NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Dokumen yang Dicuri

Suasana di ruang tamu rumah Nenek Ratih berubah sunyi. Kotak besi tua itu masih terbuka di atas meja. Ratih berulang kali membongkar seluruh isinya dengan tangan yang gemetar. Surat, kalung emas berlambang keluarga, dan beberapa lembar kertas lama masih tersimpan di dalamnya. Namun, satu dokumen yang paling penting telah menghilang.

"Tidak... tidak mungkin," bisik Ratih dengan wajah pucat.

Aluna ikut memeriksa isi kotak itu. Ia membuka setiap lipatan kertas dengan penuh harapan, tetapi hasilnya tetap sama.

"Nek, mungkin dokumennya tertinggal di Bukit Beringin."

Ratih menggeleng pelan.

"Tidak, Luna. Sebelum kotak ini dibuka, semua dokumen masih lengkap. Nenek sudah memastikannya."

Arsen yang berdiri di dekat meja mengepalkan tangannya.

"Kalau begitu, seseorang mengambilnya saat keributan tadi."

Rangga mengangguk setuju.

"Mereka sengaja menciptakan kekacauan agar perhatian kita teralihkan. Target mereka bukan hanya Aluna, tetapi juga dokumen itu."

Ratih terduduk lemas di kursinya.

"Itu satu-satunya bukti yang bisa menunjukkan siapa keluarga kandung Aluna."

Aluna memegang bahu Ratih dengan lembut.

"Nek, jangan menyalahkan diri sendiri."

"Tapi ini semua salah Nenek. Seharusnya Nenek lebih berhati-hati."

Aluna tersenyum tipis meski hatinya juga sedih.

"Kalau memang takdir menginginkan Aluna mengetahui masa lalu, pasti akan ada jalan lain."

Ucapan Aluna membuat Ratih semakin terharu. Gadis itu selalu mampu menguatkan orang lain meski dirinya sendiri sedang menghadapi cobaan.

Arsen memperhatikan Aluna dalam diam. Semakin lama mengenalnya, semakin ia yakin bahwa gadis itu memiliki hati yang luar biasa.

Malam harinya, Arsen dan Rangga kembali ke kantor Mahardika Group.

Di ruang kerja, Rangga meletakkan beberapa berkas hasil penyelidikan di atas meja.

"Pak, saya sudah memeriksa rekaman dari sekitar Bukit Beringin."

"Ada petunjuk?"

"Mobil yang digunakan kelompok itu memakai pelat nomor palsu."

Arsen menghela napas.

"Mereka benar-benar sudah merencanakan semuanya."

"Tapi saya menemukan sesuatu."

Rangga memperlihatkan foto hasil tangkapan kamera jalan.

"Salah satu pria itu pernah menjadi anak buah Victor."

Mata Arsen langsung menyipit.

"Victor lagi."

Nama itu kembali muncul setelah sekian lama menghilang.

"Terus awasi semua gerakannya."

"Baik, Pak."

"Dan mulai malam ini, tempatkan beberapa orang untuk menjaga rumah Aluna secara diam-diam."

Rangga mengangguk mantap.

"Saya akan memilih orang-orang yang bisa dipercaya."

Di rumah keluarga Prasetya, Damar menerima laporan dari Surya.

"Tuan, ada kabar terbaru."

"Bagaimana keadaan gadis itu?"

"Dia selamat. Arsen Mahardika datang tepat waktu."

Damar mengembuskan napas lega.

"Syukurlah."

"Tapi para penyerang berhasil membawa sesuatu."

"Apa?"

"Sepertinya sebuah dokumen."

Damar terdiam cukup lama.

Entah mengapa, ia merasa dokumen itu berkaitan dengan putri yang telah hilang selama delapan belas tahun.

"Surya."

"Ya, Tuan."

"Cari tahu siapa yang memimpin kelompok itu."

"Baik."

Keesokan paginya, Aluna tetap berangkat ke sekolah meski semalam hampir tidak bisa tidur.

Sesampainya di gerbang sekolah, sebuah mobil hitam berhenti tidak jauh darinya.

Seorang pria tua turun sambil bertumpu pada tongkat.

Tatapannya langsung tertuju pada kalung bulan sabit yang dikenakan Aluna.

Pria itu tampak sangat terkejut.

"Kalung itu..."

Bibirnya bergetar.

Ia melangkah beberapa langkah mendekati Aluna, tetapi seorang pria muda segera menghampirinya.

"Tuan, kita harus pergi sekarang."

"Tunggu sebentar."

Pria tua itu masih memandang Aluna dengan mata berkaca-kaca.

"Aku pernah melihat kalung itu... delapan belas tahun yang lalu."

Sebelum Aluna sempat bertanya, pria tua itu kembali masuk ke dalam mobil.

Mobil tersebut perlahan meninggalkan halaman sekolah.

Aluna hanya mampu memandang kepergian mereka dengan penuh tanda tanya.

Di sisi lain, dari dalam mobil, pria tua itu masih terus melihat Aluna melalui kaca belakang.

"Kalau firasatku benar..."

"Berarti gadis itu masih hidup."

Sementara itu, di sebuah tempat yang gelap, Victor memandangi dokumen yang berhasil dicurinya sambil tersenyum dingin.

"Sebentar lagi semuanya akan berakhir."

Ia belum menyadari bahwa meskipun dokumen itu berhasil direbut, semakin banyak orang yang mulai menyusun kepingan-kepingan rahasia yang selama delapan belas tahun tersembunyi.

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!