NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Yaudah, sekarang jelaskan!"

Aurora pun mengangguk, wanita itu mengambil ponselnya. "Aku akan menjelaskan semuanya, secara gamblang karena aku sudah menangkap semua poinnya." Aurora kini menunjukkan foto Kris kepada mereka semua.

"Ini pacarku, aku sudah mencurigainya, belum lama ini. Di negara bebas senjata api seperti ini, seharusnya dia tidak punya bukan. Namun mengapa ia mempunyai pistol itu? Ini janggal bukan, jika kalian berpikir bahwa ayahku adalah salah satu komplotan bandar, maka kalian salah. Ayahku murni hanya seorang pembisnis biasa."

"Aku tidak tahu, mengapa dia ada di sana hari itu," Aurora kemudian menunjukkan profile perusahaan ayahnya.

"Bisa kalian lihat di sini, semua saham, properti, aset semuanya sangat-sangat bersih. Tidak ada tindak ilegal, atau pencucian uang dalam bentuk apa pun. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, jika kalian tidak mempercayaiku."

Max mengambil ponsel itu, ia mulai membacanya. Semua yang di katakan Aurora benar.

"Jadi, apa hubungan semua ini dengan pacarmu? Apa kau berpikir pacarmu bagian dari mereka." Ujar Nata dengan sedikit nada tawa.

"TEPAT SEKALI... KAU BENAR-BENAR SANGAT PINTAR KAK NATA." Aurora bahkan sampai lompat dari kursinya, ia senang akhirnya ada yang paham dengan maksudnya.

"Akhirnya, ada yang paham juga apa maksudku. Yes." Tawa Aurora lepas, melihat Aurora yang begitu kegirangan membuat ketiganya langsung saling menatap satu sama lain.

"Jordan, kau ini sebenarnya membawa manusia jenis apa ke Markas." Max tampaknya sangat marah dengan gadis itu.

Mendengar Max yang masih tak mau percaya padanya, Aurora kini menghampirinya dan langsung duduk di samping Max.

"Kau bukti kan, aku akan tunjukkan bukti itu sekarang." Aurora tersenyum menyeringai.

***

Malam ini, di perusahaan Grub Darren, semua

"Yaudah, sekarang jelaskan!"

Aurora pun mengangguk, wanita itu mengambil ponselnya. "Aku akan menjelaskan semuanya, secara gamblang karena aku sudah menangkap semua poinnya." Aurora kini menunjukkan foto Kris kepada mereka semua.

"Ini pacarku, aku sudah mencurigainya, belum lama ini. Di negara bebas senjata api seperti ini, seharusnya dia tidak punya bukan. Namun mengapa ia mempunyai pistol itu? Ini janggal bukan, jika kalian berpikir bahwa ayahku adalah salah satu komplotan bandar, maka kalian salah. Ayahku murni hanya seorang pembisnis biasa."

"Aku tidak tahu, mengapa dia ada di sana hari itu," Aurora kemudian menunjukkan profile perusahaan ayahnya.

"Bisa kalian lihat di sini, semua saham, properti, aset semuanya sangat-sangat bersih. Tidak ada tindak ilegal, atau pencucian uang dalam bentuk apa pun. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, jika kalian tidak mempercayaiku."

Max mengambil ponsel itu, ia mulai membacanya. Semua yang di katakan Aurora benar.

"Jadi, apa hubungan semua ini dengan pacarmu? Apa kau berpikir pacarmu bagian dari mereka." Ujar Nata dengan sedikit nada tawa.

"TEPAT SEKALI... KAU BENAR-BENAR SANGAT PINTAR KAK NATA." Aurora bahkan sampai lompat dari kursinya, ia senang akhirnya ada yang paham dengan maksudnya.

"Akhirnya, ada yang paham juga apa maksudku. Yes." Tawa Aurora lepas, melihat Aurora yang begitu kegirangan membuat ketiganya langsung saling menatap satu sama lain.

"Jordan, kau ini sebenarnya membawa manusia jenis apa ke Markas." Max tampaknya sangat marah dengan gadis itu.

Mendengar Max yang masih tak mau percaya padanya, Aurora kini menghampirinya dan langsung duduk di samping Max.

"Kau bukti kan, aku akan tunjukkan bukti itu sekarang." Aurora tersenyum menyeringai.

***

"Yaudah, sekarang jelaskan!"

Aurora pun mengangguk, wanita itu mengambil ponselnya. "Aku akan menjelaskan semuanya, secara gamblang karena aku sudah menangkap semua poinnya." Aurora kini menunjukkan foto Kris kepada mereka semua.

"Ini pacarku, aku sudah mencurigainya, belum lama ini. Di negara bebas senjata api seperti ini, seharusnya dia tidak punya bukan. Namun mengapa ia mempunyai pistol itu? Ini janggal bukan, jika kalian berpikir bahwa ayahku adalah salah satu komplotan bandar, maka kalian salah. Ayahku murni hanya seorang pembisnis biasa."

"Aku tidak tahu, mengapa dia ada di sana hari itu," Aurora kemudian menunjukkan profile perusahaan ayahnya.

"Bisa kalian lihat di sini, semua saham, properti, aset semuanya sangat-sangat bersih. Tidak ada tindak ilegal, atau pencucian uang dalam bentuk apa pun. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, jika kalian tidak mempercayaiku."

Max mengambil ponsel itu, ia mulai membacanya. Semua yang di katakan Aurora benar.

"Jadi, apa hubungan semua ini dengan pacarmu? Apa kau berpikir pacarmu bagian dari mereka." Ujar Nata dengan sedikit nada tawa.

"TEPAT SEKALI... KAU BENAR-BENAR SANGAT PINTAR KAK NATA." Aurora bahkan sampai lompat dari kursinya, ia senang akhirnya ada yang paham dengan maksudnya.

"Akhirnya, ada yang paham juga apa maksudku. Yes." Tawa Aurora lepas, melihat Aurora yang begitu kegirangan membuat ketiganya langsung saling menatap satu sama lain.

"Jordan, kau ini sebenarnya membawa manusia jenis apa ke Markas." Max tampaknya sangat marah dengan gadis itu.

Mendengar Max yang masih tak mau percaya padanya, Aurora kini menghampirinya dan langsung duduk di samping Max.

"Kau bukti kan, aku akan tunjukkan bukti itu sekarang." Aurora tersenyum menyeringai.

***

Malam ini, di perusahaan Grub Darren, semua"Yaudah, sekarang jelaskan!"

Aurora pun mengangguk, wanita itu mengambil ponselnya. "Aku akan menjelaskan semuanya, secara gamblang karena aku sudah menangkap semua poinnya." Aurora kini menunjukkan foto Kris kepada mereka semua.

"Ini pacarku, aku sudah mencurigainya, belum lama ini. Di negara bebas senjata api seperti ini, seharusnya dia tidak punya bukan. Namun mengapa ia mempunyai pistol itu? Ini janggal bukan, jika kalian berpikir bahwa ayahku adalah salah satu komplotan bandar, maka kalian salah. Ayahku murni hanya seorang pembisnis biasa."

"Aku tidak tahu, mengapa dia ada di sana hari itu," Aurora kemudian menunjukkan profile perusahaan ayahnya.

"Bisa kalian lihat di sini, semua saham, properti, aset semuanya sangat-sangat bersih. Tidak ada tindak ilegal, atau pencucian uang dalam bentuk apa pun. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kalian, jika kalian tidak mempercayaiku."

Max mengambil ponsel itu, ia mulai membacanya. Semua yang di katakan Aurora benar.

"Jadi, apa hubungan semua ini dengan pacarmu? Apa kau berpikir pacarmu bagian dari mereka." Ujar Nata dengan sedikit nada tawa.

"TEPAT SEKALI... KAU BENAR-BENAR SANGAT PINTAR KAK NATA." Aurora bahkan sampai lompat dari kursinya, ia senang akhirnya ada yang paham dengan maksudnya.

"Akhirnya, ada yang paham juga apa maksudku. Yes." Tawa Aurora lepas, melihat Aurora yang begitu kegirangan membuat ketiganya langsung saling menatap satu sama lain.

"Jordan, kau ini sebenarnya membawa manusia jenis apa ke Markas." Max tampaknya sangat marah dengan gadis itu.

Mendengar Max yang masih tak mau percaya padanya, Aurora kini menghampirinya dan langsung duduk di samping Max.

"Kau bukti kan, aku akan tunjukkan bukti itu sekarang." Aurora tersenyum menyeringai.

***

Malam ini, di perusahaan Grub Darren, semua

Author izin nggak up dulu, lagi sakit 🙏 besok up double makasih buat yang udah baca. Maaf ya

Malam ini, di perusahaan Grub Darren, semua

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!