Qin Yue, agen elit paling mematikan dari dunia modern, mati dalam misi. Ia terbangun di tubuh Putri Feng Xiuying—gadis cantik, lemah lembut, dan terkenal bodoh seantero istana.
Tapi dunia akan segera tahu bahwa kelinci mungil ini kini bertaring.
Pedangnya lebih cepat dari lidah bangsawan istana, dan kelicikannya bahkan bisa mempermainkan para pejabat tua.
Hanya satu orang yang tak bisa ia taklukkan. Jenderal Han Ziyu, pria dingin berjulukan "Serigala Salju."
“Ayo bertarung!”
“Maaf, aku tak melawan kelinci,” katanya dingin.
Tapi ketika kelinci itu mulai menggoda pangeran lain, serigala itu menggeram pelan.
“Kelinci milikku... tak boleh bermain di kandang rubah lain.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seojinni_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 - Festival Musim Semi Dimulai!
Pagi Hari – Ibukota Kekaisaran
Hari ini, Festival Musim Semi resmi dimulai, dan Ibukota Kekaisaran tampak seperti lautan warna.
Lentera merah bergantung di setiap sudut jalan, kain sutra berwarna cerah berkibar tertiup angin, dan aroma manis bunga musim semi memenuhi udara.
Di tengah rakyat Kekaisaran yang tampak tumpah ruah, para pedagang sibuk menjajakan pernak-pernik festival, anak-anak berlari dengan gembira sambil memegang tanghulu atau mainan kertas.
Namun, sebagian dari mereka tidak hanya tertawa, tapi juga bergosip di meja restoran, dan tentu saja... mulai memasang taruhan.
“Hei, kau sudah dengar? Putri keluarga Bai ikut kompetisi tahun ini!”
“Hah? Maksudmu, anak haram Jenderal Bai?”
“Dia? Pfttt! Aku bertaruh dia bahkan tidak bisa memasukkan benang kedalam jarum!”
“Tapi jujur saja, wajahnya sungguh cantik. Mungkinkah dia akan menarik perhatian Putra Mahkota?”
“Bukankah dia tunangan pangeran keempat?”
“Tunangan apanya. Semua orang di kekaisaran tahu jika sang pangeran selingkuh.”
“Hah! Tapi, jika Putra Mahkota benar-benar memilihnya... haruskah aku memasang taruhan untuknya?”
Gosip menyebar lebih cepat dari api di musim kemarau.
***
Di Dalam Kereta Keluarga Bai
Sementara itu, di dalam kereta mewah keluarga Bai yang didekorasi elegan, seorang gadis muda duduk dengan wajah masam. Xiuying.
Sejak kemarin, dia terus saja memelototi secarik kertas kusut di tangannya.
Di seberangnya, Rong Yi menatapnya dengan putus asa. “Putriku… kau yakin tidak akan berubah pikiran? Kita masih punya waktu. Kau bisa pura-pura sakit. Atau... lupa ingatan?”
Xiuying menatapnya malas. “Yi. Aku ini wanita yang selalu menepati janji. Terutama, janji yang bisa membebaskanku dari pernikahan sialan itu. Kenapa kau malah membujukku untuk kabur?”
*Xiuying : Lihat, betapa beraninya aku. Demi kebebasan, menyulam pun akan kulakukan ( ꈍᴗꈍ)*
Rong Yi menatapnya penuh arti, dalam hatinya bergumam, “Aku bisa bayangkan, betapa suramnya kompetisi nanti...”
Melihat reaksi Rong Yi, Xiuying hanya mengabaikannya. Dia melipat kembali kertas di tangannya yang hampir sobek, pandangannya menyapu jauh keluar jendela. Meskipun kompetisi ini lebih seperti... kompetisi ‘mencari mati’ untuknya, tapi sebagai wanita tangguh yang berprinsip 'Lebih baik mati di medan perang daripada terjebak di pelaminan yang salah', Xiuying hanya mendengus. “Persetan dengan sulaman burung bangau! Jika perlu, aku akan menyulam burung ke dalam api, memanggangnya, dan kupastikan rasanya enak!!!”
Dari kejauhan, iring-iringan kereta lainnya melintas. Xiuying meliriknya sekilas, kereta itu berwarna putih pucat, dengan lambang bunga Lily putih. “Hm...?!” Xiuying merasa kereta itu familiar, tapi dia malas memikirkannya dan mengabaikannya.
***
Gerbang Istana Kekaisaran — Tak Lama Kemudian
Setelah perjalanan yang melelahkan, kereta keluarga Bai akhirnya sampai di depan gerbang istana kekaisaran. Namun, karena hari ini Festival Musim Semi, antrian kereta yang ingin masuk ke Istana cukup ramai. Selain itu, karena terlalu banyak orang yang datang, istana memberlakukan registrasi data. Mereka akan mengkonfirmasi nama, dan nama keluarga. Kau tahu... kejahatan terkadang bersembunyi dalam keramaian.
Setelah mengantri panjang, kereta keluarga Bai akhirnya tiba di pelataran istana yang juga dipenuhi kereta bangsawan lainnya.
Xiuying perlahan turun, dan hal pertama yang dia lihat adalah, para pelayan yang berjejer rapi menyambut, para prajurit menjaga setiap sudut istana, dan para pejabat saling tersenyum palsu. Tentu saja, bagian paling menariknya adalah, para nyonya dan nona muda bangsawan... sudah mulai mengatur posisi untuk adu “Pamer.”
Saat ini, semua orang menatap ke arahnya. Apakah karena wajahnya yang cantik? Itu mungkin... tapi, lebih tepatnya karena gaun yang dia gunakan. Hanfu berwarna merah terang, membuatnya terlihat mencolok. terutama karena sikap angkuhnya saat turun dari kereta, seolah siap menyerbu musuh dengan aura 'Berani mencari masalah denganku?"
Salah satu Wanita bangsawan berbisik, "Itu dia... gadis keluarga Bai yang terkenal."
Nyonya Shen, menatapnya tajam dan berkata, "Begitu mencolok! Sungguh tidak tahu malu!"
*Nyonya Shen ibunya Shen Ruyin, yang sebelumnya disiksa Xiuying di kolam hehehe*
“Yi. Sepertinya mereka semua terpesona padaku.” ucap Xiuying sambil tersenyum.
“Putriku. Itu karena pakaianmu begitu mencolok.” balas Rong Yi.
Xiuying menjawab dengan santai. “Tsk. Sepertinya mereka buta. Yi, lihatlah... dibandingkan gaun miliku, riasan tebal mereka lebih mencolok. Lalu, lihat wanita itu? Tubuhnya penuh perhiasan, apakah dia memindahkan isi toko ke tubuhnya?”
*Rong Yi : Diam adalah emas! Diam adalah emas! (Dia sudah 100x mengatakannya pagi ini)*
“Xiuying...” terdengar suara lembut dari kerumunan. Nyonya Han, berjalan dengan anggun bersama Bai Zen.
“Bibiiiii~” seketika, ekspresi Xiuying berubah menjadi 'Aku gadis lembut dan imut' membuat semua orang terkejut.
“Putriku... Kau terlihat cantik hari ini.” puji Nyonya Han. Barusaja dia berpapasan dengan Bai Zen. Dia bertanya dimana Xiuying, dan kebetulan Bai Zen mengatakan ingin menunggu adiknya disini, jadilah mereka datang bersama. Suasana istana begitu memuakkan, hanya Xiuying yang membuatnya cukup nyaman untuk menghabiskan waktu.
Bai Zen menatap adiknya dan mendesah pelan. "Ying'er. Mengapa kau menggunakan warna merah yang mencolok di musim semi?"
Xiuying menepuk dadanya dan berkata bangga. “Kakak. Aku datang untuk menantang! Aku ingin semua orang tahu bahwa aku bukan Xiuying yang dulu.” tapi satu hal yang tidak dia katakan dengan lantang, Aku akan menghajar siapapun yang meremehkanku.
Nyonya Han terkekeh, lalu dengan lembut menggandeng Xiuying, “Baiklah. Ayo masuk ke dalam. Acara akan segera dimulai.”
Mereka berdua pergi sambil bergandengan tangan, dengan Bai Zen dan Rong mengikuti dari belakang. Tanpa tahu, bahwa mereka baru saja menciptakan kehebohan lainnya.
BOOM! Mulut para penggosip mulai sibuk...
"Itu... Nyonya Han memanggilnya… 'putri'?!" bisik seorang gadis muda, "Hubungan macam apa ini…?"
Xiuying, yang mulai menjauh dari kerumunan tersenyum penuh kemenangan.
“Lihat? Aku bahkan belum melakukan apapun, dan mereka sudah kehabisan nafas.”
***
Di Balkon Kehormatan
Kaisar Wu Xuan duduk di kursi emasnya, memandang kerumunan dengan mata setengah bosan.
Di sampingnya, berdiri dua pria muda paling berkuasa di negeri ini. Yang juga dikatakan sebagai dua calon suami paling populer di Kekaisaran.
Han Ziyu, sang Jenderal Agung termuda, berdiri tegap di sebelah kiri Kaisar, ekspresinya masih sedingin biasanya.
Disisi lain, Putra Mahkota Wu Zeyan tampak lebih mudah didekati, wajahnya tersenyum lembut, tapi... kau harus ingat, tidak ada pria lembut yang bisa bertahan di istana yang penuh racun.
Tapi tiba-tiba, pria lembut itu menatap kerumunan dengan terkejut. Han Ziyu, mengikuti arah pandangannya dan menemukan, Xiuying?
Wu Zeyan tersenyum tipis, bergumam. “Han Ziyu… Bukankah gadis Bai itu sangat menarik?”
Han Ziyu melirik sekilas ke arah Putra Mahkota, Wu Zeyan, lalu menoleh ke bawah, ke arah Xiuying yang tanpa malu melambai padanya.
Tanpa sadar, sorot matanya menggelap. Apa gadis itu memang tak pernah bisa diam?
Wei An, yang berdiri di belakang Han Ziyu, juga ikut menoleh kearah bawah. “Oh... bukankah itu kan nona Bai?” lalu tiba-tiba dia tertawa, “Pfft... Apa ini, setelah meramaikan pesta ibu suri, apakah dia juga akan meramaikan festival musim semi?”
Han Ziyu melirik tajam, dan Wei An segera menutup mulutnya. “Sialan! Pria yang jatuh cinta sudah cukup gila. Tapi pria gila yang jatuh cinta jauh lebih... Gila!” keluh Wei An.
TONG!
TONG!
TONG!
Suara gong besar menggema di seluruh taman istana. Kaisar akhirnya angkat suara, suaranya berat dan tegas.
“Dengan ini, Festival Musim Semi Kekaisaran resmi dimulai.”
Xiuying, yang berdiri tepat dibawah balkon istana kekaisaran tersenyum miring, dengan tangan terlipat di dada, dia berkata santai.
“Bagus. Ayo kita mulai pertunjukan. Dan lihat... siapa yang menangis di akhir.”
baru ini nemu MC yang pemalas🤣
😘😘
q tak rela pisan cepat' am xiuying Thor....
sehat2 ya, semangat selalu dalam berkarya