NovelToon NovelToon
Wanita Penyembah Iblis

Wanita Penyembah Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:489.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Laila Khaifa Nur

Namanya Nur Hayati artinya cahaya kehidupanku. Tatapi hidupnya tidaklah seterang namanya. Hidupnya justru jatuh dalam kegelapan.

Semua bermula ketika Hayati menemukan buku mantra milik mantan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Khaifa Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

"Saya minta maaf ya sama kalian kalau misalnya kalian jadi tidak nyaman makannya," ucap bapak penjual nasi kuning tersebut setelah kembali kedalam tenda dan membuarkan lamunan Nur Hayati.

"Iya pak tidak apa-apa, lagi pula ini juga bukan salah bapak," ucap Indra.

"Bapak kenal dengan ibu tadi?" tanya Ali.

"Tidak, saya belum pernah lihat sama sekali, baru inilah saya lihat," jawab bapak itu lagi.

"Sudahlah tidak perlu dipikirkan, paling juga orang gila," ucap Aryani.

"Lanjutkan lagi makannya, sekali lagi saya minta maaf ya sama kalian," ucap bapak itu lagi.

"Iya pak tidak apa-apa?" ucap Ali.

Bapak tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka setelah berkali-kali meminta maaf.

"Jangan diambil hati ya, maklum orang gila pasti kalau bicarakan pasti asal keluar dari mulut," ucap Ali pada Nur Hayati.

"Iya Hayati jangan terlalu dipikirkan, kemarin aku ketemu orang gila malah direkiakin maling sama itu orang gila, hampir aku dipukulin sama orang sekampung gara-gara orang gila itu, untung masih bisa selamat, kalau tidak pasti malam ini kalian kumpulnya tidak disini, pasti sekarang lagi kumpul dipemakaman aku, hahaha," ucap Marwan sambil kemudian tertawa mencoba untuk mencairkan suasana.

"Habis ini kita kemana lagi?" tanya Indra.

"Belanja dong, masa iya cuma lihat-lihat saja tidak beli apa-apa, rugilah datang jauh-jauh kemari," ucap Intan.

"Kalau begitu kita keluar terus sekarang ya, biar nanti pulangnya tidak terlalu malam," ucap Nur Hayati.

"Iya kalian tunggu diluar, biar aku bayar makanan kita dulu baru setelah itu aku nyusul," ucap Ali kemudian berjalan menghampiri bapak penjual nasi kuning tersebut.

***

"Hayati, kapan-kapan kami kerumah kamu boleh ya?" tanya Marwan saat mereka sudah akan pulang.

"Tentu saja boleh," jawab Nur Hayati sambil tersenyum.

"Kalian berdua hati-hati ya pulangnya," ucap Intan saat mereka sudah berada jalan mau pulang.

"Iya kalian juga ya," ucap Hayati.

Akhirnya mereka berpisah karena memang arah pulang rumah mereka masing-masing berbeda bahkan desanya juga lain-lain. Nur Hayati dan Ali juga melanjutkan perjalanan mereka pulang.

***

"Ahh aku sangat lelah," gumam Nur Hayati saat sudah berada dirumah sambil melemparkan barang yang ia beli dipasar malam keatas tempat tidur.

Nur Hayati melihat jam didinding kamarnya sudah hampir jam dua belas malam. Namun Nur Hayati tiba-tiba kembali teringat pada wanita tadi dipasar malam.

"Bukankah tadi ia sempat menyebut soal buku mantra, maksudnya apa ya?" Nur Hayati mulai mengingat kembali kata-kata wanita tersebut.

"Tapi bukankah mas Aryo juga punya banyak buku-buku seperti itu."

Nur Hayati tiba-tiba teringat kalau Aryo juga punya banyak buku-buku berisikan mantra. Ia bergegas bangun dan berjalan menuju kegudang. Teringat tempo hari ia meletakkan semua barang Aryo dalam gudang karena tidak jadi ia bakar.

"Kemarin semua barangnya mas Aryo aku letakkan disini semua, sekarang bukunya kenapa tidak ada," gumam Nur Hayati sambil mencari buku diantara barang-barang milik Aryo.

Tengah sibuk Nur Hayati membongkar barang milik Aryo tiba-tiba ia mendengar suara sesuatu jatuh kelantai. Letak gudang dengan dapur memang bersebelahan jadi suaranya bisa terdengar jelas. Nur Hayati seketika menghentikan kegiatannya lalu meninggalkan gudang dan berjalan menuju dapur.

Sesampai didapur Nur Hayati memperhatikan sekeliling dapur tapi tidak ada benda apapun yang jatuh kelantai. Nur Hayati mengernyitkan dahi, berpikir mungkin kadang ia barusan salah dengar.

Setelah beberapa saat memeriksa setiap sudut diruang dapurnya dan tidak ada apa-apa, Nur Hayati berpikir mungkin ia hanya salah dengar saja makanya ia mendengar yang bukan-bukan. Nur Hayati mengira kalau itu hanya efek karena ia kelelahan akhirnya Nur Hayati memutuskan untuk kembali lagi kegudang untuk menemukan barang yang ia cari.

Akan tetapi belum lagi ia sampai digudang Nur Hayati kembali mendengar suara dari dapur. Tapi bukan lagi suara benda jatuh kelantai melainkan suara anak kecil tertawa.

Nur Hayati berbalik dan kembali lagi kedapur. Namun begitu ia sampai didapur Nur Hayati terkejut mendapati seorang anak kecil berumur kira-kira dua tahun berdiri membelakanginya. Nur Hayati kebingungan bagaimana bisa ada anak kecil dirumahnya terlebih lagi ini sudah tengah malam.

"Nak, kamu siapa?" tanya Nur Hayati pada anak tersebut.

Bukannya menjawab anak balita tersebut malah kembali tertawa dan kembali keruang depan. Larinya juga begitu cepat sampai Nur Hayati tidak sempat mengejarnya. Nur Hayati mengikuti balita tersebut keruang depan.

Saat Nur Hayati sampai diruang depan malah ia tidak mendapati siapapun disana. Nur Hayati memandangi pintu depan rumahnya masih terkunci begitu juga dengan jendela, semua terkunci tidak ada satupun yang terbuka.

Bagaimana mungkin anak tersebut bisa menghilang? pikir Nur Hayati. Jelas sekali ia melihat anak tersebut lari keruang depan.

"Lalu bagaimana caranya ia keluar?" batin Nur Hayati.

Saat Nur Hayati mengejar anak tersebut ia juga masih sempat mendengar suara anak kecil tersebut tertawa. Bagaimana bisa anak tersebut bisa menghilang begitu cepat. Karena jika anak tersebut manusia normal tidak mungkin ia bisa menghilang secepat kilat. Terlebih lagi pintu dan jendela tidak ada satupun yang terbuka.

Nur Hayati melihat jam didinding ruang tamu sudah menunjukkan jam dua. karena sudah sangat larut Nur Hayati memutuskan untuk tidur saja dan mencari lagi buku mantranya besok. Nur Hayati mencoba menghapus semua yang baru saja ia alami dari kepalanya. Meskipun ia merasa ketakutan tapi Nur Hayati tidak mau memikirkan yang aneh-aneh, apalagi yang berhubungan dengan mistis. Memang selama ini ia tidak terlalu mempercayai hal seperti itu. Nur Hayati kemudian mengambil segelas air dan masuk kedalam kamar.

***

"Assalamualaikum, bu Ali pulang," ucap Ali saat masuk kedalam rumah.

"Waalaikumsalam," jawab Anti yang sedang duduk diruang tamu.

"Kenapa belum tidur mbak?" tanya Ali karena melihat Anti masih duduk diruang tamu.

"Filmnya lagi seru ini, tinggal sedikit lagi, tanggung paling setengah jam lagi," jawab Anti yang masih serius menonton.

"Dasar mbak ini," ucap Ali heran melihat kelakuan kakaknya.

"Baru pulang kamu, bagaimana kencannya, lancar?" tanya Anti kemudian sambil matanya fokus menatap layar televisi didepannya.

"Kencan apaan sih mbak, Ali kan sudah bilang tadi pergi sama kawan, mbak ini suka tidak percaya sama Ali," ucap Ali sambil kemudian duduk diatas kursi disamping Anti.

"Kamu itu tidak perlu bohong sama mbak, lihat muka kamu saja mbak sudah tahu kalau kamu lagi jatuh cinta sama perempuan," ucap Anti sambil tertawa.

"Alah mbak ini kalau bicara asal keluar dari mulut," ucap Ali membantah tuduh

"Oya barusan selingkuhan mas Aryo datang kemari?" ucap Anti lagi.

"Siapa?" tanya Ali dengan suara agak keras seperti orang terkejut.

***

Bersambung...

1
Destia Rifa
ke ustadz aja lah
Yulita
sakti tapi tida bisa membeda kan orang yg pura pura baik & yg benaran baik,harus ada moti vasi dong Thor untuk pembaca nya,
Yulita
tida bisakah dipotong sedikit cerita tentang hutan nya Thor,langsung nyampay tempat tujuan gitu biar pembaca nga merasa cerita nya membosankan
Yulita
perasaan yg ditulis author jalan nya tinggal satu kilo tapiko nga sampay sampay ya🤣🤣🤣
Yulita
Nurhayati nga cocok jadi pemeran utama di nopel ini,nga nyambung soal nya,maaf ya Thor untuk komen nya
Yulita
cerita nya bagus tapi nga nyambung dengan judul nya
Yulita
ini si bukan pemuja iblis,tapi drama keluarga
Yulita
tida sealur dengan judul nya😴
Yulita
sampay disini ko jadi membosan kan kisah nya Thor,harus nya makin seru
Yulita
ko belum ada arah ke pemujaan nya ya,ini kisah horor atau drama sih thor
Yulita
kemana tujuan alur nopel ini Thor,???
Yulita
maaf ya Thor sebelum nya,untuk komen ini,tapi saya rasa judul nya nga nyambung sama alur nya
Yulita
awal kisah nya bagus bangat,tapi pas sampay sejauh ini ko belum jelas pemuja iblis nya dan tokoh utama nya
Yulita
yg cocok jadi pemuja iblis itu enjel sama mama nya Ali Thor,jangan nurhayati
Yulita
sampay disinipun belum ada titik terang cerita nya,masih mutar"aja
Yulita
sudah sejauh ini tapi masih belum ada arah kepemuja iblis nya ya
Yulita
kenapa harus Nurhayati yg diikuti iblis??!
Yulita
semoga Nurhayati akurtrus sama Bu Hasnah,senang baca nya thor
Yulita
👍👍👍
Yulita
sejauh ini sangat memprihatinkan nasip Nurhayati😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!