NovelToon NovelToon
Antagonis Milik Sang Duke

Antagonis Milik Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi / Fantasi Wanita
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rembulan Pagi

Lily mati akibat kanker usus setelah hidupnya habis hanya untuk bekerja. Begitu membuka mata, ia telah menjadi Luvya Vounwad, gadis 12 tahun yang nantinya ditakdirkan menjadi antagonis tragis dalam novel yang pernah dibacanya. Ia bertekad mengubah alur agar tidak berakhir mati mengenaskan seperti nasib asli Luvya.

​Namun, saat Luvya mulai bergerak mengubah nasibnya, Kael muncul sebagai anomali. Bukannya menjadi kakak angkat yang mewarisi gelar ayahnya, ia justru hadir sebagai Duke Grandwick yang berkuasa dan sangat terobsesi pada Luvya. Naskah yang ia tahu kini hancur total. Di tengah jalan cerita yang berantakan, bagaimanakah cara Luvya merubah segalanya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rembulan Pagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Rahasia di Balik Gelar Duke (1)

Sebenarnya mengapa semua ini bisa terjadi?

​Semuanya bermula ketika Profesor Ozon dan rombongannya kembali dari gunung bersalju itu. Pemberitahuan mengenai kematian tragis Luvya menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kekaisaran. Namun Kael, yang pada saat itu tengah merintis otoritasnya dari bawah, sama sekali tidak bisa menerima berita tersebut. Kepalanya menolak percaya. Semuanya pasti ada alasannya, begitu pendapat Kael di dalam hati. Ada sesuatu yang janggal dari hilangnya Luvya, dan Kael menolak untuk menyerah sebelum melihat buktinya dengan mata kepala sendiri.

​Lalu, Kael memanfaatkan kekuatannya yang mengerikan di medan perang. Kael mulai meniti tangga demi tangga hingga berhasil naik menjadi ksatria kerajaan. Ia melewati satu tahun penuh peperangan berdarah dengan satu keyakinan kokoh di dadanya: ia akan bisa menemukan Luvya kembali, karena jasad Luvya belum pernah ditemukan.

​Di barak-barak militer, namanya selalu menjadi bahan bisikan yang tak pernah usai.

​"Kau lihat pria itu? Dia dulunya adalah anak angkat Duke Vounwad yang telah melakukan tindakan kriminal," bisik seorang prajurit sambil melirik sosok Kael yang dingin di kejauhan.

​"Pantas saja dia mampu membasmi musuh dengan sangat hebat," sahut prajurit lain, bergidik ngeri mengingat bagaimana Kael menebas lawan tanpa ampun.

​"Aku dengar-dengar, julukannya adalah Hantu Pedang," timpal yang lainnya lagi dengan nada bergetar.

​Perkataan demi perkataan, cibiran demi cibiran, ia telan sendirian tanpa pernah sekalipun menyanggah. Kael menutup telinganya dari dunia dan fokus pada tujuannya. Setahun penuh ia maju di garis depan, memimpin pasukan, mengalahkan musuh-musuh mustahil, dan mencaplok banyak wilayah baru untuk kekaisaran. Bahkan jenderal musuh yang paling ditakuti pun mampu ia kalahkan dengan mudah.

​Kabar tentang kehebatan Kael yang luar biasa akhirnya sampai ke telinga Sang Kaisar yang saat itu tengah jatuh sakit parah. Di sisi lain, Putra Mahkota yang memiliki mana kusut dan tidak stabil sama sekali tidak bisa diandalkan untuk memimpin militer. Dalam kondisi terdesak itulah, Kaisar memanggil Kael ke hadapannya.

​"Aku butuh kau, Kael, untuk memimpin perang kali ini. Jadilah tangan kananku!" titah Sang Kaisar dari atas ranjang tidurnya.

​"Baik Yang Mulia, segera saya laksanakan," jawab Kael tanpa ragu, berlutut dengan satu kaki.

​Pertempuran sengit berikutnya pun terjadi. Kerajaan-kerajaan tetangga akhirnya tertunduk lemas di hadapan kehebatan Sang Hantu Pedang. Dengan kemenangan besar yang diraih secara beruntun, Kaisar memberikan hadiah berupa sebuah daerah kecil kepada Kael, dengan harapan Kael mampu menjaga wilayah perbatasan tersebut. Namun, wilayah itu sebenarnya adalah daerah yang kumuh, terbengkalai, dan sangat tidak aman.

​"Di sini rakyat kelaparan," gumam Kael pelan, menatap lurus ke arah anak-anak dan keluarga yang telantar di pinggir jalan saat ia pertama kali menginjakkan kaki di sana.

​Di saat itulah, takdir mempertemukannya dengan seorang pria bernama Maxwell. Seorang rakyat biasa yang dengan berani menentang adanya penarikan pajak besar-besaran pada rakyat miskin yang sudah kelaparan.

​"Dasar Kaisar yang tidak berguna! Lihatlah keluarga mereka dikutuk hingga mereka semua sakit!" teriak Maxwell berapi-api di tengah pasar, mengabaikan fakta bahwa ia bisa saja dihukum mati karena ucapannya.

​Kael yang memperhatikan dari atas kudanya justru tidak merasa marah. Ia melihat sesuatu yang berharga di dalam diri pria itu. Kael merasa Maxwell adalah orang yang tepat untuk diajak kerja sama demi membangun wilayah ini dari kehancuran.

​Kael turun dari kudanya, berjalan mendekati pria yang tengah mengamuk itu, lalu mengulurkan tangan. "Mau ikut bekerja sama denganku?" tawar Kael singkat.

​Raja atau Kaisar, pada akhirnya mereka hanya menginginkan kekuasaan saja. Begitu yang Kael tahu selama ini. Namun, Kael tetap memanfaatkan kesempatan itu dan berterima kasih dalam hati. Berkat ambisi sang penguasa, kini ia bisa mendapatkan gelar Duke hanya dalam waktu tiga tahun. Hubungannya dan Kaisar pun semakin dekat seiring berjalannya waktu. Begitu pula dengan tugas-tugas barunya, di mana Kael beberapa kali ditunjuk langsung untuk mengawal Putra Mahkota Arken yang kondisi fisiknya terus memburuk.

​"Yang Mulia Putra Mahkota, saya ditugaskan untuk mengawal Anda ke tempat pengobatan," ucap Kael memberi hormat di depan kereta kuda istana.

Hubungan dekat dengan takhta kekaisaran tak lantas membuat Kael buta. Ia tahu posisinya masih rentan jika hanya mengandalkan otot di medan perang. Maka, di bawah bimbingan dan kerja sama taktis bersama Maxwell, Kael mulai menyusun strategi yang jauh lebih halus.

Dalam kurun waktu setengah tahun saja, ia berhasil membalikkan keadaan. Dengan kecerdasan Maxwell dalam membaca pergerakan sosial dan karisma dingin Kael, mereka berhasil membangun opini publik yang luar biasa baik. Citra Kael bertransformasi dari sekadar "Hantu Pedang" yang haus darah menjadi sosok pelindung kekaisaran yang bijaksana dan dicintai rakyat. Kepercayaan Kaisar pun kini telah berada sepenuhnya di dalam genggaman Kael.

​Setelah fondasi kekuasaan dan kepercayaan itu kokoh, tibalah saat yang paling Kael tunggu-tunggu selama empat tahun ini. Waktunya membalas budi dan membersihkan nama gadis yang selalu menghantui pikirannya.

​Fakta sebenarnya yang selama ini terkubur rapat di kediaman Vounwad akhirnya dikuak secara paksa ke permukaan. Kael mengajukan tuntutan resmi dan bersuara lantang di hadapan sidang agung kekaisaran mengenai kekejaman luar biasa yang dilakukan Duke Vounwad terhadap anak kandungnya sendiri, Luvya Vounwad. Dulu berita itu hanya rumor, tapi sekarang Kael membawanya menjadi berita resmi.

​Satu per satu, saksi kunci yang telah dikumpulkan Kael dan Maxwell selama bertahun-tahun dimunculkan ke ruang sidang, membuat para bangsawan yang hadir tidak bisa lagi memalingkan muka.

​Tuan Gogrid, salah satu mantan asisten kediaman Vounwad, maju dengan tangan bergetar namun tatapan penuh penyesalan. "Benar, Yang Mulia. Anak itu disiksa secara keji oleh ayahnya sendiri. Di balik dinding kastil yang megah, terjadi neraka bagi mendiang Nona Luvya. Dia bukan bidak Vounwad atas kejahatan melainkan korban," kesaksiannya menggema di ruang sidang yang mendadak sunyi senyap.

​Saksi lain melangkah maju, membawa sebuah kotak kayu berisi tumpukan berkas. "Ini bukti-bukti dokumen palsu mengenai hak waris, dan ini juga surat titah rahasia dari Duke untuk memanipulasi segala hal demi menyembunyikan keberadaan anak itu dari hukum kekaisaran."

​Puncaknya adalah ketika Willy, pelayan tua yang telah mengasuh Luvya dengan penuh kasih sayang sejak gadis itu masih kecil, berdiri di podium saksi. Begitu nama Luvya disebut, air matanya langsung tumpah tak terbendung.

​"Luvya yang malang..." tangis Willy pecah, suaranya yang parau menyayat hati siapa saja yang mendengarnya. "Aku tidak menyangka dia harus mengalami ketidakadilan sebesar ini. Selama ini kami di kediaman mengira dia telah tiada akibat serangan binatang buas saat dalam perjalanan menuju akademi. Ternyata berita itu palsu! Duke sengaja membuangnya! Dan yang lebih menyedihkan lagi, sekarang... sekarang setelah kebenaran terungkap, dia sudah benar-benar mati di gunung salju itu!" Willy terus menangis terisak-isak di persidangan, meratapi nasib malang sang nona muda yang ia kira telah tiada.

​Sidang agung itu gempar. Opini publik yang awalnya memandang sebelah mata langsung berbalik menjadi rasa iba dan kemarahan yang besar kepada mendiang Duke Vounwad. Pengadilan kekaisaran secara resmi menjatuhkan sanksi moral dan sejarah pada nama lama keluarga tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, Kael tahu noda terbesar yang berpotensi menghancurkan hidup Luvya adalah tuduhan keji mengenai pembunuhan Bapak Kuil Penitensi. Bagi masyarakat kekaisaran yang religius, membunuh seorang pemuka agama adalah dosa paling tak terampuni. Namun, alih-alih mencoba menyangkal pembunuhan itu dengan kebohongan, Kael memilih jalan yang jauh lebih mematikan. Ia menghancurkan reputasi sang Bapak hingga ke akarnya.

​Dalam kurun waktu dua bulan yang intens, Kael bergerak di bawah bayang-bayang. Ia mengerahkan seluruh jaringannya untuk mengorek rahasia tergelap yang disembunyikan di balik dinding kuil yang megah. Dan apa yang ia temukan sungguh mengerikan. Sang Bapak Kuil Penitensi yang diagungkan publik sebenarnya adalah seorang pemangsa berdarah dingin yang mengincar gadis-gadis muda tak berdaya.

​Kael mengumpulkan para korban yang selama ini bungkam karena ketakutan. Di hadapan sidang agung yang sakral, satu per satu gadis muda maju memberikan kesaksian yang menyayat hati.

​"Setiap malam dia datang ke kamarku dan mengelusku," ucap seorang gadis dengan suara gemetar, menyembunyikan wajahnya yang sembap.

​"Dia juga memintaku untuk melayaninya," sahut yang lain, tak sanggup melanjutkan kalimatnya karena tangis yang pecah.

​"Dia memukulku saat aku tidak mau menuruti nafsunya."

​Ungkapan demi ungkapan menyedihkan dari para korban mengalir tanpa henti, diperkuat dengan tumpukan bukti surat rahasia, dokumen transaksi tutup mulut, hingga catatan medis mengenai penganiayaan fisik yang mereka alami. Semua kejahatan rahasia ini sama sekali tidak diketahui oleh pihak Kuil, namun berhasil dipecahkan dan dipetakan dengan sangat rapi oleh Kael.

​Puncaknya, ruang sidang mendadak hening ketika seorang wanita muda melangkah maju sambil menggandeng seorang anak perempuan kecil. Sekilas, mereka berdua terlihat seperti kakak beradik karena sang wanita masih tampak begitu muda, namun kenyataan yang keluar dari mulutnya membuat seluruh ruangan terhenyak.

​"Aku hamil putriku bersama pria itu saat usiaku masih 14 tahun," ucap wanita itu, suaranya parau namun terdengar tegas di tengah keheningan yang mencekam.

​Ruangan sidang langsung gempar seketika.

​"Ini gila! Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Bapak Kuil?!" seru salah seorang bangsawan di kursi penonton.

"Bajingan!" seru publik yang mulai tersulut amarah.

"Keparat itu selama ini berhasil lolos dari hukum?!" kutuk yang lain dengan kepalan tangan terangkat.

​Wanita itu mengusap air matanya, menatap lurus ke arah hakim agung. "Saat aku hamil pertama kali, usiaku masih 13 tahun. Dua kali aku mengalami keguguran karena pria itu memaksaku untuk menggugurkan kandunganku dengan obat-obatan keji. Namun, pada kehamilan yang ketiga kalinya di usiaku yang ke-14, aku bertekad menyelamatkan bayiku dan berhasil kabur," jelas wanita itu sambil menangis terisak-isak, memeluk erat putri kecilnya.

​Atmosfer di dalam ruangan sidang mendadak terasa sangat panas. Rasa hormat publik terhadap Kuil Penitensi runtuh dalam sekejap, digantikan oleh kemarahan dan rasa jijik yang luar biasa terhadap mendiang Bapak Kuil.

​Dengan semua tumpukan bukti tak terbantahkan dan kesaksian yang mengerikan itu, narasi tentang kematian Sang Bapak Kuil berubah sepenuhnya. Di mata publik, tindakan apa pun yang terjadi di puncak gunung itu bukan lagi sebuah pembunuhan berencana yang keji, melainkan sebuah hukuman moral yang memang pantas diterima oleh seorang monster berkedok suci.

​Nama Luvya bersih sepenuhnya. Di atas kertas dan di dalam opini masyarakat, ia bukan lagi seorang kriminal, melainkan sosok yang secara tidak langsung telah mengakhiri penderitaan banyak jiwa yang tak berdosa.

​Namun, meskipun sorak-sorai kemenangan hukum berada di pihaknya, Kael yang duduk di sudut ruangan tidak merasakan kelegaan sedikit pun di hatinya. Tatapannya tetap kosong dan dingin, lurus menatap dokumen-dokumen di tangannya. Nama Luvya memang sudah bersih di ibu kota, tapi raga gadis itu masih belum ada di sisinya.

​"Bagaimana keadaanmu sekarang, Luvya?" gumam Kael pelan kepada dirinya sendiri, sebuah bisikan penuh kerinduan yang langsung tertelan oleh riuhnya suara kutukan publik di dalam ruang sidang.

1
Lauren Florin Lesusien
masa ini luvy udh 2 kali kehidupan mudah duhasut trhur💀
Rembulan Pagi: engga kokk, luvya langsung sadar kok ada yang aneh, nanti dia pura-pura makan umpan🤭
total 1 replies
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik..
kiu kiu
lucius teramat berambisi...jgn pernah mau luvya.istana bukan tempat yg nyaman utkmu luvya...
kiu kiu
hauo loh...si kael mulai bereaksi matanya mulai menajam...seolah olah luvya nggk boleh di sentuh siapapun...
za za
semangat thor ceritamu bagus
za za
cerita menarik
penulisannya sangat bagus
jayyyiee
cepet update ya thor
kiu kiu
lanjut thor....semangat berkarya...
za za
makin penasaran.
jayyyiee
malu maluin sumpah
ojaa.
menye-menye bet dah karakternya
Rembulan Pagi: kalau tidak suka, tidak usah berkomentar dan out saja dari ceritanya😍 toh masih ada banyak karya yang tidak menye-menye yang bisa kakaknya baca
total 2 replies
kiu kiu
lanjutkan thor...apakah luvya akan mengeluarkan kekuatannya...ketika dlm keadaan genting..klu bisa jangan thor.ingat pesan profesor hedelon
kiu kiu
arken ini tk tau terima kasih ya udah di tolong dari racun.masih saja membenci luvya.dan ak rasa luvya tk pernah jujur kepada arken.bagaimna kisah hidupnyabersama luvya.kenpa si author bikin cerita kesengsaraan bagi luvya.
kiu kiu
si profesor nggk tau malu datang hanya ingin mengacaukan pikiran luvya.kasihan luvya.lebih baik keluar dari negeri itu dan asuk ke kerajaan lain..
kiu kiu
kpn updatenya thor..
Fatimah Ima
lanjuuttt thor aku suja ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semangat..💪💪
kiu kiu
kurang ajar ini si lucius...apa thor emang menginginkan lucius jadi pria jahat utk luvya.klupun dia jahat pasti memanfaatkan luvya.kasihan dong thor si luvya tak pernah mendapat kebahagiaaan...
kiu kiu
lanjutkan thor... klupun kael sangat menyayangi luvya.dia tidak akan ragu utk melindunginya.
lexxa
apa kael tau tentang kehidupan sebelumny?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!