NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sesampai nya di kampus, Nino turun dari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Meira. "silahkan nona Monarch" ucap Nino dengan senyum usil nya.

"nama ku Meira Anastasia Gultom, bukan Monarch." saut Meira yang hendak turun dari mobil.

"bye nona Monarch." bisik Alexi sebelum Meira keluar.

"ck" Gadis itu mengabaikan perkataan Alexi, dan lanjut berjalan menuju ke dalam kampusnya. di sebuah parkiran kampus beberapa orang mahasiswa yang berlalu lalang memperhatikan ke arah mobil Alexi yang cukup mewah. Di tambah lagi mereka melihat Meira yang ke luar dari mobil itu yang menjadi pusat perhatian.

"ayangi. . . ." teriak seorang gadis dari belakang Meira.

Ia langsung menoleh ke arah sumber suara yang tak asing baginya, dan ternyata benar hanya Ayumi lah yang terkadang memanggil Meira dengan sebutan ayangi kata lain dari sayang. Ayumi menghampiri Meira dan merangkul nya menuju kelas.

"kenapa dari semalam kau tidak menjawab telpon dan pesan ku? membuatku khawatir saja tau gak."

"di culik."

"hah?! di culik siapa? kamu gak di apa-apain kan? ada yang luka?" beberapa pertanyaan Ayumi keluarkan dengan penuh khawatir.

"orang gak waras . . asshhh benar-benar menyebalkan."

"siapa yang kau maksud?"

" Alexi Monarch!!" ucap Meira dengan suara menekan dan tatapan yang penuh kekesalan.

"oh my God.. pria tampan yang seperti manusia salju itu? untuk apa dia menculik mu?" ucap Ayumi dengan begitu kaget.

"jangan di bahas atau ku robek mulut mu itu."

"Yaa... kenapa jadi galak seperti ini?"

Meira melanjutkan langkahnya dan mengabaikan temannya itu, sampai di sebuah lorong ia berpapasan dengan Devan yang selama ini mengejarnya namun selalu gagal. Devan melambaikan tangan nya dan menyapa gadis di hadapannya. begitu juga dengan Meira yang membalas lambaian tangan Devan.

Bukan tanpa alasan Meira menjaga jarak dengan Devan, namun demi menjauhi permasalahan dengan seorang wanita yang juga menyukai Devan yang sekaligus membenci Meira karena merasa tersaingi. Belum sempat Devan bicara dengan Meira, seorang gadis berlari ke arah pria itu dan menggandeng tangannya. "Van.. aku cariin kamu dari tadi kok malah disini sih?" ucap Bella dengan begitu manja.

Tanpa sepatah kata, Meira pergi dari tempat itu yang di susul dengan Ayumi. Sementara dengan Devan, ia mencoba melepaskan tangan Bella dari gandengannya. "berhenti bersikap seperti itu." ucap Devan yang pergi meninggalkan gadis centil itu.

"Van.. tunggu. . ." ucap Bella mengejar Devan.

"apa lagi sih bell? sudah ku bilang berapa kali jangan dekati aku dengan sikap manja mu itu!"

"aku manja cuma sama kamu Van! kenapa kamu gak pernah melirik ku sedikitpun? berhenti mengejar dia yang jelas-jelas tidak menginginkan mu!"

"cukup! masalah aku dengan dia bukan urusan kamu!"

Devan melanjutkan jalan nya dan meninggalkan Bella sendiri.

"ch, semua ini gara-gara kamu Meira!" gumam Bella dengan suara yang menekan dan begitu marah.

**

Florence group

Ini bukan kali pertamanya sekretaris Bai mendatangi perusahaan Florence, ia datang tentu saja untuk menemui Sakha CEO sekaligus pemilik perusahaan itu. Sekretaris baj tidak datang dengan tangan kosong, tentu saja ada berkas yang menemaninya dan menjadi saksi bisu diantara Sakha dan dirinya.

"ini berkas yang anda minta, laporan keuangan bulan ini dan berkas lainnya." ucap sekretaris Bai yang memberikan beberapa berkas pada Sakha.

Pria itu hanya menyeringai dan mengambil beberapa berkas yang di bawakan oleh sekretaris Bai.

"apa Meira telah kembali?"

"sepertinya belum, orang yang di tugaskan menjaga rumah nya belum melaporkan apapun." jawab sekretaris Bai.

"sudah ku duga, dialah di balik semua ini."

"maksudnya dia?"

"kamu tau sendiri siapa yang saya maksud."

"kembali lah jangan sampai ada yang curiga terutama dia."

"baik tuan."

sekretaris Bai pun bergegas keluar dari ruangan pribadi Sakha dan segera kembali ke perusahaan NH.

*

Yuanxian group

Seorang pria muda berdiri tegap di hadapan sebuah cermin dengan seorang pria lainnya yang tengah sibuk mengukur lebar bahu dan lengan tuan muda itu dengan sebuah meteran pita. Nino pun membuka pintu dan masuk menghampiri pria itu.

"katakan."

"sepertinya mereka memang merencanakan sesuatu, dan saya dengar kemarin malam dia bertemu dengan nyonya Yoona di depan rumah nona Meira dan melanjutkan obrolannya di sebuah cafe." jelas Nino.

"siapa wanita itu?"

"ibu dari non Meira."

"jadwalkan untuk pertemuan dengannya."

"tapi dia tidak disini tuan, satu jam lalu dia pergi ke bandara untuk kembali dengan suami nya ke negara S."

Setelah selesai melakukan pengukuran, Alexi kembali duduk dan mengambil ponselnya yang terletak di sebuah meja. Ia menelpon seseorang untuk melakukan pemblokiran penerbangan atas nama Yoona dan menyuruhnya untuk membawa wanita itu ke villa pribadinya yang tidak banyak di ketahui orang.

"siapkan mobil, kita ke vila 30 menit dari sekarang."

"baik tuan."

Bandara

Beberapa orang suruhan Alexi telah sampai di bandara, namun 5 menit yang lalu sebelum Alexi memerintahkan semuanya, Yoona telah berhasil masuk ke dalam pesawat. Sebelum pesawat itu lepas landas, bawahan Alexi berhasil masuk kedalam nya dan membawa Yoona kembali keluar dengan mengunakan nama Meira sebagai alasannya.

"dimana Meira? dan siapa kalian?" tanya Yoona.

"diamlah, ikut kami dan kamu akan segera mengetahui keberadaan putri anda." ucap seorang bawahan Alexi.

Dengan terpaksa, Yoona ikut bersama dengan mereka, dan membiarkan suaminya kembali seorang diri. Sepanjang perjalanan hanya kecemasan yang wanita itu rasakan, Walau ia telah meninggalkan Meira dari kecil namun, rasa kasih sayang nya pada Meira tidak pernah berubah, dan kini ia hanya ingin memperbaiki dan menebus kesalahannya di masa lalu.

Satu jam berlalu, akhirnya Yoona dan beberapa orang yang bersamanya telah sampai di sebuah villa. Kedatangan ia di sambut oleh seorang pelayan yang bekerja di villa itu dan mengantarkan nya ke halaman belakang dimana Alexi telah menunggu.

"dimana putri saya?" tanya Yoona dengan begitu cemas ketika ia tidak melihat putrinya.

"duduklah dulu dan nikmati minumannya." ucap Alexi dengan santainya sambil menyeruput secangkir teh.

Yoona pun menuruti dengan apa yang di katakan Alexi. Ia duduk di hadapan seorang pria tampan itu dan meneguk teh yang ada di hadapannya.

"kamu tidak perlu cemas, Meira baik-baik aja selama kamu mengikuti kemauan saya."

"maksud kamu? kenapa saya harus mengikuti kemauan mu? dan siapa kamu sebenarnya?"

"kamu gak perlu tau siapa saya, hanya satu hal yang perlu kamu lakukan, izinkan putri mu menikah dengan ku."

"apa-apaan semua ini? kenapa dia harus menikahi mu? beri saya satu alasan kuat."

"untuk menyelamatkannya."

"Nino.. berikan suratnya" sambung Alexi.

Nino pun memberikan selembar kertas yang berisi sebuah perjanjian dan persetujuan bahwa Yoona akan memberikan putrinya pada Alexi dengan sebuah ikatan pernikahan.

***

Bersambung. . .

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!