Pernikahan adalah semua mimpi semua orang termaksud intan yang baru saja lulus sekolah menengah atas.
Sekalipun umurnya masih 19 tahun tapi dia sudah sah untuk menikah bukan ??
Menikah di usia muda bukanlah mimpinya tapi menikah dengan orang yang di cintai nya adalah mimpi nya .
Tapi semua rasa bahagia itu tidak selamanya benar di mana dia harus berusaha kuat untuk menyakinkan hati suaminya yang masih mencintai wanita lain tak lain .
Mungkin semua orang ini salah tapi dia ingin berusaha menggantikan nama itu dalam hati suaminya .
Perjuangan pun semakin berat saat sang mertua tidak bisa menerima nya dengan baik dengan alasan bahwa bukan wanita yang selama ini mereka kenal.
Mampu kah dia bertahan di sisi sang suami dan menggeser posisi wanita itu di hati sang suami begitu juga di hati sang mertua ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
melakukan semua nya
Sebelum makan siang Daniel sudah berada di rumah mertuanya dia melihat mereka sedang berkumpul bersama .
" Maaf " Risna hanya mengaguk ,Daniel langsung mencium kening dan bibir Risna setelah itu dia mencium Kanz yang tertidur dalam gendongan nya .
Didin melihat itu hanya bisa memalingkan wajahnya dan mengepalkan tangannya kuat , sedangkan intan hanya masa bodoh dia memilih memainkan HP nya .
" Sudah " Daniel mengaguk lalu duduk di samping Risna .
" Kalau sibuk ,Biarkan ayah sama ibu yang ke sana " Ucap Usman .
" Sampai di sana yang ada Daniel pusing karena ayah selalu berdebat " Usman tertawa kecil " Bilang ayahmu menjauh selama beberapa hari bila perlu jangan ada di rumah itu " Ucap Usman .
" Mana bisa kaya gitu ,itukan rumah ayah sama ibu , Risna sama Abang hanya numpang " Ucap Risna .
" Dia anak laki² , otomatis itu rumah nya " Ucap Usman .
" Sekalipun tapi itu rumah mereka ayah " Ucap Risna yang tidak mau mengalah .
" Sudah jangan berdebat dengan ayah ,itu rumah Kanz aman kan ?? " Risna mengagguk Tersenyum .
" Tumben diam dek, biasanya paling cerewet " Ucap Daniel menatap intan yang sibuk main HPnya .
" Tahu itu dari tadi diam " Ucap Risna .
" Lagi sariawan susah bicara susah makan " Ucap intan lalu menyimpan Hpnya ,Didin langsung menatap intan yang terlihat biasa saja .
" Kebiasaan pasti makan sembarangan lagi " Ucap Usman .
" Kebiasaan mentang² sudah jauh sama ibu, terus di tinggal kerja suami jadi jajan sembarangan " Ucap Iin,intan hanya tersenyum .
" Kebanyakan uang sudah dia bu ,jadi bingung mau diapain " Ucap Daniel menggoda intan .
" Ah iya Ayah sampai lupa kalau suaminya punya banyak restoran, jadi mulut nya Tidak berhenti makan " Ucap Usman .
" Berarti sekarang uang dari Abang tidak ada papa nya dong " Ucap Risna .
" Bagi ibu Nak " Ucap Iin tertawa kecil .
" Banyak uang tidak menjamin kebahagiaan Bu, jadi begini saja toh ibu bahagia " Ucap intan spontan membuat mereka terdiam sedangkan Didin langsung menatap intan .
" Siapa bilang ibu bahagia ,ayah mu pelit sawah saja yang di urus mau beli bedak saja tidak di kasih " Ucap Iin mengalihkan pembicaraan .
" Lagian ibu mau dandan untuk siapa ?? Sudah punya cucu dari Risna , sebentar lagi dari intan " Ucap usman .
" Kenapa jadi bahas uang " Ucap Risna bingung .
" Tahu itu ibumu ,sudah sana masak ayah sudah lapar " Ucap Usman .
" Perut terus yang di urus " Ucap Iin .
" Risna bantu ibu iya " Daniel mengaguk lalu menggendong Kanz , sedang kan intan berdiri begitu saja .
" jika ada masalah selesai kan dengan baik ,semua rumah tangga tidak ada yang lancar pasti ada kerikil kecil apa lagi kalian masih sangat muda " Ucap Usman .
" Iya ayah " Jawab Didin .
" Ayah harap kamu bisa memahami dia, selain umur nya yang masih terlalu muda pemikiran nya juga pasti belum sampai ke sana " Didin hanya diam mendengarkan .
Sedangkan di dapur Risna menatap intan yang hanya terdiam .
" Dek " Intan menatap Risna lalu kembali melanjutkan kegiatannya " Ada masalah " Intan hanya menggeleng " Dek " Panggil Risna .
" Semuanya baik² saja " Jawabnya .
" Semua rumah tangan ada begitu nak, bahkan ibu dan ayah masih terus berdebat karena hal² kecil " Ucap Iin .
" Kita masak apa Bu " Tanya Risna
" itu yang di atas meja " Risna mengagguk paham lalu membantu intan yang sudah lebih dulu bekerja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini di meja makan sudah tertata rapi dengan makanan yang mengandung selera makan siapa pun akan goyah .
Usman ,Daniel dan Didin langsung ke dapur untuk makan siang .
" Kanz sama Aku saja bang " Daniel menggeleng " makanlah " Risna pun mengambilkan makanan untuk Daniel " Cukup " Daniel mengaguk lalu Risna mengambilkan lauk pauknya .
Intan juga melakukan hal yang sama sekalipun saat di rumah dia tidak melakukan nya karena Didin sendiri menolak .
" Makasih " Intan hanya menggaguk saja,lalu duduk di kursinya .
" Kenapa tidak makan " Tanya Didin .
" Masih kenyang " Jawab intan seadanya " Kamu belum makan papa yank " Ucap Didin.
" dek " Tegur Risna .
" Nanti kamu sakit " Intan hanya diam saja " Sudah makan ,nanti dia makan " Ucap Usman .
Didin hanya bisa menghela nafas panjang nya, lalu kembali makan sedang kan intan hanya terdiam saja tanpa menyentuh apa pun .
" kembalikan "
" Tapi Abang ...."
" Kembalikan "
" Sedikit ....Ok Risna simpan " Ucapnya berdecak kesal lalu menyimpan kembali sendok dengan isian sambal terasi saat tatapan tajam Daniel menusuknya sampai ke ulu hati nya .
" Menyebalkan " Ucapnya kesal .
" kamu lagi ASI Ris jangan aneh² , nanti Kanz batuk " Ucap Iin .
" Dikit saja Bu " Ucap Risna
" Memang kalau Kanz batuk ada sedikit dan banyaknya " Ucap Usman .
" Iya² maaf " Ucap Risna memanyunkan bibirnya membuat Didin Tersenyum tipis .
" Sudah makan, ini sudah siang nanti Kanz rewel " Risna mengaguk " iya bang " Jawab Risna .
Sampai makan siang Selesai intan tidak menyentuh sedikit pun makanan ,setelah membereskan dapur masing² mereka memasuki kamar untuk istirahat siang .
" Boleh Kaka bicara " Intan hanya mengangguk saja " Apa yang membuatmu marah " tanya Didin menatap intan.
" Jika kamu tidak nyaman ,kita kembali sore nanti " Intan hanya mengaguk saja " Intan " panggil Didin .
" Aku hanya ikut kenginginan kakak, yang mau ke sini juga kan kakak bukan bahkan intan tidak bilang papa ...."
" Lalu kamu menyesal " Potong Didin cepat .
' Tidak ,karena kakak bahagia berada di sini itu sudah cukup untuk intan " Jawab intan cepat .
" Intan ....."
" Ada yang harus intan lakukan, katakan saja jika intan sanggup Intan lakukan " Didin memejamkan matanya.
" Kakak mohon jangan perlihatkan keadaan rumah tangga kita didepan ayah sama ibu " Intan mengaguk cepat .
" Bukannya aku tidak ...."
" Intan akan lakukan, apa lagi " Tanya intan serak .
Didin menghela napas panjang " Istirahat lah " Intan langsung merebahkan tubuhnya membelakangi Didin .
Sekuat mungkin dia tidak menangis , sekalipun air matanya sudah menetes di ujung sana .
Kamu bisa ,kamu kuat Batin intan lalu memejamkan matanya .
Didin merebahkan tubuhnya di samping intan ,sambil memeluk nya bukannya dia tidak tahu jika intan menangis tapi dia membiarkan saja agar wanita itu bisa lebih tenang nantinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟