nama kamu Dian ." kata mamah Daffa.
Tidak lama Setelah Itu Terdengar suara pintu rumahnya Dian ada yang mengetuk, Dian langsung berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
"Fadil, ngapain kamu kesini lagi ." kata Dian saat tau kalau yang mengetuk rumahnya adalah Fadil.
Mamahnya Daffa yang lagi berada di ruang tamu melihat laki - laki yang sedang mengobrol sama dian kemudian mamahnya Daffa langsung bertanya kepada si kembar.
"Dan, Den siapa laki - laki yang lagi mengobrol bersama mamah kalian ? tanya mamahnya Daffa.
"Om Fadil nek Saingannya Papah ." kata Dani.
"Berarti laki - laki itu suka juga sama mamah kalian ." kata Mamah Daffa.
Kemudian si kembar langsung Menganggukkan Kepalanya.
"Aku boleh masuk kedalam enggak ." kata Fadil.
"Enggak boleh ." kata Dian.
"Kenapa ? tanya Fadil.
"lagi ada tamu ." kata Dian.
Kemudian Fadil langsung melihat kedalam rumahnya Dian Dan Fadil melihat seorang ibu - ibu yang lagi duduk di ruang tamu bersama Si kembar.
"Siapa Ibu itu An ? tanya Fadil.
"Neneknya Anak - anak ." kata Dian.
"Maksud kamu mamahnya Daffa ? tanya Fadil.
"Iya ." jawab Dian.
Kemudian Fadil langsung masuk kedalam rumah Dian dan menghampiri mamahnya Daffa.
"Halo Tante ." kata Fadil sambil tersenyum ke arah mamahnya Daffa.
"Kamu siapa ? tanya mamahnya Daffa.
"Aku Fadil Tante, aku juga kenal sama Daffa ." kata Fadil.
"Oh ." jawab mamahnya Daffa.
"Fadil siapa yang nyuruh kamu masuk kesini tadi kan aku tidak mengizinkan kamu masuk kedalam ." kata Dian.
"Aku cuma pengin menyapa mamahnya Daffa kok ." kata Fadil sambil ketawa.
"Nenek, ayo masuk ke kamar kita ." kata Deni sambil menggandeng tangan mamahnya Daffa Berjalan ke arah kamarnya sesampainya mereka bertiga di dalam kamar Dani langsung mengunci pintu kamarnya supaya Dian tidak bisa masuk kedalam.
"kalian berdua mau bicara apa sama nenek ?
sampai mamah kalian tidak boleh mendengarnya ." kata mamah Daffa.
"Nenek mau bantuin kita berdua tidak ." kata Dani.
"Bantuin apa ." kata mamahnya Daffa.
"Bantuin menyatukan mamah dan papah supaya mereka bisa bersatu ." kata Deni.
"Kalau itu sih nenek juga setuju dan nenek juga pasti akan bantuin kalian ." kata mamahnya Daffa sambil tersenyum.
"terima kasih nek ." kata si kembar sambil memeluk neneknya.
Sementara itu diruang tamu terlihat Dian yang sedang mengobrol bersama Fadil.
"Emang kamu mau menikah sama Daffa an, Sampe mamanya Daffa datang kesini ." kata Fadil.
"mamahnya Daffa datang kesini cuma mau ketemu sama cucu - cucu nya bukan nyuruh aku nikah sama Daffa ." kata Dian.
"Jadi sekarang mamahnya Daffa sudah tau kalau Daffa sudah punya anak sama kamu ." kata Fadil.
"iya ." jawab Dian.
"Emang mamahnya Daffa tidak marah sama kamu An, karena kamu dulu sudah menggoda anaknya ." kata Fadil sambil ketawa.
"ngomong apaan sih kamu Dil ." kata Dian.
Kemudian Fadil langsung ketawa.
"Kalau masalah tentang mamah kamu gimana An, mau Sampe Kapan kamu terus sembunyikan si kembar dari mamah kamu ." kata Fadil.
"Aku juga tidak tau Dil mau Sampe Kapan aku sembunyikan anak - anak dari orang tua ku ." kata Dian.
"Kalau Orang tua kita terus memaksa kita buat nikah gimana ." kata Fadil.
"Itu masalahnya yang bikin aku bingung Sampe sekarang ." kata Dian.
"kamu emang tidak mau menikah sama aku an ? tanya Fadil.
"Enggak ." jawab Dian.
Tidak lama setelah itu terdengar suara pintu ada yang mengetuk nya lagi.
"Siapa lagi sih yang mengetuk pintu, perasaan hari ini banyak banget orang yang datang kesini ." kata Dian sambil berjalan ke arah pintu rumahnya.
"Siang Nona ." kata Daffa Sambil tersenyum saat melihat Dian membukakan pintu untuknya.
"Kamu ." kata Dian Kaget saat tau yang mengetuk pintu rumahnya adalah Daffa.
"Mamah aku ada didalam kan ? aku kesini mau jemput mamah aku ." kata Daffa.
kemudian Daffa langsung masuk kedalam rumah, Daffa sangat kaget waktu melihat Fadil yang sedang berada di ruang tamu.
"bos, akhirnya kita ketemu lagi ." kata Fadil saat melihat Daffa berjalan ke arahnya.
"ngapain kamu ada disini ? tanya Daffa.
"aku sekarang sudah jadi tetangganya Dian, jadi aku bisa main kesini kapan saja ." kata Fadil.
"Maksud kamu apa ? tanya Daffa.
"Aku sudah membuka restoran di seberang apartemen Dian sesuai dengan perkataan ku waktu itu ." kata Fadil.
"Kamu bener - bener cari masalah yah sama aku ." kata Daffa.
"Tenang aja bos, sekarang kan kita sudah jadi teman jadi aku tidak mungkin mencari masalah sama kamu tapi aku mau bersaing secara sehat sama kamu buat dapatin dian ." kata Fadil sambil berbisik ke telinganya Daffa supaya tidak di dengar oleh Dian.
"Kalian berdua lagi bicara masalah apaan sih Sampe bisik - bisik Gitu ." kata Dian sambil berjalan menghampiri Daffa dan Fadil, Dian baru selesai menutup pintu rumahnya.
"Tidak bicara apa - apa kok an, aku pergi dulu yah gampang nanti malam aku kesini lagi ." kata Fadil.
kemudian Fadil langsung keluar dari apartemen Dian.
Dian langsung melihat ke arah Daffa.
"Ngapain kamu malah datang kesini, Emang kamu tidak takut kalau nanti di cariin sama calon istri kamu ." Kata Dian.
"Aku belum punya calon istri, nona ." kata Daffa.
"Semua Cowo sama aja tidak ada yang bisa di percaya sama omongannya ." kata Dian.
"Aku sama Feby beneran tidak ada hubungan apa - apa, Aku sudah bicara jujur sama kamu tapi kenapa kamu tetap tidak percaya sama omongan aku ." kata Daffa.
Dian langsung terdiam.
"Ada apa ini ." kata Mamah Daffa.
mamah Daffa dan Si kembar baru keluar dari kamar.
"Papah ." kata Dani Dan Deni.
mereka berdua langsung berlari ke arah Daffa dan langsung memeluk papahnya.
"Kapan Papah Datang kesini ." kata Dani.
"Papah baru Sampe barusan ." kata Daffa sambil tersenyum ke anak - anaknya.
"Kamu kesini mau jemput mamah fa ." kata Mamah Daffa.
"Iya mah, mamah sudah mau pulang belum ." kata Daffa.
"Udah ." kata Mamah Daffa.
Kemudian Mamah Daffa langsung berpamitan ke si kembar dan Dian, Setelah berpamitan Daffa dan mamahnya langsung keluar dari Apartemennya Dian, Terlihat Daffa Dan mamahnya yang sedang mengobrol sambil berjalan ke arah mobilnya Daffa.
"Mah, Mulai besok pagi Daffa Akan pindah ke apartemen Di sampingnya Dian ." kata Daffa.
"Kenapa sangat mendadak fa ? tanya Mamah Daffa.
"Daffa tidak akan membiarkan Fadil terlalu dekat sama Dian dan anak - anak ." kata Daffa.
"Jadi kamu mau pindah ke apartemen samping nya Dian buat mengawasi mereka ? tanya Daffa.
"Iya, mamah setuju kan kalau Daffa pindah di samping Dian." kata Daffa.
"Setuju ." kata mamah Daffa.
Mampir juga dong di novel aku
"Pernikahan impian"
Makasih