NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siapa ayahku, ma?

Sore itu, Farah menutup tokonya lebih awal. melihat anak-anak yang tampak kelelahan.

Anaya tidur pulas di kursi panjang dekat jendela setelah seharian bermain tepung. Sementara angkasa duduk di lantai bersama Farah, membantu menata kotak-kotak kue kecil.

Dimas sudah pulang sejak tadi karna ada urusan.

setelah beberes mereka pun pulang kerumah. rumah Farah ada di belakang toko nya. Dia sudah tidak tinggal dirumah nenek. Ia membeli toko itu bersama dengan rumahnya. sehingga membuat nya mudah memantau si kecil.

Angkasa sudah mandi, minum susu, dan siap untuk tidur karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.

angkasa sudah tidur setelah Farah membacakan dongeng untuknya. sedangkan Anaya terbangun dari tidurnya.

"Eh sayang, udah bangun?" tanya Farah lembut.

Anaya mengucek matanya, "Mama, ini jam belapa? Kenapa cudah geyap?" tanyanya.

Farah tersenyum gemas, "Ini sudah jam delapan malam sayang,"

Seketika bola matanya membulat, "Napa mama Ndak bangunin, acu? Kan acu Lom mandi?" ujarnya.

Farah terkekeh kecil, lalu menoel hidung mungil putrinya. "Bagaimana mama tega bangunin putri tidur ini. Dia sangat nyenyak,"

"Anak gadis tuh ndak Boyeh kalau Ndak mandi. jolok,"

Farah embawa badan gempal Anaya duduk di pangkuan nya. "Hm... Benarkah?"

Anaya mengangguk kan kepalanya.

"Tapi ini sudah malam, tidak Bagus mandi malam. Nanti tulang-tulang badannya rusak,"

Mendengar tulang badannya rusak bocah mungil itu bergidik. "Benalkah cepelti itu?" Ia mendongak menatap Farah.

Farah mengangguk mantap, menyakinkan Putrinya.

"Kalau gitu, Aya mau mimik cucu aja deh." Pinta nya.

"Baiklah, Aya tunggu disini sebentar ya. Jangan ribut... Abang sudah tidur," Ujar Farah.

"Oke," Suaranya hampir berbisik membuat Farah gemas.

Ia segera menuju dapur untuk membuatkan susu. Sementara Anaya membuka tablet menonton kartun Berbie kesukaan nya.

Ketika Anaya sedang menyusu, hening pelan mengisi ruangan.

"Ma," Panggil Anaya setelah menghabiskan susu nya.

Farah menoleh, "Ya, sayang."

Anaya mengigit bibir bawahnya seolah sedang mengumpulkan keberanian.

"Aya... Boyeh tanya cecuatu?" tanyanya sedikit tahu.

Farah menyipitkan matanya, tidak biasnya putrinya seperti ini. "Tentu boleh," jawab Farah duduk di sampingnya. "Aya mau tanya apa, sayang?"

Anaya mendongak menatapnya, "Ma, kita punya paman Imas kan?"

Farah mengangguk pelan, "Iya, paman Dimas sayang banget sama kalian."

"Telus... kalau papa? Apa kita punya papa kaya olang-olang?" tanya nya.

Farah terdiam.

Pertanyaan itu suatu hari nanti pasti akan muncul dari anak-anak. Tapi, Farah tidak menyangka akan secepat ini.

Farah menarik nafas dalam-dalam, menormalkan detak jantungnya.

"Kenapa tiba-tiba tanya begitu, sayang?"

Anaya memainkan jari-jarinya, "Di taman, teman-teman Aya bilang meleka punya papa yang selalu menemani meleka bermain." Ia menundukkan kepalanya, "Tapi... Aya cama angkaca celalu ditemani paman, bukan papa."

Seketika dada Farah terasa seperti di remas.

Anaya menatap ibunya dengan sorot mata yang polos dan jujur sekali.

"Papa acu ciapa, ma? Kenapa papa Ndak pelnah datang temuin kita? Apa kita ada buat calah cehingga papa Ndak mau temui kita?"

Farah menarik putrinya kepangkuannya, memeluknya erat. Seolah ingin melindunginya dari dunia.

"Aya, sayang...Kamu ngak salah apa-apa, kamu dan angkasa tidak kurang apapun."

"Tapi papa kenapa Ndak ada?"

Farah menutup sejenak, mengatur nafas. Ia tidak ingin membiarkan putrinya merasa di bohongi.

Tapi... Secara bersamaan pula, ia tidak ingin luka lama itu menetas pada anak-anaknya.

"Papa kalian... tidak bersama kita," ucap Farah pelan. "Tapi mama janji, mama akan selalu sayang sama kalian. Dan mama akan jaga kalian apapun yang terjadi."

Anaya memeluk Farah semakin kuat, "Tapi... Apa papa Ndak cayang cama acu?"

Hati Farah terenyuh, pertanyaan itu seperti pisau.

Farah mengusap lembut rambut Anaya, suaranya hampir bergetar.

"Bukan begitu sayang... Papa pasti sangat sayang sama aya juga angkasa. Namum, ada orang yang tidak bisa tinggal. Tapi itu bukan salah kamu. Kalian itu anak-anak mama yang baik sekali."

Anaya mengangguk kecil meski matanya mulai berkaca-kaca.

"Telus... Apa paman Dimas bica jadi papa kita?"

Farah tersentak ketika mendengar pertanyaan itu.

Anaya melanjutkan dengan polos, "Paman baik, cuka bantuin mama. Dan cayang sama acu dan bang angkaca."

Farah memeluk putrinya, "Mama sama paman itu sepupu, sayang. kita adalah keluarga." ucapnya memberi pengertian pada putrinya.

Anaya menyandarkan kepalanya di dada ibunya. "Hm... Baiklah, kalau mama bahagia acu juga bahagia." Ia tersenyum menatap Farah.

Farah Tersenyum haru, ia menahan air mata. Anak sekecil itu tidak menyadari betapa dewasanya kata-kata itu.

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!