Berantai kejadian yg diyakini sebuah kutukan, dari buyutnya. akhirnya terpecahkan . Karena sebuah dendam , hingga anak turun temurun nya mati karena serangan ilmu hitam.
Karena kakek buyutnya yang Bernama Gajah Wereng , menjadikan anak dan cucu cucunya mati dengan dada yg memar menghitam.
Hingga kelahiran Ayunda , yg dipercaya sebagai penakluk dari musuh bebuyutan dari Gajah Wereng.
karena ternyata sang Mertua Gajah Wereng adalah Pertapa yg mempunya Pedang Langit Kembar , penghuni taman langit.
Ikutilah perjalanan Ayunda , dari hal yg receh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pujo Dikerjain Ayunda
Pak Pujo kedepan untuk memberitahu temannya , jika ia ada perlu dengan Pak Ustad Jamal dan Pak Haji Ro'is.
Setelah berpamitan ia pun kembali ke ruangan UKS , tapi sebelum ke UKS , pak Pujo bermaksud ke toilet sebentar , toilet ada diujung lantai bawah , sebelum belok ke UKS , namun sebelum sampai ke toilet , Pujo dihadang dua harimau putih sangat besar , mengaum ,Pujo yg akhirnya terpojok di dinding , diam ketakutan karena dua harimau itu seakan enggan untuk melepaskannya .
Tiba tiba gadis kecil muncul dari sudut toilet , sambil tersenyum jail.
Ayunda tersenyum jail sambil memiringkan kepalanya tanda mengejek pak Pujo.
" Saya sudah tahu Om....hihi..." kata Ayunda
" Mmm ....maksudnya...." kata Pujo
" Ternyata Faiz ditutup mata batinnya sama temen om Pujo ya...hihihi..." Ayunda
" Maksudnya apa dik ...?? " Pujo coba bertanya maksud dari Ayunda
" Kemarinnya , Faiz bisa merasakan kalau Zahra di ikuti hantu wanita , tapi ketika saya tanya memastikan , dia hanya geleng geleng kepala..." jawab Ayunda
" Hihihi....tadi pagi saya yg buka mata batinnya , biar benar benar melihat....hihihihi..." lanjutnya
" Ternyata takut...hihihi " lanjut Ayunda
" Saya kasih tahu rahasia om....tapi jangan kasih tahu orang lain ya...hihihi..." bisik Ayunda
" Zahra dari seminggu ini kangen mamahnya karena kerja ngga pulang pulang...hihihi... , ternyata mamanya sudah jadi Hantu ...hihihi.." kata Ayunda
" dan mamahnya Zahra dibunuh orang ...hihihi...karena di badannya masih ada pisaunya yg menancap. ...hihihi.." lanjut Ayunda
" Lalu...? " tanya Pujo
" Om bisa melihat hantu atau yg lainnya kan ...?" Tanya Ayunda
Pujo mengangguk tapi terus menggeleng
" Hanya melihat tapi tidak secara langsung ya....? Tanya Ayunda
Pujo mengangguk
" Boleh Ayu minta tolong om...? " kata Ayunda
" minta tolong apa dik..." tanya Pujo yg masih ketakutan karena harimau itu masih didepannya , disamping kiri dan kanan Ayunda.
" mengungkap kematian mamahnya Zahra , kasihan Zahra selalu sedih..." jawab Ayunda dengan mimik sedih
" Bagaimana Caranya..." tanya Pujo
" Om mau kan kalau melihat langsung keadaan mamanya Zahra, yg banyak darahnya...?" Tanya Ayunda.
" tapi om takut dik..." kata Pujo
" Lhahhhh....hihihihi..." jawab Ayunda
" Saya temani dan dikawal ini "? Ucap Ayunda sambil menunjuk 2 harimau di sebelahnya.
" saya takut dik...bener benar takut...!!" Kata Pujo
" Saya memaksa om..." Tegas Ayunda sambil mengusap kepala Harimau sebelahnya
" hah...." jawab Pujo lemas , karena takut dua harimau itu menerkamnya.
" Sini om...biar penglihatannya sempurna , dan bisa bicara dengan saya secara batin..." kata Ayunda
Pujo pun mendekat , agak ngeri ngeri gimana gitu , karena dua harimau itu didepannya.
Ayunda menjabat tangan sambil komat Kamit , seakan baca mantra, tapi lebih banyak senyum dan cengengesan . Padahal semenjak tadi Pujo melihat 2 harimau itu , ternyata sudah dibuka sempurna oleh Ayu , dengan hanya memandangnya saja.
Pujo melangkah menuju UKS , diikuti oleh Ayunda. Di UKS masih ada beberapa guru dan Orang tua dari Faiz. Mamahnya Faiz juga datang.
" Nah ini dia tadi yg tahu kejadiannya " kata pak Budi.
" Nak Ayu , boleh Tante tanya ...? " kata mamanya Faiz
" Tanya apa Tante..?" Jawab Ayunda polos
Pujo , jadi geleng geleng kepala akan kejadian ini , tadi Ayunda begitu kejamnya mengancam dirinya , sekarang menjadi anak polos yg manis.
" Tadi pagi , nak Ayu bareng sama Faiz ?" Kata mama Faiz
Ayunda menganggukkan kepala , sambil ber kedap kedip matanya seakan tidak tahu apa apa.
" Apa bener tadi Faiz melihat hantu .." kata mama Faiz
Semua yg ada di ruangan itu diam menyimak obrolan mama Faiz dengan Ayunda.
Ayunda pun mengangguk mengiyakan pertanyaan mama Faiz.
" Dimana...? " tanya Mama Faiz
Ayunda seolah berfikir , sambil matanya berkedip kedip.
" Katanya tadi melihat Zahra diikutin hantu wanita , yg banyak darahnya , dan ada pisau didadanya.." Jawab Ayunda Polos
Semua yg ada di ruangan itu terdiam , mendengarkan cerita Ayunda.
" Tadi pagi...? " tanya Mama Faiz
" iya Tante..." jawab Ayunda
Semua kembali terdiam di ruangan itu.
" Padahal Zahra kan lagi kangen sama mamahnya , katanya kerja ngga pulang pulang , ditelepon ngga di angkat katanya , kemarin sampai sakit ngga masuk sekolah...." Cerocos Ayunda
Semua yg ada disitu saling pandang , tak terkecuali Pujo , Pujo semakin geram karena kelakuan Ayunda.
" Ngga usah marah om...hihihi.." bicara batin dengan Pujo
" bisa bisanya kamu dik..." tegas Pujo dalam batin.
" hihihi...Waktunya om beraksi" Batin Ayunda kepada Pujo
" Hari ini aja Zahra masih sedih , ditanyain ngga jawab jawab Tante , aku jadi ikut sedih..." drama Ayunda
" Kata Faiz , om temen papanya Zahra ya om..?" Tanya Ayunda ke papanya Faiz.
" iya teman om sekolah dulu.." jawab Papanya Faiz..
" Boleh ngga om , Zahra disuruh kemari kesini , biar ngga sedih dikelas , kan om temen papahnya...ya om..?" Bujuk Ayunda
Papanya Faiz mengangguk dan Pak Haji Ro'is serta ustad Jamal , dan pak Budi setuju , dan mereka memanggil Zahra.
" Sialan....bener bener nih dik ayu..." batin Pujo
" Ngga usah ngumpat om...saya denger..hihihi..." balas Pujo dengan batin
Pak Budi yg menjemput Zahra pun datang dengan Zahra . Pujo yg sedikit melamun terlonjak kaget hingga menyenggol gelas dimeja nakas sebelah Faiz tertidur.
Wajah Pujo pucat pasi , badannya gemetaran , tangannya seakan menunjuk sesuatu , ia terduduk lemas dan masih menunjuk sesuatu.
" CK...jangan gitu dong om...is...masa takut" herdik Ayunda dalam batin
" Sialan...ini serem...sumpah..." jawabnya dama batin
" hihihi..." tawa Ayunda batin
" Pak Pujo , pak Pujo kenapa ...?" , tanya Ustad Jamal disitu
".i..i...tu a...a...ada ...ha..Nn...ttuuu...!!" Kata Pujo lirih
Pak Ustad Jamal akhirnya memapah Pujo agar berdiri kembali , namun badannya masih lemas.
" CK...tanyain hantunya om , biar jelas siapa yg membunuhnya..!!" Tegas Ayunda secara batin kepada Pujo
"..Ng....ngeri dik...!" Jawab batinnya
" CK...ntar aku bikin ada yg kesurupan lho disini..." Balas Ayunda batin
"...Jang...aan ..baiklah..." Akhirnya Pujo mengalah. Dalam dirinya ngga terima, kalah sama Ayunda yg anak kecil itu.
" nak Zahra sini..." kata mama Faiz ketika Zahra datang.
" Iya Tante ..Tante kok ada disini..." kata Zahra
" Faiz sakit...tuh " jawab mama Faiz
Zahra memandang Ranjang UKS , yg ada Faiz tergelatak dan tertidur itu . Zahra dan mamanya Faiz terlihat akrab .
Sementara Pujo yg masih dipapah Ustadz Jamal , berbisik kepada ustad Jamal,
"Pak Ustadz , ada hantu wanita mengikuti Zahra terus..." bisik Pujo kepada Ustadz Jamal
" Lha terus , mau mengusirnya atau bagaimana ?" Jawab ustadz sambil berbisik juga
" Saya mau mengajaknya ngobrol , boleh...? " tanya Pujo ke Ustadz Jamal
Ustad jamal pun mengangguk angguk.
Hantu perempuan itu ternyata tahu maksud Pujo. Dia akan keluar pintu , tapi sudah dihadang dua Harimau milik Ayunda. Ayunda tampak senyum senyum , melihat tingkah hantu itu.
" Maaf mengganggu anda..." sapa Pujo terhadap Hantu wanita itu pelan hingga tidak ada yg dengar kecuali Ustadz Jamal yg disampingnya serta Ayunda.
Hantu wanita itu cuma diam menundukkan kepala , darah mengalir dari dadanya , pisau masih menancap disana.
" Anda siapanya Zahra..." Tanya Pujo
" Mamanya..!" Jawabnya
" kenapa...?" Tanya Pujo lagi
Hantu wanita itu menangis , sesenggukan sambil geleng gelengkan kepalanya.
" Ngga mau cerita atau harimau itu......? " sentak Ayunda mengancam dengan pilihan
Suaranya kencang , tapi yg mendengar hanya Pujo dan hantu itu. Pujo sempat kaget.
Hantu itu melirik ke Arah Ayunda , dilihatnya mata Ayunda berwarna biru menyala seakan mengancamnya. Padahal Ayunda sambil cengengesan.
" Baiklah , tapi tidak disini , yg penting jauh dari anak itu.." jawab Hantu Wanita itu.
Ustadz Jamal yg disebelah Pujo hanya diam , ngga tahu apa yg merek bicarakan.
" Di luar..?" Tanya Pujo
Hantu itu mengangguk , akhirnya mereka keluar dari UKS menuju pojokan sekolah.
Pujo dan Ustadz Jamal pamit keluar sebentar.
Sesampainya dipojokan sekolah hantu itu berdiri mematung disitu , karena harimau itu masih mengikuti.
" Kenapa...?" Tanya Pujo
Hantu wanita itu , menunjuk 2 harimau yg mengikutinya
" Oh..tidak apa apa...itu ngga berbahaya..." jawab Pujo yg sedikit bersuara sehingga ustadz Jamal mendengarkannya.
" ngomong apa Pak Pujo...?" Tanya ustadz Jamal
" Maaf Ustadz, jujur saya sebenarnya takut , karena saya lagi ngobrol sama hantu itu , tapi saya minta ustadz menemaninya " kata Pujo
" Jadi merinding" jawab ustadz
" maaf" kata Pujo
" Saya bicara sama yg ini dulu ya...?" Pujo menyela sambil menunjuk dinding kosong menurut ustadz , tp ia kemudian paham.
" maaf Bu , jadi anda adalah Mamanya Zahra begitu..." tanya Pujo menegaskan
Hantu wanita itu mengangguk mengiyakan.
" Lha terus kenapa bisa jadi begini...?" Kat Pujo.
" Sa..saya dibunuh!" Jawabnya
"Oleh...?" Tanya Pujo
Hantu wanita itu diam , kemudian menjawab
" Selingkuhan saya.... , Saya Selingkuh dari Suami saya , Selingkuhan saya ternyata sudah mempunyai istri , istrinya tidak terima dan istrinya berniat membunuh saya , tapi dia terbunuh oleh suaminya sendiri , Setelah itu saya juga dibunuh olehnya , saya menyesal , telah meninggalkan anak semata wayang saya , Zahra adalah anak dari selingkuhan saya , bukan dengan suami saya . Makanya saya selalu menjaganya. , " Hantu wanita itu bercerita.
" Suami saya sudah tahu kalau Zahra bukan anaknya , ....makanya dia sering mengabaikan Zahra.." lanjut hantu wanita itu
" Lalu yg membunuh ibu sendiri dimana sekarang ?" Tanya Pujo
" Saya ngga tahu , tapi mayat saya dan istrinya dikubur didalam rumahnya..." jawab wanita itu
" Dimana Rumahnya..." tanya Pujo
" Sebelah rumah suami saya , yg pagar warna hijau..." kata hantu wanita itu
" boleh minta tolong mas ...? " lanjutnya
Pujo menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan.
" Antar Zahra ketempat ibuku , dikampung , dan kuburkan jasadku dengan layak.." kata hantu wanita itu.
" lalu yg membunuhmu ." Tanya Pujo
" Terserah..." kata hantu wanita itu
Pujo mengangguk anggukkan kepalanya..
" Masih ada lagi...?" Kata Pujo
" Sampaikan maafku kepada Zahra , saya tidak bisa menemaninya saat ini sampai seterusnya . Aku sangat mencintainya " Ucap wanita itu sambil menangis.
" Baiklah..." jawab Pujo
Akhirnya perempuan itu menghilang , pak Ustad Jamal yg disampingnya , hanya bengong , karena Pujo bicara sendiri.
" Sudah pak Ustad, mari kita kesana lagi..." kata Pujo
" Lha terus ceritanya ini tadi bagaimana...? " kata ustad Jamal
Sambil tersenyum, Pujo menjawab pertanyaan ustad itu.
" Nanti sekalian saja saya ceritakan " jawab Pujo.
Mereka berjalan menuju ruang UKS lagi , terlihat Zahra kelihatan ceria karena adanya mamanya Faiz.
Faiz sudah terbangun dan terlihat sudah mendingan , tidak ketakutan lagi . Seakan tidak terjadi apa apa. Mungkin sudah di doakan pak Haji Ro'is dan Ustadz Jamal tadi sehingga keceriaannya kembali lagi.
Ayunda yg tadi sebelahnya menepukkan tangan seakan mengusir nyamuk , nyatanya mengeluarkan energinya untuk mengobati Faiz .
Pujo dan Ustadz Jamal masuk keruangan itu dan membicarakan sesuatu.
" maaf Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...maaf bapak dan ibu mengganggu sebentar , boleh saya sedikit bertanya , ...?" Kata Pujo
Merek serempak menjawab " Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.."
Papanya Faiz dan mamanya Faiz menganggukkan kepalanya.
" Maaf yg berteman dengan keluarganya dik Zahra siapa ya ...? Tanya Pujo
" Sebenarnya saya mas , tapi teman kuliah dulu dengan papanya , tapi sekarang jarang bertemu dan malah tidak pernah bertemu , yg akrab malah istri saya dengan mamanya Zahra , karena satu kampung " kata papa Faiz.
" Boleh kita membahas masalah ini , tapi khususnya pak Heri dan istri , pak haji , pak Ustad dan pak Budi , dan nanti ada team lain untuk masalah ini... " ? Kata Pujo
" Boleh , tapi setelah anak pulang sekolah saja ya . " kata Haji Ro'is menimpali
" Baik .." kata Pak Heri Papanya Faiz
" jam berapa dan dimana " tanya Ustadz Jamal
" Bagaimana kalau setelah sholat Azhar di rumah makan saya , biar nanti saya siapkan tempatnya " kata mama Faiz
" Apa tidak merepotkan Bu...?" kata Pujo
" Nggak , demi Zahra dan Faiz " jawab Mama Faiz
" Baiklah " semua menyambut baik keputusan mama Faiz tersebut.
Ayunda yg diam diam memperhatikan langsung nyerocos ke Pujo " Rencana apa lagi om , sudah ketemu ?" tanyanya secara batin.
"Sudah dik , nanti biar dirembug sama yg tua tua saja ya , dan terima kasih," jawab Pujo
"sama sama om" jawab Ayunda
Pujo dan Ayunda terlihat akrab mengobrol dalam hati. Tidak ada yg tahu kalau mereka mengobrol. Dan Pujo bagian yg dikerjain oleh Ayunda
#next
🙏🙏🙏
please
🙏🙏🙏🙏
sampai selesai ya ceritanya .. jgn gantung
berpulang dlm keadaan baik
klau KHUSNUL KHATIMAH
Berpulang dlm keadaan sesat
🙏🙏🙏
jadi ingat almarhum ayah yg juga bisa begini ..
😭😭
jangan sampai terpotong sebelum dapat pedang langit kembarnya