NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Kasihan Mr. Oyunchimeg

Damon tertegun saat dia melihat Mr. Oyunchimeg berubah perilakunya dari kebiasaan sehari-hari sang dosen.

"Kenapa dengannya?" tanyanya prihatin.

"Sepertinya dia kerasukan iblis, pengaruh iblis mimpi sangat kuat mempengaruhi Mr. Oyunchimeg hingga dia kehilangan kendali dirinya." sahut Muchen.

"Apa iblis itu bisa disingkirkan darinya? " tanya Damon.

"Kemungkinannya tipis jika dilihat dari perubahan sikapnya, iblis itu telah menguasai sedikit demi sedikit jiwa Mr. Oyunchimeg." sahut Muchen.

"Sungguh menakutkan, aku baru pertama kalinya menyaksikan manusia berubah seseram itu." kata Damon.

"Perubahannya sungguh nyata, dari tingkah lakunya yang terlihat, iblis itu telah merasuki jiwanya, tapi hawa jahat iblis itu yang tertinggal, bukan iblis itu yang ada di dalam diri Mr. Oyunchimeg." kata Muchen.

"Lalu kemana iblis itu sekarang?" tanya Damon.

"Aku tak tahu kemana perginya iblis mimpi itu sekarang, tapi perlu kau tahu bahwa dia adalah iblis mimpi artinya dia datang hanya dalam mimpi Mr. Oyunchimeg." tegas Muchen.

Damon menunduk lelah, tersenyum dangkal lalu menghela nafas pelan.

"Sialan... Iblis-iblis itu mempermainkan kita semua. Aku benci situasi rumit ini." kata Damon.

"Kita tangkap saja Mr. Oyunchimeg selagi dia lengah, dan sepertinya kendali iblis mimpi miliknya belum terlalu mempengaruhi jiwanya." kata Muchen.

"Baiklah, aku yang akan melakukan nya." sahut Damon bersemangat.

"Yah, sebelum dosen bodohmu itu lari maka kita tangkap saja dia selagi dia seperti itu." kata Muchen.

"Yah..." sahut Damon sambil memandang lurus ke arah Mr. Oyunchimeg yang masih bergelantungan di tembok ruangan dosen.

Damon menggenggam kuat-kuat pedang prisma Agni ditangannya, ia fokus pada dosen pembimbing skripsi nya yang tiba-tiba berubah aneh. Lantas berteriak lantang.

"Yaaahh...!!!"

Sedetik kemudian tubuh Damon telah berpindah tempat, ia berdiri tegak di hadapan Mr. Oyunchimeg.

Sorot matanya tajam menatap dingin dosen pembimbingnya.

"Sekarang Damon!" perintah Muchen dari arah tengah meja kerja, setengah badannya menyembul keluar diantara meja kerja di ruangan dosen.

Damon mengangguk cepat, ia segera mengarahkan pedangnya ke arah Mr. Oyunchimeg.

"Hiyaaa..." teriaknya lagi.

Kibasan pedang prisma milik Damon berpenjar-penjar kuat, membuat goresan sinar terang saat pedang prisma itu bergerak ke arah Mr. Oyunchimeg.

"Sret... Sret... Sret..."

Kibasan pedang berulang-ulang dari tangan Damon, dan membentuk kilatan cahaya berbentuk prisma di antara gelapnya suasana ruangan dosen.

Kliatan-kilatan itu mengenai tubuh Mr. Oyunchimeg, namun tidak melukainya karena pedang prisma milik Damon berfungsi melumpuhkan kekuatan iblis mimpi yang ada di diri Mr. Oyunchimeg.

Pedang prisma itu beralih fungsi menjadi pedang kehidupan jika berhadapan dengan manusia yang jiwanya dirasuki oleh iblis mimpi, Succubus.

Anehnya, tidak ada reaksi dari Mr. Oyunchimeg meskipun tubuhnya berkali-kali terkena kilatan cahaya pedang prisma milik Damon. Sedangkan Damon sendiri hampir-hampir kehilangan tenaganya untuk menggerakkan pedang prisma miliknya.

Suara tawa cekikikan terdengar menggema dari arah depan, tapi suaranya kedengaran pelan. Bukan suara biasanya, bukan juga suara Mr. Oyunchimeg, suara itu berubah parau, dalam, seakan ada tekanan.

Giliran Damon yang tak berkutik, tubuhnya tersa berat, sulit untuk ia gerakkan padahal ia masih tersadar penuh.

Suara cekikikan kecil terus menggema, kali ini disertai suara desau angin berhembus ringan di sekeliling tempat itu sementara Damon diam membeku kaku.

Ada bayangan menyeruak keluar dari gelapnya suasana di ruangan dosen. Tampak sepasang tangan menjulur ke arah Damon yang terpaku diam.

Seketika tubuh Damon tak bergerak, tangan itu bergerak mendekat ke arah Damon, semakin dekat, dan hampir sejengkal jaraknya dari leher Damon.

Yang Damon bisa lakukan cuma berkedip pelan, tatapannya tetap tertuju lurus kepada sepasang tangan di depannya.

Secercah sinar terang menyambar tajam ke arah Damon. Lalu melintas cepat menembus tubuh Damon.

"BYAAAR... !" Lampu-lampu menyala terang di ruangan dosen yang berubah cerah. Bersamaan itu pula sosok Mr. Oyunchimeg turut menghilang dari pandangan.

Damon mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang dosen. Matanya mencari-cari sosok yang berubah seram itu, tapi ia sama sekali tidak menemukan siapapun selain dirinya sendiri di tempat itu.

Kilatan cahaya terang menerpa kedua mata Damon, cahaya itu sangat menyilaukan pandangan matanya hingga dia tak kuasa menatap lama.

"Kau baik-baik saja, Damon..." sapa suara Muchen yang muncul dari atap ruangan dosen. Kepala sang Kaisar menyembul keluar dari atas sana.

Damon sempat mendongak ke atas, namun cahaya lampu yang menyilaukan pandangan matanya tak kuasa ditahannya. Ia langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.

"Mataku agak kelilipan..., cahaya lampu itu terlalu tajam menyorot padaku..." kata Damon sembari mengucek-ngucek matanya yang perih.

"Rupanya dosen pembimbing skripsi mu telah pergi dari ruangan dosen ini." kata Muchen dari arah atas sana. Dengan kepala menghadap ke bawah, diiringi suara "Ting" dari dua belas Liu giok nya.

"Apa dia kabur ?" tanya Damon masih menundukan pandangannya.

"Ya..., begitulah..., dia bahkan tinggalkan pesan di dinding." sahut Muchen seraya menunjuk ke arah tembok.

Damon menoleh cepat, pandangan matanya lurus tertuju pada dinding ruang dosen. Ia melihat tulisan besar berwarna merah darah.

"DATANG TAK DIUNDANG PULANG TAK DI JEMPUT..."

"Tulisan apa itu?" tanyanya tak mengerti lalu mengerutkan kening. "Apa artinya ini semua?"

Damon menatap lama ke arah tembok besar di hadapannya, termenung diam seperti berpikir sesuatu.

"Kita cari dimana dosenmu itu tinggal sekarang, karena kita tidak bisa membiarkan masalah ini berlalu begitu saja." ucap Muchen.

"Tapi aku tidak tahu tepatnya dimana tempat tinggal Mr. Oyunchimeg..." kata Damon masih memandangi tembok besar bertuliskan pesan misterius.

"Kita bisa cari cara buat pergi ke sana." kata Muchen.

"Memangnya kau punya ide apa buat kita?" tanya Damon lalu menoleh ke arah Muchen yang masih bergelantungan di atas ruangan dosen.

"Kita cari tahu dari keluarga nya, selidiki kehidupan Mr. Oyunchimeg secara diam-diam, pasti akan ada petunjuk yang mengarah ke sana." kata Muchen.

"Jadi detektif dadakan..." kata Damon.

"Ya, kita ikuti kemana dosen itu pergi, mulai dari dia ke kampus sampai dia pulang ke rumahnya." kata Muchen.

"Siapa yang akan mengikutinya? Kalau aku tidak bisa melakukannya sebab aku masih harus bekerja di Cafe untuk mencukupi kebutuhan hidup ku lagi." tegas Damon.

Damon menyarungkan pedang Agni di tangannya, sekejap saja, pedang sakti itu berubah semula, berbentuk prisma utuh.

Tatapan Damon menyapu bersih tulisan yang sengaja ditinggalkan di dinding ruangan dosen lalu membacanya kembali tiap kata dengan seksama.

"Kamu bisa membagi waktumu dengan cermat, pergi ke Cafe cari uang, pergi ke kampus buat lanjut revisi skripsi, pergi cari rumah Mr. Oyunchimeg lalu basmi para Succubus jahat... Kamu bisa atur waktumu dengan setepat mungkin." lanjut Muchen.

"Itu tidak mudah, sulit sekali. Sedangkan dosen pembimbing skripsiku terkendala masalah besar, karena kerasukan iblis mimpi yang tidak tahu kapan sembuhnya." kata Damon.

"Karena itulah tugasmu sekarang ini menyelamatkan Mr. Oyunchimeg dari pengaruh buruk iblis mimpi yang merasuki dirinya." kata Muchen lalu terbang ke bawah, mendekati Damon yang masih terpaku diam.

Muchen bediri mengambang di sisi Damon, seperti kebiasaannya, dia selalu melipat kedua tangan ke depan dada, dengan diiringi suara Ting... Ting... dari dua belas Liu giok nya yang diam sedangkan bau dupa menyengat kuat dari jubah kebesarannya.

"Siapa lagi yang akan menyelidiki dia selain dirimu, terus terang saja, aku ini arwah gentayangan yang tidak memiliki daya apapun bahkan Langit serta Dewa pasti melarangku berkeliaran di dunia manusia." kata Muchen.

Muchen melirik ke arah Damon yang berdiri disamping nya. Lalu melanjutkan ucapannya.

"Aku bisa terbakar jika aku nekat melawan hukum Langit dan jiwaku tidak dapat lagi bereinkarnasi jika aku melanggar ketentuan Dewa penjaga pintu surga."

Damon masih termenung diam, pandangannya tetap tertuju pada tembok di depannya.

"Bahkan kekuatanku memiliki batasan, tidak mungkin melampaui batasan alam manusia, hanya kamu yang bisa membantu Mr. Oyunchimeg terlepas dari pengaruh iblis mimpi yang merasuki dirinya." tegas Muchen sekali lagi, sambil menatap serius ke arah Damon.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!