NovelToon NovelToon
Love With Calon Ipar

Love With Calon Ipar

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:391.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Isti arisandi

Menikah dengan lelaki pujaan hati adalah impian setiap wanita. Apalagi hubungan mereka sudah terjalin bertahun lamanya.

Aditya memutuskan menikahi wanita pujaan hati tepat di hari ulang tahunnya. Berharap akan menjadi kado spesial yang tak terlupakan. Namun, siapa sangka dihari itu justru menjadi awal kehancuran mahligai yang akan dia bina.


Wanita cantik datang dengan perut besar, berusaha menggagalkan pernikahan dan mengatakan bayi yang dikandungnya adalah anak Aditya?


Benarkah itu darah daging Aditya?



Akankah pernikahan mereka terlaksana ?


Atau justru malah kandas?


Lalu siapakah wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan cemburu

Selesai membayar Administrasi Satria segera menemui istrinya yang sudah menunggu kedatangannya.

"Sat, kata Umi kamu bayar biayanya sendiri? Sat kenapa kamu tolak uang dari Umi?"

"Ya aku malulah, Alya. Lagian kalau aku ada kenapa aku harus merepotkan keluarga, bukankah sudah kubilang, kamu sekarang tanggung jawabku."

Alya terdiam oleh kalimat panjang Satria. Malu rasanya selama ini dia begitu acuh pada lelaki yang begitu kuat memegang sebuah amanah pernikahan.

"Satria makasi ya." Alya tersenyum, tangannya terulur menggapai jemari Satria yang sedang disisinya.

"Makasi terus sih Al, Sudah kewajiban suami."

"Tapi aku selama ini belum bisa melakukan kewajiban sebagai istri."

"Lama-lama pasti bisa."

"Satria, tadi ada telepon." kata Alya lagi. Teringat ponsel Satria terus berdering diatas nakas. Kamu lupa nggak bawa ponselnya pas keluar tadi."

"Siapa yang telepon?" Satria penasaran. Siapa yang menghubunginya.

"Lihat aja sendiri. Aku nggak lihat kok siapa yang telepon. Mau ambil takut jatuh," dusta Alya.

Satria fokus melihat dilayar ponselnya.

'10 misedd call, 5 message. Ada apa Rosa menelepon berkali kali.'

"Dari siapa, Sat?"

"Emm ... dari anak IPA kedokteran." Satria sengaja tak langsung menjawab, Satria tahu kalau Alya kenal dengan wanita itu juga meski tak begitu akrab, karena kelas mereka bersebelahan.

"Satu kelas denganku?"

"Beda, dia di A."

Melihat Satria yang tak siap jujur, membuat Alya tak lagi bertanya.

Sedangkan Satria belum ingin bercerita karena masih ada banyak waktu untuk bercerita di rumah nanti, Satria tidak mau Alya salah paham tentang Rosa, lagi pula langkah Umi dan Abi semakin dekat dengan arah pintu masuk bersama dokter dan perawat yang akan mencabut jarum suntik.

..."Nona Alya, pulang hari ini ya, kondisinya sudah sehat dan Alhamdulilah tinggal pemulihan luka luar, nanti ada salep dari kami, supaya lukanya akan cepat sembuh tanpa bekas." a...

"Makasi Dokter." Satria yang menjawab. Satria memegangi tangan Alya yang satunya karena Alya terlihat menahan sakit saat jarum infus dikeluarkan dari otot lengannya.

"Sakit ya?" tanya Satria, mengelus bekas jarum suntik.

"Dikit." Alya mengigit bibir bawahnya. ternyata rasa sakitnya tak sebesar rasa takutnya.

Abi dan Umi juga pamit pulang karena kondisi Alya sudah baikan, dan rasanya tak perlu untuk mengantar sampai rumah.

"Satria. Umi dan Abi pulang duluan ya, kalau ada apa-apa kalian jangan lupa langsung hubungi kami. Jangan sampai keduluan Aditya, Mantu umi dan Abi kan kamu."

"Iya Umi, Abi. Satria minta maaf."

Alya segera turun dari ranjang dan Satria menangkap tubuhnya.

Alya berjalan pelan keluar ruang Bugenvil, Satria merengkuh pinggangnya takut Alya akan tiba tiba pusing.

Sampai di parkiran Sosok Aditya sudah menunggu.

"Satria, Nggak mungkin kan mau bawa Alya pulang naik motor." kata Aditya berusaha membujuk kedisnxs sambil membuka pintu mobil depan.

"Nggak Sat, aku naik motor sama kamu yah.

"Alya, tapi ini demi kebaikanmu, aku yang minta kamu naik mobil mas Aditya saja, Lagian bunda juga akan semobil dengan kamu." Satria melihat bunda sudah ada di dalam bersama Kinan juga.

"Nggak Sat, kamu punyanya motor, jadi aku naik motor aja, kamu pelan aja kalau mengemudi nanti."

"Yakin bisa naik motor?"

"Bisa."

"Tapi kamu janji harus pegangan ya?"

Tidak dijawab oleh Alya, tapi dia mengangguk, pipinya terlihat merona.

Hati Bagas berbunga melihat pipi Alya yang kini semerah tomat.

Satria menaiki motor terlebih dahulu lalu mengulurkan tangan kanannya. Dijadikan pegangan untuk Alya saat naik.

Setelah duduk dengan benar Satria tak kunjung melajukan motornya. "Kenapa Sat, mogok"

"Nggak kok, Kamu pegangan dulu." Satria menoleh sedikit, dia melihat Alya memegangi kaosnya.

"Udah Sat."

Satria tersenyum. "Pegangan yang benar Alya. Seperti ini." Satria menarik kedua lengan lalu menautkan di perutnya.

"Sat, malu dilihat Bunda."

"Kenapa malu? Aku suamimu Alya, kita bukan pasangan selingkuh."

Satria kekeuh dengan pendiriannya. dia tetap tak mau melakukan motornya kalau Alya tidak pegangan dengan benar.

Alya berlahan kembali melingkarkan lengannya di perut Satria. Satria tersenyum lalu melajukan motornya pelan-pelan.

"Kalau dipeluk begini kan aku enak nyetirnya jadi fokus."

Ada gelenyar aneh yang Satria rasakan saat kedua tangan Alya ketika memeluknya sangat erat. Detak jantungnya juga terpacu lebih cepat daripada biasanya.

Jujur sudah banyak cewek yang pernah diboncengnya bahkan para cewek-cewek itu tanpa diminta dia sudah melingkarkan lengannya di perut dengan erat tanpa diminta.

Tapi Satria tak pernah merasakan kehangatan seperti hari ini. Didekat Alya bisa membuat Satria benar benar mati gaya.

Satria sesekali menggenggam tangan Alya, berharap Alya bisa merasakan kasih sayangnya.

Mobil Aditya mengekor di belakang motor Satria. Satria dan Alya nampak romantis jika di lihat dari arah belakang.

Aditya tentu saja sangat kesal melihat pemandangan menyakitkan itu hingga setengah jam lamanya.

Sampai di rumah Aditya segera mamakirkan mobil dan turun sambil menutup pintu mobil sekencangnya.

Aditya sama sekali tak bisa menahan emosinya. jika itu sudah menyangkut masalah Alya.

Mama hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak sulungnya. Mama berharap Aditya segera bisa menyadari kesalahannya.

Satria yang baru selesai memarkir motornya hanya tersenyum melihat kelakuan kakaknya. Lalu kembali fokus pada Alya yang kesulitan melepas helm."

"Sini biar aku bantuin."

Satria sengaja berlama-lama memandang wajah Alya, tangannya tak fokus melepas pengaitnya.

"Sat buruan!"

"Oh iya habis di depan ada bidadari, sayang kalau tidak dilihat." Satria segera membantu melepas helm Alya dan menaruhnya di tempat kumpulan helm.

Aditya memelankan langkahnya sambil melihat adegan romantis pasangan suami istri itu.

"Alya jika kamu lelah, bagaimana kalau aku menggendong kamu naik ke kamar kita."

"Ide bagus Sat, sekali kali Bunda juga pengen lihat Alya di gendong sama kamu, lagian nggak akan berasa berat Alya, Satria itu biasa olehraganya angkat barbel." Mertua ikut membujuk Alya.

"Bener Sat?"

"iya sih, tapi dah lama aku nggak latihan lagi."

Alya sebenarnya tidak keberatan, tapi nuraninya bilang jangan, Alya tak enak hati memamerkan kemesraan di depan orang yang masih mencintainya, orang itu terus menatapnya dari lantai dua dengan mata yang memerah dan kilatan amarah diwajahnya begitu terlihat.

"Satria aku bisa jalan sendiri, aku sudah lebih baik." keputusan Alya mutlak, Alya tidak mau Satria mendapat perlakuan butik lagi dari kakaknya.

Sampai di kamar Alya segera tidur, Satria membantu membenarkan selimut Alya.

"Kamu cepetan tidur, aku akan keluar sebentar."

"Lama nggak, Sat?"

"Nggak, cuma sebentar."

"Apa kamu mau ketemu dengan si penelepon tadi siang itu?"

"Kamu tahu siapa dia Al?" Satria tidak menjawab tapi justru balik bertanya."

"Aku tidak tahu, hanya saja aku rasa dia seseorang yang dekat denganmu, apa dia orang yang kamu sayangi, tapi kamu menjauhi karena sudah menikah denganku?"

"Kamu cemburu Al?"

"Tidak, aku justru merasa bersalah karena sudah membuat cinta kalian tak akan bersatu."

"Bagaimana jika cintaku hanya untukmu? apakah kau akan bersalah juga telah mengacuhkanku?"

"Sat aku butuh waktu, tapi jika kamu dan dia saling mencintai, aku akan mundur."

1
Martha Dimas
kok tamat thor
Uun Handayani
Luar biasa
Uun Handayani
Biasa
Tutik Lestari
suka
dewi
mkasih ceritany suka banget, cuman endingnya bingung. bikin kagok.
Elis Lismawati
Kecewa
Elis Lismawati
semoga bhgia slalu
Zarin Mayresa
maaf thor novel ini ceritanya bagus tapi penyebutan nama nya kacau ,,byk yg tertukar aluna jg ada yg bahkan gak ada di cerita trus berulang "
Isti Arisandi.: iya Kak, soalnya waktu itu nulis lebih dari satu.
total 1 replies
Zarin Mayresa
namanya macam" thor
Zarin Mayresa
adrian datang drmn thor
Isti Arisandi.: hehehehe
total 1 replies
Zarin Mayresa
lunanya ada di hongkong Thor
Isti Arisandi.: kebawa novel lama.
total 1 replies
Reni kurnia
berhenti lah sampai disini Thor ??
lanjut dong Thor please 🤗
Erna Wati
lajut
Bunda
akhirnya satria belah duren😊😊😊
karina apriyanti
ceritanya bagus
Bunda
ikutan mampir😊😊
Adhyzta Eka Nugroho
bagus
Anies Mamahe Rubaells
ceritanya muantep bener
Alfatih
next author semangat 💪👍💚😘
IntaNn Gendiess
kenpa lama sekali up nya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!