Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*
Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.
》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?
》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.
🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡
Selamat Membaca.
❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Angel Di Usir.
...~•Happy Reading•~...
Setelah kakaknya berangkat ke bandara, Bu Erna ke kamar Angel. "Angel, mari makan." Ucap Bu Erna pelan, agar Angel mau keluar dari kamar.
Angel keluar dari kamar, menuju meja makan. "Tante, ko' sepi. Om, Papa dan Mama ke mana?" Tanya Angel, saat duduk berdua dengan Tantenya.
"Kau makan saja, dulu. Kami semua sudah makan." Bu Erna masih berkata pelan. Angel mengambil perangkat makan, nasi, lauk pauk, lalu makan. Dia bersikap, seakan tidak mengetahui sedang diperhatikan oleh Tantenya.
Bu Erna terus memperhatikan Angel. 'Sangat disayangkan, wajahnya yang cantik tidak dipergunakan dengan baik.' Bu Erna membatin, karena menurutnya Angel sangat cantik.
"Angel, apa kau tidak pernah berdoa sebelum makan?" Tanya Bu Erna saat Angel hendak memasukan makanan ke mulut tanpa berdoa. 'Selama ini aku tidak perhatikan.' Bu Erna membatin lagi.
Angel meletakan sendok di piring dan menutup mata, seakan berdoa untuk menyenangkan hati Tantenya. Supaya lekas makan dan berdiri dari, karena dia mulai merasa risi diperhatikan oleh Tantenya.
Dari caranya, Bu Erna tahu Angel tidak berdoa. Beliau hanya menggelengkan kepala, melihat yang dilakukan Angel. 'Mungkin kau bisa menipuku, tetapi tidak dengan Tuhan.' Bu Erna membatin.
Selesai makan dan hendak berdiri untuk membawa piringnya ke belakang, Bu Erna mencegah Angel berdiri. "Biarkan saja di atas meja, Angel. Tante mau bicara denganmu, jadi nanti Tante yang bereskan." Bu Erna berkata pelan dan tenang.
"Tadi kau tanya, kenapa rumah ini sepi bukan? Sekarang Tante mau jawab pertanyaanmu itu. Om Jefry sedang mengantar Mama dan Papamu ke bandara. Mereka sekarang sudah kembali ke Makassar. Kau tidak perlu bertanya kenapa mereka baru datang kemaren dan sudah pulang hari ini." Ucap Bu Erna serius.
"Kau pasti sudah tau jawabannya. Aku hanya mau katakan, kau sudah sangat menyakiti hati kakakku. Semoga kakak-kakakku bisa tiba dengan baik dan selamat di Makassar. Jadi sekarang, tolong kau tinggalkan rumah kami." Bu Erna berkata tegas.
"Aku tidak mau suamiku melihat wajahmu di rumah ini saat kembali dari mengantar kakak-kakakku. Saya sangat malu terhadap suamiku, karna memiliki ponakan yang tidak bermoral sepertimu." Ucap Bu Erna, pedas.
"Jadi sekarang, rapikan bajumu dan tinggalkan rumah kami. Jangan tinggalkan sepotong pakaianmu di rumah kami, sehingga bisa membuatmu kembali ke sini." Bu Erna berkata lagi, tegas.
Angel terkejut dan hanya bisa menatap Tantenya. Dia tidak menyangka Tantenya yang dikenal sangat baik selama ini bisa mengucapkan kata-kata seperti itu.
"Tapi Tante, Angel mau ke mana? Apakah Mama ada meninggalkan uang untukku?" Tanya Angel, berharap.
"Kau telah mempermalukan orang tuamu dan masih berharap diberikan uang? Kau benar-benar anak yang tidak tahu diri." Bu Erna, terkejut mendengar ucapan Angel.
"Kau masih memikirkan uang dari mereka, sedangkan saya sedang berdoa dan berharap kedua kakakku tidak masuk Rumah Sakit?" Tanya Bu Erna dengan suara bergetar dan mata berembun.
"Kau akan menerima ganjaran-Nya, karna telah menyakiti banyak orang yang mengasihimu." Bu Erna jadi emosi. Beliau segera berdiri masuk ke kamar yang ditempati Angel. Bu Erna mengambil beberapa potong pakaian Angel dan memasukan ke dalam tas kecil.
"Ini semua barangmu. Segera tinggalkan rumah kami." Bu Erna meletakan tas di atas meja makan di depan Angel.
"Tapi Tante, Angel tidak ada tempat tinggal dan tidak punya uang." Angel memelas.
"Segeralah kau ke tempat laki-laki yang telah tidur denganmu dan minta pertanggungan jawabnya. Jangan hanya berani minta tanggung jawab dari Mathias yang tidak menidurimu, tetapi laki-laki yang tidur denganmu kau biarkan dia bersenang-senang. Cepat pergi cari dia, dan jalani hidupmu." Bu Erna berkata tegas.
"Benar, Tante. Angel ngga punya uang untuk naik angkot." Angel memelas. Bu Erna masuk ke kamarnya, kemudian keluar lagi.
"Ini uang untuk ongkosmu, dan jalanilah apa yang menjadi pilihanmu. Ingatlah, semua pilihan ada konsekuensi yang harus kau tanggung. Semoga masih ada pengampunan bagimu yang telah menyakiti Tuhan dengan perbuatanmu." Bu Erna meletakan selembar uang lima puluh ribu di depan Angel.
Angel mengambil uang yang diberikan Tantenya, lalu berjalan keluar dari rumah. Dia duduk di halte sambil berpikir akan kemana. Apalagi tidak memiliki ponsel, dia sangat susah untuk menghubungi seseorang.
Dia sendiri tidak menghapal satu pun nomor telpon, sehingga makin sulit baginya. Dia berpikir untuk datang ke kantor lelaki yang bersamanya. Benar kata Tantenya, dia harus menuntut tanggung jawabnya. Hanya dia yang dapat dimintai tolong. Kemudian dia naik angkot menuju stasiun dan ojek ke kantornya.
~*
Setelah tiba di gedung kantor lelaki yang bersamanya, Angel mencari toilet untuk merapikan penampilannya dan berjalan ke lobby. Sebelum masuk ke kantor, dia melihat pria itu hendak masuk ke gedung bersama rekan kerjanya.
Ketika melihat Angel, dia mendekat dengan wajah yang sangat marah. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau ingin aku dipecat?" Pria tersebut berkata sambil menarik Angel menjauh dari kantornya.
"Aku diusir Tanteku, jadi ngga tahu mau ke mana lagi. Aku datang ke sini untuk minta uang darimu, agar bisa cari tempat kost atau kontrakan." Angel berkata sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Kau pikir aku ada pegang uang? Sekarang mau beli bensin saja, aku harus kasbon. Mengapa kau tidak jual kalung itu untuk mendapatkan uang?" Tanya pria itu mulai emosi, melihat Angel masih mengenakan kalung yang dibelinya.
"Ya, sayang kalau dijual tanpa surat-surat. Harganya tidak bisa sama seperti waktu dibeli." Angel beralasan, karena sangat suka dengan kalungnya.
"Kalau begitu, tinggal di jalanan sambil pegang kalungmu itu. Ini lagi susah, masih mikirin pakai perhiasan." Pria itu makin kesal.
"Sudaaa... Pergi ke mana maumu, aku sendiri sedang kesulitan. Jangan kau tambah lagi dengan kedatangmu, yang bisa membuatku kehilangan pekerjaan." Pria itu mengibaskan tangan, marah.
"Kalau begitu, berikan ponsel untukku supaya aku ngga usah ke sini. Bagaimana aku bisa menghubungimu kalau tidak ke sini?" Tanya Angel pelan, berusaha bermanja ria.
"Kau ini tidak mengerti, aku bilang sedang kesulitan? Aku saja belum punya ponsel, kau malah minta ponsel? Sudaaa... Jangan membuatku makin stress." Pria tersebut kembali mengibaskan tangannya untuk menyuruh Angel pergi.
"Kenapa kau tidak menjual mobilmu s a j a..." Ucapan Angel terhenti melihat wajah pria tersebut mulai merah dan sangat marah. Angel jadi khawatir kehilangan tumpuan terakhirnya.
"Apakah kau sudah gilaaa? Jangan membuatku marah, dan memanggil security untuk mengusirmu. Sudah kubilang jual kalungmu itu untuk bertahan hidup. Tetapi kalau tidak mau dengar juga, atur sendiri hidupmu, semaumu."
"Jangan coba-coba mencariku di sini, karna sekarang aku tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadamu." Pria itu berbalik pergi meninggalkan Angel yang melongo. Dia tidak menyangka dengan kondisi yang terjadi.
Angel melihat pria itu berbicara dengan security sambil menunjuk ke arahnya. 'Apakah dia menyuruh security mengusirku?' Tanya Angel dalam hati. Dia segera meninggalkan kantor pria itu sambil menggerutu, kesal.
Dengan berat hati dia berjalan ke halte dan berpikir. Mungkin benar, dia harus merelakan kalung kesayangannya. Kemudian dia pergi ke Sency untuk menjual kalungnya. Sebab dia harus mencari tempat tinggal dan untuk makan.
Ketika melihat Angel meninggalkan kantornya, pria tersebut menarik nafas panjang dan dalam. Jantungnya berdetak sangat cepat dan kencang melihat Angel datang ke kantornya.
...~●○♡○●~...