NovelToon NovelToon
Dijodohkan Lagi

Dijodohkan Lagi

Status: tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Lanjutan dari novel Dijodohkan.

Cinta Zia dan Raka harus diuji. Dokter memvonis Zia terkena jantung bawaan yang mengharuskan Raka memilih Zia atau bayinya akankah Raka sanggup hidup tanpa Zia?

Semua telah berbeda saat Zia tersadar dari koma. Anak yang seharusnya menyayanginya justru berbanding balik mengaggap orang lain sebagai ibunya dan mengakui Zia adalah orang lain.

Akankah Raka menentukan pilihan? Kebahagiaan Zia atau kebahagiaan dari anaknya?

Selamat membaca semua...

Jangan lupa follow Ig @SamarJenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S2 Episode 17

Keluarga yang sempurna adalah

dambaan setiap semua orang, bagai pasang surutnya air laut seperti itulah

keluarga. Kadang bahagia, kadang juga menderita. Akan tetapi setiap penderitaan

akan berakhir dengan kebahagiaan. Yakinlah, kebahagiaan akan datang menghampiri

siapa saja yang mau berusaha.

Begitu pula yang terjadi kepada

keluarga Raka. Cobaan demi cobaan mereka lalui saling menguatkan, saling memberi

dukungan satu sama lain. Mama Clarys yang sebelumnya memberi keretakaan pada

hubungan Raka dan Zia, sekarang berbanding balik. Wanita itu sekarang sangat

menyayangi Zia dan Raka lebih dari apa pun. Terlebih lagi setelah kehadiran

Zika. Semenjak kehadiran gadis kecil itu saat ini waktu Clarys dihabiskan untuk

mengurus cucu satu-satunya itu.

Seperti yang dilakukan saat ini,

wanita itu sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk Zika. Banyak pelayan,

tapi untuk makanan cucunya Clarys tidak mau sembarangan. Setelah satu jam

berkutat di dapur akhirnya Clarys keluar membawa  semangkuk bubur ayam untuk Zika.

“Zika sayang mamam yuk. Glenma

sudah membuat bubur kesukaan Zika nih ….” ujar Clarys masuk ke dalam kamar

Raka. Saat masuk wanita itu sangat bahagia saat melihat Raka dan Zia bercanda

dengan Zika. Akhirnya setelah sekian lama kini mereka kembali bersama.

Zia yang bersandar di punggung

ranjang  melingkarkan tangan di  bahu sang suami. Sedangkan Zika berada di

sebelah Raka. Sampai saat ini Zika belum mau mendekat pada Zia. Setiap kali Zia

memanggil Zika bersembunyi di balik papa Raka.

“Cika mau mamam sama papa, glenma

….” ucap Zika dengan bibir mungilnya.

“Baiklah, sayang, kali ini biar

papa sama mama yang suapi kamu ya.” Clarys memberikan mangkuk pada Raka.

Zia mengubah posisinya melepas

tangan dari bahu Raka supaya suaminya bisa duduk tegap menyuapi Zika.

“Sini papa suapin.” Raka mengubah

posisi menjadi bersila tangan kiri memegang mangkuk sedangkan tangan kanan

memegang sendok. Zika menikmati setiap suapan yang diberikanya menurut duduk di

pangkuannya.

Mama Clarys mengusap air mata. Ia

sangat terharu melihat pemandangan ini rasanya tidak ingin beranjak dari sana

dan tidak ingin melewatkan moment itu. Raka tersenyum bahagia sedangkan Zia  memeluk dari belakang.

Raka adalah satu-satunya laki-laki di rumah ini sifatnya selalu melindugi keluarganya

mengingatkan pada sesosok Romi ayah Raka yang telah dicampakkan Clarys.

Entah kenapa melihat moment

seperti ini membuat Clarys mngingat-ingat kesalahnya sewaktu dulu.  Wanita itu sibuk mengusap air matanya. Zia

yang tidak sengaja melihat menyenggol  lengan

Raka, memberi tahu kalau mama Clarys sedang menangis.

Raka menoleh dan benar saja ia

melihat mama Clarys sedang mengusap air mata. “Mama kenapa menangis?” Tanya

Raka meletakan mangkuk di atas nakas lalu menurunkan Zika dari pangkuannya dan

meletakan di sampingnya.

“Mama tidak papa, Raka. Hanya

saja melihat kalian bahagia mama menjadi terharu. Aku tidak bisa menahan air

mata karena terlalu bahagia.” Claris masih sibuk mengusap air matanya.

Raka mendekat ke sebelah Clarys

memegang kedua pundak wanita itu lalu menatap wajahnya. “Keluarga kita sekarang

kembali utuh, Ma. Aku tahu, pasti mama sedang memikirkan hal lain, kan?”

Clarys menggeleng samar Raka

memang bisa menebak apa yang ada di dalam pikiranya. “Mama hanya merindukan

ayahmu, Raka. Andai saja dia saat ini masih hidup. Aku pasti akan bersujud

bersipu di kakinya. Tapi semua sudah terlambat, disaat aku menyadari semua

kesalahanku, ayahmu telah tiada. Tapi setidaknya aku bahagia ….”

Raka dan Zia mengerutkan alis.

“Aku bahagia karena sebelum

papamu pergi sudah meninggalkan pasangan untukmu. Dan ternyata, pilihanya tidak

salah. Dia memilih Zia untuk menjadi pendampingmu. Dan Zialah yang membuat

hidupmu berubah. Dari sebelumnya menghitam berubah menjadi diterangi

kebahagiaan. Maafkan mama, Raka. Maafkan Mama.”

Raka seketika memeluk Clarys

erat. Ia memang marah pada ibunya itu, tapi dulu. Dia memang membenci Ibunya

tapi itu juga dulu. Sekarang tujuan Raka adalah satu, membahagiakan keempat

perempuan yang ada di rumahnya.

“Yang sudah berlalu lupakan saja,

Ma. Sekarang kita semua sudah berkumpul lagi. Setelah Zia bisa berjalan normal

kita akan kembali fokus ke pernikahan Vita. Kasihan juga mereka lama menunggu

hanya karena tidak mau menikah kalau Zia tidak ada.” Raka berjalan ke arah Zika

menggendongnya.

“Dan satu lagi ma, kita harus bisa membuat Zika dekat dengan

Zia. Karena bagaimana pun ini tidak mudah. Tapi aku yakin secepatnya Zika akan

menyayangi ibunya. Iya kan sayang?” Raka mencium pipi Zika berulang-ulang.

”Glenma, jangan nangis ... kata aunty, yang boleh nangis cuma Cika ....”

"Ooh sayang glenma ...." Clarys tersenyum mengusap-mengusap rambut Zika lalu menghadiahkan sebuah kecupan di pipi.

Clarys berjalan melewati Raka dan Zika menuju Zia berbaring. "Bagaimana perkembangan tubuhmu, Zia? Apa ada kemajuan yang kamu rasakan, nak?" tanyanya menelisik tubuh Zia dari atas sampai bawah.

"Lumayan, Mah. tangan dan tubuhku tidak sekaku kemarin. Sedikit mulai sedikit anggota tubuhku mulai bisa digerakkan."

"Syukurlah ... mama sudah tidak sabar ingin kita jalan sama-sama dengan Zika di taman. Karena selama ini, Mama selalu iri melihat anak sedang bersama ibunya. Sedangkan Zika? Dia sendirian hanya bersama mama dan Vita," ucap mama Clarys.

Zia tersenyum, ia memang sangat beruntung keluarganya selalu menyayanginya.

"Zika, gak mau peluk, Mama?" tanya Raka lagi pada putrinya. Gadis kecil itu kekeh menggelengkan kepala.

"Tidak apa, Raka. Dia masih belum mengerti, dia menganggap Zia adalah orang asing. Jadi dia masih takut saat melihatnya. Nanti lama kelamaan juga akan terbiasa," ujar Clarys lagi.

"Mama benar, sayang. Zika belum terbiasa denganku, jadi kupanggil saja tidak mau. Lama ke lamaan dia juga akan mengerti, kalau aku adalah ibunya," sahut Zia.

"Papa, Cika mau sama unda ...." ucap Zika.

Inilah yang tidak disukai oleh Raka. Zika selalu mencari Dokter Sesil walau malam hari. Tampaknya Dokter itu terlalu mendekatkan diri dengan Zika. Sehingga lupa posisinya siapa dia dan siapa ibu kandung Zika.

Raka memutar bola matanya tampak memikirkan sesuatu. Hemmm ia memandang langit-langit kamar. "Ahh iya, tadi pagi unda telepon papa. Kata dia Zika gak boleh nakal, karena dia sedang ada di rumah sakit merawat orang-orang yang sakit, sayang ...." ucapnya bohong.

Zika mengerucutkan bibir belakangan ini hubungannya dengan Dokter Sesil memang begitu dekat. Entah, apa yang dipikirkan oleh perempuan itu, dia terus menyayangi Zika tapi lupa memperkenalkan siapa ibu kandungnya sebenarnya.

"Zika sama glenma aja, yuk," ajak Clarys. Zika menengadahkan tangan menyambut ajakan Clarys. Lalu wanita itu membawa Zika keluar.

Setelah mama Clarys menghilang dari kamar, Raka segera mengambil handuk dan baskom mengisinya dengan air hangat. Membawa ke arah Zia.

"Semoga, besok setelah terapi aku akan kembali sembuh normal lagi ya sayang ... aku tidak tega kalau harus melihatmu membersihkan tubuhku setiap hari."

"Sudah sering aku bilang, kalau aku sangat senang melakukan ini."

1
Elena Sirregar
Luar biasa
Elena Sirregar
bagus
Yuli Astuty
kok sisil gitu
kumala sari
Kecewa
mana thor
Dea Enen
kok dihapus thor, ditunggu upnya malah ilang
Dinniey Meyla
waaaahhh udah lama banget gk up, akhirnya dpt notif juga, biar gk lupa haru baca lg beberapa bab ke atas....
lanjut lg thor, jngn lama lama biar gk lupa lg ceritanya, klo bisa tiap hari 😁😁
MENTARI SENJA
sudah lama nunggu thor😅
Hilman damara
oke langsung cus baca kak
samar: makasih kakak😘
total 1 replies
Hilman damara
bagus banget ceritanya aku suka
mommy
ditunggu karya baru nya trus thor saya suka semua cerita ygvkamu tulis,semangat yaa
samar: udah ada kak, langsung aja ke Singel Mother
total 1 replies
Kokom
iya begitu 😂🤣
Joko Jokoo
masya allah kk jenny, ap kabar?? kangen lo kk cuap2 di crita kkak. sejak kk gk nulis di sini. dn akhir ny kembali😅.
Joko Jokoo: hihihihi, nti aku mampir y kk
total 2 replies
🌻Ruby Kejora
Hai kak... Salam kenal... Sukses sll bwt kk💐💐
🌻Ruby Kejora
Salam kenal ya kk. Sukses sll bwt kk
samar: Yoi, makasih doanya 🥰
total 1 replies
Nur Afifah
lagi siap kemas kemas untuk proses kelahiran, dan menyiapkan kamar sangat anak
Nur Afifah
satu satunya jalan ibunya mengharapkan anaknya lahir di permukaan bumi demi sangat suami
y
Novel single mothernya di publis dimana??
samar: Di Inno vel ya kak, dengan judul yg sama
total 1 replies
Isrotin Setia
mantap zia👍👍👍
Wartin Kusmawati
semangat thoor untuk tetap berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!