Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Setyo
Larasasti
Pagi yang mengejutkan bagi laras ketika Diman salah satu pegawai kepercayaan mas setyo menghubunginya diwaktu menjelang subuh, " pagi bu,,saya mau mengabarkan bapak masuk rumah sakit semalam,tapi kondisi sudah membaik bu,sudah ada pak putra juga bu disini, " ucap Diman saat subuh tadi disambungan telepon dengannya,membuat laras lemas seketika,bayangan bayangan buruk terlintas begitu saja difikirannya meskipun diman mengabari jika sang suami dalam keadaan baik,laras mencoba menenangkan hatinya " semua akan baik baik saja.." ucapnya mencoba kembali menenangkan hati.
" kak ara...laras masuk kedalam kamar sang anak gadisnya dan mendapati tiara yang baru selesai dengan shalat subuhnya.
" iya bu...
" ibu akan ke surabaya,,kamu jaga adik adikmu ya,,nanti ibu titip juga sama Bu imas,ucapnya menampilkan senyum.
tiara menautkan alisnya heran," kenapa mendadak bu? bukannya bulan depan ayah pulang kejakarta?
" ayah sakit nak,jangan beritahu adik adikmu,kalau urusan ibu sudah selesai disana,secepatnya ibu pulang kejakarta ya,,doakan ayah ya kak,,,ucapnya menggenang air mata,mencoba menahan rasa sedihnya.
" ayah sakit...!!! apa jantungnya kambuh lagi bu? tebaknya dengan rasa penuh kekahawatiran.
laras mengangguk lemah,dia membawa tiara kedalam pelukannya,tiara pun ikut menangis dalam pelukan sang ibu.
hingga keduanya melepaskan pelukan saat ponselnya kembali berdering, " Mba ingrid?? ucapnya lirih kemudian mengangkat sambungan telepon tersebut.
Tepat pukul tujuh pagi,laras berangkat kesurabaya bersama Mas Danu,Mba ingrid dan seorang pria muda entah siapa,sebelummnya dirinya mendapatkan telepon dari mba ingrid bahwa mereka akan menjemputnya dirumah menuju bandara untuk terbang kesurabaya bersama,sungguh kelegaan tersendiri baginya,tak ada penumpang lain selain mereka dan dirinya,berulangkali Mba ingrid mencoba menenangkan dirinya yang kembali menangis didalam pesawat, " tenanglah laras..semua akan baik baik saja...anakku ada disana menjaganya " ,dirinya menganggukan kepalanya,sungguh amat berterimakasih mendapatkan sahabat yang sangat peduli pada keluarganya.
Mereka tiba dirumah sakit tempat mas setyo dirawat saat siang hari,melihat seorang pria terduduk dikursi depan ruang tunggu dengan penampilan kacau dan kedua tangan yang menutupi wajahnya,dirinya sempat merasa khawatir jika terjadi hal hal buruk kepada suaminya.
" nak...ucap mas danu menyapanya dan sang pria mengadah menatap mas danu dengan ekspresi kaget.
" hmm ayah..ud..udah sampai?? hmm...itu yah...didalam ada dokter yang lagi periksa,.ucapannya seperti orang linglung entah kenapa,sampai mata kami saling berpandangan dan dia tersenyum ramah meski raut canggungnya masih terlihat.
" laras...ini anakku Yudha putra baskoro,kau masih ingat?? ,ucap mas danu mengenalkan.
laras membulatkan matanya tak percaya,anak yang dulu selalu bermain bersamanya berubah menjelma menjadi seorang pria dewasa yang tampan,meski saat ini tampilannya terlihat kacau,
" ya ampun...kamu putra?? yang dulu segini?? ucapnya mengarahkan tangan kananya sampai dada mencoba menebak nebak saat terakhir mereka bertemu,dan putra menyalami tangannya sopan.
" siang tante,,tante sendiri? ucapnya seperti mencari cari entah siapa.
" iya...anak anak tante ditinggal dijakarta,
cklek...seorang dokter pria dan dua perawatnya keluar dari dalam kamar rawat,mengalihkan pandangan semua orang yang ingin tahu kondisi mas setyo.
" bagaimana kondisinya dok,tanya laras khawatir.
" pak setyo saat ini dalam kondisi stabil,beruntung langsung dibawa kerumah sakit jadi bisa langsung kita tangani,,tadi pak setyo sudah siuman tapi saya sarankan jangan berikan pasien beban fikiran yang berat atau sesuatu yang bisa memicu jantungnya kembali,seperti stres,sedih,marah,atau emosi yang berlebihan..buatlah hatinya menjadi lebih menyenangkan,bisa dengan menghiburnya atau memberikan apapun keinginanya asal hatinya senang itu akan lebih baik,jelas sang dokter.
" untuk yang mau berkunjung,hanya bisa satu orang ya,,bisa dilakukan secara bergantian,menghindari kebisingan agar tak memicu jantungnya kembali,jelas sang dokter lagi.
akhirnya dirinya masuk terlebih dahulu,hatinya sungguh teriris mendapati sang suami yang selalu tersenyum kini terbaring lemah diatas ranjang pasien.
" ayah...ucapnya lirih saat mendekat ranjang.
mas setyo menoleh pelan,dan tersenyum hangat kepadanya sungguh pemandangan yang mengiris hatinya saat ini.
" dimana anak anak bu? ucapnya terdengar lemah.
" anak anak dijakarta,kutitipkan kepada Bu Imas,ayah gak perlu khawatir ya.
mas setyo kembali tersenyum menatap dirinya yang meneteskan air mata.
" nak putra dimana? ucapnya kembali dengan lirih.
" kenapa? dia kembali kehotel untuk istirahat yah,
mas setyo menganggukan kepalanya pelan,
" dia anak baik bu,,semalaman menungguku disini..dia anak baik,,ucap mas setyo lagi.
" sudah...ayah istirahat saja dulu,,nanti kita bic.....ucapannya terpotong saat mas setyo kembali berucap.
" aku berencana untuk menjodohkan ara dengan nak putra bu,aku sudah bicara dengan nak putra tadi pagi,,ucapan mas setyo tentu membuatku syok sesaat,namun kuredam rentetan pertanyaan agar tak menimbulkan masalah untuk jantungnya.
" ayah istirahat saja,kita bicara lagi kalau ayah dalam kondisi baik ya,,,ucapnya lembut namun mas setyo menggelengkan kepalanya lemah,
" panggilkan Danu,
" ayah...kita bicarakan nanti ya..
" tidak bu,,kumohon panggilkan Danu..
laras akhirnya menuruti keinginan mas setyo,ingin rasanya dia berdebat dengan mas setyo namun laras memilih diam,mungkin mas danu bisa memberikan pengertian kepada mas setyo,keinginannya ini sungguh tak masuk akal fikirnya,
Lama sekali mas danu berada didalam kamar rawat bersama mas setyo,ada rasa kekhawatiran didalam dirinya,berulang kali mba ingrid bertanya namun dirinya enggan menceritakan keinginan suaminya itu,hingga pintu kamar kembali terbuka,menampilkan sosok mas danu yang tersenyum kearahnya dan mba ingrid secara bergantian.
dengan rasa penasaran yang masih berputar didalam kepalanya,dirinya beranjak hendak masuk kembali kedalam kamar namun mas danu melarangnya.
" setyo sedang istirahat,mungkin obatnya baru bekerja,kita tunggu saja kembali sampai setyo siuman ",dan laras mengangguk kembali duduk berdampingan dengan ingrid.
" laras...maaf jika aku berucap tak sopan disaat seperti ini dan mungkin tak menyenangkan bagimu,,,,,tapi aku setuju dengan keinginan setyo.
laras dan ingrid menatap danu heran,ingrid yang tak tahu apapun bertanya balik kepada mas danu,namun dirinya yang memang sudah tahu apa keinginan sang suami hanya bisa terdiam.
" kita akan tunggu sampai setyo kembali sadar,,jika ucapannya serius maka akupun akan menganggapnya serius laras,,dan kau bisa membicarakan dengan setyo kembali,keputusan tetap ada ditangan kalian berdua,,aku hanya ingin mengucapkan bahwa aku setuju jika itu harus terjadi,ucap mas danu kembali,mba ingrid yang masih bertanya tanya dan ucapan mas setyo kembali berputar putar membuatnya memilih diam untuk saat ini,dirinya benar benar tak bisa berfikir dan sangat heran dengan permintaan aneh sang suami yang sangat mendadak ini.
........................................................................
didalam hotel yudha terdiam melamun,dirinya yang sudah mandi,sarapan dan terlihat sudah sangat segar membatalkan rencananya yang akan kembali kerumah sakit menemui kedua orangtuanya dan paman setyo.
cklek..bagus masuk kedalam kamar,dirinya yang hendak menjemput sang bos kembali kerumah sakit sesuai rencana namun mendapati sang bos terduduk melamun,bahkan mengabaikan suara sapaan dari bagus.
" pak..pak..ucap bagus mengibaskan telapak tangannya namun tak ada reaksi,hingga bagus keluar dari Mode sekretarisnya menjadi sosok sahabat.
" Woyyyy..!!!!.siang siang melamun,,kesambet ntar gue yang repot... seloroh bagus yang sering tak sopan.
" Brengsek...!!! dengus yudha yang terkaget mengelus dadanya dan menatap tajam bagus.
bagus hanya terkekeh melihat yudha yang kaget,
" he he he sorry...ini bukan dikantor jangan marah...
" ngapain kesini??? kesal yudha.
" kan mau balik kerumah sakit? jadi gak?? mobil udah nunggu dibawah..ucap bagus santai dan ikut mendudukan dirinya dikursi.
" ck...yang sopan..!!..seloroh yudha masih kesal.
" eitss...ini bukan jam kerja dan kita gak lagi dikantor...ayolah kaku banget,capek tau harus formal terus,,bagus yang memang sudah kenal dengan keluarga yudha memang ini lah sikap aslinya,,cuek,santai namun bisa berubah jika dalam kondisi tertentu,dan sangat bisa diandalkan.
yudha kembali melamun tak menghiraukan sekretaris gilanya itu.
" kenapa sih...cerita lah,,kayak sama siapa aja..bagus tersenyum menatap yudha.
yudha menatap malas bagus,,namun bagus kembali berucap," gak mau??yaudah gak masalah...tapi gue kasih tau nih ya,,mendem masalah itu gak bae,,,capek sendiri iya,terselesaikan juga enggak...ucap bagus tak lupa dengan senyuman menyebalkannya.
namun yudha hanya meliriknya sekilas tak mengindahkannya.
" rahasia perusahaan aja gue jaga,apalagi kek beginian yaelahhh cincai... enggak percaya sama gue?? gak masalah...ucap bagus kembali menaikkan alisnya terlihat semakin menyebalkan bagi yudha.
hening sesaat,yudha yang masih memikirkan ucapan yang sangat membingungkan dan bagus yang mulai teralihkan dengan memainkan ponselnya.
" paman setyo minta gue nikah sama anaknya ",
akhirnya dengan berat hati ucapanya terlontar juga dari bibir yudha,membuat bagus yang sedang memainkan ponselnya terdiam sebentar menatap sang bos yang menampilkan raut wajah resah seperti menahan sesuatu.