18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Alana hanya terus terdiam menatap wajah Nathan yang terus saja terlelap dengan sangat nyenyak disampingnya. Alana lelah, mengantuk tapi ia sangat kesulitan untuk memejamkan matanya. bayang-bayang pergulatan panas itu terus menyelimuti pikiran Alana.
Nathan sedikit menggerakan tubuhnya, mendekap Alana sambil terpejam kemudian berkata. "Tidurlah, ini sudah hampir pagi."
Alana menelan salivanya. tentu ia sangat ingin terlelap, meskipun sudah berusaha ia masih tidak bisa melakukannya sampai sekarang.
"Apa yang kau khawatirkan?" tanya Nathan dengan suara parau.
"Kau akan menepati janjimu bukan?" Alana mendongak menatap intens wajah tampan sang suami penuh harapan.
Nanthan menyeringai, "Memangnya apa yang kau inginkan?"
"Aku... jadikan aku model terkenal dunia," ucap Alana ragu.
"Aku akan merekomendasikanmu, kau tenang saja."
Alana membenarkan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya dengan Nathan. wanita tersebut mengecup bibir Nathan singkat dengan senyum lepas bahagianya.
Mungkin ini adalah pemicu utama Alana kesulitan untuk terlelap. ia takut Nathan tidak menepati janjinya sementara Alana sendiri benar-benar sudah membuktikan ucapannya jika dia masih perawan.
Dalam sekejap mataharipun sudah menyapa Nathan yang telah membuka tirai penutup jendela kamarnya. cahaya itu pun masuk, menyorot wajah cantik Alana yang masih terlelap tak berdaya diatas ranjang. Nathan duduk disudut ruangan dengan kaki menyilang. tangannya meraih sebatang rokok lalu menyalakannya dengan pemantik.
Pandangan Nathan terus tertuju pada Alana. ia pun sama halnya seperti sang istri. sulit melupakan kejadian semalam yang cukup menguras seluruh tenaganya. berhari-hari kemarin Nathan merasa dunianya teramat kacau, mungkin itu karna hasratnya yang terus ia tahan. Sekarang, saat hasratnya sudah tersalurkan ia merasa sangat puas dan bahagia. terlebih istri yang ia cicipi semalam benar-benar masih tersegel.
Nathan meraih ponsel, mengirim pesan singkat untuk menyuruh Juan sang asisten mengurus apa yang Alana minta semalam. sebagai penyalur investasi diberbagai bidang, hal tersebut tidaklah sulit untuk Nathan. dengan sedikit bumbu sandiwara, agar identitas Alana sebagai istrinya tidak diketahui oleh media.
Nathan beranjak mendekati Alana yang masih berada diatas ranjang. ia mengelus wajah cantik istrinya perlahan lalu berbisik, "Bangunlah. jika kau ingin mewujudkan keinginanmu dengan cepat." tidak lupa Nathan bahkan mengecup singkat bibir Alana sebagai morningkiss yang selalu keduanya lakukan.
Alana menggerakan tubuhnya perlahan, "Mmmmm..." Tangan wanita itu langsung menggantung diatas bahu Nathan, "Kau terlalu bersemangat. sampai kakiku terasa sangat lemas untuk digerakan," ucap Alana menggoda.
"Aku akan menggendongmu jika kau kesulitan berjalan," sahut Nathan spontan.
Alana menatap mata indah suaminya denfan senyum cantik yang terus terpancar. "Bagaimana jika itu didepan umum kau lakukan, kau berani?"
Nathan berdecih, "Jangan bercanda. apa tanggapan mereka jika hal itu kita lakukan?"
Alana memutar bola matanya untuk berpikir sejenak, "Mungkin mereka berpikir jika aku ini adalah salah satu wanita yang kau pelihara."
Nathan terkekeh. ia menyusupkan dan mengelus pah*a mulus Alana dibalik selimut. "Bukankah itu memang benar?"
Alana mengerucutka bibirnya, "Caraku lebih terhormat. meskipun tujuannya tetap sama, tapi aku pikir itu wajar. karna kau suamiku, sudah sewajarnya kau memberikan segalanya yang istrimu inginkan."
Nathan meraih ceruk leher Alana, menghirup dan mengecup bagian tersebut dengan penuh keinginan.
"Mmmm," Alana mendorong dada Nathan perlahan. "Apa kau akan membunuhku?" gerutu Alana karna menyadari jika sang suami menginginkan dirinya kembali.
"Apa ini masih sakit?" Nathan meraih bagian pribadi Alana, mengelus sambil memgecupi setiap titik bagian dada sang istri.
"Tentu saja," sahut Alana kesal.
Dapat Alana rasakan sesuatu yang menempel ditubuhnya dari Nathan mulai mengeras. Alana terus menolak, tetapi imajinasi pria itu memang sangatlah liar. semakin Alana memberontak semakin pula Nathan bersemangat.
Alana menghela nafas kasar. yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah pasrah. meskipun dalam bantinnya ia terus mengutuk Nathan dengan sangat jengkel. "Pria ini benar-benar mesum, tidak waras. sekali ia menyentuhku dengan sangat mudahnya ia bergairah. Bodoh!" umpat Alana.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk