Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Ancaman Benjamin
“Father.. I'm begging you.. Please.. Don’t do it.”
“It's your punishment, naughty girl~”
Beverly memandang takut-takut kepada ayahnya sendiri, saat lelaki tua itu mendengar jika putrinya melakukan kerja kelompok di rumah teman lelakinya. Padahal saat itu Beverly tidak hanya berdua saja, ada banyak orang di sana, ada perempuan lainnya juga, tapi entah kenapa Benjamin terlihat sangat tidak suka.
Lelaki tua itu, kini mengurung putrinya di sebuah kamar, mengikat kedua tangan dan kakinya di atas kasur. Benjamin tersenyum miring saat melihat putrinya menangis di sana, dan tidak bisa berbuat apapun.
“Tinggal di dalam kamar ini selama tiga hari, aku akan meminta ijin pada pihak kampus jika saat ini kau sedang sakit sehingga tidak bisa hadir.” Ujar Benjamin dengan senyuman puas, saat melihat kondisi keadaan putrinya yang tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini.
“Father please.. Don’t do it.. I'm not do anything there.”
“You should asking my permission first, remember ??”
Beverly terdiam, alasannya tidak meminta ijin adalah.. Dia tahu, ayahnya tidak akan memperbolehkannya pergi ke rumah teman, padahal ini adalah tugas penting yang nantinya bisa menjadi nilai tambahan jika dia berhasil mempresentasikan di hadapan para dosen bersama teman satu kelompoknya.
“Kau tahu bukan kesalahanmu, renungi di kamar ini selama tiga hari, jangan khawatir aku akan memberikanmu makanan dan minuman seperti biasa.” Ujar Benjamin dengan santainya, dia membalikkan badannya dan meninggalkan Beverly sendirian.
Tidak hanya itu, Benjamin bahkan mengunci kamar itu dari luar, khawatir jika Beverly berusaha melarikan diri dari kamar. Di dalam sana, Beverly berusaha keras untuk melepaskan ikatan di tangannya, meskipun gagal.
Beverly merasa tidak suka dengan keadaan yang dia miliki saat ini. Dia awalnya berpikir jika ini adalah bentuk protektif ayahnya kepadanya, tapi bagi Beverly ini lebih dari sekedar perilaku protektif.
Ayahnya sudah gila..
Ya, itulah pikiran Beverly saat ini, tapi apa yang bisa dia lakukan ?? Kabur dari rumah ?? Ayahnya dengan cepat bisa menemukannya, entah bagaimana caranya dan kenapa. Beverly terdiam merenungi segala yang terjadi kepadanya.
“Mother.. Why did you leave me ?? Father already changed, he's not the same person.” Lirih Beverly pada dirinya sendiri, seakan dia sedang berbicara kepada ibunya yang telah lama meninggal.
Awalnya Beverly berpikir ayahnya akan menikah lagi dengan perempuan lain, sehingga Beverly akan mendapatkan ibu tiri yang entah apakah itu jahat atau baik, tapi ternyata semua di luar prediksi. Ayahnya sama sekali tidak tertarik dengan perempuan lain, cintanya sudah habis pada ibunya.
Tapi sayang, Benjamin berubah menjadi sosok yang terlalu posesif pada putrinya sendiri, seakan tidak membiarkan Beverly dekat dengan lelaki manapun, meski hanya sekedar teman biasa.
Capek ?? Ya, tekanan batin ?? Tentu saja. Beverly merasa terlalu di kekang oleh ayahnya sendiri, dengan aturan-aturan yang menurutnya terdengar seperti suami yang melarang istrinya berdekatan dengan lelaki lain.
...
“Beverly..”
“H..huh ??”
“Ada apa ?? Kenapa kau melamun ??”
Beverly tersadar dari lamunannya tentang masa lalunya. Dia merasa hal aneh pada ayahnya di masa lalu, bahkan Beverly pernah mendapatkan luka goresan di tangan, setelah dia berjabatan tangan dengan lelaki lain saat berkenalan dengan kakak kelas. Ya Tuhan, Beverly masih ingat rasa sakit, saat tangannya di gores oleh Benjamin.
“Hanya.. Mengingat sesuatu.. Tidak apa, tidak perlu khawatir.” Ujar Beverly tersenyum kecil sambil menggendong Oshea kecil di tangan kanan dan Oscar di tangan kirinya.
Ya, sore ini Beverly menyusui kedua bayi mungilnya lebih dulu, sebelum waktu makan malam, agar kedua bayi itu tidak rewel saat dia sedang makan nanti.
Diingat-ingat dua hari lagi, adalah waktu dirinya bertunangan dengan Giovanni, Beverly hanya berharap jika tidak akan ada masalah besar. Tapi entah kenapa, beberapa hari ini dia masih mengingat wajah ayahnya sendiri. Semoga saja permasalahan ke depannya, tidak berhubungan dengan ayahnya.
Disisi lain.
“Siapa ini ??” Arnold merasa bingung dengan adanya nomer yang menghubungi dirinya, jika ini adalah nomer penipuan atau perempuan genit lainnya, maka Arnold akan langsung memutuskan hubungan teleponnya.
Sementara Catalina yang duduk di sebelahnya mengamati suaminya yang sedang menerima telepon.
“Benjamin Jarvis Caledon, aku harap kau mengingat namaku.”
Arnold terdiam sejenak, dia mengenali siapa sosok itu, ayah dari Beverly. Arnold sempat terdiam sebentar, bukan karena takut, tapi dia sedang merancangkan rencana untuk melindungi calon menantunya. Arnold sudah menduga, ayah Beverly tidak mungkin akan berdiam diri saja, dan membiarkan putrinya pergi dan menikah.
“Dan apa tujuanmu menghubungiku ??”
“Jangan bertingkah sok tidak tahu apapun, nyatanya kau menyembunyikan putriku !! Serahkan dia sekarang juga, begitu pula dengan dua cucuku !!”
Arnold tersenyum miring, “Cucu ?? Cucu yang hendak kau b*nuh ??”
“Itu bukan urusanmu !! Sebaiknya kembalikan putriku !!”
“Maaf-maaf saja, tapi putrimu kini sudah menjadi bagian dari keluargaku, jadi tolong kau jauhkan tangan kotormu dari Beverly.” Ujar Arnold dengan nada santainya, membuat pihak sebelah menggeram kesal, tapi ya Arnold santai saja.
Sementara Catalina sepertinya mulai mengerti siapa yang sedang menelpon suaminya.
“Kau ?! Lihat saja, aku akan merebut Beverly kembali !! Sejak awal, dia adalah putriku, keluargaku !!”
“Ya.. Ya.. Ya.. Aku akan melihat bagaimana perjuanganmu, Tuan Benjamin.” Lalu Arnold menutup telepon itu sambil terkekeh pelan, lalu menurunkan handphonenya.
“Sayang, dia ??”
“Ya, ayah dari Beverly. Sepertinya dia sudah sampai di California, ugh !! Aku harus memberitahu Giovanni mengenai semua ini.” Ujar Arnold berbicara pada istrinya dengan sedikit khawatir, meskipun dia terlihat merendahkan Benjamin, tapi bukan berarti Arnold menganggap lelaki itu hanyalah angin lalu.
“Aku merasa janggal dengan lelaki itu, melalui cerita Beverly, sepertinya ada yang tidak beres dengannya.” Ujar Catalina mengingat cerita dari Beverly saat masuk ke rumah itu. Arnold terdiam, dia tahu insting dari istrinya juga tidak main-main.
“.. Dia terobsesi pada putrinya sendiri.”
“Hah ??”
“Aku bisa mendengar dari caranya berbicara.. Dia sangat cemburu saat tahu Beverly di rumah ini.” Ujar Arnold dengan nada lirihnya membuat Catalina membulatkan matanya.
“Dia pasti.. Sudah gila..”
“Aku mendengar ceritanya sekilas jika, dia merasa sangat kehilangan istrinya. Kemungkinan itulah yang mendasari obsesinya, apalagi Beverly wajahnya sangat mirip dengan mendiang ibunya.” Ujar Arnold mendapatkan informasi kecil dari anak buahnya, mengenai keluarga Beverly sebelumnya.
Catalina menutup mulutnya sendiri, merasa hampir tidak percaya dengan cerita suaminya, meskipun dia juga merasakan ada yang tidak beres dengan ayah Beverly.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣