Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Kekacauan Massal di Tangga Keramat
Kabar burung mengenai kepindahan mendadak Arvand Pratama menggunakan unit mobil mewah seharga miliaran rupiah menyebar luas di dalam bangunan Kost Sekali Nunggak Viral jauh lebih cepat daripada rambatan panas pada logam ideal. Dalam hitungan detik yang sangat singkat, atmosfer kos-kosan dua lantai yang biasanya hanya diisi oleh lambaian jemuran kain ditiup angin sore dan aroma dengki antartetangga yang akut, mendadak berubah total menjadi sebuah area festival sirkus dadakan tanpa sutradara, tanpa naskah, dan tanpa gladi resik.
Kepanikan visual tingkat tinggi pertama kali dimulai dari arah puncak tangga lantai dua bangunan kosan. Saking syok dan kagetnya mendengar teriakan menggelegar dari mulut Mbok Sum di dapur dasar mengenai istilah gaib "kripik kripto" yang dikira resep pesugihan baru, seorang penghuni kos laki-laki bernama Bambang yang sedang berada di tengah-tengah ritual mandi sorenya langsung lari berhamburan keluar dari bilik kamar mandi umum lantai dua tanpa berpikir panjang lagi.
**Bambang melesat keluar hanya dengan lilitan selembar handuk usang berwarna biru pudar di bagian pinggang ke bawah—yang kondisinya sudah sangat tipis dan rawan melorot—sementara bagian dada atas hingga seluruh helai rambut kepalanya masih dipenuhi oleh gumpalan busa sampo putih tebal yang bergoyang-goyang heboh mirip whipped cream di atas sajian kopi mahal kekinian.
"Hah?! Apaan?! Siapa yang miara babi ngepet digital jenis baru di kosan ini?!" teriak Bambang dengan nada suara panik yang luar biasa, sementara kedua belah matanya tampak merem-melek menahan rasa perih yang teramat sangat akibat kelilipan sisa-sisa busa sampo yang meleleh turun dari dahinya.
Tepat berada di posisi belakang Bambang, muncul pula seorang paman paruh baya penghuni kamar nomor delapan bernama Pak Joko yang sedang terburu-buru melangkah karena ingin melihat langsung penampakan fisik BMW 7 Series di depan gerbang besi luar. Karena tingkat kepanikan yang terlampau tinggi dan rasa penasaran yang sudah membakar ubun-ubunnya, Pak Joko tidak sengaja memakai sepasang sandal jepit swallow hijau miliknya secara terbalik total—bagian alas karet yang keras menghadap ke arah atas dan bagian tali karetnya menjepit punggung kakinya dengan sangat janggal.
Tidak hanya sampai di situ keanehan penampilannya, di atas kepala Pak Joko yang aslinya sudah agak botak plontos di bagian tengah, terpasang sebuah wig rambut palsu berambut gondrong acak-acakan ala anak band beraliran rock tahun 90-an yang posisinya bergeser seratus delapan puluh derajat akibat terburu-buru. Hal itu membuat bagian poni panjang yang seharusnya berada di depan dahi kini menjuntai bebas menutupi seluruh tengkuk leher dan punggung atasnya, memberikan ilusi visual seolah-olah kepalanya telah berputar secara gaib.
"Mana? Mana mobil dinas bupati kota yang katanya bisa memancarkan uang gaib secara instan itu?!" seru Pak Joko dengan suara serak sambil berjalan tergesa-gesa dengan gaya kaki menyeret yang sangat aneh serta kaku akibat menahan sandal terbaliknya agar tidak lepas.
Wuuush... Gubrak-gaberuk-jedang!
Akibat permukaan lantai keramik di area dekat tangga yang sangat licin karena terkena tetesan air dan ceceran busa sampo dari kepala Bambang, sebuah malapetaka koreografi komedi fisik pun terjadi tanpa bisa dihindari lagi oleh siapa pun. Bambang yang kondisi matanya masih perih mendadak saja kehilangan pijakan kaki kirinya di anak tangga teratas bangunan.
Tubuh kurusnya langsung merosot ke arah bawah dengan gaya telentang lurus mirip seorang atlet seluncur es profesional yang sedang melakukan atraksi ekstrem, meluncur cepat menghantam telat bagian pantat dan punggung belakang Pak Joko yang berada tepat satu anak tangga di depannya.
Dalam sekejap mata, kedua pria beda generasi itu meluncur bebas ke arah bawah anak tangga dengan formasi tubuh yang sangat tidak estetis dan mengundang gelak tawa: Bambang memegangi bagian ujung handuk birunya yang hampir melorot total dengan kepanikan spiritual luar biasa, sementara Pak Joko meluncur dengan gaya tengkurap bebas mirip cicak jatuh sambil kedua tangannya berteriak histeris berusaha menahan wig gondrongnya agar tidak terbang melayang ke arah wajan penggorengan di dapur umum Mbok Sum.
Mereka berdua akhirnya mendarat dengan sukses di lantai dasar tepat di depan meja cobek batu milik Mbok Sum dengan posisi tubuh yang saling tumpang tindih tak beraturan, menghasilkan sebuah bunyi deburan daging bertemu lantai keramik yang cukup mantap dan bergaung di udara.
"Aduh, gusti Allah yang maha agung... pantat dan pinggang saya serasa mendadak pindah posisi ke dalam kuah sambal uleknya Mbok Sum!" rintih Pak Joko dengan posisi wig gondrongnya yang sekarang benar-benar berpindah menutupi seluruh permukaan wajahnya seolah-olah ia adalah sosok hantu lokomotif kuno yang bangkit dari kubur.
Melihat sebuah pemandangan absurd yang tersaji secara nyata di depan mata kepala mereka, rombongan anak kos perempuan dan emak-emak dari rumah tetangga sebelah gang tidak mau kehilangan momentum emas yang sangat langka ini. Area koridor lantai dasar bangunan kosan langsung penuh sesak dipadati oleh lautan manusia dengan berbagai macam atribut busana darurat yang sangat abstrak.
Ada warga laki-laki setempat yang datang berlari hanya menggunakan kolor bergambar motif lumba-lumba melompat yang dipadukan dengan selembar kain sarung wadimor yang dililit asal-asalan di bagian leher mirip jubah pahlawan super yang gagal total dalam ujian terbang, ada pula emak-emak yang datang sambil membawa kemoceng bulu ayam di tangan kiri sementara tangan kanannya sibuk menyuap kerupuk kaleng putih ke dalam mulutnya yang terus mengunyah tanpa henti.
Di barisan paling depan kerumunan, sekelompok mahasiswi dan cewek-cewek pemburu konten media sosial di kosan langsung mengaktifkan kamera ponsel pintar mereka masing-masing dengan kecepatan penuh. Tina, seorang selebgram lokal penghuni kamar lantai atas yang jumlah pengikutnya belum sampai seribu orang, langsung menyalakan fitur Live Instagram di ponselnya sambil mengarahkan lensa kamera ke arah mobil BMW 7 Series di luar gerbang dan dengan lihai beralih cepat ke arah wajah Bambang yang masih berlumuran busa sampo di lantai.
"Halo Guys! Welcome back to my daily story! Sumpah demi apa pun ini di kosan aku lagi ada keajaiban dunia yang kedelapan secara live! Ada seorang guru honorer sosiologi yang biasanya kalau makan di warteg cuma modal minta kuah soto gratisan sama kerupuk satu biji, mendadak sore ini bisa beli mobil mewah seharga miliaran rupiah secara tunai! Diduga kuat ini adalah hasil dari pesugihan komoditas kripik gaib lintas dimensi! Jangan lupa tap-tap layar dan kirim gift singanya ya guys!" cerocos Tina ke arah layar ponselnya dengan ekspresi wajah yang sangat dilebih-lebihkan hingga matanya melotot maksimal.
Di sudut koridor yang lain, seorang cewek bernama Mending—seorang vlogger bidang properti amatir yang isi kontennya selalu membandingkan harga rumah orang lain—tampak sibuk merekam video dokumenter dengan gaya memutar menggunakan alat tongkat narsis (tongsis) di tangannya.
"Oke Geng, ini adalah sebuah penampakan nyata dari bentuk transformasi ekonomi paling radikal dan paling ekstrem di abad ini. Sebuah perjalanan hidup dari kasta bawah pengguna motor bebek mogok berkarat menuju kasta tertinggi penguasa sedan premium pabrikan Jerman. Spek mobilnya dijamin bikin ginjal kaum mendang-mending bergetar hebat. Jangan lupa untuk like, comment, share, and subscribe saluran saya ya!"
Sementara para cewek muda sibuk melakukan aksi Live TikTok, pembuatan video Vlog, dan Live IG dengan latar belakang kekacauan tragedi tangga yang masih panas, rombongan emak-emak komplek yang dipimpin langsung oleh sosok Bu Retno Super sibuk melakukan aksi diplomasi bisik-bisik berantai di sudut tembok yang penuh dengan disinformasi tingkat tinggi serta bumbu-bumbu fiksi.
"Eh, jeng... denger-denger dari sumber terpercaya, si Arvand itu aslinya bukan main bisnis kripik kripto begitu, tahu. Tapi dia itu sebenarnya adalah seorang anak angkat rahasia dari salah satu sultan kaya di Brunei Darussalam yang selama ini sengaja sedang menyamar jadi rakyat jelata di kota kita demi mencari cinta sejati yang tulus tanpa memandang harta materi," bisik seorang emak-emak yang menggunakan daster kuning cerah dengan volume suara yang sengaja dikeraskan agar bisa didengar oleh telinga seluruh penghuni kos lain di sekitarnya.
"Ngawur dan kemakan hoaks kamu itu, Jeng! Jelas-jelas tadi Mbok Sum bilang sendiri dengan mulutnya kalau si Arvand itu sukses besar karena jualan kripik di internet! Pasti itu jenis kripik mistis yang di dalam bungkus kemasannya sudah diberi olesan jimat penglaris dari dukun sakti! Ih, seram banget ya jaman sekarang, penampilannya sehari-hari aja yang sok polos pakai kemeja usang, padahal aslinya dia itu dukun digital kelas kakap yang suka menumbalkan nilai ujian murid!" timpal emak-emak yang lain tidak mau kalah dalam menganalisis situasi, sambil sibuk membetulkan posisi tali daster batiknya yang melorot di bagian bahu kanannya yang gempal.
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥