Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Kedatangan Tante Nurul
"Athar..maaf tapi ada hal yang harus Tante bicarakan dengan Mina, hanya empat mata, nggak pa pa kan," pinta Tante Nurul pada Athar.
"Iya tan, silahkan. saya ke atas dulu," jawab Athar, lalu ia segera meninggalkan Mina dan tantenya.
Buru-buru Tante Mina mendekatkan wajahnya ke Mina. "Hentikan semua rencana buruk kamu sama Maya, Tante udah tau semuanya, Tante baca chat wa kamu sama Maya kemarin,tolong..jangan ikuti jalan yang salah," tegas Tante Nurul ke telinga Mina, ia tampak hati hati karena khawatir athar mendengarnya.
Mina tak bisa mengelak lagi, kini Tante Nurul telah mengetahui semuanya. "Maafin aku tan, tapi aku harus melakukan ini," tegas Mina, ia tak berubah pikiran sama sekali.
"Mina..balas dendam itu tidak dibenarkan dalam Islam, ini bukan mina yang Tante kenal, Mina yang Tante kenal hatinya baik, tapi kenapa kamu berubah nak," Tante Nurul tampak kecewa pada Mina, ia bahkan tak bisa mengenali sifat Mina yang berubah drastis setelah beberapa tahun bersama Maya.
"Iya Tante benar, aku bukan Mina yang dulu lagi, Mina yang sekarang bukan wanita bodoh yang selalu di sakiti seperti dulu," tegas Mina.
"Apa kamu bisa bahagia dengan balas dendam?"
"Iya tentu,"
"Nggak..kamu bohong Mina, orang yang membalas dendam pasti hari-harinya tak ada ketenangan,"
"Terus..maksud Tante aku harus selalu memendam rasa sakit ku, selalu sabar kalau dia nanti menyiksaku lagi, Tante..ada saatnya aku berhenti dari kesabaran ku," tegas Mina dengan sungguh-sungguh.
Tante Nurul tak tau harus berkata apa lagi, ia benar-benar terkejut dengan sifat keras Mina yang tak sesuai dengan Mina yang dulu lemah lembut.
"Tante benar-benar nggak kenal lagi dengan kamu yang sekarang, Tante kecewa sama kamu,"
"Maafin aku tan, ini demi kebaikan,"
"Kebaikan apanya Mina..kamu mempermainkan hidup dan mati seseorang, apa apa aja yang udah kamu lakuin sama Athar?"
"Nggak, aku nggak ngapa-ngapain dia, aku cuma ingin dia merasakan rasa sakit yang pernah aku rasakan, udah itu doang kok Tan, aku nggak akan bunuh dia,"
"Astaghfirullah Mina..apa yang kamu lakukan ini sangat dibenci oleh Allah, sadarlah Mina..maafkan Athar, lupakan masa lalu itu, kita tidak berhak memvonisnya sebagai seseorang yang buruk karena kita tidak pernah tau jika ternyata Allah telah mengampuni dosa dosanya," jelas Tante Nurul, ia berusaha keras untuk mengubah pemikiran Mina.
"Terserah Tante mau menganggap aku apa, aku akan tetap membalaskan dendam ku," tegas Mina yang masih kukuh dengan pendiriannya.
"Tante nggak akan biarin itu, mulai sekarang Tante akan tinggal di sini, Tante akan mengawasi kamu," ucap Tante Nurul dengan serius, kali ini ia harus bertindak tegas agar Mina tidak menyimpang.
"Nggak bisa gitu dong Tan,"
"Kenapa nggak bisa, nggak ada yang bisa larang Tante,"
"Athar pasti keberatan," ucap Mina memberikan alasan.
"Athar.." Tante Nurul memanggil Athar dengan nada yang cukup keras.
Antar buru-buru turun untuk menemuinya. "Iya ada apa Tante," tanya Athar, kini ia telah duduk di hadapan Mina dan Tante Nurul.
"Apa boleh Tante tinggal di sini untuk sementara,Tante akhir akhir ini selalu kesepian di rumah, Tante nggak bisa jauh dari Mina," tutur Nurul.
"Oh iya nggak pa pa Tante, malah aku senang kok, lagi pula rumah ini terlalu luas untuk aku dan Mina, kami pasti senang kalau rumah makin rame," Athar tampak tidak keberatan dengan permintaan Tante Nurul.
Kini tak ada alasan lagi bagi Mina karena Athar telah mengizinkan Tante Nurul untuk tinggal bersama dengan mereka. Mina semakin khawatir jika hari harinya akan semakin sulit karena selalu di awasi tantenya.
...******...
Mina terkejut melihat angkot berhenti di depan rumah. Ternyata Tante Nurul memang telah merencanakan untuk tinggal bersama Mina.
Athar tampak antusias membantu mengangkat barang barang Tante Nurul. "Barangnya lumayan banyak juga ya Tan," ucap Athar sembari mengangkat tas besar beserta koper.
"Kenapa? kamu nggak suka kalau Tante tinggal lama lama di sini?"
"Nggak kok Tante, Tante jangan salah faham gitu dong, justru aku senang kok," ucap Athar, ia melanjutkan mengangkat barang barang itu.
"Kayaknya ini emang rencana Tante Nurul deh," batin Mina yang semakin khawatir karena Tante Nurul akan selalu menggagalkan usaha Mina.
...****...
Tante Nurul melihat Mina masuk ke kamar yang berbeda dengan kamar yang di masuki Athar tadi.
"Mina.. Athar ..." panggil Tante Nurul.
"Apa lagi Tan," Mina datang dengan wajahnya yang kurang elok di pandang.
"Iya ada apa Tante.." Athar menemui Tante Nurul bersamaan dengan Mina.
"Ini maksudnya apa? kok kamar kalian pisah pisah gitu, pindah cepat!"
"Tante..aku.."
"Nggak ada alasan apa pun, cepat pindah," tegas Tante Nurul, ia tak habis pikir melihat suasana rumah tangga Athar yang amat kacau.
Mina menghela nafas dalam-dalam, mencoba menahan rasa geramnya dengan perintah Tante Nurul yang mempersulit dirinya.
Dengan wajah masam Mina mengambil sebagian barang pentingnya, dan memindahkan itu ke kamar Athar.
Di kamar Athar,,
Athar tampak menahan senyumnya melihat Mina yang memindahkan barangnya dengan wajah masam. Mina merasa kesal dengan kedatangan tantenya, hari harinya kini akan semakin sulit.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Athar yang kini berdiri di hadapan Mina, ekspresi wajah nya seolah menertawai Mina.
"Nggak perlu!" cetus Mina sambil menginjak kaki Athar sebelum ia keluar. Ia sengaja melampiaskan rasa kesalnya.
"Astaghfirullah..Mina," ucap Athar dengan nada berat menahan rasa sakit di jari kakinya.
...****...
Malam hari,
Mina tak akan mau tidur di ranjang yang sama dengan Athar. Dan Athar pun mengerti itu.
"Kalau kamu tidak ingin tidur di samping ku, nggak pa pa, biar aku yang tidur di sofa, kamu tidur di sini ya," ucap Athar mempersilahkan Mina tidur di tempat tidur miliknya.
"Baguslah, ternyata kamu pengertian juga," Mina langsung merebahkan tubuhnya di kasur itu.
Athar pun berbaring di sofa, ia mencoba tidur sembari menatap Mina.
Mina tertidur lelap. Dan lagi-lagi mimpi buruk mengganggu tidurnya.
Dalam mimpinya ia melihat Athar dan teman-temannya yang mendorong Mina ke kolam di rumah Athar. Padahal jelas jelas Mina tidak pandai berenang.
Mina terjatuh dan hampir tenggelam di kolam, sesekali ia mencoba melambaikan tangan dan meminta tolong.
"Tolong..Tolong..tolong aku.." ucap Mina dalam mimpinya. Ia tampak berkeringat menghadapi mimpi buruk itu. Air mata membasahi pipinya.
Suara minta tolong terdengar di telinga Athar hingga ia terbangun.
"Mina kamu kenapa.." ucap Athar membangunkan Mina dari mimpi buruknya.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..