NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 ~ Jejak Naga Hitam

    Keesokan harinya, sepucuk surat dari Profesor Olivia tiba di tanganku. Isinya singkat, seperti biasanya. “Temui aku di taman kota. Aku sudah mengirim surat izin kepada gurumu.” Hanya itu. Profesor benar-benar tipe orang yang langsung ke inti pembicaraan, batinku. Aku pun pergi menuju taman kota, tentu saja setelah melakukan beberapa persiapan.

    “Profesor,” panggilku saat melihatnya. Namun, bukannya menyambut, tongkat sihir Profesor Olivia langsung terangkat dan berhenti tepat di bawah daguku. Aku berkedip beberapa kali sebelum perlahan menepisnya. “Ini aku, Celestia.” Profesor Olivia menatapku dari ujung kepala hingga kaki. “Rambut biru, mata biru, pakaian formal... Apa yang kau kenakan?” “Aku menggunakan sihir penyamaran untuk mengubah penampilanku. Hebat, bukan?” Wajahnya tetap datar. “Memangnya ada sihir seperti itu?” “Tentu ada.” “Sudahlah. Mulai sekarang, namamu adalah Alinera Femicia Rossalie, dan kau adalah putriku.” Aku membelalak. “Apa? Kenapa aku harus menjadi putrimu?” “Karena itu akan mempermudah segalanya. Dan ingat, usiamu sekarang enam belas tahun. Jadi jangan bersikap kekanak-kanakan.” Aku hanya bisa menghela napas mendengar keputusan sepihak itu.

    Aku dan Profesor Olivia kemudian mengunjungi beberapa kediaman bangsawan dengan alasan melakukan pemeriksaan kondisi bangunan. Namun, tujuan sebenarnya jauh berbeda. Jika sebuah keluarga terbukti memiliki hubungan dengan Organisasi Naga Hitam, Profesor Olivia akan diam-diam memasang sihir pelacak. Sementara itu, aku menggunakan sihir perekam untuk mendengarkan percakapan mereka atau mencari bukti yang dapat memperkuat dugaan kami. Dari penyelidikan tersebut, aku menemukan fakta yang mengejutkan. Sepuluh dari dua puluh keluarga bangsawan kerajaan ternyata terlibat dalam rencana pembunuhan Pangeran Mahkota pada malam pesta. Setengah dari kalangan bangsawan berada di pihak musuh. Organisasi Naga Hitam jauh lebih besar dan lebih berbahaya daripada yang kubayangkan, batinku.

    Setelah menyelidiki beberapa keluarga, kami tiba di kediaman keluarga Florencia. Berbeda dengan rumah-rumah sebelumnya, kami disambut dengan sangat ramah oleh seorang wanita anggun bernama Clarissa Florencia, istri dari Marques Florencia sekaligus ibu tiri Kiara. Profesor Olivia berbincang cukup lama dengan Marques dan Clarissa, tetapi tidak ada kejanggalan yang kami temukan. Sementara itu, aku hanya diam mengamati keadaan rumah hingga perhatianku tertuju pada setangkai mawar biru di dalam vas.

    “Apakah kau menyukai mawar itu?” tanya Clarissa dengan senyum lembut. “Apakah boleh?” tanyaku. “Tentu saja.” Clarissa mengambil setangkai mawar lalu menyerahkannya kepadaku. Saat itulah aku melihat duri kecil menggores pergelangan tangan kanannya. Setetes darah mengalir, dan sesaat kemudian sebuah simbol naga hitam perlahan muncul di sana. Aku langsung membeku. Jadi benar... simbol itu hanya akan muncul setelah terkena darah. Aku menunggu hingga Profesor Olivia selesai berbincang dengan Marques, lalu memberitahukan apa yang kulihat. Tanpa mengubah ekspresinya, Profesor Olivia diam-diam memasang sihir pelacak yang jauh lebih kuat di seluruh kediaman itu.

    “Kenapa tanda mereka berbeda?” tanya Profesor Olivia saat kami berada di dalam kereta kuda. “Entahlah. Mungkin saja posisinya jauh lebih tinggi di dalam organisasi,” jawabku pelan. Setelah penyelidikan terhadap para bangsawan selesai, kami mulai menyelidiki beberapa pedagang besar di ibu kota. Salah satunya adalah Perusahaan Pearl milik Peter Pearl, seorang pedagang muda yang telah meraih kesuksesan besar.

    “Ada urusan apa kemari, Nyonya Rossalie?” tanyanya dengan nada sinis. “Tidak ada. Hanya pemeriksaan biasa,” jawab Profesor Olivia tenang. Tak lama kemudian, seorang gadis berdiri di samping Peter. “Oh, ini putri angkatku. Penara.” Gadis itu membungkukkan badan dengan anggun. “Perkenalkan. Aku Penara Pearl. Senang bertemu denganmu.” Aku membalas salamnya. “Perkenalkan. Aku Alinera Femicia Rossalie.” Penara menatapku kagum. “Wah. Tidak kusangka Nyonya Rossalie memiliki putri dengan rambut sebiru langit dan mata sebiru lautan.” Aku tersenyum tipis. “Aku juga cukup terkejut mengetahui Tuan Peter mengadopsi seorang anak.” Peter tertawa kecil. “Percayalah, itu bukan keinginanku. Aku hanya menyerah karena dia terlalu keras kepala.”

    Barulah aku mengetahui hubungan mereka. Ternyata Profesor Olivia dan Peter bukan teman lama, melainkan bibi dan keponakan. Profesor Olivia juga menghentikan proses penuaan tubuhnya menggunakan sihir elemen kegelapan. Karena itulah, penampilannya masih seperti wanita berusia dua puluhan meskipun usia sebenarnya telah melewati delapan puluh tahun. Sementara Profesor Olivia berbincang dengan keponakannya, aku memanfaatkan kesempatan untuk mengobrol dengan Penara. “Apakah aku boleh bertanya?” tanyaku. “Tentu.” Jawabannya begitu tenang hingga terasa familier bagiku. “Apa yang terjadi pada pergelangan tanganmu?” Penara langsung terdiam dan menundukkan kepala. Peter menghela napas. “Maaf. Sebaiknya kau tidak menanyakan hal itu. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Perban itu sudah ada bahkan sebelum aku mengadopsinya. Setiap kali ada yang bertanya, dia hanya diam.” “Oh... maaf.” Aku menundukkan kepala. “Tidak apa-apa,” jawab Peter. Namun, entah kenapa, instingku terus mengatakan bahwa gadis ini memiliki hubungan dengan Organisasi Naga Hitam.

    Beberapa menit kemudian, kami berpamitan dan langsung menuju istana untuk melaporkan hasil penyelidikan secara diam-diam. Pertemuan itu sengaja dilakukan secara tidak resmi agar informasi yang kami bawa tidak bocor kepada para bangsawan. Di ruang tamu kerajaan hanya ada Raja Edward Farnis de Silveth, Pangeran Mahkota Gabriel Zaydan de Silveth, Profesor Olivia Rossalie, dan aku. Para penjaga menunggu di luar ruangan.

    “Apa yang kau temukan, Olivia?” tanya Raja Edward. Profesor Olivia menyerahkan sebuah berkas. “Ini adalah daftar orang-orang yang berhubungan dengan Organisasi Naga Hitam.” Gabriel membaca daftar itu beberapa saat sebelum mengangkat pandangannya. “Ternyata sebagian besar dari mereka adalah bangsawan.” “Benar,” jawab Profesor Olivia. “Lalu, apa sebenarnya tujuan mereka?” Raja Edward terdiam sejenak sebelum menjawab, “Kemungkinan besar mereka ingin membunuh Gabriel.” Ia berhenti sejenak. “Atau... membunuh Dewi kali ini.” “Dewi?” sahut Profesor Olivia dan Gabriel hampir bersamaan.

    Raja mengangguk pelan. “Benar. Dewi kali ini telah lahir. Dia adalah putri bungsu keluarga Viscount Celesthior.” “Celestia Lunastella Celesthior.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!