Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Usir
❄❄❄
Hari-hari di lalui Ayu seperti para ART lain nya di rumah itu. Sudah sebulan lama nya Nadia tidak keluar kota dan sebulan juga mereka tidak bisa bersama. Baik Rayyan maupun Ayu hanya bisa curi curi pandang, Rayyan bingung apa yang harus Ia lakukan agar mereka bisa bersama. Karena jujur dirinya ingin mengulang kenangan indah bersama Ayu, menikmati kelembutan milik wanita itu.
Bukan sekali dua, Pria itu membayangkan bersama Ayu ketika menikmati kenikmatan milik Nadia untuk itulah malam malam mereka nikmati dengan syahdu.
Hari ini Rayyan baru saja melakukan satu hal yang menurut nya hanya itu jalan terbaik untuk mereka.
" Assalamu'alaikum Pak Bu, maaf ! saya minta ijin ingin pulang kampung sekarang, barusan ada yang menelpon katanya keluarga saya ada yang sakit keras "
Rayyan dan juga Nadia saling pandang, Rayyan nampak santai saja tapi tidak dengan Nadia, Ia mencurigai kepulangan Bi Surti yang tiba tiba.
" Kenapa mendadak sekali pulangnya, jangan jangan kamu mencuri disini ya lalu kamu kabur ingin menghilangkan jejak " Tuduh Nadia
Karena Rayyan juga mengijinkan nya akhirnya Nadia juga tidak bisa berbuat apa apa.
" Baiklah Bi, tunggu sebentar "
Rayyan melangkah ke sebuah tempat dan kembali dengan sebuah amplop berisi uang gajih dan juga pesangon untuk Bi Surti nanti nya.
" Ini buat Bibi, Terima kasih sudah bekerja dengan sangat baik disini. Kalau nanti Bibi butuh pekerjaan Bibi bisa kembali lagi kemari, pintu rumah ini selalu terbuka untuk Bibi " Ucap Rayyan.
Bi Surti menerimanya dan berterima kasih, Ia pun pamit dan meninggalkan rumah mewah itu.
Dengan bantuan beberapa orang kepercayaan nya Rayyan berharap semua rencana nya bisa berjalan lancar. Di dalam kamar Nadia sejak tadi berteriak teriak karena perhiasan kesayangan nya tidak ada di tempatnya.
" Mas Ray...... Mas....... " Teriak Nadia
Rayyan berlari ke atas mendengar suara Nadia yang hampir memecahkan gendang telinga.
" Ada apa sich teriak teriak, seperti orang kemalingan saja " Protes Rayyan.
" Ini Mas, coba lihat. Semua perhiasan pemberianmu tidak ada di sini, semua nya hilang Mas. "
Nadia memperlihatkan kotak tempat dirinya menyimpan perhiasan yang sudah kosong.
" Hilang ? bagaimana mungkin, coba di ingat ingat. Mungkin kamu lupa menaruhnya dimana, apa sudah di periksa lagi "
" Mas, perhiasan ini sangat berharga bagiku dan Mas juga tahu itu. Aku tidak pernah meletakkan nya sembarang tempat apalagi berpindah pindah tempat. Perhiasan nya hilang Mas "
Nadia menghempaskan bokongnya di pinggir ranjang dan membuang nafas secara kasar.
" Pasti Bibi yang mencuri nya makanya dia pergi tiba tiba, Iya benar. Bukan nya kemarin aku sudah curiga akan hal itu tapi Mas yang tidak percaya "
Adrian juga ikut duduk di sofa dengan menyilang kan kaki yang satu ke kaki yang lain.
" Nad, Aku tidak percaya kalau Bibi yang melakukan nya, kamu tahu kalau Bibi itu orang yang jujur. Bukan kah kamu sendiri yang sudah berapa kali membuktikan nya "
Nadia mengangguk pelan, Ia juga membenarkan ucapan Rayyan. Selama ini Ia sering menguji kejujuran wanita tua itu, dan semua ujian nya lulus di lalui oleh Bi Surti.
" Kalau bukan Bi Surti lalu siapa yang tega mengambil semua perhiasan ku itu Mas "
" Entahlah Nad, aku juga tidak bisa menduga siapa yang mengambilnya. Kenapa tidak lihat CCTV saja "
" CCTV sayang, tapi kamar ini bahkan tidak di pasangi CCTV, bagaimana caranya kita bisa melihat nya "
Rayyan bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju ruang CCTV.
" Di sini memang tidak ada Nad, tapi kan di luar ada. Kita bisa lihat siapa yang terakhir nampak berada di sekitar sini kan "
Nadia berlari kecil mengejar Rayyan, Ia membenarkan ucapan suaminya itu. Jari jari tangan Rayyan bermain di atas tombol dan muncullah beberapa rekaman yang mereka inginkan.
" Wanita itu...... ! Pasti dia yang sudah mencuri nya "
Nadia langsung melangkah keluar setelah melihat hasil rekaman itu. Rayyan pun ikut mengejar karena takut Istri nya itu akan berbuat nekat.
" Heh........... ! dimana kau simpan semua perhiasan ku " Bentak Nadia langsung pada Ayu.
Ayu terkejut mendengar ucapan Nadia yang tiba tiba, Ia mengelus dada dan juga perut nya.
" Perhiasan ? tapi perhiasan apa ? aku tidak mengerti " Jawab Ayu yang memang tidak tahu apa apa.
" Kamu tidak bisa mengelak lagi, karena ada bukti rekaman CCTV kalau kamu berada di depan kamar sebelum nya "
Nadia sudah tidak dapat menahan amarah nya, Ia langsung menarik rambut Ayu yang panjang dan tentu itu membuatnya merintih kesakitan.
" Sakit Mbak....... ! aku benar tidak tahu apa apa mengenai perhiasan itu " Rintih Ayu.
Bukan karena sakit di kulit kepalanya yang Ia khawatirkan, namun janin yang ada di rahim nya yang membuatnya khawatir.
" Sudah cukup Nad, kasihan dia. Biarkan saja, kalau kamu seperti itu kamu bisa membunuh nya. " Rayyan berusaha menghentikan aksi Nadia
" Tapi dia sudah mengambil perhiasan ku Mas, dia harus di hukum bila perlu kita laporkan saja ke pihak berwajib "
Rayyan terkejut mendengar hal itu
" Sayang sudahlah, tidak perlu di perpanjang. Mengenai perhiasan itu nanti kita bisa membeli nya lagi. Kamu kan bisa memberi nya hukuman lain "
Nadia berpikir keras dan akhir nya Ia pun tersenyum setelah mendapatkan ide yang pas untuk masalah ini.
" Baiklah, aku tidak akan melaporkan masalah ini kepada pihak berwajib. Tapi aku juga tidak ingin melihatmu ada disini, cepat bereskan semua barang barangmu dan angkat kaki dari rumah ini. Kamu tidak di butuhkan di rumah ini lagi "
Nadia melempar koper milik Ayu beserta baju baju miliknya ke lantai, Ayu mengambil satu demi satu pakaian nya yang berserakan dan memasukkan nya di dalam koper miliknya.
Ayu bingung karena Rayyan bahkan tidak berusaha membelanya atau mengatakan sesuatu yang tidak memberatkan nya.
Dengan berderai air mata Ayu meninggalkan rumah itu, Ia bersedih karena tidak tahu apa apa tentang perhiasan itu tapi malah Ia di tuduh mengambilnya.
Bahkan suaminya sendiri tidak sedikit pun menunjukan sikap baik padanya.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat