Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan...
Tidak terasa sudah satu minggu aku berada di pesantren ...dan mulai minggu depan aku sudah mulai sekolah..
akupun sudah sangat terbiasa dengan geng huru hara sekarang...bagaimana kebiasa'an mereka dari sebelum tidur hingga mau tidur lagi...hahaha....maklum lah kita 1 kamar...
"Fika...kamu bisa ikut grub Hadrah..."
kata mbak Anis memberi tahu ku..
"memang boleh mbak ..anak baru??"
"kamu waktu di pesantrwn yang lama pernah ikut grub Hadrah enggak"bak Anis balik nanya aku...
"emmm...i ...ii..iiiyyyaaa"
jawab ku ragu ragu...
"posisi di apa??"
tanya mbak Anis lagi...
"vokal 2 mbak..."
"ohhj...yaaa...keren banget donk suara kamu"
mbak Anis terkagum kagumm
"padahal niat saya tadi cuma beritahu siapa tahu minat...ehhh ga taunya malah dapat bonus..."
ujar mbak Anis..
"biasa aja sih mbak...mungkin yang denger pas ngantuk jadi aku di taruh di vokal 2"
jawab ku sambil senyum ke mbak Anis yang masih belum percaya sama jawaban ku...
"ya udah tar tak bilangin sama mbak Fitri ya.."
"iyya mbak ... ya udah mbak aku mau mandi dulu..."
jawab ku sambil mengambil baju dari lakor tanpa aku sadari ada yang jatuh mbak Anis yang melihat itu langsung memberi tahu..
"amplop kamu jatuh..."
ucap mbak Anis datar...
aku langsung mengikuti arah mata mbak Anis...
deg..
deg
deg..
dan aku segera mengambilnya..sempat aku mengeluh dalam hati..Ya Alloh koq aku bisa lupa sama nih..Amplop..Taufiq bikin aku susah aja..batin ku...
"udah cepet di baca mumpung kamar lagi sepi"
pinta mbak Anis..tapi aku yang teringat pesen mbak May tiba-tiba ragu aku takut kalau mbak Anis memberi tahu ketua keamanan..
"udah ga usah takut sama aku..aman koq"
sepertinya mbakAnis faham dengan gelagat yang aku tunjukan..
"iyyaa..mbak Makasih.."
aku buka pelan-pelan Amplop ..
mbak Anis yang melihat aku gugub malah menertawai ku...sambil berkata
"surat cinta peetama ya.."
"bukan mbak ini dari temen ku"..
"koq grogi gitu pasti temennya cowok...atau mau akau bacain??
"ahhh mbak Anis.."
jawab ku sangat malu..
begitu aku buka langsung aku baca dalam hati surat dari Taufiq..
12 juni 2003...
*A****ssalamu'alaikum..wr.wb..
Untuk teman ku....
Sebelumnya aku ucapkan trimakasih sudah mau dan sudi membaca coretan ku....
terus terang aku tidak tahu harus memulai dari mana...
sejak pertemuan kita 1 tahun lalu..maaf bukan pertemuan kita melainkan aku melihatmu pas hari raya tahun lalu di rumah Nenek mu..hati ku merasa gundah..aku bi ngung dengan apa yang aku rasakan padamu...
setiap aku menyebut namamu hati ku selalu bergemuruh
jantung ku tidak mau berdetak dengan aturanya..
waktu kemarin aku kerumah mu sebenarnya aku memang sengaja kesana..
aku tidak sengaja dengar ibumu dan ibuku berbincang bincang bahwa kamu di rumah...
jadi aku memutuskan untuk menemui mu...
tapi sesampainya disana aku tidak dapat berkata lebih dari yang aku bisa katakan...
aku begitu tersihir dengan senyuman manis mu...
aku sadar posisi ku disini..
kamu adalah mahluk yang begitu sempurna bagi ku...
kamu adalah mahluk cipta'anNYA..yang ku harapkan menjadi belahan jiwa ku..
Fikkk...aku jatuh hati pada mu....
bila di ijinkan biarlah rasa ini terpelihara hingga ahirnya aku bisa menghalalkan mu dan sakinah bersama mu***..
aku langsung tersedak begitu membaca di bagian ini...dan aku tidak bisa melanjutkanya lagi...
mbak Anis yang melihat ku jadi bingung...
"kamu baik baik saja"...
tanya mbak Anis..
"iyya aku baik-baik saja.."
aku segera merobek robek kecil surat dari Taufiq..
aku masih tidak menyangka sahabat ku ...bisa munulis sesuatu yang sangat membuat aku malu...
aku tidak sesempurna itu..bahkan tidak sebaik itu...untuk mendapat sanjungan yang begitu tinggi dari dia...
"teman jadi pacar itu wajar"
mbak Anis tiba-tiba berkata seperti tau apa yang sedang aku rasakan...
namun aku hanya terdiam membisu sambil memandang kertas yang sudah terobek robek ...sama seperti hati ku yang kecewa terhadap Taufiq..
aku tidak mengingini hal ini..aku hanya ingin kita bersama sama sebagai seorang teman tidak bisakah itu saja yang harus terjadi...karna sesungguhnya hati ku sudah memilih...dan bila suatu saat nanti aku di pertemukan dengan jodoh ku yang kuharapkan adalah MR.W sebagia pelabuhan terahirku ..bahkan itulah yang selalu ku minta dalam Do'a Do'a ku...
"maafkan aku Taufiq...pastibini akan menyakitkan buat mu.."
gumam lirih...bibir ku..