Dan Dia rahasiakan, kita tak pernah sedikitpun tahu...
Dan Dia jaga, kita tak pernah sedikitpun menerka nya...
Kita selama ini hanya mengeluh sembari seolah jalani saja....
Fii Lauhim Mahfudz... kisah kehakikian kehidupan yang menyuguhkan segala cuplik kehidupan.
Seorang Habibah yang mencintai Habibi dalam diam, dan hanya bisa berdoa dengan berbagai usaha yang menggemaskan.
Di bumbui oleh lika-liku kehidupan yang apik, dengan berbagai kisah persahabatan, persaudaraan dan cinta ❤😘...
selamat membaca 🥰🥰🥰
bisa juga kalian dapatkan buku novelnya melalui online di link nulisbuku.com
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Dari Syauqi
Malam begitu gelap, awan mendung ikut menutupi langit hitam yang di buatnya semakin
menghitam. Hujan di malam itu semakin deras, meski tak ada petir sedikitpun yang
menggelegar keluarkan apinya. Ponsel yang kini telah di mainkannya dari tadi dengan
bermain game, tiba-tiba berbunyi. Tanda ada satu pesan masuk. Dia pun terkejut, dan
langsung saja dia buka dari siapa gerangan pesan tersebut.
𝚂𝚢𝚊𝚞𝚚𝚒 20:45
𝙷𝚞𝚓𝚊𝚗. 𝙳𝚎𝚛𝚊𝚜. 𝙳𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗.
Hanya itu pesan yang di dapatnya. Habibah hanya mengerutkan kedua alisnya sembari
dalam hatinya menjawab, “Terus?” namun tak sedikitpun ada keinginan untuk membalas
pesan dari Syauqi itu, yang baginya aneh. Dia pun mengacuhkannya dan kembali bermain
game. Sedangkan saat itu pula tiba-tiba satu pesan masuk lagi datang.
𝚂𝚢𝚊𝚞𝚚𝚒 20:47
𝙸𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚑 𝚔𝚎 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚑𝚊𝚕 𝚒𝚝𝚞 𝚔𝚊𝚞? 𝚃𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚔𝚞?
Degh! Langsung berdetaklah jantung Habibah dengan membaca pesan dari Syauqi.
Seketika itu langsung teringatlah semua saat-saat bersama Syauqi, dia baru menyadari bila
maksud pesan aneh dari Syauqi adalah agar dia mengingatnya. Habibah pun tak segan untuk
membalasnya.
𝙼𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗𝚔𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚊 𝚍𝚒𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚍𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚍𝚞 𝚚𝚞? 𝙷𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚐𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝
𝚚𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐???
Dengan balasan yang menantang, dia percaya Syauqi tak akan menganggap segalanya
dengan serius. Karena dia tak ingin lagi ada keseriusan antara dia dan Syauqi. Cukup untuk
dirinya merasa membohongi perasaannya sendiri. Dan karena memang dari Syauqilah yang
baginya mungkin tak bisa lupakan.
𝙰𝚔𝚞 𝚛𝚒𝚗𝚍𝚞 ½ 𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚔𝚙𝚍𝚖𝚞 𝚍𝚞𝚑𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚙𝚞𝚓𝚊𝚊𝚗 qu.
Dan semakin terbuktilah terkaannya dari gaya cara Syauqi mambalas pesannya. Dia
benar-benar hanya ingin Syauqi menjadi teman saja. Meski bila dia mengingat semua masa
lalunya saat-saat masih bersama Syauqi, tak pernah dia dapatkan seorang kekasih seperti
dirinya. Dia pun kembali membalas pesan Syauqi sebagaimana niat awalnya.
𝙼𝚎𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚊𝚓𝚊? 𝙰𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚗𝚐𝚝 𝚖𝚖𝚋𝚞𝚔𝚝𝚔𝚗 𝚋𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚑2?
𝙷𝚊𝚑𝚊𝚑𝚊… :P
Dia terus menerka-nerka apa yang akan di balas dengan Syauqi dia hanya berharap
Syauqi akan berpikiran yang sama seperti dirinya.
𝚂𝚢𝚊𝚞𝚚𝚒 21:10
𝙱𝚒𝚕𝚊 𝚊𝚚 𝚖𝚊𝚝𝚒. 𝙰𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚞 𝚝𝚒𝚞𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊𝚠𝚊 𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝 𝚔𝚎-2 𝚋𝚒𝚋𝚒𝚛𝚖𝚞 𝚜𝚙𝚛𝚝𝚒
𝚍𝚒 𝚏𝚒𝚕𝚖 𝚍𝚛𝚊𝚖𝚊? 𝙷𝚊𝚑𝚊𝚑𝚊… :P :*
Sedangkan setelah membaca balasan dari Syauqi, ternyata terkaannya di kabulkan, dia
pun seketika itu langsung tertawa membaca balasan Syauqi, dan hal itu membuatnya tak ragu
lagi meski harus terus saja berbalas pesan.
➢ 𝙸𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚝𝚗𝚝𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚎𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚊 𝚚𝚞
➢ 𝙰𝚑, 𝚔𝚊𝚞 𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚚𝚞… 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏. 𝙱𝚔𝚗𝚔𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚞
𝚝𝚊𝚞 𝚜𝚗𝚍𝚛𝚒, 𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚢𝚐 𝚚 𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊?
➢ 𝙸𝚢𝚊, 𝚊𝚚 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊𝚒. 𝙻𝚊𝚕𝚞 𝚛𝚎𝚕𝚊𝚔𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚞 𝚋𝚒𝚕𝚊 aq 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚎𝚓𝚊𝚖 𝚔𝚒𝚗𝚒?
➢ 𝙷𝚊𝚑? 𝙹𝚐𝚗!!!
➢ 𝙰𝚚 𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚞𝚔!
➢ 𝙾𝚊𝚕𝚊𝚑… 𝚒𝚢𝚊 𝚍𝚎𝚑. 𝚂𝚕𝚖𝚝 𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑 ☺
Habibah pun melemparkan ponselnya di atas tempat tidurnya. Dia beranjak ke kamar
mandi untuk berwudlu baru kemudian dia benar-benar terpejam. Malam telah begitu larut
baginya. Sedangkan Syauqi, kini dia masih menerka-nerka dan membyangkan saat-saat dulu
bersama dengan Habibah. Pesan-pesannya dengan Habibah terus saja dia lihati. Tak ingin dia
lupakan. Seolah ingin dia hafal. Perlahan dia pun beristighfar. Dia menyadari, dia tak bisa
begitu saja terus. Dia memahami bahwa dia harus bisa melupakan Habibah.
...****************...
Pagi harinya, Syauqi bangun lebih awal, dia langsung membuka laptopnya saat matahari
telah muncul. Dia tak lupa akan janjinya pada Habibah bahwa dia ingin membantu
menyelesaikan tugasnya. Dia langsung mencari di Google, itu adalah langkah awalnya, bila
tetap tak di temukan dia telah menyiapkan langkah yang ke dua. Dia akan mencari buku
tentang hukum Genosida tersebut.
Setelah lama mencari-cari akhirnya.......
lanjutkan besok ya 😄👍😘
yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk