NovelToon NovelToon
Menikah Karena Ijbar

Menikah Karena Ijbar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:683.7k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :
Apa yang salah dengan pernikahan Maula dan Khayru? Hingga mereka putuskan untuk berpisah. Apa karena pernikahan mereka tidak lazim? Usia yang terpaut terlalu jauh, atau mungkin konflik batin terlalu berat yang dialami anak seusia Maula, membuat dia melawan perasaannya sendiri.

Terlepas dari itu semua, mereka saling menyayangi dan mengasihi hingga waktu pun tak mampu merubah keadaan dan perasaan yang ada.

Cukupkah perpisahan untuk menyadarkan mereka? Atau mungkin membuat keduanya semakin terbiasa?

Ikuti kisah cinta seorang gadis yang sudah dinikahi kakak angkatnya sejak dia berusia sepuluh tahun. Bagaimana perjalanan cinta seorang adik, harus berubah menjadi cinta seorang istri terhadap suami?

Note :
Hak IJBAR wali merupakan bentuk kekuasaan seorang wali mujbir (ayah & kakek) untuk menikahkan putri/cucunya tanpa persetujuan yang bersangkutan, secara paksa atas dasar tanggung jawab. Ini dilakukan dalam bentuk perlindungan seorang ayah terhadap putrinya karena dirinya dipandang lemah/tidak memiliki kemampuan untuk bertindak.
(Dikutif dari berbagai sumber)

Mohon maaf jika dalam tulisan ini terdapat banyak kesalahan. Mohon dimaklumi, saya masih belajar. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. On the way Lombok

“Dek. Kamu dah siapin barang buat besok?”

Khayru masuk sebentar ke kamar Maula sebelum dia keluar karena ada sedikit urusan.

“Loh, ini apa? Berantakan banget?” tanyanya seraya mengerutkan kening.

“Abang gak lihat? Ini perlengkapan sanitasi, kamera, sandal, obat-obatan, kacamata, head set, sama ....” Maula menyebutkan satu per satu dari mulai A Sampe Z, barang-barang yang ingin dia bawa esok hari.

“Ngapain repot bawa beginian? Semuanya ada di hotel, kita tinggal pake aja nanti. Beresin lagi semuanya. Kita bawa yang benar-benar diperlukan saja, udah cukup.”

“Ini semua bukannya penting, Bang?”

“Enggak. Itu malah bikin repot perjalanan kita nanti. Kita cukup bawa beberapa baju saja dari rumah. Udah.” Kakinya kembali melangkah menuju pintu.

“O ya, jangan lupa baju Abang disiapin sekalian, ya. Itu juga kalau kamu masih mau ikut liburan, loh. Kalau enggak, gak apa-apa.”

“Aku boleh bawa bikini, ya, Bang?!” Maula setengah berteriak membuat Khayru kembali memutarkan kepalanya. Dia hanya menjawab dengan gerakan tangan yang pura-pura akan melepas sepatu dan ingin melemparnya ke arah Maula serta memperlihatkan dahinya yang berkerut.

“Ampun, Bang. Ampuuuun!”

Maula tergelak dibalas Khayru dengan gerakan tangan yang menyilang di leher sambil membulatkan bola matanya. “Kamu tahu apa artinya?”

“Mati?”

“Hmm ....”

“Ampun ya tuh Bhambhang! pengen bunuh gue cuma gara-gara pake bikini doang.” Maula menggelengkan kepalanya sambil berdecak.

Dua jam sebelum keberangkatan, mereka sudah tiba di bandara karena ada beberapa hal yang harus diurus terkait *boarding pass*. Hanya menunggu sebentar, pengumuman keberangkatan pun mulai terdengar dari pengeras suara.

***Your attention please, passengers of Garuda Indonesia on flight number GA328 to Lombok, please boarding from door A12, Thank you***.

***Mohon perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Lombok dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12***.

Khayru menarik tangan Maula, sementara tangan lainnya menarik sebuah travel bag berisi barang-barang mereka yang dikemas menjadi satu. Mereka berjalan melewati pintu A12 menuju pesawat yang akan segera take off sesuai jadwalnya.

Semua penumpang mulai menempati kursinya masing-masing sementara *Pramugari annauncement* sayup-sayup mulai terdengar khas dengan suaranya yang merdu. Memberi arahan dan pengumuman demi penerbangan yang nyaman selama dua jam lebih ke depan.

Khayru menatap jam tangannya yang tengah menunjuk angka satu. “Kita akan sampai di sana sekitar pukul tiga sore waktu setempat. Jadi kita bisa tidur siang dalam pesawat,” ucapnya sambil memejamkan mata lalu menarik kepala Maula ke pundaknya supaya mereka sama-sama tidur.

“Tapi aku gak ngantuk. Kita ngobrol aja, ya Bang.” Maula menarik kepalanya dari pundak Khayru.

“Ya udah. Kamu ngomong aja. Abang dengerin sambil merem. Kalau Abang gak jawab pertanyaan, kamu tepuk dengan keras pundak Abang.”

“Abang inget, gak, kapan terakhir kita Lombok?”

“Waktu usia kamu masih delapan tahun,” jawab Khayru dengan yakin. “Bertepatan dengan hari ulang tahun Mama. Kita merayakannya di sana. *Candle light dinner* berempat di tepi pantai. Romantis sekali,” terangnya sambil mengulas sebuah senyuman.

Namun, tiba-tiba hening. Khayru membuka matanya perlahan mengalihkan pandangan pada Maula yang berada di sampingnya. Dia segera merangkulnya karena ternyata Maula tengah tergaris oleh kenangan orang tua.

“Jangan sedih,” lirihnya sambil mengusap dan menciumi ujung kepala Maula. “Mama sama Papa gak pernah suka liat anak-anaknya bersedih.”

“Aku gak sedih. Aku cuma kangen aja.” Selain matanya yang basah, ternyata hidung Maula juga sedikit berair. Dia menyekanya dengan ujung jaket Khayru hingga hidungnya menjadi merah, dan matanya tiba-tiba menjadi ngantuk.

“*Ish ... joroknya itu, loh, tetep gak berubah*.”

Namun, Khayru mengurungkan niat untuk menyentil kening Maula ketika dia lihat anak itu mulai tertidur di bahunya. Dia hanya memandangi sebelum akhirnya Mereka sama-sama tertidur untuk melenyapkan kebosanan selama perjalanan, hingga akhirnya suara pramugari yang merdu itu terdengar kembali lewat pengeras suara.

*Bapak dan Ibu yang terhormat, sebentar lagi kita akan mendarat di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid-Lombok, Nusa Tenggara Barat*.

*Waktu setempat saat ini menunjukkan pukul 03 lewat 50 menit sore hari. Konversi waktu 1 jam lebih cepat daripada waktu di Jakarta. Silahkan mengenakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, melipat dan mengunci meja serta menyimpan sandaran kaki dan layar vidio ketempat semula. Pastikan jendela di samping anda tetap dalam keadaan terbuka. Laptop dan* *alat elektronik lainnya kami mohon untuk dimatikan sekarang. Perlu kami sampaikan bahwa bagi siapa saja yang membawa dan menyimpan segala bentuk narkoba atau sejenisnya akan mendapat hukuman berat, dan bagi anda yang mengetahui agar segera melapor kepada petugas yang berwajib, terimakasih*.

Khayru menepuk tangan Maula seraya berbisik di telinganya. “Bangun ... Sudah sampai.”

“Bilangnya gak ngantuk. Sekalinya tidur, udah kaya orang pingsan. Susah dibangunin.”

“Iya, Bang, iya ... aku meditasi dulu sebelum bangun.” Maula menggeliat dengan mata yang masih menutup.

Bandara Internasional Lombok yang kini sudah berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, relatif kecil. Namun mampu menampung hingga lebih dari dua juta wisatawan tiap tahunnya. Hanya terdapat satu terminal di bandara ini, yang terbagi menjadi dua untuk area penerbangan domestik dan internasional. 

“Akhirnya ... liburan juga.” Maula menghirup udara sore yang cukup cerah dan masih terasa hangat dari pulau ini.

“Kamu boleh liburan tapi jangan ganggu konsentrasi Abang lagi kerja, loh,” ucapnya sambil menelepon manager hotel untuk mengirim seorang sopir ke bandara.

“Aku bisa jalan-jalan sendiri. Abang kerja aja gak usah mikirin aku.”

“Hh ... tapi ini kawasan orang. Kamu gak boleh pergi sendiri. Tunggu Abang selesai kerja baru jalan-jalan.”

“Gak usah repot-repot nganter aku, Bang. Cariin Guide aja buat aku. Beres.”

“Gak usah. Abang kan bisa jadi Guide juga buat kamu.” Masih dengan mata yang terus mencari keberadaan sopir yang katanya sudah tiba di sini sejak satu jam yang lalu.

“Emang dasar nih Abang-abang,” keluh Maula pelan. Namun, masih terdengar dengan jelas karena wajahnya tengah menengadah menghadap Khayru yang terlihat sibuk.

“Apa?!” Khayru membalas tatapan Maula seraya memasukkan handphone ke saku celananya.

“Bisa jadi aappaaa aja cuma buat ngawasin aku. Tak terkecuali saat liburan begini.”

“Iya, bagus dong. *All in*.” celetuknya dengan mata Masih memandang ke semua arah demi mencari keberadaan sopir hotel.

Sepintas kemudian, dia menghadap Maula seraya memindai seluruh tubuhnya sendiri dari ujung kepala sampai kaki. “Lihat baik-baik. Ini fasilitas khusus yang di sediakan Papa buat putri tercintanya. Apa ada yang kurang?” Senyumnya penuh teka teki.

“Fasilitas apaan? *Overall bad*.” Maula mengibaskan telapak tangannya sambil tergelak.

“*Bad* gimana? Katakan saja Abang kurang apa?”

“Apa Abang kurang bijak untuk menggantikan figur Mama sama Papa yang udah meninggal?”

“Atau mungkin kurang galak sebagai kakak pada adiknya?”

“Kurang dalam memberikan kasih sayang sebagai seorang suami pada istrinya?”

“Atau kurang tampan untuk menjadi pacar seorang Maula?”

“Abang ngomong apaan, sih?”

Maula hanya menatap dengan dahi berkerut. Lalu tiba-tiba dia tertawa. “Pacar ... suami ....”

Sepertinya Khayru dalam keadaan khilaf, untunglah seseorang yang ditunggu telah datang menyelamatkannya.

“Mohon maaf, saya datang terlambat,” ucapnya sungkan. Seseorang dengan seragam hotel turun dari sebuah mobil dengan logo yang sama seperti yang tertera di seragamnya. “Nama saya Jumitri. Sopir baru di hotel, Tuan. Maaf telah mumbuat anda lama menunggu.”

Dari seragam dan logonya, Khayru sudah bisa tahu bahwa dia salah satu karyawan di hotel miliknya.

“Tidak masalah.” Khayru mulai melangkahkan kakinya ke arah mobil dengan tangan yang tidak pernah lenggang. Selalu ada tangan Maula yang ia genggam serta *travel bag* di tangan yang lainnya.

To be continue

1
Nety
demi cinta rela gatal" ya bang 😂😂
Nety
tu kan bang itu pulang, pasti yg tdi yg mobil ny nabrak mobil Maula yg katanya kecelakaan di sengaja itu 😂😂
Nety
d pikir kaki Maula bola bekel kali ya di rendem pake minyak tanah bkl meral 🤣🤣🤣
Nety
screen shoot chat dari s Risa Maula terus kirim ke suami mu biar dia tau kelakuan pegawai ny ke gimna
kartini toladi
bgus ceritanya
Shyfa Andira Rahmi
gara2 tunangan kamu itu😤😠
Shyfa Andira Rahmi
membingungkan gimana...kmu sndiri yg bikin ulah😡
Dennoona
kok jadi deg-degan ya
Dennoona
kebanyakan bawang thor....,
sampe pedih mata gue 😭😭😭
J-nine
👍👍👍👍👍
Meri Delvia
bagus banyak pengetahuan tentang agamanya
Be Kty
Luar biasaceritanya bener bener lain dr yg lain, menarik,bnyk pengetahuanya the best deh..br tahu aku ada cerita sekerrn ini
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sukses
Sulamiatun Maydiah
bisa untk menambah ilmu ,sbb di dalam bnyk mengandung ilmu agama
Nurul S
Biasa
Ami Usrekk
ya aloh episode ini mengandung bawang😭😭😭banyak bngt
Wukir Sari
nyesek banget pas baca part ini. emang ga gampang sih ngelepasin orang yg kita sayang Krn alasan demi kebahagiaannya dan harus mengorbankan perasaan dan sayang kita. rasanya sakit dihati Namun harus selalu terlihat kita baik2 aj padahal tidak sedang baik2 aj, perang batin
matcha
haaaay otor..aku orang Lombok loo..kok pinter bgt bahasa sasaknya..tw budaya2 Sasak jg..kereeen..semangat🥰🥰
Iis Sumiati
ceritanya bagus,,, menarik, tidak membosankan,,,, dan banyak ilmunya Kalou mnurut aq sih,,,,, good bgt pokonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!