NovelToon NovelToon
Misi Jaksa Tampan

Misi Jaksa Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Pembunuhan / Detektif / Tamat
Popularitas:392.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss DK

Misi tak terpecahkan Lucius Malcom, si jaksa tampan yang jenius adalah mencari seorang wanita muda nan cantik bernama Edith. Sudah hampir tiga tahun Edith menghilang tanpa jejak. Lucius sudah mencarinya ke segala penjuru dunia, namun hasilnya selalu nihil.

Sampai pada suatu malam, seseorang menghubunginya dan mengatakan bahwa mayat wanita muda yang mengenakan cincin berlian hijau milik Edith telah ditemukan.

Dan di tengah-tengah kesibukannya bekerja dan menyelidiki kasus tersebut, Lucius mulai mencurigai keterlibatan Monica, istrinya dalam kasus yang diselidikinya. Hingga mengancam keutuhan rumah tangga yang sudah mereka bangun selama tiga tahun.

Apakah dengan menyelidiki kasus cincin berlian hijau Edith, Lucius Malcom dapat menyelesaikan misinya?

Sebenarnya rahasia apa yang dipendam Edith hingga ia lenyap ditelan bumi?


Dan apakah pada akhirnya Lucius dan Monica berhasil mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka berdua?

Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Pulang ke Rumah

Aku menggandeng mesra tangan istriku, sesekali mengecup punggung tangannya.

"Ih, geli. Tidak malu dilihat orang-orang? Tuh, lihat! Pria gendut yang duduk di sebelah sana melotot sampai bola matanya nyaris keluar," ucap Monica, pipinya merona semerah tomat, berusaha melepas genggaman tanganku dengan halus.

"Tidak, kenapa harus malu? Kita kan pasangan suami istri yang sudah sah secara hukum. Sudah jangan pikirkan pendapat orang lain, sayang. Pria gendut itu pasti iri padaku. Bagaimana bisa seorang pria berbau busuk sepertiku berhasil mendapatkan seorang wanita yang cantik dan wangi," jawabku mantab makin mengeratkan tautan tanganku di jari Monica.

"Aku suka sekali dengan pujianmu, Lucius. Itulah yang membuatku jatuh cinta padamu. Kata-kata manis yang meluncur dari bibirmu selalu membuat hatiku bahagia," ucap Monica senang dan menatapku dengan penuh cinta.

"Ngomong-ngomong, tidak biasanya kamu pergi jalan-jalan keluar, sayang. Apakah kamu sedang bosan di rumah?" tanyaku sambil menatap lembut manik cokelat hazel Monica.

"Iya, drama korea yang kutonton sudah tamat semuanya. Aku belum mendownload drama korea yang baru. Novel yang aku baca juga belum update lagi. Jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan di taman kota, menghirup udara segar, menikmati pemandangan daripada SENDIRIAN di rumah menunggumu," ucap Monica yang memberikan penekanan suara pada kata 'sendirian'.

Aku tersenyum malu mendengar ucapan Monica.

Setelah kami menikah, aku sering meninggalkan istriku sendirian di rumah. Aku terlalu sibuk dalam pekerjaan dan mengejar karier di kantor kejaksaan. Semua pikiran dan tenaga kucurahkan untuk menyelesaikan kasus yang ada di atas meja kerjaku, bahkan aku tak segan untuk turun lapangan sendiri dalam menyelidiki kasus-kasus itu. Jadi dapat dibayangkan sendiri, aku selalu kelelahan setelah pulang ke rumah. Waktuku bersama istriku menjadi sangat minim. Mungkin tersangka, pihak pelapor, saksi kejadian dan polisi yang ada di kantor kepolisian lebih sering bertemu dan berbicara denganku, daripada istriku sendiri.

Sampai pernah pada suatu saat, Monica istriku dilanda cemburu akut. Dia menjadi sering uring-uringan, marah-marah tanpa sebab saat aku menyelesaikan sebuah kasus yang dibantu oleh polisi wanita. Dia super kesal dan melabrak polisi wanita itu. Dan peristiwa itu membuat semua orang yang bekerja sama denganku, terlebih-lebih yang berjenis kelamin perempuan, sedapat mungkin menghindari berinteraksi denganku jika sudah di luar jam kantor. Karena sepertinya mereka takut dilabrak dan dimarahi Monica.

Sungguh konyol, tapi itulah yang terjadi. Dan akupun takpernah menyalahkan Monica atas sikapnya yang sedikit pencemburu. Aku sangat memakluminya.

Sebaik-baik dan sesabar-sabarnya wanita, pasti juga akan kesal, cemburu dan puncaknya marah-marah, jika melihat suaminya memiliki lebih banyak waktu untuk mengobrol dengan orang lain, apalagi jika berjenis kelamin perempuan.

"Maafkan aku, sayang. Pekerjaanku sebagai jaksa sangat banyak," jawabku dengan raut wajah menyesal.

"Lupakanlah ucapanku tadi, Lucius. Maafkan aku yang terlalu posesif. Sore ini, dapat bertemu denganmu merupakan sebuah keberuntungan besar untukku. Jadi jangan mempergunakan waktu kebersamaan langka ini dengan sebuah pertikaian," tutur Monica dengan tatapan mesra.

"Tentu, sayang. Malam ini, aku milikmu seutuhnya," ucapku mesra sambil menelusupkan jemari tanganku ke rambut cokelat Monica lalu mengusap pipi putih dan lembut Monica. Seketika pipi Monica merona merah malu.

Aku tersenyum melihatnya. Sudah tiga tahun menikah, namun selalu saja kata-kata ajaib yang kuucapkan jika ingin melewatkan malam bersama istriku itu, selalu membuatnya merona malu.

"Pulang yuk!" ajak Monica langsung menyeretku cepat-cepat.

Beberapa langkah kemudian kami berdua sudah tiba di ujung pergola. Hamparan tempat parkir mobil lumayan penuh terisi.

"Sayang, kamu parkir di mana?" tanyaku pada Monica.

"Itu!" jawab Monica singkat sambil menunjuk ke sisi kiri pergola.

"Mobilku parkir di sana, sayang. Aku akan mengantarmu ke mobil dahulu. Ayo!" ajakku sambil menarik tangan Monica dengan lembut, berjalan berdua menuju ke parkiran mobil Monica. Sebuah mobil warna putih dengan mesin 1.4 TFSI dan bodi ringkas, yang sangat cocok dipakai oleh pengemudi wanita yang hanya berkendara di dalam kota.

"Kita bertemu lagi di rumah, sayang. Siapkan air hangat dan sabun yang wangi! Aku akan segera pulang ke rumah setelah mampir sebentar ke laboratorium badan forensik," ucapku sebelum mengecup singkat bibir tebal Monica.

Posisi kami berdua cukup jauh dari keramaian dan terhalang sebuah pohon rimbun, jadi super aman, aku tak perlu takut ketahuan mencium istri sahku di tempat umum.

"Baiklah, jangan pakai lama. Aku menunggumu mandi di rumah. Bau busukmu menulariku, aku juga harus mandi," balas Monica yang terpesona dengan kenekatanku.

"Ho ho ho, kau mulai menggodaku, sayang. Mau mengajakku mandi bersama?" tanyaku sambil tertawa lebar.

"Dasar mesum!" sanggah Monica.

"Tapi tidak menolakkan kalau diajak kan?" tanyaku sambil nyengir nakal.

Monica cekikikan.

Membuatku gemas dan hup, aku langsung memanggut bibir Monica tanpa aba-aba, dan balasan ciuman dari Monica tak kalah dalam dan panas, membuat jantungku berdetak kencang.

Biasanya Monica selalu malu-malu kucing, kenapa hari ini Monica berubah menjadi pemberani seperti harimau? batinku.

Dan beberapa saat telingaku terasa geli.

Monica berbisik mesra di telingaku. Hembusan nafasnya membuat detak jantungku bergemuruh.

"Kata dokter kandungan di klinik kesuburan yang kukunjungi, hari ini adalah puncak masa suburku, Lucius. Jadi jika kau benar-benar ingin menjadi seorang ayah, jangan membuatku kesepian seorang diri di kamar. Dilarang lembur malam ini, habiskan malam bersamaku, bukan bersama Andrew atau setumpuk dokumen di ruang kerjamu," bisik Monica.

"Tentu, bersiaplah Nyonya Lucius. Malam ini aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatmu sebagai seorang ibu," ucapku dengan suara serak terbuai manisnya bibir tebal Monica.

Monica mengusap pipiku dengan lembut dan berbisik, "I love you, Lucius," sebelum masuk ke dalam mobilnya.

Dan aku baru beranjak pergi dari tempatku setelah mobil Monica menjauh pergi ke jalan raya yang ada di depan taman kota.

Aku berjalan ke parkiran mobilku, sebuah mobil SUV tangguh warna putih yang memiliki daya tahan, performa tinggi serta tampilan yang tangguh. Kutekan remote mobilku dan segera masuk ke dalam, mengendarainya dengan kecepatan penuh menuju laboratorium badan forensik.

* * * *

Di dalam mobil, aku kembali terngiang akan bisikan mesra Monica.

Secepatnya aku akan menyerahkan kantong plastik berisi kuku berkutex itu ke Dokter Jenny, kemudian segera kembali pulang ke rumah untuk melewatkan malam bersama istriku tercinta, batinku.

"Malam ini harus goal, semoga benih-benih yang kutabur akan berkembang menjadi embrio yang sehat dan kuat," ucapku tidak sabar.

Sebenarnya kami berdua adalah pasangan dengan alat reproduksi yang sehat, mungkin hanya karena waktu kebersamaan yang kurang dan karena timmingnya yang tidak tepat, sehingga benih-benih yang kutabur belum sekalipun berhasil membuahi sel telur yang diproduksi Monica.

Jadi wajar saja jika kami masih belum dianugerahi anak, walaupun usia pernikahan kami hampir tiga tahun.

Dokter-dokter kandungan yang kami kunjungi mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mungkin masih belum tiba waktunya untuk menimang buah hati. Dan mereka selalu berpesan agar kami tak lupa berdoa saat sedang berusaha membuatnya. Tanpa ijin dari Yang Kuasa, sekeras apapun usahamu, takkan membuahkan hasil.

1
Sun Flower
Luar biasa
Sun Flower
Lumayan
Ryn
Mantap thorr.. saya suka novel.genre kayak ginii..☺️ sukses sll kk authorr
Erna Wati
blm baca semua....thor jgn banyak ngobrolnya ceritanya hehehe
wonder mom
more than best friend?🤔
Mell djuna
seperti nya monica dan kedua tmn na mw memalsukan identitas lg ,spy mereka dpt klaim asuransi dr korban" yg sudah meninggal 🤭
Miss DK: Makacih banyak buat jempolnya, Kakak.
Semoga suka dengan novelnya.
total 1 replies
virtandeepa
tetap aku like tanpa protes
Miss DK: Wkwkwk ... mau protes apa, Kak? kritik sarannya ditunggu.
total 1 replies
virtandeepa
duh penasaran
MangaToon_Editor
cool
Dino● Nhớ mọi ngừi nhắm: Ủa ad?
total 4 replies
jingga
kq jadi lucius yg kena sich
jingga
makin tegang😬
jingga
fighting pk jaksa💪💪💪
jingga
akhirya kejawab sudah
jingga
makin penasaran😍
jingga
tulisannya rapi,ceritanya menarik.
tapi kenapa peminatnya dikit ya🤔
Miss DK: Makasih udah mampir dan beri like, Kak.
Mungkin karena saya jarang promosi dan ceritanya terll berat (bukan genre romance) jadi krg peminat. Hehehe ...
total 1 replies
Ava Eka
sptnya gambaran cerita dan nama2 orang luar negeri,tp gagal paham ama makanannya
Miss DK: Hahaha ... Latar tetap di Indonesia aja. Surabaya dan Batu.
total 1 replies
🌹Almira🌹
semangat💪💪
Sucy Illana
cerita bagus Thor
Miss DK: Terima kasih banyak, Kak.
total 1 replies
Latifah Rais
heeem teka teki,, ga tau apa yg terjadi taunya hera membawa ares ke hades,, kasian nasib ares ketakutan hidupnya
Lili
Hadir 😁
Mampir ya ke Ibu Tunggal
Terima kasih 🙏
Miss DK: Done.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!