NovelToon NovelToon
Love Milestone

Love Milestone

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:42.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Normalitasari

Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.

Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.

Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku

Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?

Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepatu Baru

"Rob, sabar ya," kata Surya.

"Iya , Sur. Gue berusaha berlapang dada. Thanks ya," kata Robin.

"Btw mana ini cewe-cewe ?" tanya Robin.

"Iya nih. Kita tunggu aja," kata Surya.

10 minutes later...

"Tau engga , dari tadi kita udah bisa tawaf sama wukuf di Arafah.." kata Rifat.

"Hallo, kalian umroh kah?" kata Robin menelpon Mirna.

"Otewe, Mas!" sahut cewe-cewe.

"Tahu gak sis? Saat kalian bilang otewe, temen kalian ini sudah membusuk di TKP sedari tadi," kata Rifat kecewek-cewekan.

Anak-anak tertawa.

"Kami tadi nungguin Brilla mas!" kata Mirna.

"Tunggu aja di situ! Kami sudah di parkiran." teriak Nila. TUTTTT..TUTTT..TUTTT...TUUUT..

Sambungan terputus...

"Itu mereka," kata Surya.

Robin melempari buntilan-buntilan kertas kecil ke badan Mirna.

"Mas Robin apaan sih?!!" Mirna kesal.

"Hey, lu Robin..sembarangan ente melempar jumroh," sahut Rifat langsung nyolot.

HAHAHHHAAAHAAA... Anak-anak tertawa.

"Apa aku ini setan bagimu? HUFTTT!" tanya Mirna tampak kesal.

"Eh, sudah jalan ayo jangan bertengkar.." kata Surya mengalihkan.

"Kemana kita?" tanya Brilla ke Robin.

"Beli choco milk dulu!" kata Nila.

"Ayo..ayo..." sahut Mirna.

"Boleh juga," kata Surya.

Mirna tersenyum melihat ke arah Surya.

"Mirna dan Surya beli chocomilk kita beli tiket nonton aja. Jadi kita tunggu ke lantai 4. Kita nonton action aja guys. Kali ini gue yang traktir chocomilknya," kata Robin.

"Horeee!!" jawab yang lain.

Robin sengaja memberikan waktu berdua untuk Mirna dan Surya.

GDBUKKKK!

Tiba-tiba Mirna terserimpet sepatu sandal.

"Wahhh..sendal gue kok jadi mangap gini ya. Hahahhahhh," kata Mirna.

"Perlu beli baru tu sis mumpung di sini," kata Nila.

"Nanti ikut cari sendal ya Mas Surya?" kata Mirna.

"Iya, nanti kita cari," kata Surya

Lalu mereka berpencar.

"Eh lihat deh sebelah sana tempat makan kita pertama jalan dulu," kata Surya menunjuk ke arah sudut.

"Iya dari sana kelihatan kota Jakarta yang glamour dan romantis," kata Mirna.

"Nah, sampai kita," kata Robin.

Lalu Robin memesan minuman sebanyak 6 cup.

"Hallo, Rob. Sudah dapet film?" tanya Surya.

"Sudah bro. Masih 30 menit lagi kita. Santai aja," kata Robin.

Ia sengaja memilih film yang tayang jam setengah 9.

"Ini pak pesanannya total 180 ribu," kata waitressnya.

"Terimakasih bapak & ibu," kata mbaknya.

"Sama-sama," kata Surya setelah membayarkan uangnya.

"Ayo!" kata Surya.

"Eskalatornya sebelah sana," kata Mirna.

"Kita cari sendal buat kamu dulu," kata Surya.

"Tapi toko sendal di atas," tanya Mirna.

"Di sini juga ada, bagus lagi," kata Surya.

"Baiklah," kata Mirna.

Ia mengikuti Surya. Sampailah di sebuah toko sepatu ternama.

"Wah, kalau di sini mahal-mahal," bisik Mirna dalam hati.

"Saya juga mau cari sepatu," kata Surya.

"Oh, mas Surya mau yang mana?" tanya Mirna.

"Yang ini bagus deh," kata Surya.

"Iya bagus banget. Harganya 475 k," kata Mirna.

"Mahal ya," bisik Mirna ke Surya.

"Engga juga sih.." jawab Surya.

"Berapa ukuran sepatu Mirna?" tanya Surya.

"37," jawab Mirna.

"Mba ukuran 37 yang seperti ini ada?" tanya Surya.

"Ada, Pak," kata pelayannya.

"Tolonh ambilkan ya mba," kata Surya.

"Baik, Pak," kata pelayan toko.

"Tapi itu mahal, mas. Mirna mau cari sendal biasa aja," kata Surya.

"Ssssstt! minum aja dulu. Saya yang akan ambil," kata Surya.

"Tap.." lalu Surya tersenyum menyuruhnya diam.

" Maaf ya, saya lepas sendal kamu," kata Surya memakaikan sepatu itu di kaki Mirna.

"Kaki kamu mungil sekali ya Mir," kata Surya.

"Iya nih. Raksasa kaki sampeyan, Mas," kata Mirna. Keduanya tersenyum.

"Bagaimana? Pas atau kekecilan," tanya Surya.

"Pas.Nyaman.." kata Mirna.

"Saya mau ini sama yang tadi," kata Surya.

"Baik, Pak. Silahkan membayar ke meja kasir," kata pelayan toko.

"Terima kasih ya, Mas Surya baik banget. Jadi merepotkan," kata Mirna.

"Anytime. Jangan dipikirkan ya. I am a rich man!" jawab Surya sambil bercanda.

Mirna tersenyum ke arah Surya.

Surya memakai lngsung sepatu itu. Lalu memasukkan sendal lama ke kardus. Kemudian mereka ke gedung bioskop.

"Wah..belanja mereka guys, mereka!" kata Rifat.

"Hmmmm... aku mencium aroma-aroma surgawi.." kata Rifat mencurigai.

"Apa sih!" kata Surya.

"Woaahhhh..itu sepatu couple?" tanya Robin

"Woahhhhhh.." kata Nila dan Brilla.

"Kalian jadian?" tanya Brilla.

Surya dan Mirna tersenyum.

"Kebetulan tadi Mirna cari sepatu dan kami tertarik pada style bagus. Apa boleh buat," kata Surya.

"Woahhh..itu harganya lumayan," kata Rifat yang sudah pengalaman dengan brand dan harga sepatu.

"Minum dulu kita," kata Brilla.

Beberapa saat kemudian studio 7 tempat mereka telah dibuka.

Robin membagikan tiketnya. Tentu saja ia juga mengatur tempat duduk Mirna dan Surya agar berdekatan.

"Mas Rifat," bisik Brilla. Ia menukar kursi Rifat dengannya. Ia ingin duduk di samping Robin.

"Eh, apaan sih, mak nyak?!" kata Rifat heran.

"Kek kutil deh, nempel terus.." kata Rifat.

Nila , Mirna , dan Surya ketawa.

Tiba-tiba Nila merebut tiket itu lalu ditukar dengan milik Nila.

"Apasih, Nila!" Brila terkejut.

"Kalian ini ga jelas🙄," kata Rifat.

"Kek rantai makanan yang gagal😏😪!" tukasnya.

Nila dan Brilla menatap tajam ke arah Rifat.

"😂 Kenapa bisa begitu?" tanya Mirna ketawa

"Eh, ampun.. ampun.. deh, gue keceplosan," kata Rifat ke mereka.

"Kalian berebut Robin, tapi dianya ga bereaksi sama sekali jadi kan krikkk..krikk..krikk..gimana gitu😅," jawab Rifat.

"Eh, ayo foto dulu!" ajak Surya.

"Cheeez.." bisik Mirna.

"Ikutan dong," kata Robin.

"Boomerang kalian berdua ya," kata Robin.

"Jangan diupload," kata Surya.

"Aman bro.." sahut Robin.

"Kalian tahu kan, bisa heboh satu PT," kata Rifat nyolot.

"Betul sekali," sahut Nila.

Lalu semua ikutan foto.

"Masuk sudah ayo!" kata Robin.

2 jam kemudian...

"Seru ya tadi filmnya.." kata Robin.

"Syukurlah mas Robin menikmati filmnya." kata Nila.

"Thank's ya guys..." kata Robin.

"Sama-sama. Seenggaknya mas Robin ga sedih lagi," kata Brilla.

"Ga tau deh kalau sendiri. Ehm," kata Mirna.

"Apaan sih.. gue maunya kalian tetep di sini terus. Tapi gak mungkin deh," kata Robin.

"Penjaga mall dong kita," kata Rifat.

"Bukan gitu juga.. sama-sama terus biar happy," kata Robin.

"Nanti kita atur jadwal lagi ya kan Mas Sur," kata Rifat.

"Boleh juga," kata Surya.

"Sebenarnya kita menangin ESP ," kata Rifat.

"Serius?" tanya Robin.

"Iya," kata Surya.

"Hanya saja pengukuhannya besok pagi," kata Surya.

"Yaaaaayyyyy! Alhamdulillah," sorak mereka.

"Ayo kita ucapin selamat dulu ke mas-mas ini.. Yuhu..congratulation broooh...!" kata Robin.

Satu per satu memberi ucapan selamat.

"Jadi?" tanya Mirna.

"Jadi, senin depan kami berangkat ke Singapura. Di sana kami satu minggu. Minggu sore kita balik ke Jekardahhh.." kata Surya dengan ekspresi gembira.

"Biasa aja kali Jakarta," kata Mirna tertawa.

"Jekardahhhhh.." Rifat mengulangi kata-kata Surya.

"Tadi pengumuman keluarnya jam 4 sore. Besok adalah penyerahan hadiah secara simbolis," kata Surya.

"Pantas Mas Surya belanja malam ini," kata Robin tersenyum. Lalu Robin menginjak kaki Mirna pelan.

"Ngaku hayoo ngaku... aku udah lihat semuanya pas di loker 211," bisik Robin.

"Apa sih?" kata Mirna malu-malu.

"Jangan-jangan sepatu Mirna ini traktiran. Ehm." kata Nila.

"Apasih.." kata Surya.

"Wah keren ya kalau sampai traktiran. Aku juga mau," kata Brilla.

Brilla mulai menaruh curiga tentang kedekatan Mirna dan Surya. Akan tetapi ia berpikir bahwa tidak mungkin sosok Pak Surya akan memilih Mirna. Tidak masuk akal pikirnya dalam hati.

"Heh, mikir lo kepanjangan. Ayo jalan," kata Nila.

"ckkk," Brilla berdecak kesal.

"Udah malam. Ayo pulang," kata Robin.

"Hati-hati pulangnya guys, cewe-cewe ingat..hati-hati. Eh, kita kawal aja mereka sampai kosan. Kasihan," kata Robin.

"Setuju," sahut Brilla.

Akhirnya mereka mengawal cewe-cewe itu sampai rumah.

Dari Surya kita belajar bahwa orang yang mencintaimu akan selalu memberikan yang terbaik tanpa kamu harus meminta.

Dari mereka kita belajar kesetia kawanan. Saat kawan kita bersedih di situlah kehadiran kita bisa mengurangi kesedihannya.

Banyak orang mengutarakan cinta tapi lupa cara memberi perlakuan terbaik.😉

1
Vivi Cicilia Tanaya
Akhirnya Mirna menikah dengan Surya....
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
L_light: Hello, assalamu'alaikum sist Vivi.. aku mau ngasih tahu ke kamu kalau novel kedua aku udah rilis berjudul The Rain is Pouring😍
total 2 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semoga si Surya bisa tegas sama Berlian...
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
L_light: Harapannya mas Surya bisa tegas, tetapi kita tidak tahu apa yang ada dipikiran Surya. Yukk kita tunggu next episodenya ya sist.

Terima kasih atas kritik, saran ,dan dukunganmu ya sist Vivi Cicilia Tanaya😊🙏😍😍
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Keren kasus terpecahkan semua....
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Ayu Pertiwi
hai kakak author "Suamiku brondong" hadir menyapa
Ayu Pertiwi: hallo juga kakak
total 2 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semoga Ruumi selamat ya thor...
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
L_light: Betul. Terima kasih atas dukungan dan harapan-harapan baiknya dear Vivi Cicilia Tanaya.🙏😍
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Wah wah.... semoga Mirna dan teman-teman baik-baik saja.
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
L_light: Aku terharu.. terima kasih banyak Sist Vivi Cicilia Tanaya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan untuk kamu sekeluarga ya😍🙏
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semakin menarik cerita Mirna nya...
Semangat ya thor....
L_light: Masya Allah Tabarakallah, terima kasih banyak sissy Vivi Cicilia Tanaya😍🤗🙏
total 1 replies
Fransisca Dj
kapan up
L_light: Sudah up ya sis.. terima kasih atas dukungan & kesabarannya menanti😊
total 1 replies
Anita Jenius
Hadir kak..
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
L_light: Terima kasih Anita🌺🌺🌺
total 1 replies
Anita Jenius
Hadir kak..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
L_light: Thankyou Anita😊
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Sedih liat Mirna nya...
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍
L_light: Aamiin.. thankyou sis Vivi😊
total 1 replies
Lusi Handayani
semangat 😇
Lusi Handayani
lanjut 😇
Lusi Handayani
semangat 😇
Lusi Handayani
dukung aku juga ya kak😇
Lusi Handayani
up!!
Lusi Handayani
semangat
Lusi Handayani
karya kk lenny selalu bikin penasaran, semangat terus kak. Dan buat pembaca jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak Buat karya kak lenny.😇
L_light: Terima kasih Lusi. Kamu juga semangat ya!!
total 1 replies
Lusi Handayani
buat temen-temen mampir juga dikarya aku yaa😇
Lusi Handayani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!