NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau cinta bilang saja

Dan benar saja saat Sultan menyimpan nomer orang tersebut di handphone-nya muncul nama kontaknya.

"Jadi yang nyerempet beneran adik iparku. Hem... " Gumamnya.

Sultan pun menghampiri adik iparnya alias suaminya Hana.

"Erwin... ngapain kamu di sini?"

"Eh abang... abang ngapain juga di sini?"

"Ditanya kok malah tanya balik? Mau dipecat jadi adik ipar kamu?"

"Eh nggak bang, maaf. Aku sedang menunggu seseorang."

"Siapa? Jangan bilang kamu nunggu selingkuhanmu."

Erwin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia bingung ingin menjawab apa.

"Ditanya malah bengong."

Dari pada ia kena omel kakak iparnya lagi, akhirnya ia pun menceritakan maksudnya ke rumah sakit. Sultan mendengarkan penjelasan dari adik iparnya itu. Ia memang yakin Erwin pasti tidak sengaja menyerempet ojek itu. Sebenarnya ia sudah berniat untuk menjenguk orang yang diserempetnya itu dari kemarin. Namun karena terlalu sibuk jadi baru sempat hari ini.

"Hana tahu tentang masalah ini?"

"Tahu bang. Tadinya dia juga mau ikut. Tapi Silvi sedang demam."

Sultan menghela nafas panjang.

"Ya sudah, ayo masuk!"

Erwin masih mematung di tempatnya.

"Erwin, ayo masuk!"

"Masuk ke mana, bang?"

"Ck... katanya kamu mau menemui orang yang bersangkutan?"

"Jadi....?"

"Orang yang janjian sama kamu itu adalah aku. Ayo cepat kita masuk ini sudah sore."

"Ah iya, bang."

Erwin tidak menyangka jika ternyata ia janjian dengan abang iparnya sendiri.

Sebelum sampai di kamar Riri, Sultan sudah mengingatkan Erwin tidak mengaku adik iparnya Sultan. Tapi kebetulan mereka kenal.

Akhirnya mereka sampai di depan kamar Riri. sultan mengetuk pintu, dan yang membukanya adalah mama Riri. Kebetulan Sisi sedang pergi ke kantin dan Fira sudah pulang ke kost-an.

"Assalamu'alaikum, bu."

"Wa'alaikum salam... lho nak Ahmed lagi? "

"Eh iya maaf mengganggu bu, ini saya mengantar orang yang tidak sengaja menyerempet ojek yang Riri tumpangi."

"Oh ini orangnya?"

Mama Riri sempat sedikit emosi, namun Sultan menjelaskannya. Dan akhirnya mama Riri membawa mereka masuk ke dalam berkat permintaan Riri juga yang mendengar perdebatan mamanya.

"Mbak, saya benar-benar minta maaf. Saya benar-benar tidak sengaja dan tidak melihat jika ada motor do samping kiriku. Karena memang abang ojeknya juga menyalip mobil saya dari kiri." Ujar Erwin dengan sangat menyesal.

"Iya nggak pa-pa. Tidak ada krang yang ingin terkena musibah. Saya juga sudah hampir pulih kok. Cuma masih trauma karena dulu saya juga pernah kecelakaan."

"Sekali lagi maafkan saya."

"Iya."

Erwin mengeluarkan amplop coklat yang berisi uang dari sakunya.

"Ini sebagai tanggung jawab saya, mbak. Meski sedikit semoga dapat membantu."

"Eh tidak perlu, semua biaya sudah ditanggung perusahaan saya kok. Do'a kan saja saya cepat sembuh."

"Nggak pa-pa, mbak. Buat biaya lainnya. Makanan dan minuman di rumah sakit tidak gratis, kan?"

"Ambil saja, mbak Riri." Sahut Sultan.

Akhirnya Riri menerimanya.

"Terima kasih."

"Iya sama-sama, mbak."

Tanpa sadar Sultan memperhatikan Riri. Riri yang saat itu sempat meliriknya pun menjadi salah tingkah. Sultan langsung mengalihkan pandangannya. Hal tersebut tidak luput dari perhatian Erwin dan mama Riri.

Akhirnya Erwin dan Sultan pamit kepada Riri dan mamanya.

Setelah kepergian mereka, mama Riri mencoba memancing putrinya.

"Ri... "

"Iya, ma?"

"Ahmed itu kok kayaknya perhatian sekali ya sama kamu? Baru tadi siang dari sini. Es sorenya dia ke sini lagi cuma nganterin orang yang nyerempet kamu. Padahal kan, bisa saja dia kasih tahu nomer kamar kamu."

Riri diam sejenak. Jika dipikir-pikir memang benar yang dikatakan mamanya. Tanpa sadar ia mengulum senyum.

"Ehem.. ehem... ini mama tanya kok malah senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan kaku ada apa-apa sama dia ya?"

"Hah, apa-apa gimana maksud mama?"

"Ya, siapa tahu kalian saling naksir."

Saat Riri mau membalas ucapan sang mama, Sisi datang membuka pintu.

"Mama, aku beliin gado-gado nih."

"Lama banget kamu, Si?"

"Hehe... tadi masih ke depan dulu cari angin."

Karena lapar, mama lupa dengan obrolannya bersama Riri. Mama langsung membuka bungkus gado-gado dan memakannya. Riei merasa lega karena mamanya lupa dengan pembahasan tadi.

Sisi pun duduk di kursi dekat brangkar menggantikan mamanya. Ia mengajak Riri ngobrol.

Sedangkan Sultan saat ini sedang di parkiran.

"Bang, tadi itu calon kakak ipar ya?" Goda Erwin.

"Hus, ngarang! Awas, nggak usah cerita apa pun sama istrimu. Mulutnya terlalu ember. Nanti jadi salah paham."

"Kalau memang iya nggak pa-pa juga kali, bang."

"Erwin, kamu mau aku pecat? "

"Ampun bang... ya sudah, aku mau pulang."

Erwin pun lari terbirit-birit masuk ke dalam mobilnya.Lalu ia membuka kaca mobilnya.

"Semangat bang, kalau cinta bilang saja!" Ujar Erwin sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan parkiran.

"Sialan, dasar ipar durjana!"

Sultan pun naik ke atas motornya. Ia memakai helm dan jaketnya.

"Bismillahirrahmanirrahim... "

Di pertengahan jalan, Sultan mampir di Masjid karena adzan Magrib sudah berlalu lima menit yang lalu. Ia shalat di Masjid agar tidak terburu-buru untuk sampai di rumah.

Setelah selesai shalat, Sultan bersalaman dengan orang di sampingnya yang juga baru selesai shalat.

"Nak jodohmu sudah dekat. Jangan terlalu santai dalam menanggapinya. Tahun ini adalah tahun keberuntunganmu." Ucap orang tersebut.

Sultan sedikit terkejut mendengarnya. Orang tersebut seolah-olah memberikan petunjuk kepadanya. Sultan pun tak segan bertanya.

"Maaf Pak, apa jodoh saya itu orang dekat?"

"Orang jauh, tapi saat ini sedang dekat denganmu."

Entah kenapa wajah Riri yang terbesit dalam otak Sultan. Tidak ada lagi wanita yah dekat dengannya selain Riri.

"Apa yang kamu pikirkan itulah orangnya." Sahut bapak tersebut seolah sangat tahu apa yang Sultan pikirkan.

Sultan mengulum senyum. Ia mengeluarkan dua lembar uang ratusan ribu dari dompetnya lalu ia salamkan kepada bapak tersebut. Sebenarnya ia ingin memberi lebih, namun sisa uang di dompetnya hanya segitu.

"Tidak-tidak, kamu tidak perlu memberiku! Aku bukan orang pintar. Aku hanya mengatakan sesuai yang aku lihat." Tolaknya.

"Ini rezeki untuk bapak, tolong diterima."

Setelah Sultan memaksa, akhirnya bapak tersebut mau menerimanya.

Sultan pun pamit meninggalkan Masjid. Ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Sampai di rumah, ummi sedang menyiapkan makanan malam di meja makan. Tiba-tiba saja, Sultan memeluk sang ummi.

"Astaghfirullah.. kaget, ummi."

"Mumpung nggak ada abi. Kalau ada abi, pasti nggak boleh peluk-peluk istrinya."

Ummi mengulum senyum. Sudah lama anak lelakinya itu tidak semanja ini.

"Dari mana saja seharian ini, bang?"

"Huh... dari rumah sakit."

"Perasaan tiap hari ke rumah sakit?"

"Iya, ummi. Abang udah lapar banget. Boleh makan duluan?"

"Ya sudah, makan saja."

Ummi mengambilkan nasi dan lauk untuk Sultan.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!