NovelToon NovelToon
Menua Bersamamu

Menua Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: Casanova

Menikahi Majikan Ibu — Season 2

Genre : Komedi Romantis

Perjalanan rumah tangga Barata Wirayudha, pemilik BW Group yang menikahi putri dari pembantunya sendiri, Bella Cantika.

Perbedaan umur, latar belakang dan karakter membuat rumah tangga keduanya menjadi berwarna.

Bara yang temperamen, arogan dan mudah terpancing emosi, tetapi ia seorang yang penyayang keluarga dan daddy terbaik untuk putra-putrinya.

Bella yang lemah lembut dan dewasa, terkadang suka ketus pada suaminya berusaha menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya di usia yang masih muda.

Keduanya tidak romantis tetapi bercita -cita memiliki kehidupan rumah tangga yang romantis. Apakah rumah tangga mereka tetap berjalan mulus di tengah perbedaan?

Ikuti kisah rumah tangga Bara dan Bella bersama putra putrinya, Rania Wirayudha, Issabell Wirayudha dan The Real Wirayudha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Keriuhan di pagi hari

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, Rania, Issabell dan Real menghambur masuk layaknya air pantai yang meluap membobol tanggul di bibir pantai. Ketiganya berdesakan melewati pintu. Saling serobot, saling sikut dan saling mendahului. Tidak ada seorang pun yang mau mengalah. Tidak kakak maupun adik, semuanya berebutan masuk ke dalam kamar demi bisa bertemu sang mommy.

Bara yang masih bertelanjang dada, bersandar di daun pintu menonton aksi ketiga anaknya sambil menggelengkan kepala.

"Fans fanatik Bella memang selalu bar-bar." Bara berkata pelan.

Langkah ketiganya terhenti, suara berisik yang sejak tadi keluar dari bibir anak-anaknya pun ikut lenyap. Rania, Issabella dan Real menatap ke arah ranjang yang berantakan. Dan yang membuat ketiganya bertanya-tanya adalah saat tidak mendapati Bella di sana.

“Dad, mana Mommy?” tanya Rania berbalik menatap Bara.

“Mommy sedang di kamar mandi. Mencari calon adik kalian yang kabur karena tidak sanggup mendengar teriakan kalian yang memekakan telinganya.” Bara menjawab.

“Dad, Kakak serius.” Rania menggerutu.

“Dedek?” Real berteriak histeris. Berlari menggedor pintu kamar mandi. Tidak sabar ingin melihat adik yang dimaksud Bara.

“Mommy, buka pintu!” Real menggedor berulang kali.

“Mommy ....” Real menggedor pintu kamar mandi sambil berteriak histeris dan menangis.

“Dad, memang ada adik lagi? Perut Mommy masih kecil.” Issabell mengerutkan dahi, kebingungan.

Kamar tidur Bara yang tadinya senyap seketika ramai dengan suara tangisan bercampur teriakan kembali. Bukan hal aneh lagi untuknya, bahkan Bara mulai terbiasa dengan keributan ini setiap pagi. Kalau akhir pekan, Bara malah harus menyiapkan telinganya dari membuka mata sehingga menutup mata di malam hari

Pria itu berjalan menuju tempat tidurnya, menghempaskan tubuh dengan kasar di atas ranjang king size yang terbungkus seprai sutra ungu. Dengan mata terpejam, ia menikmati kolaborasi berbagai genre musik yang menyatu dari The Wirayudha’s. Kalau Real dengan suara rock metalnya, suka berteriak sejadi-jadinya setiap tidak melihat jejak sang mommy. Lain lagi Issabell, gadis kecil itu lebih memilih genre dangdut koplo. Dengan suara manja mendayu, tidak akan selesai berceloteh dan bertanya apabila belum mendapatkan jawaban memuaskan.

Rania lain sendiri, gadis beranjak remaja itu lebih suka yang melankolis. Bara mengelompokan Rania ini dalam kategori instrumental. Mungkin di antara ketiganya Bara lebih cocok dengan putri tertuanya. Lebih banyak alunan musik tanpa lirik.

“Dad, serius Mommy hamil lagi?” tanya Issabell. Naik ke atas tempat tidur, menguncang pelan tubuh Bara.

“Doakan saja, Ca. Daddy mengantuk sekarang.” Bara menjawab singkat. Pria itu meraih bantal dan menutup wajahnya hingga tidak ada yang tersisa. Kepalanya berdenyut mendengar teriakan Real yang tak mau diam sejak tadi.

“Dad, serius Mommy hamil lagi. Jangan bercanda, Dad.” Rania ikut menjatuhkan tubuhnya di sisi tempat tidur.

“Dad!” Rania menarik bantal yang menutupi wajah Bara.

“Apa Kak? Daddy mengantuk. Ajak adikmu keluar sekarang. Daddy masih mau tidur.” Bara mulai mengeluh.

“Yang benar saja Mommy hamil lagi, Dad. Anak Daddy sudah tiga.” Rania protes, menunjukan tiga jarinya.

“Memang kenapa kalau anak Daddy sudah tiga. Masih belum bisa diajak main sepak bola. Lagipula Mommy masih muda.”

“Mommy memang masih muda, tetapi Daddy yang sudah tua. Rambut Daddy saja hitamnya sudah mengandalkan cat rambut,” ejek Rania.

“Sudah Kak, bawa Real keluar. Kepala Daddy berdenyut mendengar teriakan adikmu itu,” pinta Bara. Teriakan Real masih belum mau berhenti, membuat Bara mulai lelah. Pria yang memang tidak sanggup menenangkan Real di saat mengamuk seperti ini hanya bisa mengelus dada. Lima menit menunggu Bella keluar dari kamar mandi, kesabaran Bara habis.

Bangkit dengan memendam kesal, Bara ikut menggedor pintu kamar mandi.

"Bell, cepat mandinya. Real mengamuk sekarang," panggil Bara.

Melihat Bara ikut menggedor pintu, Real tersenyum.

"Ayo Dad!" Real menyemangati. Jagoan kecil si pembuat onar paling menyukai kalau Bara berdiri di pihaknya.

"Ok!" Bara sudah mengepalkan tangannya kembali, bersiap memukul pintu kamar mandi. Namun kepalan tangannya seketika melemah saat pintu kamar mandi itu bergerak terbuka.

Bara menciut saat melihat Bella muncul dengan handuk melilit di tubuhnya. Rambutnya masih basah dengan busa shampo menutupi sebagian kepalanya.

"Tolong urusi anak-anak dulu, Mas," perintah Bella dengan wajah cemberutnya, menatap tajam pada sang suami.

"Ya, tetapi anakmu ini mau melihatmu sebentar. Real tidak akan mau tenang tanpa bujukanmu, Bell," ucap Bara melembut.

"Real, ikut Daddy sebentar, ya. Mommy mandi dulu." Bella membungkuk, menyejajarkan tingginya dengan putra kesayangannya.

"Mi, mau lihat adek. Di sanah ...!" tunjuk Real mengarahkan ujung telunjuknya ke dalam kamar mandi.”

"Tidak ada siapa- siap, Real. Mommy mandi dulu. Real main dengan daddy dulu, ya," bujuk Bella.

“Mau adek, Mi.”

“Ya, nanti Mommy buatkan. Sekarang main dengan Daddy dulu, ya,” bujuk Bella.

“Yes, Mommy.” Real menurut tanpa protes. Real selalu takluk pada Bella, sebaliknya selalu berselisih dengan Bara. Sejak lahir putra Wirayudha satu-satunya itu memang tidak pernah bisa dekat dengan daddy-nya.

"Titip anak-anak, Mas!" titah Bella sebelum menutup pintu kamar mandi kembali.

***

Pukul setengah tujuh pagi, semuanya sudah bersiap. Rania dan Issabell sudah masuk ke dalam mobil yang dikendarai Pak Rudi. Duduk manis bersiap ke sekolah. Keduanya melambaikan tangan dari jendela mobil, berpamitan.

Bara juga terlihat sudah siap berangkat ke kantor. Pria tampan dengan setelan kerja itu sudah duduk di belakang kemudi mobil sport.

"Bell, nanti jam sembilan bawa Real ke kantor. Aku sudah meminta Pak Rudi mengantarmu dan Rikka menemui Rissa di penjara," ucap Bara tiba-tiba.

Pria tampan itu masih duduk dengan memangku Real di belakang setir. Kebiasaan Real setiap mengamuk di pagi hari. Putra kesayangan Bara itu akan sedikit lebih tenang kalau dibawa berputar keliling komplek satu putaran.

"Rikka sudah tahu?" tanya Bella sambil menurunkan Real dari dalam mobil.

"Aku sudah meminta Pak Rudi mengabarinya. Bell, jangan terlalu bersikap baik padanya. Perasaanku mengatakan kalau dia bukan perempuan baik-baik," jelas Bara.

"Apa tidak masalah Real dititipkan bersama Mas di kantor?" tanya Bella ragu.

"Hanya sebentar. Lagi pula di rumah tidak ada siapa-siapa. Ibu dan Opa Oma Rania masih belum kembali. Aku tidak tenang meninggalkan Real sendirian di rumah. Lebih baik Real bersamaku di kantor selama kamu menemani Rikka," sahut Bara.

"Aku berangkat dulu. Love you, Bell," ucap Bara tanpa ciuman hangat seperti pasangan romantis lainnya. Ucapan cinta yang ditujukan pada Bella, tetapi tatapannya tertuju pada Real. Putranya sedang sibuk memainkan tombol di pintu mobil yang masih terbuka.

"Love you, too."

"Ingat pesanku, Bell. Walaupun dia kakakmu, jangan terlalu dekat dengannya. Aku tidak mau dia memanfaatkan hubungan persaudaraan kalian. Aku tidak masalah dengan uang, tetapi aku takut dia berniat buruk pada keluarga kita." Bara menjelaskan.

"Ya, Mas."

***

TBC

1
Renova Simanjuntak
anaknya...skrg jd 5 dong😲
I'm lala
seperti biasa ceritanya bagus. sebenarnya udah pernah baca cerita ini sama kalila dan cerita" lainnya sampai beribu" eps, sebelum ganti ke apk wat*ad trus ke f**zzo. karna udah bosan cerita yang di dua apk itu kembali lagi ke apk ini, dimana apk ini yang membuat aku pertama kali jadi hobi baca novel online
Permata Sarlia
wah karya yg bgus
ERNY TRY SANTY
dadady
ERNY TRY SANTY: dady bara luar biasa ,bikin ngakak terus karena omongan atau kelakuannya 🤣🤣🤣
total 1 replies
ERNY TRY SANTY
tiap saat,ada aja gebrakan yg tak terduga 😂😂😂😂.... pengasuh baby Ella sungguh luar biasa 😂😂
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣..bara bikin kesel plus ngakak sama kelakuannya 🤣🤣🤣
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣...makin ke sini ,makin ke sana koplak nya bara😂😂😂
ERNY TRY SANTY
Rahmat Hidayat, nasibmu ngenes banget..ga bpk ga anak ,sama" bikin dunia nya jungkir balik 😂😂😂
ERNY TRY SANTY
bara bener keterlaluan ya , curigaan Mulu sama utusannya kaila 🤣
ERNY TRY SANTY
KAI SM bara ,sama" koplaknya😂😂
ERNY TRY SANTY
😂😂😂. good job kai..aq suka klo dia udh debat SM Bara😅
Anonim
Namanya saja novel
bacaan ringan disaat wsktu luang
hiburan bukan bacaan spiritual 🙏🙏🤭
Borahe 🍉🧡
Hahahaha 😂😂😂
Borahe 🍉🧡
Hahaha😄😄
Borahe 🍉🧡
Hahaha lucu banget
Eka_Pramesti
suka
itin
umur tua pemikiran bocah SD yang suka ngebully si bara. gimana kalau bella sama sawannya minta donita dipecat ga boleh lagi ada disekitaran bara
itin
ya kali didepan orang banyak dasteran tapi didepan suami bisa hot pants 🤭🤣😄
pemahaman rumahtangga bara pasca penghianatan brenda sang mantan istri membuat ruang bella terbatas. kalau bara suamiku sudah ku tukar tambah
itin
pria disini pun begitu menginginkan istrinya utk memikirkan dirinya juga jangan hanya rumah anak dan suami. tapi begitu diikutkan malah protes sama seperti bara ini ono kucrut apalah apalah ga sesuai bla bla bla alasan sama "karna kamu istriku dan aku suamimu" prettt 😄😄😄
itin
kepekaan insting lakilaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!