NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi Pula, Hanya Istri Rahasia

“Aku dengar kamu diundang ke pernikahan Zaline, kenapa malah menemuiku di sini?” Ryan tersenyum. Meski saat ini Ares masih memasang ekspresi datar seperti biasa tapi Ryan bisa melihat ketidak nyamanan di mata pria itu, seolah sedang mencemaskan sesuatu. “Kamu bisa terlambat, Ares.”

“Apa pun yang Barga katakan ….” Ares berbicara dengan tegas. “Aku harap kamu nggak melakukan tindakan bodoh karena dipengaruhi olehnya.”

Ryan langsung berseringai, Barga sempat mengatakan bahwa Ares mengawasi setiap gerak-gerik keluarga Jatmika. Awalnya ia tak percaya tapi setelah mendengar apa yang Ares katakan, ucapan Barga telah terbukti.

“Aku bertemu dengannya secara rahasia, bagaimana kamu tahu?”

Dari pada menyangkal, Ryan lebih memilih berterus terang, ingin tahu seperti apa reaksi kakak angkatnya itu.

“Itu nggak penting.” Ares menjawab dengan tenang. “Yang terpenting adalah kamu harus tahu, hal sekecil apa pun yang kamu lakukan bisa berakibat pada keluargamu dan perusahaan.”

Tatapan Ryan berapi-api, tangannya terkepal, ingin sekali ia melayangkan tinju ke wajah Ares yang bertopeng tebal tapi ia tahu kekerasan hanya akan memperburuk keadaan.

Saat ini ia tidak tahu mengapa dan bagaimana Ares bisa berakhir di panti asuhan lalu diadopsi oleh ayahnya. Ia juga tidak tahu apa yang Ares inginkan dari keluarga Jatmika dan juga dari pernikahannya dengan Lyra.

“Siapa targetmu?” Ryan menggeram tertahan. “Keluargaku atau … Lyra?”

Alih-alih memberikan jawaban, Ares hanya berseringai tipis lalu bergegas pergi ke pesta pernikahan Zaline.

Sesampainya di pesta, perhatiannya langsung tertuju pada Lyra yang sangat cantik, bahkan ia merasa sang pengantin tidak bisa menandingi kecantikan istrinya.

“Jaga matamu, Bos.” Liana berbisik sambil menggandeng tangannya. “Pelayan wanita di arah jam 10 itu adalah orang Barga, dia pasti ingin tahu dengan siapa saja kamu berinteraksi malam ini.”

Ares mengatur napas, berusaha bersikap biasa saja meski saat ini ia ingin berlari dan memeluk Lyra.

“Istrimu sangat cantik, aku ingin menyapa.”

Ares langsung melotot tajam mendengar itu tapi ia tak memiliki kesempatan untuk protes karena Liana langsung membawanya menghampiri Lyra.

Wanita … selalu lain di mulut lain di hati, pikirnya. Sejak tadi, Liana yang mengingatkan agar ia menjaga sikap tapi wanita itu juga yang membuatnya berdiri di depan Lyra.

Saat melihat Lyra terluka, Ares hampir saja berlari menghampiri istrinya jika saja Liana tak memegang tangannya dengan erat, Leo juga memberinya isyarat untuk tetap tenang.

Dengan susah payah Ares tetap berdiri di tempatnya, memasang wajah datar meski hatinya bergejolak.

Setelah Lyra dan Sena pergi, Ares dan Liana menghampiri sang pengantin, memberikan ucapan selamat dan hadiah pernikahan.

“Aku berterima kasih dari hatiku yang paling dalam, Ares,” kata Zaline dengan senyum tulus. “Berkat kamu yang merekomendasikan Lyra, aku mendapatkan gaun pengantin impianku.”

Ares hanya tersenyum samar sambil mengangkat gelasnya, pertanda menerima ucapan terima kasih Zaline.

Sementara di sisi lain, Lyra termangu sambil memainkan cincin di jari manisnya, cincin yang sempat ia simpan tapi kemudian dikenakan lagi.

“Mau tidur di rumahku aja, Ra?” Sena yang sedang menyetir sesekali melirik Lyra yang sejak tadi membisu.

“Ra, mau diantar pulang atau mau tidur di rumahku?” Sena mengulangi pertanyaannya karena Lyra tak menjawab.

“Oh, itu … antar pulang aja.” Lyra kembali melepas cincinnya.

“Tapi, Ra_”

“Aku nggak apa-apa, Na. Lagian hubunganku sama Ares memang seperti ini, bahkan tercantuk di atas kontrak.”

Sena hanya bisa menghela napas berat, untuk masalah Lyra yang satu ini ia benar-benar tak bisa membantu apa pun, apalagi sekarang hubungan kedua insan itu memang sudah tercantum di atas kontrak.

“Aku liat kamu bukan nggak apa-apa, Ra.” Sena berkata dengan nada rendah, ia bisa melihat kecemburuan di mata sahabatnya. “Kamu suka sama Ares, ya?”

Lyra terdiam sejenak lalu menyunggingkan senyum miring. “Sepertinya gitu.” Ia menghela napas panjang. “Selama ini dia bersikap sangat baik, sangat lembut, sangat perhatian, jadi bagaimana mungkin aku nggak merasa nyaman dan berakhir suka? Tapi tenang aja, aku bisa mengendalikan perasaanku kok.”

Sena bernapas lega mendengar apa yang Lyra katakan dengan yakin.

Sesampainya di rumah, Lyra mengajak Sena mampir tapi sahabatnya itu menolak karena merasa sangat lelah dan ingin istirahat lebih awal. Sebelum pulang, Sena juga mengingatkan agar luka di kaki Lyra tidak terkena air.

“Hati-hati di jalan!” seru Lyra yang Sena jawab dengan lambaian tangan.

Ketika keluar dari rumah Lyra, perhatian Sena langsung tertuju pada mobil hitam yang terparkir tak jauh dari rumah sahabatnya itu, mobil familiar yang sepertinya sering ia lihat.

“Perasaanku aja atau gimana, ya?” Sena berusaha mengingat-ingat kembali di mana saja ia melihat mobil itu tapi tak membuahkan hasil, jadi ia mengabaikannya.

***

Jam menunjukkan pukul 12.30 saat Ares sampai di rumah, ia langsung ke kamar, memeriksa luka di kaki istrinya yang terlelap. “Maafkan aku, Lily,” gumam Ares penuh penyesalan.

“Ares?”

Lyra membuka matanya yang terasa berat, dengan malas ia menyalakan lampu di sisi tempat tidurnya dan ia melihat Ares yang berlutut di bawah kakinya. “Baru pulang?” Ia melirik jam dinding.

“Hem.” Ares menyunggingkan senyum samar sembari merapikan rambut Lyra di sisi wajahnya. “Maaf membangunkanmu, Sayang.”

Sayang?

Lyra tersenyum muak mendengar panggilan mesra itu. Ia benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa ada pria seperti Ares yang tampak begitu tenang saat sedang bermain hati.

“Apa kita perlu ke rumah sakit untuk memeriksa lukamu?”

“Lukaku?” Lyra menatap luka kecil di kakinya. “Hanya goresan kecil, nggak perlu dipedulikan.”

“Tapi itu luka karena pecahan gelas, Lily. Kita harus memeriksakannya ke dokter, ya?”

Ares memasang wajah cemas dan takut, berbanding terbalik dengan ekspresi yang pria itu tunjukkan saat di pesta.

“Kamu ….” Lyra memandangi Ares dari ujung kepala hingga ujung kaki. Saat di pesta, pria itu tampil dengan sangat tampan dan berwibawa, tetapi sekarang rambut pria itu sedikit berantakan, dasinya longgar, lengan kemajanya digulung hingga siku. “Sangat professional.”

“Maksudnya?” Ares bertanya bingung.

“Sesuai yang tercantum di kontrak, kita orang asing di luar tapi suami istri yang sesungguhnya di rumah.” Lyra tersenyum getir. “Dan kamu sangat professional karena melalukan semua yang tercantum di kontrak dengan sangat baik. Di luar, kamu bahkan nggak melirikku. Tapi di rumah, kamu bersikap layaknya suami yang cinta mati sama istri sampai-sampai membuatku lupa kalau kita hanya menikah kontrak dan aku hanya istri rahasiamu.”

“Maafkan aku soal yang tadi,” ucap Ares dengan tulus. “Aku nggak bermaksud mengabaikanmu, aku mencemaskanmu, sungguh.”

“Terima kasih.” Lyra senyum lebar tapi sorot matanya begitu dingin menusuk, membuat hati Ares berdenyut. “Sekarang aku mau tidur. Selamat malam, Ares.”

Ares hanya membuka mulut tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun saat melihat Lyra kembali berbaring memunggunginya.

Di sisi lain, Barga memeriksa foto dan video yang baru saja diberikan oleh anak buahnya. “Wanita yang dibawa Tuan Ares itu mungkin kekasihnya, Tuan Barga.”

Barga menggeleng. “Aku sudah menyelidik latar belakangnya, dia hanya wanita sebatang kara yang pernah Ares selamatkan enam tahun yang lalu. Wanita itu bukan kelemahan Ares, yang ada mungkin dia rela mati demi Ares sebagai balas budi.”

Barga menggeram kesal karena masih tidak menemukan jalan untuk membalaskan dendamnya. “Bagaimana dengan Ryan? Apa dia melakukan sesuatu?”

“Tidak ada pergerakan apa pun darinya, Tuan. Apa mungkin Tuan Ryan tidak berniat bekerja sama?”

Barga terdiam sejenak sambil memainkan pisau lipatnya. “Bagaimana pun juga mereka sudah hidup sebagai kakak adik sejak lima belas tahun yang lalu. Ragu untuk mengambil sikap memang hal yang wajar.”

“Jadi apa yang harus kita lakukan?”

“Kumpulkan bukti bahwa Ares akan menghancurkan perusahaannya, bahkan kerja sama dengan VC Group adalah jebakan yang dia rancang.”

1
Saadah Rangkuti
firasatku mengatakan kalo lyra hamil 🥰
🌺 Tati 🐙
sekalilagih urusan rahim urusan otornya,walaù dah pake pengaman kalau jadi yajadi😅
💥💚 Sany ❤💕
Jangankan kamu Ra... aku yang cuma baca doang kayak benar-benar terbawa dalam cerita. Athoor Skay emang pande memainkan emosi para pemirsa 😁😁
💥💚 Sany ❤💕
Kayaknya Lyra benar-benar hamidun. Ternyata kejutan gak pernah off ngikutin kamu Ra 😂😂🤭
Nata Abas
semangat up y kak
yulithong
nah lho...tekdung si lyra....gmn msh mau cerai lyra?..🤭
💥💚 Sany ❤💕
Musuhmu terlalu banyak Ar...., semoga kamu bisa melewati semuanya dan hidup bahagia ma Lyra
💥💚 Sany ❤💕
Jangan keras kepala Ra, meskipun kamu bingung dengan yang terjadi tapi cuma Ares yang selalu siap siaga buat kamu
Arsyad Algifari.
benang kusut mulai terurai
Milla
Please ra patuh sama suami muu 🥺🥺 demi keselamatan nyawa mu 🤗 tapi bagi lyra yang g tau apa2 jelas shock lah ares sih sok dengan penuh kemisterian nyaa nah kan istri mu kaget kan ayo jelaskan sampe lyra hnya nurut sama kamu ya tuan ares 🥹🥺
💥💚 Sany ❤💕
Cara Ares mencintai Lyra emang unik bin ajaib. Pokoknya diluar nurul, ada ya cinta yang sebesar itu?
💥💚 Sany ❤💕
Lagi serius dan tegang-tegangnya cerita Ares, eeehhh.... ujungnya bikin ngakak. Emang pas kalian sahabat sejati, cuma Ares aja yang dingin kayak es balok 😁😁
yulithong
lyra tdk bs berword word....
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
kejutan yg luar biasa dan semoga lyra sanggup menghadapi nya
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ya cinta emang gila, tapi itu cara Ares mencintai lyra walaupun rada extrim🤭
Nata Abas
lanjut kak
💥💚 Sany ❤💕
Padahal Ryan waktu itu masih bocil tapi otaknya dah licik
💥💚 Sany ❤💕
Ternyata kematian Mamanya Resa dan juga Resa karena ulah Ayah kandungnya, dan Ryan emang sengaja ingin melenyapkan kakaknya. Ngeri...
yulithong
ternyata bgtu ya sadis nya tuan tama n ryan panteslah ares bgtu membenci mrka
Milla
Wah oke thor satu persatu benang kusut sudah mulai bisa terpisahkan memang pasangan ayah dan anak yang klop sama2 kadi pembunuh pantas aja ares begitu benci dan sakit hati terhadap orang asing yanv di bilang keluarga 😔🥺 lanjut thorrrrr ayo dong lagi seru inii 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!