NovelToon NovelToon
14 Februari

14 Februari

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Semua dimulai pada tanggal 14 februari, saat Fay berulang tahun yang ke 22 tahun, Kendra berjanji kepada Fay akan selalu pulang di hari ulang tahun kekasihnya.

Mereka berdua terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran Kendra mendapatkan pekerjaan di Jakarta, sementara Fay masih harus terus meyelesaikan kuliah kedokterannya di Jogja.

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Kendra sembunyikan selama ini, Kendra mengkhianati janji yang pernah ia ucapkan kepada Fay.

Akankah keduanya bisa terus bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Kendra terbangun oleh sinar matahari yang menyusup melalui celah kaca jendela kamar hotelnya, ia memegang kepalanya yang terasa sangat berat, sembari merotasikan bola matanya melihat sekeliling yang nampak asing pada ruangan di mana ia berada.

"Astagfirullahaladzim," Kendra terperanjat ketika melihat sosok wanita tak mengenakan pakaian tengah tertidur sembari memeluk tubuhnya, ia pun langsung menyingkap selimut yang menutup tubuhnya. "Tidak mungkin," Kendra menggelengkan kepalanya. Ia tak percaya jika dirinya dan Amanda tak mengenakan sehelai benang pun.

Kendra mendorong tubuh Amanda menjauh darinya. "Ini tidak mungkin terjadi," ia mengingat-ingat kejadian semalam. "Arrrgghh..." Kendra sama sekali tak ingat apa-apa, yang ia ingat dirinya hanya minum dua gelas champagne yang di berikan oleh Amanda, kemudian kepalanya terasa berat dan....

"Hoaaamp"

Amanda yang mulai terbangun mengucek-ngucek matanya, ia tak kalah terkejutnya melihat dirinya tengah berada di kamar hotel bersama Kendra. "Mas Kendra!!" teriaknya, ia menyingkap selimut yang menutup tubuhnya. "Oh my God, apa yang sudah Mas Kendra lakukan kepadaku?" ia menarik kembali selimut tersebut hingga menutup seluruh tubuhnya dan memeluk selimut itu dengan erat.

"Harusnya aku yang bertanya, apa yang sudah kamu lakukan?" bentak Kendra, ia menatap tajam ke arah Amanda "Mengapa aku bisa ada di sini bersamamu?"

Amanda tersentak mendengar bentakan dan teriakan yang keluar dari mulut Kendra, tubuhnya gemetar dan buluran-buliran bening mulai jatuh ke pipinya. "A-ku tidak tahu Mas," jawabnya di sela isakan tangisnya. "Yang aku ingat, kita sama-sama mabuk saat pesta tadi malam dan kamu membawaku kemari. Kamu melakukan...."

"Aku tidak akan mabuk hanya karena dua gelas champagne yang aku minum!!" ucap Kendra dengan tegas, ia ingat betul ketika dirinya sering menemani Luna minum, ia bisa menghabiskan lima gelas champagne sekaligus dan itu sama sekali tak membuatnya hilang kesadaran, ia masih bisa mengendalikan dirinya.

Kendra memungut pakaiannya yang berserakan di lantai, kemudian dengan cepat ia mengenakannya. "Aku yakin, ini pasti ada yang tidak beres," ia mengenakan sepatunya dan bergegas turun ke ruang resepsionis untuk mengetahui siapa yang telah mereservasi kamar hotelnya.

Alangkah terkejutnya Kendra, saat sang resepsionis mengatakan bahwa Kendra-lah yang memesan kamar hotel tersebut tadi malam, dengan bukti keberadaan kartu identitas Kendra di dalam database resepsionis. "Tidak mungkin, ini pasti ada kesalahan," ucap Kendra sembari memandangi kartu identitasnya, ia sama sekali tak ingat jika dirinya telah melakukan reservasi kamar hotel.

Tak puas dengan bukti kartu identitasnya yang berda di ruang resepsionis, Kendra meminta rekaman CCTV untuk menyakinkan jika benar-benar dirinyalah yang telah memesan kamar hotel tersebut, namun sayangnya sang resepsionis mengatakan jika CCTV tadi malam sedang dalam perbaikan, sehingga tidak ada rekaman apa pun.

'Aku benar-benar tidak ingat apa yang terjadi semalam.'

"Maaf pak Kendra, ada telepon dari ruang kamar bapak," sang resepsionis mengulurkan gagang telepon pada Kendra.

Kendra pun menerima dan menempelkannya di telinga, terdengar suara isak tangis Amanda dari seberang telepon.

"hiks... Mas Kendra dimana? Mas Kendra jangan pergi, aku takut.." ucap Amanda.

"Tunggulah, akan kembali ke atas," Kendra menyerahkan kembali gagang telepon tersebut pada sang petugas resepsionis, kemudian dengan langkah gontai ia kembali ke kamar hotel untuk menemui Amanda.

Kendra bolak-balik di kamar hotel, kemudian ia mengusap wajahnya dengan kasar, ia menatap lekat-lekat wajah Amanda. "Amanda dengarkan aku!!" pintanya dengan wajah serius. "Apa yang terjadi tadi malam itu hanyalah sebuah kecelakaan, aku sama sekali tak ingat apa-apa, jadi aku mohon padamu jangan beritahu siapa pun. Siapa pun!! apa lagi Fay."

"Lalu apa yang harus aku katakan pada ibu?"

"Kau katakan saja, kalau kau menginap di tempat Alice. Sementara aku keluar kota karena ada urusan pekerjaan."

"Tapi Mas, kamu sudah mengambil..." Amanda membuka selimut yang menutup tempat tidur, ia memperlihatkan bercak darah pada seprai tempat mereka tidur semalam. "Keperawan*nku."

Kendra semakin frustasi di buatnya, di satu sisi ia seperti pria brengsek yang telah merenggut keperawan*n seorang gadis namun di sisi lain ia masih sangat yakin jika dirinya tak berbuat apa-apa. Ia berjalan mendekat ke arah Amanda dan duduk di hadapannya. "Amanda, berhentilah menangis. Kita harus menyelesaikan ini." ia meminta Amanda untuk menatap matanya.

"Mungkin ini terdengar jahat dan tidak adil untukmu, tapi sungguh aku sama sekali tak ingat apa-apa, aku juga tidak merasa berbuat apa-apa. Jadi tolong lupakan masalah ini, anggap ini tak pernah terjadi."

Tangis Amanda kian pecah. "Huhu... Kamu jahat Mas.." Amanda memukul dada Kendra.

Kendra membiarkan Amanda memukulnya sepuasnya, kemudian merengkuhnya ke dalam pelukannya. "Maaf aku tidak bisa bertanggung jawab. Bulan depan aku akan tetap menikahi Fay, tapi aku akan selalu ada untukmu sebagai kakakmu," bisik Kendra. Meski ia masih tidak merasa bersalah, namun melihat Amanda menangis ia merasa sangat iba padanya.

"Aku yakin, kau akan menemukan pria yang menerimamu apa adanya." Kendra mengeleus punggung Amanda dengan lembut.

Setelah Amanda mulai tenang, Kendra membantu Amanda memungut pakaiannya yang masih berserakan di lantai. "Pakailah, ayo kita pulang!!"

"Aku mau ke kamar mandi sebentar, aku tidak ingin ibu melihatku berantakan."

Kendra mengangguk. "Baiklah akanku tunggu."

Amanda membebat tubuhnya dengan selimut kemudian ia turun dari tempat tidur secara perlahan, ia meringis kesakitan saat ia mulai melangkah. "Aww..."

Dengan reflek Kendra megang tangan Amanda. "Kamu kenapa, Manda?" tanyanya khawatir.

"Itu aku perih mas," jawab Amanda sembari menunjuk area sensitifnya.

Kendra memapah Amanda menuju kamar mandi. "Sebaiknya kamu bersihkan atau kompres dengan air hangat." ia menyiapkan air hangat untuk Amanda kemudian keluar dari kamar mandi.

Sambil menunggu Amanda membersihkan tubuhnya, Kendra memesan sarapan untuknya.

"Makalah Manda, aku sudah memesankannya untukmu," ucap Kendra, ia menyuruh Amanda duduk di sofa kemudian ia mengeluarkan sejumlah uang dan menyodorkannya ke hadapan Amanda. "Ini untuk transportmu pulang, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang."

Amanda menerimanya dan langsung melemparnya di wajah Kendra. "Aku bukan pelac*r, mas!"

"Bukan begitu, Man. Aku benar-benar tidak bisa mengantarmu pulang, aku harus pergi sekarang!" Kendra keluar dari kamar hotel, meskipun Amanda terus berteriak memanggil dan memintanya untuk kembali.

"Mas Kendra...!"

1
RithaMartinE
luar biasa
falea sezi
hahaha mati kan akirnya mampusss
falea sezi
enak bgt manda hancurin sepupu sendiri dia bahagia hahaha aneh
falea sezi
enak bgt amanda Kendra bahagia karna amanda mana jahat bgt jd cwek
falea sezi
ttep g respect ma amanda
falea sezi
g nrima amanda tp cium cium amanda munafik kau ken
falea sezi
si jalang amanda bahagia hahah
falea sezi
tukang selingkuh dpet karma
Atmita Gajiwi
/Smile//Smirk/
Surati
bagus, menguras air mata dan emosi
el
aktor utama wanitanya terlalu baek
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat novel nya yang sungguh mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya 😘😘 dan sukses selalu 😘❤️
Yunerty Blessa
akhirnya setiap pasangan hidup bahagia..
makasih buat novel nya😘😘
Yunerty Blessa
seandainya Kevin yang menikah dengan Fay kan best..apa pun tahniah kendra dan Fay buat pernikahan kalian..smoga bahagia bersama Lily
Yunerty Blessa
Amanda egois..tidak memberi kad undangan Fay
Yunerty Blessa
Fay bukalah hati mu untuk Kevin dan lupakan Kendra
Yunerty Blessa
jujur saja kendra sama Fay
Yunerty Blessa
seperti nya Amanda menjerat Kendra..
Yunerty Blessa
kendra bodoh sekali..mudah terpedaya
Yunerty Blessa
bahaya dengan Amanda nih...gatal punya perempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!