NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Rasa

Saat Vanya masuk kedalam kelas mata nya tertuju pada Nana yang seolah tak punya semangat untuk hidup lagi. Mata nya yang terlihat sangat sayu dan menghitam cukup membuat Vanya keheranan. 

Ternyata bukan hanya Vanya yang keheranan dengan keadaan Nana saat ini tapi Irgi dan Farida pun tak melepas pandangan nya dari Nana.  

Dengan sekali kode mata dari Vanya, Irgi dan Farida kompak mengangkat bahunya. 

Mau gimana lagi, mereka hanya bisa terdiam dan menerka nerka tentang apa yang sedang terjadi dengan Nana. 

Walaupun mereka suka bertengkar tapi mereka saling perhatian. 

...☘️☘️☘️...

Triiing, bel pulang pun berbunyi, tapi itu hanya bel untuk kelas reguler. Vanya dan siswa lain yang  berada di kelas unggulan, masih harus menyelesaikan tugas tugas mereka. Disela sela mengerjakan tugas nya Vanya izin pergi ke kamar mandi, tanpa di sengaja Vanya dan Nana bertemu. Disepanjang jalan Vanya hanya sibuk melirik Nana tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Saat hampir sampai didepan kelas Vanya  tiba tiba Nana menghentikan langkah nya yang membuat Vanya juga menghentikan langkahnya. 

"Van nanti pulang sama gue ya"

Vanya hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. 

Di perjalanan pulang Vanya tetap diam membisu, ia takut untuk memulai obrolan dan malah membuat mood Nana makin hancur. 

"Van kita ke taman dulu ya, jajan dulu gue pengen beli telor gulung," Nana membuka percakapan dengan nada yang lebih tenang dari tadi siang. 

Sepertinya suasana hati Nana mulai membaik.

Vanya dan Nana berjalan mengitari taman untuk mencari tempat duduk yang nyaman, telor gulung di tangan Vanya bahkan sudah hampir habis sebelum mereka mendapatkan tempat duduk. 

"Gue kayanya mau putus aja deh Van, " 

Vanya kaget dengan ucapan Nana itu sampai sampai membuat Vanya tersedak dan itu terasa sangat sakit. 

Bagaimana bisa mereka putus dengan waktu yang sangat singkat bahkan mereka belum sempat bertemu. Tapi setelah di pikir pikir mereka juga pacaran dengan waktu pdkt yang sangat singkat tak heran jika hubungan itu tidak bertahan lama, lagi pula mereka masih remaja dan hanya sebatas penasaran dengan kata pacaran. 

"Emang kenapa sih kok tiba tiba mau putus?" 

"Ya ga papa kita kayaknya ga cocok aja, gue gabisa sama orang yang ga mau dengerin penjelasan gue Van," 

Yap Vanya akhirnya tau alasan wajah Nana yang terus tertekuk hari ini, ternyata orang sepintar Nana juga akan terlihat bodoh dan tak berdaya jika itu tentang cinta. 

Tak ada suara lagi, percakapan itu mengambang begitu saja, Nana yang tak lagi menjelaskan karna ia tahu Vanya pasti akan mengerti maksud dari perkataan nya dan Vanya yang memilih diam ia tak mau berpihak pada salah satu nya. Vanya  dan Nana memilih untuk diam dan menghabiskan makanannya. 

Tak terasa hari mulai sore. langit senja yang indah hari ini seolah olah ingin menghibur Nana yang hari ini hati nya berwarna kelabu. Memberikan Nana rasa hangat yang menenangkan hati dan keindahan memanjakan mata, semua terasa sempurna bagi Nana terlebih ada Vanya di samping nya.

...☘️☘️☘️...

"Makasih ya Van udah mau nemenin gue, lo emang temen paling baik hati dan tidak sombong" Pesan text dari Nana masuk tepat ketika Vanya ingin menaruh HP nya di atas nakas. 

"Iya sama sama, tumben banget nih muji gue, curiga mau ada maksud lain" 

"Enggak  kok Van hehe cuma mau minta tolong doang besok mau liat tugas lo ya hehehe, gue ga sempet kerjain tadi lagi ngurusin ibu" 

Vanya tau itu hanya akal akalan Nana saja, mungkin ia belum bisa tidur jadi dia mencari teman untuk menemaninya. Tugas itu sangat mudah bagi Vanya jadi sangat mustahil Nana tidak bisa mengerjakan nya, Vanya yakin bahkan jika Nana menutup mata nya pun tugas itu mampu ia selesai kan dengan sangat baik. 

"Iya tapi ga gratis ya, Es teh 1 sama mie ayam ya"

"Siap tuan putri" 

Vanya terkekeh kecil membaca jawaban Nana. Jika Vanya benar menjadi tuan putri maka Vanya akan tetap memilih Nana sebagai pangeran nya. 

Membayangkan nya aaja membuat Vanya tersenyum semringah. 

" Tidur Na udah malem" 

"Iya bye, good night Van "

"You too"

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!