NovelToon NovelToon
Cinta Bertahan

Cinta Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rati Tiwi

Sepasang kekasih yang terlihat baik-baik saja, pada akhirnya bisa berakhir juga. Ayra Grizelle mengakhiri hubungannya pada Bagas Cakra Wardana kekasihnya, di hari bahagia mereka yaitu saat wisuda. Keduanya tampak bahagia, tapi sayang seribu sayang Bagas mendengar ucapan Ayra bahwa wanita itu ingin mengakhiri hubungan mereka.

Bagas sangat terkejut dan tidak suka dengan keputusan Ayra secara sepihak yang menurutnya egois. Bahkan Bagas belum mengetahui penyebab Ayra memutuskan hubungan mereka.

Maka dari itu, Bagas bertekad untuk membuat Ayra kembali padanya sekaligus ingin mengetahui penyebab Ayra meninggalkan dirinya. Semua usaha Bagas untuk mendapatkan Ayra menjadi miliknya kembali haruslah dia tempuh dengan caranya sendiri. Setiap perjuangan bahkan ujian akan dia hadapi walau itu membuat dirinya kecewa. Tapi kalau jodoh pasti tak akan kemana. Bagas yakin jika Ayra memang jodohnya maka dia pasti akan bersatu dan kembali bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku nggak Mau

Di sebuah restoran mewah, Ayra merasa terkesima dengan suasana yang sangat menyegarkan mata. Di depan sana, Ayra melihat ada tempat yang sudah tersedia meja yang dihiasi oleh beberapa lilin dan beberapa orang pelayan menyambutnya dengan sangat hangat dan ramah.

Apalagi alunan musik yang mengalun lembut dan indah di sana membuat Ayra sangat merasa di spesial kan. Ayra melirik ke arah Bagas seolah dia mempertanyakan semua yang ada dihadapan dirinya saat ini.

"Ke-napa seperti ini, Bagas?" tanya Ayra bingung.

"Emm...biar suasananya lebih enak, sekali-kali suasana makan malam seperti ini tidak masalah. Pertama kalinya Aku ngajak kamu dinner seperti ini. Ya udah ayo silahkan duduk, Ay!" ucap Bagas sambil menarik kursi untuk mempersilahkan Ayra duduk.

Sungguh jantung Ayra berdetak cukup kuat, karena Ayra paham betul situasi apa saat ini. Apalagi di hadapannya sekarang menurut dirinya bukanlah seperti makan malam biasa, namun makan malam seperti ini adalah makan malam seperti pasangan yang sudah menjalin hubungan. Sedangkan dirinya dengan Bagas sekarang ini merupakan atasan dan bawahan walau sudah berstatus mantan pacar.

"Bagas sedang tidak ingin memberiku kejutan atau melamar diriku, bukan? Oh no, tidak tidak tidak, pikiranku terlalu jauh. Bodoh kamu, Ay!" kata Ayra dalam hatinya.

Ayra juga sempat mengingat kenangan dulu dirinya bersama Bagas saat mereka masih pacaran dulu, bahkan makan malam seperti sekarang ini sama sekali tidak pernah terjadi diantara mereka berdua, Bagas pun tidak melakukan hal seperti ini, apalagi Ayra yang tidak pernah menuntut untuk candle light dinner seperti ini. Sungguh tidak disangka. Tapi hati Ayra sesungguhnya begitu sangat bahagia walau suasananya sangat kaku berduaan dengan Bagas.

"Ay...Ay...Ayraaa!" pekik Bagas yang berkali-kali memanggil Ayra.

"Hah, eh...kenapa?" tanya Ayra gugup, karena dia hanya berfokus pada sekeliling menatap seisi dekorasi yang tidak biasa saat ini.

Hanya makan malam biasa saja bisa semewah ini, Ayra merasa dirinya seperti di dalam mimpi.

"Are you ok?" tanya Bagas.

"Ba-baik, aku baik kok!" jelas Ayra masih kelihatan gugup.

Saat makanan yang sudah dipesan oleh Bagas terlebih dulu disajikan oleh pelayan, Bagas dengan sigap membantu Ayra untuk mengambil beberapa makanan. Namun saat Bagas bertanya pada Ayra, saat itu juga Ayra terlihat diam saja karena asik mendengar melodi lagu favoritnya dimainkan oleh seorang laki-laki yang bermain piano. Sungguh Ayra benar-benar serasa mimpi yang ada dipikirannya.

"Ayraaa!" sapa Bagas sambil menyentuh tangan Ayra lembut.

"Ah, Bagasss!" kaget Ayra sambil menarik tangannya dari Bagas dengan cepat.

"Maaf, aku hanya bertanya makanan apa yang ingin kau makan terlebih dulu, Ay?" tanya Bagas sangat lembut dengan mata berbinar indah.

"Emm...biar aku saja sendiri yang ambil," gugup Ayra.

Ditengah makan mereka, sesekali Bagas melirik Ayra yang tampak tenang memakan makanan kesukaannya. Ya, Bagas sengaja memesan makanan favorit Ayra, yaitu cumi saos Padang, Ayra tampak begitu menikmati makan malamnya.

Tapi sayangnya mereka tidak banyak bicara, hanya berdiam, Ayra pun seperti tidak berani menatap ke arah Bagas, dia sengaja sibuk dengan makannya. Sedangkan Bagas tidak ingin banyak bicara pada Ayra yang berada dihadapannya itu, Bagas hanya asik melihat Ayra menyantap makanannya. Sungguh pemandangan yang indah bagi Bagas.

Ayra yang sangat tidak nyaman dipandang terus oleh Bagas nyatanya angkat bicara. Ayra terlihat salah tingkah dan tampak malu.

"Kenapa kamu dari tadi melihatku? Ayo cepat dimakan, aku nggak mau lama-lama di luar, nggak enak sama Stevi," ujar Ayra dengan alasannya.

"Baiklah, tapi sebenarnya aku ngajak kamu makan disini karena ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu Ay," kata Bagas.

"Se-sesuatu?" tanya Ayra terbata.

Bagas hanya mengangguk santai. Sedangkan Ayra melanjutkan kembali memakan makanannya dengan perasaan yang dag dig dug tak karuan.

"Aku besok lusa mau pulang ke Jakarta, Ay!"  ucap Bagas.

TINGGGGG

Bunyi sendok dan garpu yang jatuh dari tangan Ayra ke tempat piring hingga mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring. Itu karena Ayra yang sontak kaget mendengar Bagas ingin pulang ke Jakarta.

Ayra menatap Bagas dengan pandangan yang sulit diartikan. Mau bertanya ke Bagas tapi Ayra tidak ingin mencari tau karena takut dianggap kepo.

"Lusa aku pulang ke Jakarta," ucap Bagas kembali.

Ayra berlalu mengalihkan pandangannya ke arah piring, kemudian dia ambil kembali sendok dan garpu yang dia jatuhkan tadi.

"Ohhh, berarti aku balik ke kantor lama lagi dong. Bisa kerja sama Stevi lagi," ucap Ayra sambil tersenyum kikuk.

"Nggak Ay!" seru Bagas.

"Loh kenapa?" tanya Ayra bingung.

"Kamu tetap bekerja sama aku, menjadi sekretaris aku," tegas Bagas.

"Maksud kamu gimana sih? Nggak mungkin kan kalau...," tanya Ayra yang belum sempat menyelesaikan ucapannya.

"Kamu ikut aku ke Jakarta," kata Bagas memotong ucapan Ayra tadi.

TINGGGGG

Bunyi sendok dan garpu beradu diatas piring yang dilakukan oleh Ayra sangking terkejutnya dia mendengar perkataan Bagas.

"Ma-maksud kamu...," ucap Ayra menggantung.

"Iya, kamu ikut aku ke Jakarta, pindah tugas ke sana sama aku," ucap Bagas menerangkan.

Ayra geleng-geleng kepala seolah dia tidak menyukai apa yang telah dikatakan oleh Bagas.

"Nggak, aku nggak mau pindah ke sana. Aku sudah nyaman kerja disini. Kalau kamu mau balik ke Jakarta, ya silahkan cari sekretaris yang baru, biar aku balik ke kantor yang lama," protes Ayra sedikit membantah.

"Tapi aku maunya kamu yang jadi sekretaris aku Ay," ucap Bagas seperti memohon.

"Perjanjiannya hanya sementara aku jadi sekretaris kamu disini, Bagas. Kalau kamu balik ke Jakarta, berarti tugas aku udah selesai jadi sekretaris kamu," Ayra menjelaskan.

"Tapi...," ucap Bagas menggantung.

"Pokoknya aku tetap balik ke tempat kerja yang lama," bantah Ayra.

Tiba-tiba Bagas langsung menggenggam tangan Ayra. Ditatapnya wajah cantik rupawan sang mantan kekasihnya dulu, Ayra. Walaupun Ayra sudah mencoba untuk melepaskan tangan Bagas, namun sayangnya Bagas begitu erat menggenggam tangan Ayra.

"Ayra, please tinggal lah ke Jakarta kembali dan menjadi sekretaris ku. Kamu sudah terlalu lama bersembunyi disini. Kali ini tolong jangan menghindari masa lalu kamu, justru kamu harus hadapi semuanya dengan hati tenang dan ikhlas," kata Bagas lembut sambil menatap kedua mata Ayra sendu.

"Jujur aku masih sangat marah karena alasan kamu meninggalkan aku sangat tidak jelas, tapi aku mencoba ikhlas dan akhirnya aku bisa menghadapi hidupku dengan baik tanpa bersembunyi seperti dirimu," lanjut Bagas yang kali ini mencoba menyakinkan Ayra.

Ayra langsung menghindari kontak mata dengan Bagas, sungguh rasanya sakit sekali jika Ayra mengingat masa lalunya diungkit kembali oleh Bagas. Mata Ayra berkaca sehingga Bagas perlahan melepaskan genggaman tangannya pada Ayra.

"Maafkan aku, Ayra. Tolong pikirkan baik-baik tawaran ku ini," ujar Bagas mengingatkan.

"Aku sudah kenyang, aku mau pulang sekarang!" pinta Ayra yang sengaja mengalihkan pembicaraan yang dilontarkan oleh Bagas.

"Baiklah," jawab Bagas pasrah.

Mereka pun akhirnya telah menyelesaikan makan malam dan kembali pulang dalam suasana keheningan di sepanjang perjalanan. Tak lupa Bagas mengantarkan Ayra pulang sampai kost nya terlebih dulu.

Bersambung....

1
Dedek Gemes
lanjut thor
Dedek Gemes
hajar trus ay💪💪
Dedek Gemes
wuasekkk🤣🤣
Dedek Gemes
😲😲😲😲😲
Pink Ky
tuh skali2 liat yg bening, wihhh Bagas paling bisa, mantul👍
Pink Ky
sikat Bagas ada rezeki syg ditolak😂
Pink Ky
aku juga ada kenangan dgn pizza hehe
Pink Ky
👍👍👍👍👍
Pink Ky
Bagas wkwkwk
Pink Ky
usaha sndri lah bagas
Happy Love
matanya tolong dikondisikan bagas😂
Rati Tiwi: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Happy Love
novelnya bagus, ceritanya seru lucu dan menggemaskan sperti kata Bagas ke ayra😁❤️
Happy Love: sama2❤️
total 2 replies
Happy Love
GK ada kapok ny nih Bagas, msh aja ngeselin ayra, lanjut kak ❤️
Happy Love
egois krna cinta sama loe ay
Happy Love
aku pinisirin juga
Rati Tiwi: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Happy Love
bos GK ada akhlak, wkwkwkw🤣
Happy Love
bagus👍👍👍
Happy Love
KLO bos ya gitu, suka maksa seenaknya dia aja gitu
Happy Love
ayo terima terima terima ay😁
Happy Love
ngakakkkkkk🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!