NovelToon NovelToon
JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Selingkuh / Tamat
Popularitas:764.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Apri Ana

Hanya demi sebuah ponsel keluaran terbaru, Amina rela menjual dirinya pada Alka, anak dari majikan ibunya.
Amina pikir cukup sekali tapi tidak untuk Alka.

Alka tidak melepaskan Amina, tidak akan pernah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Rania memasuki kamarnya lalu menangis disana. Sepanjang perjalanan pulang Ia menahan dirinya agar tidak menangis namun akhirnya Ia tak tahan dan menangis dikamar.

Rania benar benar tak menyangka jika Alka bisa sejahat itu padanya.

"Mengembalikan? Bagaimana bisa Mas Alka meminta ponsel itu padahal aku sudah bersusah susah menipu Amina!" umpat Rania lalu kembali menangis.

Rania beranjak dari ranjangnya, Ia mengambil dus ponsel lalu memasukan ponselnya disana karena nanti sore Ia akan menyerahkan ponselnya pada Alka.

Padahal seharusnya Ia mendapatkan ponsel yang sama untuk diberikan pada kekasih yang sangat Ia cintai namun bukannya mendapatkan apa yang Ia inginkan, Rania malah kehilangan ponsel yang baru beberapa bulan Ia miliki itu.

"Ck, benar benar menyebalkan!" umpat Rania lagi.

Dan sore harinya, Rania terlihat menunggu Alka ditaman perumahan karena Alka meminta Rania menunggu disana.

"Anak pintar." ucap Alka saat Rania menyerahkan ponselnya.

"Apa Mas Alka suka Amina?" tanya Rania yang langsung membuat Alka gugup.

"Tidak, aku melakukan ini karena aku tidak ingin kau menjadi orang jahat!" balas Alka.

Rania tersenyum sinis, "Jahat atau tidak itu bukan urusan Mas Alka!"

"Tentu saja urusanku karena kau adik ku!"

"Jangan menganggapku seperti itu sementara kau saja sejahat ini padaku." kata Rania menatap Alka tajam.

"Sudahlah terserah kau saja, aku hanya ingin mengingatkanmu lagi jangan sering melakukan hubungan haram itu dengan kekasihmu, aku tidak ingin kau menyesal nanti." nasehat Alka.

"Urus saja hidup Mas Alka sendiri jangan mengurusi hidupku!"

Alka menghela nafas panjang, "Baiklah, aku akan pulang sekarang."

Alka kembali memasuki mobilnya meninggalkan Rania yang masih terlihat sangat marah padanya.

"Aku akan membalasmu mas, aku pasti akan membalasmu!" ucap Rania setelah mobil Alka melaju meninggalkan taman.

Sementara didalam mobil, Alka tersenyum puas karena bisa mendapatkan ponsel yang seharusnya dimiliki oleh Amina.

Alka memang berencana memberikan ponsel itu pada Amina karena memang ini milik Amina.

"Kenapa kamu bisa sebaik itu, menjual dirimu hanya karena menuruti permintaan orang yang bahkan menipumu." gumam Alka memandangi dus ponsel yang kini Ia simpan di dalam dashboard.

Alka keluar dari mobil, memasuki rumah dan lagi lagi melihat Mamanya berbincang ria dengan seorang gadis cantik yang mengenakan hijab.

"Nah itu anaknya sudah datang." suara Wina terdengar membuat perasaan Alka tidak enak karena tahu jika Mamanya pasti akan menjodohkan dirinya dengan gadis itu.

"Alka sini..." panggil Wina.

Alka menurut saja, mendekati Mamanya dan duduk disamping Mamanya.

"Kenalin ini Anisa anaknya temen Mama." kata Wina sambil mengedipkan mata pada Alka.

Alka mengangguk, tahu maksud Mamanya dan langsung mengulurkan tangannya gadis cantik berhijab itu.

Namun saat Anisa ingin meraih tangan Alka tiba tiba Alka menyeletuk , "Eh iya, cewek soleha kan nggak sentuhan fisik ya."

Anisa terkejut dan langsung menarik kembali tangannya.

"Kamu ini apa apaan sih!" Sentak Wina sambil melototi Alka.

"Eh la emang biasanya gitu Ma, cewek kalau berhijab kan auranya adem gitu nggak mau nyentuh cowok yang belum mahromnya." balas Alka.

"Mas Alka bener kok tante, biasanya Anisa juga nggak pernah deket sama cowok jadi nggak pernah sentuhan juga." ungkap Anisa membuat Wina tersenyum lebar merasa sangat kagum.

"Beneran calon istri idaman banget ya kalau gitu." ucap Wina yang langsung diangguki oleh Anisa.

Alka merasa muak dengan obrolan Mamanya dan Anisa, Ia bangkit dari duduknya berniat pergi dari sana.

"Mau mandi dulu ya Ma."

"Buruan, jangan lama lama soalnya abis ini mau makan malam bareng."

"Iya iya Ma." balas Alka lalu pergi ke atas kamarnya.

"Dimaklumi aja ya cantik, si Alka kalau ngomong suka ceplas ceplos." kata Wina pada Anisa.

"Iya tante, nggak apa apa."

"Alka ganteng nggak nih?" tanya Wina pada Anisa.

"Ganteng kok." balas Anisa lalu tersipu malu.

Wina tersenyum, "Cocok nih sama kamu yang cantik dan soleha."

Anisa mengangguk, "Saya mah ngikut aja tante, kalau bisa lebih cepat lebih baik soalnya takut keduluan yang lain."

Wina terkejut, "Memang udah ada yang nglamar?"

"Banyak tante, tapi masih bingung mau milih yang mana."

Wina mengangguk paham, "Nanti Tante suruh Alka buat cepet cepet nglamar kamu." kata Wina.

Anisa mengangguk dan tersenyum senang.

Satu jam lamanya, akhirnya Alka turun ke bawah untuk makan malam bersama.

"Kamu kok mandinya lama banget, nggak enak udah ditungguin sama Anisa juga!" omel Wina pada Alka.

"Nggak apa apa tante, nggak perlu marah." kata Anisa.

Alka terlihat cuek, menyeret kursi lalu duduk melihat ke meja makan yang sudah penuh dengan berbagai macam lauk pauk.

"Nggak nunggu Papa dulu?" tanya Alka melihat kursi Papanya masih kosong.

"Nggak usah, Papa kamu lembur sampai malam." balas Wina, "Kita mulai makan malam sekarang aja."

Alka mengangguk dan segera mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk.

"Ini yang masak Anisa?" tanya Alka ditengah kunyahannya.

"Iya tadi ini dibawain sama Anisa." balas Wina.

Alka mengerutkan keningnya, "Tumben Mama nggak bawel. Biasaya Mama udah bawel muji muji sampai ke langit." cibir Alka.

"Ck, nggak dibolehin sama Anisa, katanya bikin sombong."

"Iya mas bener, aku nggak pengen tante terlalu memuji aku." ungkap Anisa.

Alka menatap ke arah Anisa, Ia langsung menganggukan kepalanya paham.

Selesai makan malam, Alka diminta untuk mengantar Anisa pulang.

"Maaf ya mas jadi ngrepotin mas." ucap Anisa saat keduanya sudah berada didalam mobil.

"Udah nggak apa apa santai aja." balas Alka.

"Mas lagi cari jodoh ya?" tanya Anisa.

Alka hanya mengangguk,

"Aku udah masuk kriteria belum mas?" tanya Anisa membuat Alka keheranan.

Alka merasa Anisa terlalu percaya diri.

"Tergantung,"

"Tergantung apanya mas?"

"Tergantung cara mainnya pinter nggak." balas Alka memandang Anisa nakal.

"Mau coba mas?"

Alka tersenyum, "Boleh, clubbing asik nih."

Anisa mengangguk setuju,

"Tapi nggak cocok sama baju yang kamu pakai." kata Alka melihat Anisa mengenakan gamis panjang dengan hijab.

"Gampang itu mah mas, berhenti aja dimall bentar nyari baju trus beres deh." kata Anisa.

"Lo pinter juga ya." puji Alka.

Anisa tersenyum mendengar pujian Alka.

Alka menghentikan mobilnya didepan sebuah butik lalu mengantar Anisa masuk.

"Bagus nggak mas?"

Alka melihat Anisa memakai dress ketat yang sangat pendek.

"Bagus, cocok."

Anisa tersenyum dan langsung membeli baju itu.

Anisa dan Alka kembali ke mobil,

"Biasanya dimana?"

"Club star."

Alka terkejut, "Clubnya para om om kaya dong."

Anisa tersenyum, "Tapi nggak pernah check in kok."

Alka mengangguk meskipun Ia tak percaya.

"Jangan bilang sama Tante ya mas, nanti malah nggak direstuin lagi."

Alka tersenyum, "Tenang aja."

Keduanya pun sampai diclub star.

"Lo masuk dulu ntar gue nyusul." kata Alka.

"Aku pesenin kamar sekalian ya?"

Alka mengangguk setuju.

Anisa segera memasuki club malam sementara Alka bukannya turun malah melajukan mobilnya meninggalkan club.

"Mama ketipu lagi." Decak Alka.

Bersambung...

Jangan lupa like vote dan komeennn

1
You Bitch
Di Paris, bukan Diparis
Selfi Polin
juan org baik jdi apapun yg dia mau terkabul🤣🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
pancingannya bagus banget wkwk cewek suhu ditanya main udah paham arah nya kemana, coba cewek polos beneran dipikir ngajak main timezone yg ada 🤣
Bunda Dzi'3
amina cita2nya kok jdi berubah... kan cita2 amina jdi dokter
Win Arti
caper si alka ameena😄
JR Rhna
diulang lagi.kan sudah diberitahu baru menikah beberapa hari lepas
JR Rhna
bukannya suda ketemu tempat kuliah?
Muna Junaidi
Hadirrr thorrr
JR Rhna
🤣🤣
Duwie Sartika
lah,, di kasih sama sarah bilang ga mau kl blm ada ikatan... lah ini sekalinya kang teh celup juga 🤣
Yeni Fitriani
lagi lagi sdh kubilng novelnya bagus cm autor nya tdk mencatat point penting dlm bab2 yg tlah lalu.....di bab wkt surti dan amina msh ker6di rmh alka bik Surti bilang klo cita2 amina mau jd dokter....lah skrg pas ngibrol sm alka bik surti bilang cita2 amina mu jd guru.🤣 sepele tp bikin pr reader kurang nyaman.🙏maaf ya autor
Yeni Fitriani
novelnya bagus tp sayang sprti ya autor nya kurang mengingat isi bab2 yg tlah lalu jdnya agak kurng konsisten isinya.....di bab awal wkt alka br mau pindah perusahaan di bilang jarak luar kotanya cm 1 jam.....lah giliran pas pulang gegara di telpon mamanya malah jarak luar kotanya jd 3 jam perjalan darat🤦🏻‍♀️ dikit sih tp cukup membuat berdecak sebal para reader
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Yeni Fitriani
ceritanya bagus tp agk gak masuk akal di suasana rmhnya sj......biasanya orjay pemilik perusahaan akan puny byk pembantu di rmh ortu nya lah ini cm satu suarti doang udh gt surti berhenti rmh ibunya jd gak punya ARTsatupun🤣beres2 rmh masak cuci baju siapa yg kerjain sdngkan mamanya alka sibuk sosialita 🤣
Yeni Fitriani
orkay yg sederhana makan mlmnya sayurasem😁
Halimatusaidah
bagus, rekomen buat di bacaaa
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
alin soebank
modus
alin soebank
😆😆😆😆😆😆😆😆
Lilis K. Lumban Gaol
🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
BODOH bin OON..
Qaisaa Nazarudin
Karier ada pasang surutnya Tapi berbakti kepada suami dan rumah tangga akan bahagia selamanya,asal bukan salah pilih pasangan..Alka hidup bahagia dengan Amina,Sedangkan kamu...ckk kasihan banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!