Warung sate milik Pak Parmin selalu ramai pengunjung, setiap yang makan di sini selalu saja kembali karena ketagihan akan rasa nya.
namun semakin ramai maka semakin banyak juga yang menyebarkan kabar tidak sedap, konon kata nya mereka pakai pesugihan sehingga dagangan laris manis.
pesugihan apa yang mereka anut?
Apa kah mereka memang memiliki pesugihan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Arya tantrum
"Yang di masukan dalam sate ini darah, Arya!" Purnama membuka bungkusan sate.
"Aaaaaghh aku sudah makan pula saat itu!" jerit Arya sangking jijik nya.
"Mampus kau, maka nya kalau belum tau pasti jangan langsung makan saja." ujar Purnama kesal.
"Tapi kan belum tentu juga, siapa tau itu masih firasat mu saja." lirih Arya yang tidak percaya dan berusaha untuk menyangkal nya.
Padahal saat ini perut sudah bergejolak seolah mau keluar dari lambung saja makanan yang dia makan, padahal saat makan sate sudah malam sebelum nya sehingga pasti sudah di cerna dan hanyut di dalam bank emas batangan yang tidak bisa di jual.
Tapi rasa mual itu tidak bisa mau di ganggu gugat dan tetap saja terasa, dia dan Purnama berbeda sekali karena masa nya dulu Arya tidak pernah makan jeroan manusia. beda dengan Ratu ular yang sisi gelap nya begitu terasa, dia memakan jeroan manusia dengan jumlah yang tidak sedikit.
Walau pun sekarang ada juga rasa jijik nya tapi dia masih bisa santai, selain karena tidak pernah makan sate Pak Min. Purnama juga merasa darah manusia bukan hal yang buruk untuk kalangan iblis, tapi kalau untuk manusia jelas lah itu sangat menyeramkan dan dari mana pula Pak Min dapat darah ini sehingga bisa di jadikan kuah sate nya.
"Kau lupa siapa aku, Arya?" Purnama bertanya sambil menghisap rokok sebesar pisang Ambon milik Nana.
"Astaga, ah bagai mana ini aku mau muntah tapi tidak bisa!" pekik Arya sangat jijik.
"Sudah jadi daging pula yang kau makan, baru tau kau sekarang kalau darah manusia sangat lezat." seringai Purnama.
"Sialan, siapa tau darah hewan pula yang dia pakai." sergah Arya berusaha berpikir positif.
"Awal nya aku memang tidak yakin dengan perasaan ku, namun setelah ku gunakan insting ku yang lama maka aku yakin kalau ini semua memang darah manusia!" tegas Purnama tidak bisa di bantah.
Tinggal lah Arya yang kalang kabut tidak karuan karena dia sudah memakan sate itu, bisa bisa nya pas pertama melihat maka tidak ada firasat apa apa. tau nya sudah makan saja dan memang terasa enak, sekarang baru tau rasa nya sangat lah tidak pantas untuk di nikmati oleh manusia.
"Darah siapa yang dia ambil ya? kan tidak mungkin darah dia terus yang di ambil setiap hari." gumam Purnama.
"Terus guna nya Asu baung sama darah ini apa?" tanya Arya penasaran.
"Aku ya tidak tau juga, Arya! kalau kau mau tau cepat ya tanya lah sama sama Pak min." sewot Purnama.
"Lah sudah emosi saja, malas sekali aku kadang bicara dengan mu yang mudah emosi ini." rutuk Arya.
"Lagian kau itu pun bodoh sekali, kalau aku tau ya tidak perlu susah payah aku mencari tau!" sergah Purnama.
"Oke, berarti kita cari tau soal masalah ini dengan darah nya yang di pakai oleh Pak Min juga." Arya mengangguk paham.
Purnama mengangguk setuju karena mereka memang perlu tau juga apa hubungan Asu baung dengan darah manusia yang di pakai, apa kah Asu ini yang membantai manusia dan mengambil darah nya. sebab Asu baung seolah bisa menghisap darah hanya lewat luka kecil saja, maka nya bisa jadi dia lah yang sudah menjadi pelaku.
Bila tidak ada andil nya maka tidak mungkin dia ada di lingkungan Bu Endah dan juga Pak Min, bisa jadi dia adalah pelindung keluarga tersebut untuk menghindari Purnama. tapi semua masih belum dapat di pastikan karena masih di selidiki, kalau sudah pasti maka mereka bisa mau menyerang.
"Belum ada kah kabar Sam?" tanya Purnama pada Nana yang sudah sembuh.
"Tidak ada, aku mencoba lagi tapi tidak ada suara apa pun." jawab Nana.
"Sam tidak akan ada arti nya bagi Asu baung, dia jelas lebih kuat dari pada Sam!" Xavier membuka suara.
"Jangan tambah menakuti aku, Xavier!" Nana jadi tambah cemas.
"Bukan aku menakuti mu, cuma aku mengatakan agar kau bersiap segala kemungkinan yang terburuk nya!" jawab Xavier.
"Pur, gimana dengan Sam jadi nya? apa dia memang di curi oleh Asu Baung!" Nana tambah tidak karuan karena takut itu semua menjadi nyata.
"Jangan merusuh ku, andai aku tau maka akan ku jemput dia sekarang!" sentak Purnama yang juga bingung.
Nana terdiam dengan hati yang tidak bisa mau di jabarkan lagi, setakut ini kehilangan kekasih nya dan jelas dia merasa tidak sanggup. apa lagi semua mengatakan kalau lawan tidak main main, rasa ingin menjerit dan mendatangi nya langsung.
...****************...
"Seruni, mau kemana?" tanya Cakra melihat anak nya sedang mau pergi.
"Aku mau menginap di rumah Bintari, Pa." jawab Seruni.
"Loh kok mendadak, ini loh sudah jam sepuluh malam." Cakra berkata lembut.
"Ya enggak apa apa to, kan rumah nya tidak jauh juga." jawab Seruni.
"Papa takut ada apa apa, Hem dan Papa mau tanya boleh ya?" Cakra agak tidak enak mau banyak tanya.
Seruni mengangguk karena dia sama sekali tidak keberatan mau di tanya apa oleh Papa nya, namun dia sudah punya firasat kalau ini bukan pertanyaan yang enak untuk dia. tapi karena orang tua yang tanya maka ya sudah di jawab saja, mana Cakra juga sangat lembut pada anak nya.
"Papa mau tanya apa?" Seruni menatap Cakra.
"Kan kamu sudah sering latihan, apa sudah ada perubahan wujud mu?" tanya Cakra pelan.
"Belum ada." jawab Seruni.
"Oh begitu, ya sudah tidak apa apa. lagi pula itu tidak penting, mungkin kamu memang murni manusia!" angguk Cakra.
Anak nya pun tersenyum karena dia sangat bahagia memiliki orang tua tidak banyak menuntut begini, walau pun Cakra ini orang nya sangat tegas dan juga keras, tapi kalau dengan anak dia bisa lembut dan juga kalem sehingga tidak berani Seruni mau macam macam dengan Papa nya.
"Hati hati di jalan ya." Cakra tersenyum manis.
"Iya, Seruni pergi dulu." Seruni melambaikan tangan nya.
"Jangan keluyuran kemana mana ya, Ni!" teriak Fahira sang Mama.
"Iya, Bintari saja hamil jadi mana mungkin mau keluyuran." jawab Seruni.
Berangkat lah gadis cantik ini meninggalkan rumah nya untuk menuju rumah Arka dan Bintari, niat nya memang mau menginap di sana sekalian latihan karena di ajak oleh anak ular itu untuk latihan dulu. tidak mungkin menolak juga, jadi dia pun berangkat malam karena urusan toko nya juga baru lah selesai jam sembilan tadi ini.
Selamat pagi, jangan lupa sarapan ya guys.