Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku begitu bodoh!
Pagi hari.
Arumi melangkah menuju dapur warung tersebut, melihat Bik Salma yang sibuk membersihkan dapur.
"Bik, Arum belanja dulu ya?" Arum tersenyum menatap wanita paruh baya yang membantu di warungnya tersebut.
"Tidak perlu, Nak! Biar Nina saja yang belanja, lebih baik Nak Arum istirahat!" ucap Bik Salma tersenyum.
"Ya sudah, nanti aku pergi sama Nina Bik! Sekalian aku mau olahraga pagi!" jawab Arumi tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, Nak. Aku panggil Nina dulu!"
"Aku di sini, Bu! Ada yang bisa aku bantu?" Seorang gadis dengan gigi gingsul tersenyum ke arah Bik Salma dan Arumi, ia muncul dari luar.
Sementara 2 Wanita tersebut menatap ke arah gadis cantik itu yang usianya kira-kira 20 tahunan.
"Kamu antar Nak Arum ke pasar, Nin! Nak Arum katanya ingin belanja, sekalian olahraga juga," ucap Bik Salma.
"Apa benar, Kak?" tanya Nina menatap Arumi dengan senyum lembutnya.
Arumi mengangguk sambil membalas senyuman gadis tersebut. "Ya sudah kalau begitu aku ganti baju dulu," pamit Arumi tersenyum.
"Siap, Kak. Aku tunggu Kakak di depan, aku mau mengambil sepeda dulu, terlalu jauh jika kita jalan Kaki!" ucap Nina tersenyum.
Arumi mengangguk kembali, lalu meninggalkan dapur untuk mengganti baju. Sementara Nina langsung melangkah untuk kembali ke rumahnya dan mengambil sepeda miliknya.
Beberapa saat kemudian Arumi sudah siap dengan tampilan sederhananya, ia memakai baju olahraga dan mengikat rambutnya kuncir kuda yang biasa ia gerai.
Begitu pun dengan Nina, gadis itu sudah menunggu Arumi di sepedanya dan tersenyum saat melihat Arumi mendekati gadis itu.
"Biar aku yang membonceng Kak Arum! Usia kehamilan Kakak masih terlalu muda, jadi tidak boleh kecapean!" ucap gadis itu dengen senyum tulusnya.
"Aku jalan kaki dulu, nanti kalau aku capek aku akan ikut kamu," ucap Arumi tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." Nina pun pasrah dan ia pun membawa sepedanya dengan berjalan kaki dengan mengikuti langkah Arumi dari samping wanita itu. "Arumi pun menoleh dengan mengerutkan sebelah alisnya."
"Kamu kenapa juga ikut jalan kaki?" tanya Arumi seraya menatap Nina dari samping. Gadis itu pun juga menatap Arumi namun sekilas. "Aku juga ingin olahraga, Kak!" jawab Nina.
"Oh, iya Kak! Kalau boleh tahu Kakak berasal dari mana? Kenapa Kakak bisa ada desa terpencil seperti desa ini? Kalau dilihat dari penampilan Kakak, yang aku lihat Kakak dari kota." Nina melangkah sambil terus menatap Arumi dengan wajah penuh tanya.
Arumi terus melanjutkan langkahnya sambil menatap lurus ke depan, wanita itu tersenyum mendengar pertanyaan dari gadis di sampingnya.
"Aku memang dari kota, Nin. Aku ke desa ini hanya untuk menyembunyikan diri agar ayah dari anakku tidak mengatahui tentang kehadirannya!" jawab Arumi tersenyum sendu.
"Tapi kenapa, Kak? Apa suami Kakak jahat sama Kakak?" tanya Nina yang semakin penasaran.
Arumi menundukkan kepalanya sebentar, lalu menatap lurus ke depan kembali dengan langkah yang beriringan dengan gadis tersebut.
"Itulah masalahnya, aku begitu bodoh karena cinta. Dia sangat baik hingga dalam jangka beberapa bulan saja dia mampu membuatku tidak bisa jauh darinya?"
"Lalu?"
"Lalu kenapa Kakak lari dari dia, seharusnya Kakak perjuangkan cinta Kakak, bukan malah main petak umpet kayak gini!" Nina semakin penasaran dengan kisah kehidupan wanita itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Kakak? Apakah orang tua suami Kakak kejam?" tanya Nina.
Arumi tersenyum kembali. "Tidak, anak ini hadir karena kesalahan. Jika saja kakak mengandungnya dalam status menikah, mungkin saat ini aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia!"
Jedduarrr …
"Jadi Kakak belum menikah?" tanya Nina dengan wajah terkejut, hingga ia menatap Arumi dengan mata yang membola.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
...TBC...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu