Halo semuanya 👋😁
Perkenalkan ini novel pertamaku. Jadi mohon pengertiannya ya, kalau novel ini belum sebagus novel-novel yang lain.
Karena jujur, aku masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan benar nih guys 😄
Jadi mohon pengertiannya, untuk semua readers yang mampir disini 😘😘
👇👇👇
Demi membayar hutang kelurganya Siska harus masuk di Universitas terbaik se Indonesia yaitu; Universitas Dharma Wijaya. Agar ketika lulus nanti, Siska bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga dia bisa menafkahi dan melunasi semua hutang kelurganya.
Namun siapa sangka, dalam perjalanan perkuliahannya Siska harus mendapatkan banyak rintangan. Ada seorang mahasiswi yang tidak suka dengan Siska dikampus. Karena melihat Siska yang terus berurusan dengan Felix cowok yang disukai oleh mahasiswi itu. Namun semuanya itu tidak dihiraukan oleh Siska, karena tujuan Siska berkuliah disana untuk mengubah masa depan keluarganya.
Penasaran dengan kisah mereka? Mangga dibaca yaa 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
***
"Felix ini data mahasiswa yang akan mengikuti lomba debat minggu depan, mewakili kampus. Bapak harap kamu dapat membantu nya, mempersiapkan diri untuk lomba nanti," ucap pak bary kepada felix.
"Baik pak, saya akan membantu nya," ucap felix.
Yup benar sekali, felix lah mahasiswa yang pak bary maksud kemarin, siska akan belajar bersama felix untuk lomba debat minggu depan.
***
Hari ini siska akan mengantar helen ke sekolah terlebih dahulu. Selesai mengantar helen adik nya, siska langsung pergi ke kampus. Saat memasuki gerbang kampus siska berpapasan dengan pak bary.
"Selamat pagi pak," sapa siska kepada pak bary.
"Iya siska pagi," jawab pak bary.
"Oh iya, tadi bapak sudah bertemu sama mahasiswa yang mengikuti lomba ini tahub lalu, dan dia akan menjadi mentor kamu, sekarang dia menunggu kamu di perpustakaan sekarang, jadi bapak harap kamu bisa belajar dengan dia, agar hasil nya juga baik."
"Baik pak, saya kesana sekarang.
Permisi pak," pamit siska dan langsung menuju perpustakaan.
Saat sampai di perpustakaan siska langsung mencari orang yang dimaksud pak bary tadi.
"Yang mana sih orang nya?"
Siska terus mencari orang yang akan menjadi mentor nya itu, tiba-tiba saja ada yang membekap mulut siska, sontak saja siska langsung kaget dan meronta-ronta ingin dilepaskan oleh orang yang tidak dikenal itu.
"Lepasin gue," teriak siska dengan pelafalan yang tidak terlalu jelas, karena mulut nya sedang dibekap.
Orang itu membawa siska ke meja paling belakang di perpustakaan dan menyuruh siska duduk.
"Duduk," perintah orang itu.
"Lho?? ngapain lo bawa gue kesini dan...bekap mulut gue seperti tadi?"
"Lo mau dikeluarin dari perpus? Sana baca peraturan nya, dilarang berisik!" ucap felix dan siska langsung diam seketika.
(Guys, ternyata yang bekap mulut siska itu si felix 😂)
"Trus lo ngapain bawa gue kesini, kalau ngggak penting mending lo pindah karena gue lagi cari seseorang," ucap siska dan hendak berdiri tapi ditahan oleh felix.
"Tunggu," teriak felix pelan.
"Pak bary suruh lo untuk kesini kan? buat belajar untuk lomba debat minggu depan, benar atau salah?"
"*Nih anak peramal atau apa sih? Tahu aja kegiatan ak*u."
"Kalau iya kenapa? Lo kepo ya sama urusan gue?" ucap siska.
"Apa lo bilang? Gue...felix wijaya kepo sama lo? jangan geer lo!"
"Terus kalau nggak kepo berarti apa?" tanya siska.
Felix tidak menghiraukan pertanyaan siska, dia membuka tas nya dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya.
"Nih lo baca," perintah felix kepada siska, dan siska pun mengambil barang itu dan membaca nya.
"Jadi....lo mahasiswa yang tahun kemarin memenangkan lomba debat? Berarti..yang pak bary maksud itu...lo?" tanya siska heran, karena dia tidak percaya bahwa felix wijaya.
"Yups...yang lo katakan itu SANGAT BENAR," ucap felix penuh kemenangan.
Siska sebenar nya tidak ingin diajar oleh felix, tapi mau bagaimana lagi felix lah orang yang memenangkan debat tahun lalu mewakili kampus Dharma Wijaya.
Felix mengeluarkan buku-buku yang telah dia siapkan, untuk mengajari siska.
"Gila..banyak banget buku nya....
Dalam 6 hari semua isi buku-buku ini harus ada diotak aku.
Siska....ayoo, kamu harus bisa."
Siska mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.
"Ini materi tahun lal yang gue pelajari, dan semua buku-buku ini lo harus pelajari dengan baik, dan gue juga sudah memberikan beberapa referensi yang bisa lo lihat di internet, agar wawasan lo semakin luas."
"Ok...gue akan mempelajari semua ini.
Oh iya...gue mau tanya, lo kan yang menang lomba tahun lalu terus lawan terberat waktu itu dari kampus mana?" tanya siska penasaran.
"Menurut gue sih nggak ada. Mungkin saking cerdas nya gue sampai-sampai nggak ada lawan terberat menurut gue," ucap felix dengan sombong nya
"Eh, kalau jadi orang itu jangan terlalu sombong, kalau jatuh baru tahu rasa lo."
"Siapa sih yang sombong anak bawel! Itu fakta nya dan tadi kan lo yang tanya, jadi gue jawab dong, trus setelah gue jawab lo jadi sewot," tekan felix.
"Bukan sewot cowok songong, gue cuma mengingatkan saja."
"Sudahlah....terserah lo, yang penting sekarang, lo baca semua buku-buku ini besok gue akan tes, apakah lo benar-benar mempelajari nya atau nggak. Terus satu lagi besok belajar disini juga tapi jam 3 sore, karena besok gue ada sedikit urusan."
"Kalau besok jam 3 sore, gue sudah kerja di coffe shop, jadi nggak bisa belajar disini."
"Kalau begitu besok jam 3 di coffe shop depan," ucap felix.
"Nih ketik nomor lo disini, biar kalau ada jadwal tambahan gue akan kabarin lo," ucap felix sambil memberikan handphone nya kepada siska. Siska mengambil handphone yang felix beri dan mengetik nomor nya.
"Nih," ucap siska mengembalikan handphone milik felix. Felix menerima nya dan menyimpan kontak siska dengan nama Anak bawel.
(Wah, felix jahat banget untung siska nggak tahu 😂)
"Kalau begitu gue balik dulu, soal nya gue ada kelas sekarang. Ingat ya, pelajari semua ini, besok gue akan tes kemampuan lo," ucap felix dengan muka datar nya.
Felix pun pergi meninggalkan siska yang masih belajar di perpustakaan.
"Dasar cowok songong, cuma tahu ngasih perintah. Untung ini untuk lomba jadi aku nggak bisa berkotek, tapi kalau sampai sifat lo yang waktu itu timbul lagi, gue akan bikin perhitungan sama lo. Jangan karena mentang mentang lo orang kaya, jadi lo bisa melakukan semua hal seeanak lo! Mungkin kalau untuk orang lain mereka akan tunduk sama lo, tapi kalau gue siska pricilia pratama nggak akan pernah gue biarkan lo seenak nya sama gue, selain kalau gue salah baru gue diam."
***
Sudah hampir 4 jam siska berada di perpustakaan dan mempelajari materi yang felix berikan tadi, hingga pukul 12:00 siang siska harus pergi ke coffe shop untuk bekerja.
Saat siska selesai melayani customer, siska terus menyempatkan waktu untuk belajar dan belajar. Karena besok felix akan menguji sampai dimana kemampuan siska, jadi siska harus belajar keras, agar ketika besok di uji oleh felix siska bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan.
Note: di bab 17 atau 18 nanti, akan ada rencana jahat amel untuk siska 🙃, karena cemburu melihat kedekatan felix dengan siska, akhirnya amel membuat suatu hal yang jahat untuk siska 🙂
Kira-kira apakah itu? 🤔 author juga penasaran lho 😂
So, ditunggu next bab nya, jangan lupa klik 👍 dan tulis tanggapan kalian tentang novel "I Love You Musuh Bebuyutan" ini di kolom komentar 😊
Terima kasih untuk semua readers yang masih setia sama novel ini🤗
mudah marah dan gak konsisten dia nya..
😊😊😊😊😊😡
semangat author 💪💪