-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam Belas
"silahkan naik kedepan pangeran Lionel Arion Dafis"panggil MC, semua nya pun bersorak memberikan kata selamat, terutama yang perempuan. Jeslyn yang mendengar nama Arion dipanggil pun langsung berlari ke arah Arion si muka tembok dan si hawa dingin, dia langsung memeluk Arion. Arion? Dia membalas pelukkan Jeslyn, sahabat masa kecilnya. Semua nya pun makin heboh saat melihat si muka tembok dan paling jauh dari yang namanya cewek membalas pelukan Jeslyn. Memang semuanya tidak ada yang tahu, kecuali teman-teman Jeslyn Manda dan Sinta-.
"Selamat Onel" ucap Jeslyn dengan pekikkan, Arion mengecup puncuk kepala Jeslyn, membuat semuanya makin heboh. Dan itu tak luput dari pandangan Rey dkk serta para guru pun ada yang menjerit heboh.
Arion langsung melepas pelukan mereka dan dia memberikan Jeslyn ke kedua orang tuanya. Jeslyn langsung memeluk dan mencium pipi orang tua Arion yang sudah dia anggap seperti orang tua nya sendiri.
"Mami!! Papi!!" sapa Jeslyn dengan semangat.
"hai sayang / hai bumil" sapa balik kedua orang tua Arion.
"west... sepertinya ada yang kita lewatkan guys.... Wow pemandangan yang begitu mengejutkan" ucap MC yang hanya di balas tatapan datar milik Arion.
"hahaha... oke-oke guyss.... gua mau ngasih tebak-tebakan lagi nih buat kalian. Yang bisa menjawab dan mengetahui siapa dari orang itu maka akan mendapatkan hadian khusus dari Mr. Gio guru BK kita" ujar MC.
"siapa? Cewek atau cowok?" tanya salah satu mahasiswa.
"yang pastinya dia manusia, hehehe" canda MC.
"huuuuu!!!" sorak semuanya.
"oke kita mulai. Jadi, dia itu orang yang sangat baik dan cantik" mulai sang MC, semua pun langsung berbisik-bisik menebak.
"lanjutin" teriak mahasiswa yang tadi.
"tinggi dia sekitar 160 cm, dia tidak gemuk dan juga tidak kurus. Bodynya yang pas" lanjut sang MC, semua pun makin heboh.
"Rambutnya panjang, matanya lentik, bibirnya yang berwarna pich muda" makin, semakin heboh.
"kulitnya putih dan dia selalu berbicara dengan lembut serta menggunakan panggilan aku-kamu" kini semuanya pun langsung melihat Jeslyn yang sedang asik mengobrol dengan Rose, mami Arion. Hingga tiba-tiba semua nya berteriak mengucapkan namanya, dia pun hanya bisa diam karena bingung.
"JESLYN CASEY!!!"
"ada apa mi?" tanya Jeslyn dengan wajah polosnya.
"kalian semua benar, jadi Mr. Gio silahkan Mr. berikan hadiah kepada seluruh Mahasiswa/i yang ada disini, hehehe" cengir MC itu, Mr. Gio yang mendengarnya pun hanya melongo tak percaya.
"dan kepada nona Jeslyn Casey silahkan naik ke atas panggung, dan selamat atas peringkat ke 1 kamu" Semua pun bersorak semangat untuk memberikan Jeslyn selamat, Jeslyn yang tak menyangka pun langsung memeluk orang tua Arion.
Selama perjalanan ke Panggung, Jeslyn tak pernah melunturkan senyumnya dan dia selalu mengucapkan kata terimakasih ke orang yang mengucapkannya selamat.
Jeslyn naik ke atas panggung dan berdiri di sebelah Arion, Arion pun tak lupa memberikan senyum tipisnya untuk Jeslyn.
"baiklah, kepada orang tua dari masing-masing mahasiswa yang di atas panggung di persilahkan untuk naik dan mendampingi putra dan putri kalian" ucap MC itu. Semua orang tua pun menaiki panggung dan berdiri tepat disamping anak mereka. Jeslyn yang melihat tidak ada orang tuanya pun menunduk sedih, tapi tiba-tiba....
"maaf Mamah telat sayang" sesal wanita paruh baya yang sudah di tunggunya dari tadi. Dia pun langsung memeluk Agatha dengan erat. Yap Agatha akhirnya datang tepat waktu, tetapi dimana Alderich?
"Pemilik yayasan di persilahkan untuk memberikan Penghargaan kepada 10 Mahasiswa berprestasi yang sudah di panggil di atas panggung....." semua pun berjalan dengan lancar, bahkan sampai penyampaian sepatah dua patah kata dari mereka bersepuluh, Bahkan Alderich masih belum kelihatan.
-----
Di tempat Rey
"Wih ini dia yang baru dapet penghargaan, kafe boleh lah ya" ucap Tristan dengan semangat.
"sip, akhir pekan key" ucap Rey.
"betewe gua baru liat orang tuanya Jeslyn" gumam Cleo yang masih bisa di dengar ketiga temannya.
"abis ngelaksanain rencana mereka" ujar Rey, Tristan dan Cleo pun mengernyitkan dahi mereka. Airlangga? Dia bahkan tak pernah melepaskan pandangannya dari Handphone setelah adegan Jeslyn dan Arion tadi.
"rencana apaan?" tanya Cleo.
"liat aja di akhir, dah lah ya gua mau pergi dulu. Mau ngelaksanain bagian gua" pamit Rey meninggalkan ketiga temannya.
----
Meja Jeslyn dkk.
Saat ini semua para tamu, orang tua, dan mahasiswa sedang menikmati hidangan yang disediakan oleh pihak Kampus.
Dan di meja Jeslyn dkk sudah berubah, mereka bukan duduk di meja tadi, melainkan sekarang mereka gabung dengan orang tua Jeslyn dkk serta Arion dan Rey, kecuali Papah Jeslyn.
"Onel" panggil Jeslyn ke Arion.
"apa Ilyn?" tanya Arion.
"kamu kok sampe sekarang belum punya pacar sih?" tanya balik Jeslyn dengan polosnya, yang lain pun tertawa mendengarnya beda halnya dengan Arion yang mendengus kesal.
"hai para orang tua yang cantik dan tampan, serta teman-temanku yang jelek" sapa Rey yang baru saja datang.
"hai Rey" sapa balik para orang tua.
"hai Rey item" sapa balik Jeslyn dkk, Rey yang mendengarnya pun mendelik sebal ke Jeslyn dkk. Lalu dia pun mengambil tempat duduk tepat di sebelah Arion.
"woy bro, tumben mau deket sama cewek" ledek Rey, masih ingatkan kalau dia gak tau tentang hubungan Arion dan Jeslyn.
"..."
"yaelah malah di kacangin gua" sebalnya.
Rey pun melihat ke para orang tua, dan orang yang dia liat pun mengangguk sebagai kode. Setelah nya dia menyenggol Arion, dan mereka berdua langsung melancarkan aksi mereka.
"Jes, mau beli es krim gak?" ajak Rey.
"gak ah, Jes lagi gak bawa duit" tolak Jeslyn.
"Onel bayarin" ucap Arion singkat, dan seketika mata Jeslyn berbinar.
"ayok!" pekiknya, membuat dia menjadi pusat perhatian.
Arion dan Rey pun langsung berdiri, di ikuti Jeslyn. Mereka bertiga langsung keluar dari ruangan itu dengan Jeslyn yang di gandeng Arion dan Rey disampingnya. Membuat dia menjadi bahan bincangan semua orang.
'ih gila tuh orang gak puas banget sama Arion'
'aih kenapa dia begitu sangat pasangan dengan pangeran kita?'
'couple kita lewat guys'
'jadi lebih mirip saudaraan ya'
'dasar murahan, nempel sana sini'
Bincangan yang terakhir membuat para orang tua, teman-teman Jeslyn, Rey dan Arion marah. Sementara Jeslyn sudah tidak ada lagi rasa semangatnya, semua diganti rasa sakit hatinya. Karena orang itu berbicara dengan sedikit keras, jadi bisa di dengar sampai ke meja para orangtua.
Para Orang tua, Manda, Sinta, Arion, dan Rey langsung menghampiri mahasiswi tadi yang sedang duduk 1 meja dengan orang tuanya maybe. Oh My God! Lihatlah penampilannya, bedak tebal, lipstik yang udah kayak warna cabe, blush on yang begitu mencolok, baju kebaya yang terbuka, serta tatanan rambut yang begitu tidak cocok dengan pakaiannya saat ini. Orang tua nya pun tak jauh beda dengannya.
----BERSAMBUNG----
maaf update lama🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN(: