Alena Smith terpaksa menikah dengan Sean Xavier Dirgantara yang hampir membunuh Kakaknya Alexander Smith, karena kesalahan.
Alena tentu saja tidak berani memberitahukan Pernikahan ini pada Kakaknya, Alex dan Ayahnya, Antony Callisto.
Mereka berdua jelas tidak menyukai Pernikahan itu, karena mereka juga tidak bisa langsung bercerai, jadi keduanya memutuskan untuk menyembunyikan Pernikahan mereka. Alena sangat benci pada Sean, Tuan Muda gila yang tidak memiliki hati, seorang psikopat menurutnya.
Sampai, suatu hari mulai muncul misteri Pria misterius bernama Xavier yang dulu pernah dekat dengan Alena, siapakah dia sebenarnya?
Hal-hal itu juga membuat hubungan Sean dan Alena menjadi rumit.
Rahasia Masalalu Sean mulai terungkap, membuat Alena syok.
Apakah cinta akan tumbuh antara keduanya?
Atau mereka akan bercerai karena Keluarga mereka yang bermusuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17: Jadi Penasaran
Ini adalah hari yang baru, kebetulan hari ini Alena sedang pergi ke Mall bersama dengan kakak iparnya yang bernama Natasya, yaitu Isri dari kakaknya Alexander Smith.
"Terima kasih Alena kamu mau menemaniku untuk pergi ke Mall hari ini," kata Natasya sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa aku juga kebetulan siang ini sedang tidak ada jadwal aku nanti ke kampus masih sore hari,"
"Untung saja ya,"
"Ngomong-ngomong kakak mau membeli apa kenapa mengajakku ke sini?"
"Aku ingin mengajakmu untuk membeli beberapa perlengkapan bayi, mungkin ini terlihat terlalu awal karena kehamilanku bahkan belum memasuki bulan ke 5, namun tetap saja aku sudah tidak sabar untuk membeli beberapa beju lucu apalagi setelah tahu soal jenis kelamin calon anakku ini," kata Natasya sambil mengelus perutnya yang saat ini sudah sedikit membesar.
Alena yang melihat itu jelas merasa senang karena dirinya juga cukup menantikan calon keponakannya nanti.
"Aku dengar dari Kak Alex itu nanti bayi perempuan?"
"Benar sekali ini bayi perempuan, pasti nanti setelah lahir dia akan menjadi bayi yang sangat lucu,"
"Wow, aku juga benar-benar menantikan untuk melihat keponakanku nanti setelah lahir, tidak sabar untuk melihat kelucuannya,"
"Itulah kenapa aku mengajakmu ke sini, kamu selalu memiliki selera fashion yang bagus, kamu pasti bisa membantuku untuk memilih baju, kamu tahu jika Alex memiliki selera yang turut jika menyangkut memilih baju, dia hanya selalu memilih warna-warna polos,"
"Hahaha, Kakak benar, Kak Alex memang seleranya seperti itu benar-benar datar dan polos seperti selera Papa, mereka berdua memiliki banyak kemiripan dari berbagai hal selain wajahnya, biasanya Aku dan Mama yang memilihkan Kak Alex atau Papa soal baju,"
"Benar Mama juga memiliki selera yang bagus, awalnya aku ingin mengajak Mama, namun aku lihat belakangan Mama cukup sibuk dan lelah karena syuting Movie terakhir kali,"
"Aku juga melihat seperti itu, Mama benar-benar sangat berdedikasi masih bisa menjadi seorang artis yang main dilayar lebar di umurnya yang sekarang,"
Dua orang itu, segera melihat-lihat ke arah tempat perlengkapan bayi, benar-benar sangat asyik memilih-milih baju sampai hampir lupa waktu.
Setelahnya, kebetulan mereka berdua melewati sebuah toko perhiasan, Alena yang tidak sengaja melihat ke dalam toko itu, malah melihat dua sosok wajah yang familiar.
Yang saat ini terlihat sedang memilih-milih sepasang cincin.
Itu Sean dan Tuangannya?
Kenapa mereka berdua malah ada di toko perhiasan untuk memilih cincin?
Jangan bilang mereka sudah menyiapkan untuk cincin kawin?
Alena yang memikirkannya segera menjadi kesal, bahkan walaupun status pernikahannya dan Sean hanya diatas kertas, bukan berati dirinya mau untuk di madu, atau melihat Sean menikah dengan orang lain setidaknya selama mereka berdua masih mempertahankan status pernikahan mereka.
Natasya lalu memperhatikan ke arah tatapan Alena.
"Itu Sean bukan?"
Alena segera mengalihkan tatapannya karena merasa tidak penting melihat pemuda itu.
"Ya, lihatlah pria itu yang sepertinya sedang bermain-main dengan seorang gadis,"
"Ah, itu adalah Neila Anderson. Aku sudah dengar dari Alex soal hubungan keluarga kalian yang cukup rumit,"
Alena baru saja ingat jika kakaknya alat tidak memberitahu istrinya itu soal sumber kecelakaan itu adalah Sean karena istriya khawatir.
"Kak Natasya kenal dengan gadis yang ada disampingnya itu?"
"Kamu mungkin sebelumnya jika Keluargaku sebelumnya memiliki hubungan yang cukup baik dengan Keluarga Dirgantara, aku terkadang akan datang ke pesta mereka, selain melihat Sean, aku juga kadang akan melihat seorang gadis yang selalu disampingnya, itu adalah Neila,"
Alena tentu saja baru tahu soal hal ini, bahwa ternyata hubungan antara Sean dan Tunangannya itu, ternyata lebih dalam daripada yang dirinya kira.
"Mereka teman masa kecil?"
"Ya, sepertinya begitu. Mereka memang sudah kenal sejak cukup muda,"
Alena lalu mulai memikirkan soal posisi dirinya sekarang, yang sudah menikah dengan Sean, yang malah terlihat seperti dirinya adalah orang ketiga dalam hubungan Sean dan Tunangannya itu.
Alena tiba-tiba merasa tidak nyaman untuk terlibat dan mengganggu hubungan antara orang lain.
Bahkan walaupun itu Sean.
Terlebih, Alena jadi ingat tentang bagaimana Sean menciumnya hari itu.
Bukankah itu malah terlihat seperti sebuah perselingkuhan?
Hah, apa yang ada didalam pikiran Sean sebenanya?
Terlebih, jika nanti Neila itu tahu...
Lupakan, jika tunangannya tahu itu bisa meluas sampai ke Keluarga mereka, dan berakhir dengan sesuatu yang sangat kacau.
"Neila itu orang seperti apa?"
Natasya yang ditanya itu segera terdiam sebentar dan mulai berpikir,
"Hmm, Aku melihat sepertinya Neila adalah gadis yang cukup ramah dan baik hati? Aku tahu kamu pasti tidak suka dengan pendapatku ini, mengingat hubungan keluarga kalian, namun itulah kesan yang aku lihat dari Gadis itu sejak Kami muda apakah itu hanya pencitraan atau tidak, aku tidak tahu, karena aku tidak benar-benar berteman dengannya. Hanya, mungkin aku merasakan sedikit simpati padanya karena memiliki Keluarga yang cukup buruk, sama sepertiku dulu,"
Alena tentu saja terkejut dengan fakta ini,
"Keluarga yang cukup buruk?"
"Yah... Bagaimana cara membicarakannya ya? Gadis itu pada dasarnya menjadi boneka orang tuanya? Kurang lebih seperti itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya terkadang memang situasi keluarga seseorang bisa seperti itu, termasuk Keluarga Sean,"
"Keluarga Sean?"
Natasya yang ditanya itu segera menjadi terdiam sedikit bingung Apakah menceritakannya atau tidak.
"Yahh, bagaimana cara membicarakannya ya? Sean itu sebenarnya anak dari hasil hubungan gelap, Ayahnya. Sean sendiri baru memasuki Rumah Keluarga Dirgantara ketika berumur sekitar sembilan tahun? Ini hanyalah gosip-gosip dan rumor yang sering Aku dengar ketika Aku masih muda, makanya aku bilang padamu, Jika Sean itu sedikit aneh, bahkan sejak pertama kali kami bertemu, dan saat dia mulai diperkenalkan ke Publik oleh Ayahnya, kamu tahu, Keluarga Dirgantara itu, selalu memiliki banyak rahasia yang misterius,"
Alena juga baru pertama kali mendengar hal-hal itu.
Dirinya jelas sangat terkejut, tidak mengira jika Tuan Muda sombong itu ternyata memiliki latar belakang yang cukup kelam juga.
Sembilan tahun?
Kira-kira apa yang terjadi selama sembilan tahun itu?
Sebelum, Sean masuk ke Keluarga Dirgantara?
Natasya melihat gadis yang ada di hadapannya itu menjadi terdiam setelah diberikan beberapa penjelasan.
"Kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, toh itu hanya semacam rumor, entahlah soal kebenarannya, tidak banyak orang yang berani bergosip tentang Keluarga itu, ataupun orang-orang yang benar-benar tertarik dengan kenyataannya,"
Yah, walaupun Alena juga tidak ingin memikirkannya, namun dirinya memang tiba-tiba menjadi kepikiran.
Membuat dirinya merasa ingin tahu lebih banyak soal Sean.
Alena yang tiba-tiba memiliki pemikiran ini segera menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa pikirannya kacau, sampai-sampai memiliki pemikiran semacam itu soal Sean.
Apa pentingnya tahu soal masa lalu pria brengsek itu?