Zona dewasa ‼️ Harap bijak dalam memilih bacaan!
Valerie seorang mahasiswa fresh graduate, cantik ,pintar, berkelas, sebenarnya hidupnya normal layaknya mahasiswi biasa, namun semuanya berubah saat sebuah kejadian yang membuatnya harus terikat dengan seorang gangster bernama Damian Callister.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Raungan mesin mobil sport Aiden akhirnya mereda saat kendaraan itu terparkir rapi di area parkir VIP Club Millennium yang eksklusif. Seolah ingin menegaskan kepemilikannya, Aiden langsung menggenggam erat tangan Valerie begitu mereka keluar dari mobil.
Genggaman itu tidak terlepas sedetik pun, mulai dari area parkir, melewati barisan penjaga berbadan besar, hingga melangkah masuk ke dalam jantung klub.
Suasana di dalam sudah sangat riuh. Dentuman musik EDM yang menggetarkan lantai berpadu dengan aroma campuran parfum mahal dan minuman beralkohol yang menyeruak di udara.
Sebagai mahasiswi yang pergaulannya berada di lingkaran elit, Valerie tidak merasa asing. Ia sudah terbiasa dengan suasana seperti itu. Ia bahkan masuk dengan percaya diri.
Meskipun Aiden sudah menggandengnya dengan posesif, pesona Valerie dalam balutan dress midnight blue itu tetap tidak bisa diabaikan. Banyak mata pria yang tertuju padanya, mengikuti lekuk tubuhnya dengan tatapan lapar.
Hal itu rupanya membuat Aiden meradang; rahangnya mengeras dan langkahnya menjadi lebih cepat saat ia menarik tangan Valerie menjauh dari kerumunan lantai dansa menuju area yang lebih privat.
Mereka tiba di sebuah pintu besar dengan penjagaan ketat yang menuju ke ruangan VIP khusus.
Begitu pintu terbuka, hawa dingin AC dan aroma cigar menyambut mereka. Di dalam ruangan luas itu, para anggota Legacy sudah berkumpul. Adrian, sang bintang utama malam itu, tampak duduk di sofa utama bersama pasangannya, dikelilingi oleh teman-teman lainnya.
Di atas meja marmer yang panjang, botol-botol wine dan sampanye mahal sudah tertata rapi, siap untuk dibuka.
"Ketua kita akhirnya datang!" seru Leon salah satu anggota Legacy saat melihat kehadiran Aiden.
Seluruh ruangan seketika riuh menyambut kedatangan sang ketua. Mereka bangkit dari duduknya, memberikan salam hormat pada Aiden, dan tak lupa menyapa Valerie dengan ramah.
"Wah, Val... kau terlihat luar biasa malam ini. Pantas saja Aiden menjagamu seperti memegang porselen," puji Adrian sambil mengangkat gelasnya ke arah Valerie.
Valerie hanya tersenyum tipis, mencoba membalas keramahan mereka sesopan mungkin. Ia duduk di samping Aiden, berusaha menikmati suasana pesta ulang tahun itu.
Di sisi lain Club Millennium, jauh dari keriuhan lantai dansa, terdapat lorong eksklusif yang hanya bisa diakses oleh pemegang kartu hitam. Di salah satu ruangan VIP yang paling tenang namun mencekam, Damian duduk bersandar dengan angkuh.
Ia mengenakan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya terbuka, menyesap wine merahnya dengan perlahan sementara asap cerutu mahal mengepul tipis dari sela jarinya.
Wajahnya nampak sangat serius saat membahas sebuah transaksi besar yang nilainya tak kasat mata dengan beberapa kolega bisnisnya. Atmosfer di ruangan itu terasa berat, penuh dengan aroma kekuasaan dan intrik dunia bawah tanah.
Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Beberapa Lady Companion (LC) dengan pakaian minim masuk membawakan nampan berisi camilan mewah dan botol-botol alkohol yang masih tertutup rapat. Kehadiran mereka seolah mencairkan ketegangan profesional di ruangan tersebut.
Dua orang LC langsung bergerak lincah, bergelayut manja di pundak rekan bisnis Damian yang menyambut sentuhan mereka dengan tawa rendah dan tangan yang mulai nakal.
Sementara itu, seorang LC yang nampaknya sudah cukup mengenal tabiat Damian, memberanikan diri duduk tepat di samping sang pemimpin Callister.
Gadis itu mulai bersikap manja, menyentuh lengan Damian dengan jemarinya yang lentur, mencoba menarik perhatian pria yang sejak tadi hanya fokus pada cerutunya. Damian tidak menolak, namun tatapannya tetap dingin dan datar.
Tiba-tiba, pintu ruangan VIP yang berat itu terbuka perlahan. Seorang pria tegap berpakaian serba hitam melangkah masuk dengan langkah teratur namun sigap.
Damian menoleh, mengenali sosok itu sebagai pengawal pribadinya yang bertugas memantau pergerakan "aset" berharganya.
Pria itu mendekat, membungkuk sedikit untuk berbisik tepat di telinga Damian di tengah dentuman musik yang meredam suara. Begitu informasi itu tersampaikan, rahang Damian seketika mengeras. Tatapannya yang tadi datar kini berubah tajam dan berkilat berbahaya.
"Dasar penipu kecil..." gumam Damian sangat rendah, nyaris seperti geraman tertahan.
Pengawalnya baru saja melaporkan bahwa mereka mendeteksi keberadaan Valerie di club yang sama. Gadis itu bukannya pulang ke penthouse sesuai kesepakatan, malah asyik berpesta di bawah atap yang sama dengannya.
Damian memberikan kode singkat dengan gerakan kepala agar pengawalnya segera keluar dan berjaga di posisi strategis. Tanpa membuang waktu, ia menepis tangan gadis LC yang sedari tadi menempel manja di lengannya.
Gadis itu terkesiap, namun tidak berani memprotes saat melihat aura gelap yang mendadak keluar dari tubuh Damian.
"Aku ke toilet sebentar," ucap Damian datar kepada kolega bisnisnya. Ia bangkit berdiri, merapikan kemeja hitamnya, dan melangkah keluar ruangan dengan aura predator yang sedang mengincar mangsanya.