NovelToon NovelToon
Don'T Forget Me

Don'T Forget Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aisyah Aisyah

10 tahun lamanya, Melody Alexandria kembali dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya, yaitu Glan Algalasta. Mereka bertemu di sekolah yang sama dan kebetulan satu kelas. Kini, benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun perjalanan cinta mereka tak selamanya mulus. ada beberapa konflik yang harus mereka hadapi


bagaimanakah kisah selanjutnya? mungkinkah mereka akan terus bersama?
simak ceritanya, terima kasih😊

insyaallah up setiap hari😊


Follow IG: @yeniaisah191

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Tidak tahu lagi!

Malam ini, Glan berbaring di atas sofa sambil memandangi langit langit rumah. Dia memutar mutar ponselnya dan memikirkan sesuatu, ah tidak, lebih tepatnya memikirkan Melody.

BRUK!!!

Tiba tiba Gray datang entah darimana dan langsung menghempaskan tubuhnya diatas tubuh Glan, membuat Pria itu terkejut bukan main.

"bodoh! menyingkir dari hadapanku!" Serunya masih belum reda dari rasa kaget.

"kau sedang memikirkan apa sampai sangat terkejut dengan kedatanganku?" tanyanya lalu duduk disamping Glan yang tak merubah posisi tidurnya.

"Melody!" jawabnya singkat.

"hem, apa hubunganmu baik baik saja?" tanyanya.

Glan menggelang pelan, lalu memegang pergelangan tangan Gray.

"ada apa?"

"aku harus bagaimana?" tanyanya kemudian duduk bersampingan dengannya.

"jelaskan dulu apa masalahmu?"

lagi lagi Glan menggelang, bodoh bukan jika dia berbicara soal cinta pada orang yang sama.sekali belum pernah jatuh cinta? berbicara dengan kakaknya itu buang buang energinya saja.

PELETAK!

Gray menyentil dahinya sampai.memerah "cepat katakan apa masalahnya?" tanyanya tak sabaran.

"tidak ada!" sahutnya langsung saja pergi menuju kamarnya.

"ternyata adikku sudah besar!" gumamnya sambil memandangi kepergian Glan. Tak menyangka jika Little Prince-nya sekarang sudah beranjak dewasa dan mengenal cinta.

Glan memakai Switer hitamnya dan topi putih polos kesayangannya, Lalu dia mengambil kunci mobil dan beranjak pergi.

"mau kemana?" tanya Gray yang saat ini tengah menonton tv

"kemana saja!" jawabnya tak acuh.

"Kau begitu mencintainya ya?!" teriak Gray saat Glan sudah memegang gagang pintu.

"sangat!" Senyumnya lalu pergi.

tak butuh waktu lama, 15 menit kemudian dia tiba di tempat tujuannya

Glan memakirkan mobilnya jauh didepan rumah Melody, dia harus berjalan beberapa menit dari jalan raya, setelah menemukan jalan setapak, disitulah desa kecil berada. Dia menggunakan senter ponselnya untuk menerangi jalanan.

Setelah sampai, dia tak segera menyapa, hanya melihat gadis itu terduduk diteras sambil melingkarkan tangannya dilutut. Tatapannya begitu kosong dan seperti tidak ada semangat untuk hidup.

"Alexa, jangan diluar terus, nanti kau sakit!" teriak Sandy dari dalam.

"hemm...5 menit lagi paman!" sahutnya malas.

"kau mau mencoba ini?" kemudian Sandy menghampirinya dan memberikan segelas Cairan berwarna kuning itu.

"apa ini paman?"

"itu jamu kunyit!"

"yak, tidak mau paman, aku pernah mencobanya dan rasanya aneh!"

Melihat percakapan mereka yang terdengar baik baik saja, Glan memutuskan untuk pulang saja kerumahnya. Dia fikir, hubungannya dengan Sandy itu sangat buruk sehingga membuat Melody tertekan.

"Glan!" sahut Resya saat Glan hendak masuk kemobilnya.

"hem" jawabnya datar.

"sedang apa kau disini?"

"tidak ada!"

"ooh!" ucapnya tak tahu lagi harus bicara apa.

"apa? mau kuantar pulang?" Tanya Glan setelah keadaan hening beberapa saat.

"ah tidak, aku bawa mobil!"

Aneh, lalu kenapa dia menyapa? tanpa bicara Glan segera masuk kemobil dan melajukan mobilnya. Malam ini dia hanya ingin memastikan keadaan Melody. Dan dia bisa bernafas lega kalau gadis musim semi itu baik baik saja.

...****************...

"Bangun Adik! hari libur ini kita jalan jalan" pagi ini, Gray sudah menimpa Glan dengan tubuhnya lagi, membuat Glan hanya terdiam menahan kekesalannya pada sang kakak.

"ayo cepat bangun!!" ucapnya sambil menarik narik selimut yang menghalangi wajah Glan. Namun pria itu tetap memejamkan matanya.

"oouh, jadi tidak mau bangun ya? baiklah kalau begitu aku akan mengirimkan fotomu yang hanya pakai ****** ***** saja pada Melody!" ancamnya sambil tergelak geli.

Demi mendengar hal itu, Glan langsung menyingkirkan selimut dari wajahnya dan berniat untuk bangun. "jang-"

CUP!

Matanya melotot ketika bibirnya tak sengaja menempel sempurna dibibir Sexi Gray. Dia membatu cukup lama, dan setelah otaknya kembali dikepalanya, dia langsung mendorong dan menendang Gray sampai terjatuh kelantai.

"menjijikan!" ucapnya bergidik ngeri, lalu berlari menuju kamar mandi.

Sementara Gray, dia hanya tersenyum sambil mengusap bibirnya. "Astaga, dia mengambil first kiss ku!" cengirnya terlihat kekanak kanakan.

Dan setelah kejadian itu, akhirnya mereka melakukan pekerjaan rumah bersama sama. Mulai dari menyapu, mengepel, dan lain lain.

"sudah selesai, ayo jalan jalan!" Gray menarik lengan Glan dengan paksa sampai tiba dimobil putih miliknya.

"kita mau kemana? rumah Melody?"

"hem!"

Dan merekapun menuju rumah Melody.

"Ya ampun! mau apa mereka kesini? aku harus cepat sembunyi! haduh, didalam ada Aldrich lagi, bagaimana ini?!" gumam Melody saat melihat mereka berdua datang menuju rumahnya.

"Heeey!" Teriak Gray keburu menyadari keberadaanya.

Tak ada pilihan lain, Melody langsung berlari menghampiri mereka.

"Selamat pagi kakak! rasanya sudah lama tak jumpa, hehehe" cengirnya sambil memeluk Gray.

"selamat pagi, kami ingin mengajakmu jalan jalan, dan ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu!" bisiknya agar Glan tidak dengar. Namun sepertinya pria itu fokus pada Aldrich yang sedang memperhatikan mereka dari jendela.

"ah kalau begitu ayo!" Melody segera menggandeng tangan mereka dan pergi.

Mereka mengunjungi beberapa wisata. Namun Glan sama sekali tak suka keramaian dan Akhirnya mereka pergi kepantai saja. Tempat yang Melody paling tidak suka. Yah, karna hal itu mengingatkannya pada Haikal, kakaknya.

-Flashback#

"ayo, jangan diam saja!" ajak Haikal yang sudah membenamkan setengah badannya di air.

"aku takut tenggelam!" Melody menggelang kuat kuat.

"tidak akan, ay- Wuaaaahhh!" teriaknya begitu ombak kecil menggulung tubuhnya.

"kakaaak!!!" teriak Melody histeris.

"uhuk uhuk, aku tidak apa apa" seringainya begitu dia muncul kembali dipermukaan air.

"hiks...hiks..." Melihat itu Melody malah menangis, dan tentu saja membuat Haikal khawatir dan langsung berlari memeluknya.

"aku baik baik saja Melody!" senyumnya.

"hikhs hikhs, jangan lakukan itu lagi, kalau kakak kenapa napa nanti bagaimana denganku?" tangisnyasesegukan.

Haikal terkekeh pelan, dan memangkunya. "kau begitu menyayangiku ya!" Haikal mencium pipi bulatnya dengan gemas.

**FLASHBACK END#

......................

...----------------...

...****************...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

1
bebek terbang
😍
Susi Nuraini
bingung baca nya
kagome
Luar biasa
Okto Mulya D.
Melody hamil anak siluman Glan atau gendruwo yang menyamar jadi Glan..hiks hiks..pas malam Jumat lagi baca ginian
Okto Mulya D.
kenapa jadi hantu - Glan, kasihan Melody dan Gray penderitaannya tiada akhir.. semuanya mati.
Okto Mulya D.
Dia datang bawa anak dan istrinya.
Okto Mulya D.
Mantab sekali, asisyah masih SMP sudah bikin novel online. terus semangat kamu pasti lebih bagus dari ini..
Okto Mulya D.
Kena azab kayaknya lama tak mati-mati barulah dapat maaf dari Melody lancar
Okto Mulya D.
Sandy itu harus dikasih pelajaran kayaknya..orang bejat begitu.
Okto Mulya D.
Author, knp begini digantung terus..sudah beberapa kali lhoo
Okto Mulya D.
rusakkkkk status keluarga yang agung..
Okto Mulya D.
itu bukan cinta tapi pelampiasan Aldridge
Okto Mulya D.
Thor kenapa maju mundur gini moodnya...
Okto Mulya D.
Susah kalau cinta tapi zaman sekarang - males yaa
Okto Mulya D.
Karma apa nanti menimpa Sandy, orang bejat ituuuu
Okto Mulya D.
settingnya koq aneh, Thor. suasana di kota kecil tetapi ada hotel, dan mobil sport. Agak kontras antara cerita dengan suasana yang Author bangun...
Okto Mulya D.
cinta remaja itu beda ya..
Okto Mulya D.
Gadis anehh bisa sembuyikan masalah sebesar itu, menghidupi pamannya bukan malah sebaliknya
Okto Mulya D.
waduh Thor ceritamu loncat2 kayak kutu loncat..
Okto Mulya D.
Ceritanya sedih ya Thor, gadis cantik yang tidak beruntung! Namun dia tegar dan menjalani apa adanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!