NovelToon NovelToon
Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Keira Azzalea datang ke Jakarta hanya demi satu hal: melunasi utang keluarga.

Menjadi pengasuh Mika di kediaman mewah keluarga Mahardika terasa bagai angin segar selain gajinya besar, tempatnya juga nyaman.

Masalahnya, rumah itu juga dihuni oleh Ian Xavier Mahardika.

Ian, putra sulung Nathaniel yang dingin dan skeptis, terang-terangan membenci Keira.

Bagi Ian, Keira hanyalah wanita parasit pemburu harta yang memanfaatkan kebaikan ayahnya. Hinaan pedas dan tatapan sinis jadi makanan Keira sehari-hari.

Namun, tinggal di bawah satu atap membuat benturan tak terelakkan.

Seiring berjalannya waktu, benci yang membakar perlahan berubah menjadi perhatian yang membingungkan.

Akankah permusuhan mereka luluh, atau justru tumbuh menjadi obsesi yang berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Kopi Hitam di Teras Depan

Dari balik jendela lantai dua, Nathaniel Mahardika menyandarkan punggungnya ke kursi. Cangkir espresso di tangannya masih mengeluarkan asap tipis.

Matanya mengikuti SUV hitam yang perlahan melewati gerbang rumah, lalu menghilang di belokan jalan.

Nathaniel menyeruput kopinya sambil tersenyum lebar.

Sudah lebih dari dua tahun sejak kepergian Sarah. Sejak saat itu, rumah tiga lantai ini terasa jauh lebih sunyi.

Namun, yang paling menyakitkan bagi Nathaniel bukanlah kesunyian rumah, melainkan perubahan Ian Xavier. Putra sulungnya yang dulu ceria dan selalu manja kepada ibunya kini tumbuh menjadi pria dingin yang menutup diri dari semua orang.

Setiap kali melihat Ian, Nathaniel tahu anaknya masih menyimpan kesedihan. Sayangnya, Ian memilih menghadapi semuanya dengan menjadi pribadi yang keras dan penuh kecurigaan.

Tapi pagi ini berbeda.

Nathaniel meletakkan cangkirnya, lalu terkekeh sampai bahunya bergetar.

"Dasar anak konyol," gumamnya sambil menggeleng.

Kehadiran Keira Azzalea benar-benar membawa perubahan tak terduga di rumah ini. Gadis dua puluh tahun dari kampung itu datang hanya dengan koper dan keberanian yang luar biasa. Bahkan intimidasi Ian pun tidak membuatnya gentar.

Awalnya, Nathaniel hanya berharap Keira bisa membuat Mika mau makan dan berhenti menangis. Namun, ternyata gadis yang digajinya dua belas juta per bulan itu juga berhasil mengusik pertahanan putra sulungnya.

Nathaniel kembali teringat kejadian di meja makan setengah jam lalu.

Melihat Ian, seorang direktur yang ditakuti karyawannya, kelabakan hanya karena salah paham soal kata 'burung origami' benar-benar menggelikan.

Belum lagi wajahnya yang merah sampai ke leher, jari-jari yang menekan garpu, dan puncaknya ketika dia malah menabrak pilar.

Perubahan Ian beberapa hari terakhir benar-benar melegakan hatinya.

Selama ini, Ian tidak pernah membiarkan perempuan mendekatinya. Natasha, putri kolega bisnisnya yang berkali-kali berusaha menarik perhatian, bahkan hanya mendapat tatapan dingin.

Namun, di depan Keira, Ian justru sering kehilangan sikap dinginnya.

Semua tingkah konyol itu menjadi bukti bahwa putra sulungnya sudah jatuh cinta, meski sepertinya Ian sendiri belum menyadarinya.

Nathaniel bangkit dan berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah. Di sana, Bik Yani sedang sibuk mengelap meja makan.

"Bik Yani," panggilnya ramah.

Bik Yani menoleh. "Iya, Pak Nathaniel? Ada yang perlu disiapin buat makan siang nanti?"

Nathaniel menyandarkan pinggul di tepi sofa.

"Gak usah, Bik. Saya makan siang di luar sama klien. Oiya, Bik Yani perhatiin perubahan Ian gak beberapa hari ini?"

Wajah Bik Yani langsung berbinar.

"Duh, Pak! Jangan ditanya lagi! Saya sampai ngelus dada berulang kali. Mas Ian yang biasanya kalau keluar kamar mukanya ditekuk, sekarang kalau lewat dapur suka lirak-lirik nyari Mbak Keira."

"Beneran, Bik?" Nathaniel terkekeh.

"Beneran, Pak! Kemarin subuh saya buka kulkas mau ambil telur, eh, nemu mangkuk isi buah naga yang dipotong rapi banget. Saya tanya ke Mas Ian, katanya itu buah naga sisa. Padahal saya tahu persis Mas Ian gak suka buah naga! Itu mah sengaja dibikin buat Mbak Keira sama Non Mika!"

Nathaniel tertawa lepas. Suara tawa yang sudah lama tidak terdengar serenyah itu di rumah ini.

"Ian itu gengsinya setinggi langit, Bik," komentarnya sambil menatap halaman depan.

"Tapi, Pak..." Bik Yani mendadak terlihat ragu. "Mbak Keira kan... maaf ya, Pak, asal-usulnya dari kampung. Keluarganya juga lagi punya masalah utang. Apa Pak Nathaniel benar-benar gak keberatan kalau Mas Ian punya perasaan sama Mbak Keira?"

Nathaniel menatapnya, lalu tersenyum hangat.

"Bik Yani tahu kenapa saya dari awal langsung setuju gaji Keira dua belas juta?"

Bik Yani menggeleng.

"Bukan cuma karena dia bisa menjaga Mika," jawab Nathaniel tulus. "Waktu pertama kali saya menatap matanya di ruang kerja, saya melihat kejujuran dan tekad yang besar. Dia merantau ke Jakarta bukan buat bergaya atau mengincar harta orang kaya, tapi untuk membantu orang tuanya di kampung."

Nathaniel melangkah mendekati jendela.

"Di dunia saya, orang kaya bergelimang harta itu banyak. Perempuan cantik dengan pakaian mahal seperti Natasha juga bertebaran di mana-mana. Tapi perempuan yang punya hati setulus Keira, berani membela harga dirinya, dan bisa membuat Mika serta Ian tertawa lagi... itu langka. Gak bisa dibeli dengan uang puluhan miliar."

Bik Yani tersenyum haru mendengarnya.

"Tugas saya sebagai ayah cuma satu, memastikan anak-anak saya bahagia. Kalau Keira bisa membawa senyuman dalam hidup Ian dan Mika, saya akan jadi orang pertama yang berdiri paling depan untuk membela hubungan mereka."

---

Sementara itu, SUV hitam yang membawa Ian, Keira, dan Mika sedang melaju di jalan tol menuju Puncak.

Suasana di dalam mobil terasa cukup ramai, meski Ian berusaha keras mempertahankan wibawanya.

Pria itu duduk tegak di balik kemudi dengan kacamata hitam terpasang. Dia sengaja memasang wajah paling maskulin dan keren di depan Keira.

Sayangnya, lutut kirinya yang tadi menabrak pilar mulai terasa ngilu lagi.

Sut... sut...

Ian menggerakkan kaki kirinya pelan-pelan, berusaha mengurangi rasa sakit tanpa menarik perhatian.

Namun, Keira yang duduk di kursi belakang sudah memperhatikan gerak-gerik aneh itu sejak tadi.

Dia menahan senyum jahil.

"Mas Ian..." panggilnya.

Ian tetap menatap jalan. "Apa?"

"Itu kaki kirinya kok kedutan terus? Mau saya gosok pakai minyak kayu putih punya saya gak? Nanti saya baluri lutut yang habis nabrak pilar tadi."

Ian langsung berdeham keras.

"Siapa yang kedutan?!" bentaknya. "Ini... ini gaya menyetir ergono-mis! Biar sirkulasi darah di kaki lancar!"

"Ooh... gaya menyetir ergonomis." Keira mengangguk sok paham. "Baru tahu saya ada gaya menyetir sambil menahan ngilu di lutut. Pak Direktur memang selalu punya inovasi baru."

"Keira!" sembur Ian. Wajahnya di balik kacamata sudah memerah sampai ke telinga. "Kamu bisa diam sebentar gak?! Nanti fokusku buyar gara-gara kamu ngoceh terus!"

Dari kursi belakang, Mika yang sedang memeluk boneka kelinci ikut menimpali.

"Mas Ian jangan marah-marah terus dong! Nanti burungnya makin penyok, lho!" seru Mika sambil memegangi burung origami buatan Ian.

Pfttt!

Keira langsung meledak tertawa.

"Pftt! Hahaha!"

Ian hanya bisa mengembuskan napas panjang. Dia sedikit memalingkan wajah ke arah kaca samping, berusaha menyembunyikan sudut bibirnya yang mulai terangkat.

Lewat kaca spion tengah, matanya menangkap pantulan Keira yang masih tertawa bersama Mika.

Melihat gadis itu tertawa lepas dan mendengar suara riang adiknya, Ian merasakan sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan, sesuatu yang membuatnya merasa nyaman.

1
Ael
udah salting gengsi an lagi
Ael
Ian gampang salting yaa🤣
Ael
😄😄😄
Skyline Scribe
semangat Keira 💪
Fazira
baru aja ketemu Ian, kok kata-katanya kaya gitu 😄
Ael
👍👍
Inaa LA Aeylul Nazha
bagus tapi tidak ada kelanjutanya
Skyline Scribe: Makasih Kak bintang limanya 🤗🤗
novel ini update setiap hari 1 bab yaa, tunggu besok buat kelanjutannya 😄
total 1 replies
Inaa LA Aeylul Nazha
mana untuk kelanjutannya
Ael
semangat kak 💪💪
Ael
uang lima puluh ribu jaman sekarang keliatan dikit yaa
Fazira
Karya baru lagi 😍😍😍
semangat Kak 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!