Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 - Mood Yang Tidak Baik
Setelah selesai makan.
Selvi dan Brams pun kembali ke ruang kerja untuk kembali menyelesai kan kerjaan mereka.
Gisel pun mencoba menarik nafas dalam - dalam dan membuang nya dengan kasar karena melihat Suami nya dengan wanita lain di sebuah ruangan meski pun mereka sedang sibuk bekerja,tapi hati wanita pasti akan merasa cemburu saat melihat suami nya dekat dengan wanita lain.
.
.
.
2Minggu Kemudian.
Gisel pun akhir nya kembali bekerja di kantor nya,sementara Thalia di rumah bersama Ella dan sesekali Gisel mengecek cctv rumah nya yang tersambung di ponsel nya untuk melihat kondisi Putri nya dengan pengasuh baru,selama yang Gisel Lihat Ella adalah pengasuh yang baik dan Thalia tampak menyukai nya.
Gisel melamun ketika teringat pada Brams yang begitu dingin pada nya,meski pun Gisel sangat menyayangi Thalia,Tapi Brams seperti membeku hati nya,tidak berubah selama beberapa minggu menikah.
"Gisel! "
"Gisel!..." Teriak shasha mengaget kan Gisel yang melamun.
"Shasha,kagetin aja,kenapa si teriak - teriak"Kata Gisel yang tersadar dari lamunan.
"Aku udah dari tadi manggil,lagi lamunin apa sih Sel,bukan nya senang pengantin baru,kok malah murung" Tanya Shasha
Gisel pun tampak diam dan tak mau membahas soal pernikahan nya yang tak berjalan dengan semesti nya,Gisel malu menceritakan kalau suami nya dingin,pendiam,cuek.
"Hei,Kok ngelamun lagi si" Shasha melambai kan tangan di depan wajah Gisel karena lagi - lagi Gisel kembali melamun.
"Ya udah kalau belum mau cerita,tapi janji ya suatu hari kamu harus cerita" Tutur Shasha lagi dan di balas anggukan tanda iya dan senyuman dari Gisel.
"Ya udah,yuk makan siang di kantin" Ajak Shasha.
"Oke" Balas Gisel sembari menutup Laptop nya dan berjalan keluar dari ruangan nya bersama Shasha menuju ke kantin.
Saat sampai di kantin,Gisel pun merasa mau Buang air kecil.
"Sha aku ke toilet dulu ya" Kata Gisel
"Oke,jangan lama - lama,makanan nya aku pesan ya" Balas Shasha dan Gisel pun segera menuju ke toilet dan tidak menjawab apa pun lagi.
Saat keluar dari toilet Gisel mencuci tangan di wastafel dan mengambil beberapa Tissu untuk mengering kan tangan nya sembari berjalan menuju keluar.
Saat Gisel sibuk mengelap tangan sambil berjalan,tubuh Gisel terpental tapi tidak sampai jatuh di lantai karena Gisel berhasil menyeimbangkan tubuh nya.
"Maaf Mas,saya tidak sengaja" Ucap gisel yang tahu dia yang salah karena tidak melihat ke depan
Saat Gisel mengangkat kepala nya dan menatap siapa orang yang dia tabrak,gisel pun melihat Rio yang adalah teman lama nya semasa Kuliah dulu.
" Gisel! "
" Rio!"
"Apa kabar Gisel? Lama tidak bertemu dengan mu,ternyata kamu masih ingat aku" Ucap Rio tampak senang bertemu Gisel setelah sekian lama menjalani hidup masing - masing.
"Baik,kamu sendiri apa kabar Rio?" Jawab Gisel dan tanya balik.
"Baik juga"
"Kamu sedang apa di sini?" tanya Gisel
"Sedang bertemu Antoni sahabat ku" jawab Rio,Pak Antoni adalah direktur yang juga adalah bos Gisel diperusahaan ini.
"Kamu dan pak Antoni sahabat,aku baru tahu,apa mau bergabung? Aku sedang makan bersama Shasha,Ingat Shasha kan?" Tanya Gisel
"Tentu saja ingat,Ayo kalau begitu,Antoni juga tadi buru - buru pulang karena anak nya sakit,jadi aku terpaksa makan sendiri" Jawab Rio sembari melangkah menuju ke meja bersama Gisel.
Bersambung